Anda di halaman 1dari 10

1

PRE PLANNING SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


TERAPI AKTIVITAS BERMAIN ANAK (TABA)
Cabang Ilmu

: Keperawatan Anak

Topik

: Melatih Ketangkasan dan IQ Anak Pra Sekolah

Hari/ tanggal

Waktu

: 09.00 sampai selesai

Tempat

: Ruangan Aula TK UIN Alauddin Makassar

Sasaran

: Anak Pra Sekolah

Metode

: Demonstrasi dan Bermain

Pelaksana

A. Latar Belakang
Bermain merupakan kebutuhan anak seperti halnya kasih sayang,
makanan, perawatan, dan lain-lainnya, karena dapat memberi kesenangan dan
pengalaman hidup yang nyata. Bermain juga merupakan unsur penting untuk
perkembangan anak baik fisik, emosi, mental, sosial, kreativitas serta
intelektual. Oleh karEna itu bermain merupakan stimulasi untuk tumbuh
kembang anak.
Terapi bermain adalah suatu bentuk permainan yang direncanakan
untuk membantu anak mengungkapkan perasaannya dalam menghadapi
kecemasan dan ketakutan terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan
baginya. Bermain pada masa pra sekolah adalah kegiatan serius, yang
merupakan bagian penting dalam perkembangan tahun-tahun pertama masa
kanak-kanak. Hampir sebagian besar dari waktu mereka dihabiskan untuk
bermain.
Pemberian terapi bermain ini dapat menunjang tumbuh kembang anak
dengan baik. Pada kenyataannya tidak semua anak dapat melewati masa
kanak-kanaknya dengan baik, ada sebagian yang dalam proses tumbuh
kembangnya mengalami gangguan kesehatan.
Dengan bermain anak dapat menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya,
kognitifnya dan juga emosinya karena mereka bermain dengan seluruh
emosinya, perasaannya dan pikirannya. Elemen pokok dalam bermain adalah
kesenangan dimana dengan kesenangan ini mereka mengenal segala sesuatu
yang ada disekitarnya sehingga anak yang mendapat kesempatan cukup untuk
bermain juga akan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mengenal
sekitarnya sehingga ia akan menjadi orang dewasa yang lebih mudah
Terapi Aktivitas Bermain Anak
TK UIN Alauddin Makassar
2015

berteman, kreatif dan cerdas, bila dibandingkan dengan mereka yang masa
kecilnya kurang mendapat kesempatan bermain
B. Topik
Metode

: Melatih Ketangkasan dan IQ Anak Pra Sekolah


: Terapi aktivitas Bermain Anak (TABA) yang akan
dilakukan adalah terapi yang berfokus pada Ketangkasan /
Kecepatan Anak untuk melatih dan menilai IQ serta motorik
anak pra sekolah, dimana metode yang digunakan adalah
Demonstrasi, Bermain / Lomba.

C. Tujuan
1. Tujuan Umum :
Tujuan diadakannya terapi aktivitas bermain (TABA) Setelah diberikan
terapi bermain, diharapkan kreativitas anak-anak berkembang baik baik
dalam hal ketangkasan maupun dalam hal kecerdasan IQ anak.
2. Tujuan Khusus :
Setelah mengikuti kegiatan terapi aktivitas bermain anak diharapkan:
a. Anak dapat memasang baju sesuai dengan urutan kancing baju yang
benar dengan iringan musik.
b. Anak dapat memahami pentingnya bekerja sama dalam mengoper
balon hingga sampai pada garis akhir.
c. Anak dapat membawa/menggiring kelereng dengan sendok dengan
iringan musik sampai pada garis akhir.
D. Jenis Permainan
1. Memasang baju seragam
2. Oper balon
3. Membawa/menggiring kelereng menggunakan sendok.
E. Landasan Teoritis
Terlampir

F. Pengorganisasian
1. Leader :
Tugas:
a. Membuka kegiatan terapi aktivitas bermain
b. Memperkenalkan asal institusi dan memperkenalkan tim perawat
c. Memberi kesempatan pada peserta untuk memperkenalkan diri
d. Menjelaskan topik dan tujuan permainan
e. Mengarahkan dan memimpin jalannya permainan
f. Menetralisir keadaan jika terjadi masalah
2. Co Leader:
Tugas :
a. Menjelaskan tata cara permainan
Terapi Aktivitas Bermain Anak
TK UIN Alauddin Makassar
2015

b. Membagi kelompok bermain


c. Membagikan hadiah
3. Fasilitator
Tugas:
a. Mempersiapkan tempat bermain
b. Mempersiapkan dan menyediakan alat dan media permainan
c. Menyiapkan hadiah untuk peserta
d. Memfasilitasi kebutuhan saat permainan berlangsung
e. Memberi motivasi dan dukungan pada setiap anak
4. Observer:
Tugas:
a. Menjelaskan kriteria penilaian permainan
b. Mengawasi jalannya kegiatan sesuai rencana
c. Menilai dan menentukan pemenang
d. Mengumumkan pemenang
G. Waktu dan Tempat
Terapi aktivitas bermain anak , insya Allah akan dilaksanakan pada :
1. Hari/tanggal
:
2. Waktu
:
3. Tempat
: Ruangan Aula TK UIN Alauddin Makassar
H. Peserta
Anak yang dijadikan peserta pada terapi aktivitas Bermain adalah
Anak yang dipilih untuk mewakili kelas masing-masing sebanyak 3 anak dari
5 kelas, yaitu (

I. Proses Pelaksanaan
NO
1

Kegiatan
Persiapan
-

Menyiapkan ruangan.
Menyiapkan alat-alat.
Menyiapkan anak

Waktu

Subyek Terapi

10 menit

Ruangan,alat,
dan anak

Terapi Aktivitas Bermain Anak


TK UIN Alauddin Makassar
2015

Proses :
-

Membuka

proses

terapi

2 menit

Menjawab

bermain dengan mengucap

salam,

kan salam, memperkenalkan

Memperkenalkan

diri dan peserta.


Menjelaskan pada anak dan

diri,
5 menit

Memperhatikan

30 menit

Bermain

3 menit

Bersama dengan

keluarga tentang tujuan dan


manfaat
-

bermain,

menjelaskan cara permainan.


Mengajak anak bermain
(Pasang Baju, Oper Balon,
dan Giring Kelereng

antusias

menggunakan Sendok)
Mengevaluasi respon anak

Penutup

mengungkapkan
5 menit

Menyimpulkan,

dan

mengucapkan

perasaannya
Memperhatikan
dan

salam
J. Setting Tempat

menawab

salam

Pengaturan Tempat Bermain / Lomba :

Keterangan:
Leader

Observer

Co-leader

Peserta

Fasilitator

Balon, Baju, dan kelereng


Kursi

K. Media yang digunakan


Terapi Aktivitas Bermain Anak
TK UIN Alauddin Makassar
2015

1. Musik (
)
2. Handphone & Sound system
3. Baju Seragam, Balon, kelereng dan sendok.

L. Tata Tertib dan Program Antisipasi


1. Tata Tertib
a. Peserta hadir 5 menit sebelum TABA di mulai
b. Peserta bersedia mengikuti kegiatan TABA
c. Peserta berpakaian rapi dan bersih
d. Sebelum acara dimulai peserta yang akan ke toilet dipersilahkan
dahulu
e. Peserta tidak diperkenankan makan
2. Program Antisipasi
a. Penanganan anak yang tidak aktif saat aktifitas bermain anak
- Menuntun anak
- Memberi kesempatan kepada anak tersebut untuk menjawab
sapaan perawat.
b. Bila anak meninggalkan permainan tanpa pamit :
- Panggil nama anak
- Tanya alasan anak meninggalkan permainan
c. Bila ada anak lain ingin ikut
- Berikan penjelasan bahwa permainan ini ditujukan pada anak yang
-

telah dipilih
Katakan pada anak lain bahwa ada permainan lain yang mungkin

dapat diikuti oleh anak tersebut


Jika anak memaksa, beri kesempatan untuk masuk dengan tidak
memberi peran pada permainan tersebut

M. Antisipasi Masalah
1. Jika saat permainan berlangsung anak ingin BAK/BAB maka anak yang
ingin BAK dan BAB dipersilahkan keluar dengan ditemani fasilitator
tanpa menghentikan permainan.
2. Jika saat permainan berlangsung anak diam saja maka fasilitator
memberikan motivasi.
N. Evaluasi
1. Evaluasi Input
a. Tim berjumlah 10 orang yang terdiri atas 1 leader, 1 co leader, 7
b.
c.
d.
e.

fasilitator dan 1 observer


Lingkungan memiliki syarat luas dan sirkulasi baik
Peralatan HP berfungsi dengan baik
Tersedia baju seragam, balon, kelereng dan sendok.
Tidak ada kesulitan memilih anak yang sesuai dengan kriteria dan

karakteristik klien untuk melakukan terapi aktifitas bermain anak


2. Evaluasi Proses
Terapi Aktivitas Bermain Anak
TK UIN Alauddin Makassar
2015

a. Leader da co. leader menjelaskan aturan main dengan jelas


b. Fasilitator menempatkan diri di tengah-tengah anak
c. Observer menempatkan diri di tempat yang memungkinkan untuk
dapat mengawasi jalannnya permainan
d. 70% anak yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan
dengan aktif dari awal sampai selesai.
3. Evaluasi Output (Hasil)
Setelah mengadakan terapi aktifitas bermain pada anak berjumlah
15 orang yang diamati, hasil yang diharapkan adalah sebagai berikut :
a. 70% anak yang mengikuti permainan dapat mengikuti kegiatan
dengan aktif dari awal sampai selesai.
b. 70% anak dapat meningkatkan komunikasi non verbal : bergerak
c.

mengikuti intruksi, ekpresi wajah cerah, berani kontak mata


70% anak dapat meningkatkan komunikasi verbal (menyapa anak

lain/perawat, mengungkapkan perasaan dengan perawat)


d. 70% anak dapat meningkatkan kemampuan akan kegiatan bermain
(mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai)
e. 70% anak mampu melakukan hubungan sosial dengan lingkungannya
(mau berinteraksi dengan perawat/anak lain)

Lampiran Materi
KONSEP BERMAIN
A. Pengertian
Menurut Hurlock ( 2002 ) bermain adalah kegiatan yang dilakuukan untuk
kesenangan yang ditimbulkan tanpa mempertimbangkan hasil akhir, bermain
dilakukan secara sukarela dan tidak ada paksaan atau tekanan dari luar atau
kewajiban.
Menurut Depkes RI (2008) bermain merupakan kesibukan anak, layaknya
seperti bekerja bagi orang dewasa , dilakukans ecara sukarela untuk memperoleh
kesenangan.
Menurut Foster (2006) bermain adalah kegiatan yang dilakukan sesuai
dengan keinginan sendiri untuk memperoleh kesenangan
Jadi bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk
memperoleh kesenangan.
Terapi Aktivitas Bermain Anak
TK UIN Alauddin Makassar
2015

B. Fungsi Bermain
1. Perkembangan sensori motorik
Bermain penting untuk mengembangkan otot dan energi. Komponen
yang paling untuk semua umur terutama bayi. Anak mengekslorasi alam
sekitarnya :
- Bayi melalui stimulasi taktil ( sentuhan ), audio, visual.
- Toddler dan prasekolah ; gerakan tubuh dan eksplorasi lingkungan
- Sekolah dan remaja : Memodifikasi gerakan tubuh lebih terkoordinasi dan
rumit. Contoh berlari dan bersepeda.
2. Perkembangan Intelektual/ Kognitif
Anak belajar berhubungan dengan lingkungannya, belajar mengenal objek
dan bagaimana menggunakannya. Anak belajar berpikir abstrak dapat
meningkatkan kemampuan bahasa, dapat mengatasi masalah dan menolong
anak membandingkan antara fantasi dan realita.
3. Sosialisasi
Dengan bermain akan mengembangkan dan memperluas sosialisasi anak
sehingga anak cepat mengatasi persoalan yang akan timbul dalam hubungan
sosial. Dengan sosialisasi akan berkembang nilai-nilai normal dan etik. Anak
belajar yang benar dan salah serta bertanggung jawab atas kehendaknya.
- Bayi : perhatian dan rasa senangnya akan kehadiran ornag lain dimana
kontak sosial pertama anak adalah figur ibu.
- Sampai usia 1 tahun : bayi memriksa bayi lain, memriksa objek
dilingkungan.
- Usia 2 3 tahun : permainan pura-pura dengan ibu dan anak, dokter dan
pasien, penjual dan pembeli. Kemudian meluas teman sementara dan
teman permainannya.
- Usia pra sekolah : sadar akan keberadaan teman sebaya, mengidentifikasi
ciri yang ada pada setiap bermainnya.
- Usia sekolah : teman 1 atau 2 orang yang disukai, belajar memberi dan
menerima, belajar peran benar atau salah, nilai moral dan etik, mulai
memahami tanggung jawab dari tindakannya.
4. Kreativitas
Melalui bermain anak menjadi kreatif, anak mencoba ide-ide baru dalam
bermain. Kalu anak merasa puas dari kreativitas baru, maka anak akan
mnecoba pada situasi yang lain
5. Nilai terapeutik
Untuk melepaskan stress dan ketegangan
6. Kesadara diri
Anak akan sadar akan kemampuan dan kelemahannya serta tingkah lakunya.
7. Nilai Moral
Belajar salah/ benar dari kulutr, rumah, sekolah dan interaksi. Contoh bila
ingin diterima sebagai anggota kelompok, anak harus mematuhi kode perilaku
yang diterima secara kultur, adil, jujur, kendali dir dan mempertimbangkan
kepentingan orang lain.
C. Klasifikasi Bermain
Menurut isi permainan :
1. Social Affektif Play
Terapi Aktivitas Bermain Anak
TK UIN Alauddin Makassar
2015

2.

3.

4.

5.

6.

Permainan yang membuat anak belajar berhubungan dengan orang lain.


Contoh ; orang tua berbicara, memeluk, bersenandung, anak memberi
respon dengan tersenyum, mendengkur, tertawa, beraktivitas, dll.
Sense Pleasure Play ( bermain untuk bersenang-senang )
Contoh ; Obyek seperti wanita, cahaya, bau, rasa, benda alam dan gerakan
tubuh.
Skill Play, bermain yang sifatnya membina ketrampilan Misalnya
berulangkali melakukan dan melatih kemampuan yang baru didapat,
menimbulkan nyeri dan frustasi pada anak. Contoh naik sepeda.
Perilaku bermalas-malasan ( Unocupied Behavior )
Tidak bermain tetapi memusatkan perhatian pada segala sesuatu yang
menarik. Misalnya sibuk dengan benda-benda lain atau bajunya.
Dramatik Role Play / bermain Dramati/ Simbolik
Dimulai pada akhir masa bayi 11-13 bulan. Contoh ; berpura-pura
melakukan kegiatan keluarga seperti makan, minum dan tidur.
- Usia Toddler kegiatan berupa hal-hal yang lebih dikenalnya
- Usia Prasekolah kegiatan sehari-hari tetapi lebih rumit.
Permainan Game
Contoh Puzzle, komputer games dan video

Menurut Karakteristik Sosial :


1. Bermain Anlooker / mengamati
Anak melihat apa yang dilakukan anak lain tetapi tidak ada usaha untuk ikut
bermain. Contoh ; menonton televise
2. Solitary/ mandiri : Anak bermain sendiri. Menyukai kehadiran orang lain tap
tidak ada usaha untuk mendekat atau berbicara. Hanya terpusat pada
aktivitas/ permainanya sendiri.
3. Paralel Play.
Bermain sendiri di tengah anak lain, tidak ada asosiasi kelompok. Ciri
bermain anak Toddler.
4. Asosiasi Play
Bermain dan beraktifitas serupa bersama, tetapi tidak ada pembagian kerja,
pemimpin/ tujuan bersama, Anak interaksi dengan saling meminjam alat
permainan. Ciri Anak Prasekolah
5. Kooperatif Play, bermain dalam kelompok, ada perasaan kebersamaan/
sebaliknya, terbentuk hubungan pemimpin dan pengikut. Ada tujuan yang
ditetapkan dan ingin dicapai.

D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bermain


1. Kesehatan
Semakin sehat anak, semakin banyak energinya untuk bermain aktif, seperti
permainan dan olah raga. Anak yang kekurangan tenaga lebih menyukai
hiburan.
2. Perkembangan motorik
Permainan anak pada setiap usia melibatkan koordinasi motorik. Apa saja
yang dilakukan dan waktu bermainnya bergantung pada perkembangan
motorik anak.
3. Intelegensi
Terapi Aktivitas Bermain Anak
TK UIN Alauddin Makassar
2015

4.

5.

6.

7.

Pada setiap usia anak, anak yang pandai lebih aktif ketimbang yang kurang
pandai dan permainan mereka lebih menunjukkan kecerdasan. Anak yang
pandai menunjukkan keseimbangan perhatian bermain yang besar, termasuk
upaya menyeimbangkan faktor fisik dan intelektual yang nyata.
Jenis kelamin
Pada masa awal kanak-kanak, anak laki-laki menunjukkan perhatian pada
berbagai jenis permainan yang lebih banyak ketimbang perempuan, tetapi
sebaliknya terjadi pada akhir masa kanak-kanak.
Status sosisal ekonomi
Anak dari kelompok sosial ekonomi yang libih tinggi lebih menyukai
kegiatan yang mahal sedangkan dari kalangan bawah terlihat dalam kegiatan
yang tidak mahal. Kelas sosial mempengaruhi buku yang dibaca dan film
yang ditonton anak, jenis kelompok rekreasi yang dimilikinya dan supervisi
terhadap mereka.
Lingkungan
Anak dari lingkungan buruk kurang bermain ketimbang anak lainnya karena
kesehatah yang buruk, kurang waktu, peralatan dan ruang. Anak yang berasal
dari lingkungan desa kurang bermain ketimbang mereka yang berasal dari
lingkungan kota. Hal ini kurangnya peralatan dan waktu bebas.
Peralatan bermain
Peralatan bermain yang dimiliki anak mempengaruhi permainannya.
Misalnya, dominasi boneka dan binatang buatan yang mendukung permainan
pura-pura.

E. Karakteristik Bermain Sesuai Tahap Perkembangan Anak


1. Tradisi
- Setiap generasi meniru permainan generasi sebelumnya
- Bentuk permainan yang memuaskan akan dilanjutkan
- Tergantung dari perubahan musim
2. Bermain mengikuti pola perkembangan yang dapat diramalkan. Usia
bertambah, penggunaan material lebih bermakna, misalnya balok.
3. Waktu dan usia
- Ragam kegiatan bermain berkurang dengan tambahnya usia
- Waktu berkurang sesuai usia
- Aktifitas fisik berkurang
- Waktu untuk aktifitas spesifik meningkat
- Perhatian menyempit tetapi lebih lama
- Jumlah dan usia teman ( lebih sedikit dan spesifik )
F. Jenis Dan Syarat Permainan Pada Anak Pra Sekolah
1. Umur 3 - 4 tahun
- Menggambar dan menulis
- Jalan jinjit
- Menyebutkan warna warni
- Melompat dengan satu kaki
- Melempar ke atas
- Menggunting dan menempel
- Mengenal huruf dan angka
- Mengenal bentuk dan warna gambar
Terapi Aktivitas Bermain Anak
TK UIN Alauddin Makassar
2015

10

Membaca
Mengenal musim
Bermain kredit
2. Umur 4 - 5 tahun
- Melompat dengan satu kaki
- Mengancingkan baju
- Bercerita dan mengingat
- Mengenal tulisan
- Pertanyaan mengapa
- Mengenal tanda, simbol dan lambing
- Bergaul
3. Umur 5 - 6 tahun
- Main bola ( jarak 1 m )
- Menggambar ( segi tiga )
- Angka, huruf, menghitung 0 10
- Bersepeda
- Bermain lilin/ tanah liat/ adonan kue
- Menyebut nama hari, bulan, jumlah hari dalam 1 Minggu dan 1 bulan dan
seterusnya
- Ukur panjang dan lebar dengan penggaris
- Masak-masakan
DOKUMENTASI KEGIATAN TERAPI AKTIVITAS BERMAIN

Terapi Aktivitas Bermain Anak


TK UIN Alauddin Makassar
2015