Anda di halaman 1dari 16

IX PEMERIKSAAN PENUNJANG

1. Laboratorium tanggal 25 Oktober 2014


a. Pemeriksaan elektrolit
Tabel 1.1 Hasil laboratorium pemeriksaan elektrolit
Pemeriksaan
Natrium
Kalium
Klorida

Hasil
142
3,8
99

Nilai normal
135-145 mEq/L
3,5-5,5 mEq/L
111 mEq/L

b. Metabolisme karbohidrat
Tabel 1.2 Hasil laboratorium pemeriksaan metabolisme karbohidrat
Pemeriksaan
Hasil
Nilai normal
GDS
168
70-100 mg/dl
Kesan: Hiperglekimia
c. Imunologi
Tabel 1.3 Hasil laboratorium pemeriksaan imunologi
Pemeriksaan
Hasil
Nilai normal
ANTI HCV
Non reactive
Non reactive
HbsAg
Non reactive
Non reactive
d. Faal ginjal
Tabel 1.4 Hasil laboratorium pemeriksaan faal ginjal
Pemeriksaan
Hasil
Nilai normal
Ureum
127
10-50 mgdl
Creatinin
2,75
Lk 0,6-1,1 / pr 0,5-0,9 mgdl
Kesan: gangguan ginjal
e. Faal hati
Tabel 1.5 Hasil laboratorium pemeriksaan faal hati
Pemeriksaan
Bilirubin
SGOT
SGPT

Hasil
Negatif
23
21

Nilai normal
0-1,1 mg/dl
0-0,25 mg/dl
0-0,75 mg/dl
Lk 0-37 / pr 0-37 u/l
0-42 u/l

f. Laboratorium
Tabel 1.6 Hasil laboratorium
Pemeriksaa

Hasil

Nilai

n
WBC
RBC

9,0 10 /uL
1.86 L

Rujukan
10/ L
106 / L

HGB
HCT
MCV

5.3 L
14.8 L
79.6 L

g/Dl
%
fL

73

MCH
28.5
Pg
MCHC
35.8
g/dL
PLT
308 H
10 / L
GR
88.9 H
12.2 H
RDW
13.3
%
PCT
0.72
%
MPV
10.2 H
fL
PDW
16.4
%
Kesimpulan :
Leukocytosis, Anemia, Microcytosis, Thombocytosis
Automatic analysis has detected these posible
Conditions. Physicians confirmation required
2. Pemeriksaan radiologi
Foto polos abdomen
Hasil:
a) Hepar
:
Ukuran

dalam

batas

normal.Echo

parenkim

homogen,permukaan licin,tip tajam Tidak tampak dilatasi vasikular


dan bile duct.tidak tampak echo mass/ cyst
b) Pankreas : ikuran dan echo parenkim dalam batas normal.Tidak
tampak dilatasi duktus pankreaticus.Tidak tampak SOL
c) Lien : ukuran dan echo parenkim dlam batas normal.Tidak tampak
SOL
d) Kedua ginjal :ukuran dan echo differensiasi corticomeduler dalam
batas normal.tidak tampak dilatasi PCS.Tidak tampak echo batu /
mass /cyst
e) VU: Dinding tidak menebal,mukosa regule.tidak tampak echo batu/
mass/cyst
Kesan: Tidak tampak kelainan pada USG Abdomen saat ini

X. TERAPI
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Nacl 0,9% 10 tetes/menit


Ceftriaxone 1 gr/12 jam/IV
Omeprazole 40 mg/ 12 jam / iv
Oksigen 6 Liter, rebreathing mask
Ranitidin 1 amp /8jam
dexametasone 1 amp/8 jam/ IV
furosemide 1 amp/12 jam/ iv
74

h. Observasi vital sign/ 1 jam


i. Monitoring urine

XI. KLASIFIKASI DATA


1. Data subjektif
a. Klien mengatakan bahwa klien mengalami sesak sejak 1 hari yang
b.
c.
d.
e.
f.

lalu.
Klien mengatakan badannya terasa lemah
Klien mengatakan nafsu makannya berkurang
Klien mengatakan minum 1260 cc sehari
Klien mengatakan ada riwayat hipertensi.
Klien mengatakan udem pada ekstremitas atas dan ekstremitas

bawah serta palpebra.


g. Klien mengatakan mual dan muntah
2. Data objektif
a. Klien tampak terbaring lemah
b. Vital sign :
TD: 150/100.mmHg P: 32 x/mnt
N : 98 x/mnt
S: 36,5 oC
c. Klien tampak sesak frekuensi P: 32x/i (Takipneu)
d. Klien nampak menggunakan otot bantu pernafasan
e. Riwayat Hipertensi,TD : 150/100 mmHg
f. Kesadaran : Koma,GCS : 15 (E:4,M:6,V:5)
g. Tampak udem pada ekstremitas atas dan ekstremitas bawah
h. CRT < 2 detik
i. Menurut Norton Skin Integrity Risk Assessment, skor yang
didapatkan adalah9 (risiko sedang kerusakan integritas kulit).
Dimana meliputi:

75

Mobilitas : immobile status mental : latergi atau koma,kondisi kulit


secara umum : turgor buruk dan udem.
j. Aktivitas secara umum di bantu oleh keluarga dan perawat
k. Menurut metode douglas klien termasuk klasifikasi pasien parsial
l.
j.
k.

l.
m.

care.
Hasil Lab : Ureum :
127
Kreatinin : 2,75
Terpasang Oksigen 6 liter rebreathing mask.
Input : Terapi :
- IVFD Nacl 0,9% 10 tpm habis dalam waktu 16 jam
- Makan: 3x/hari dan porsi tidak dihabiskan
- Minum: 1260 cc sehari
- Output : urine : 900/24 jam
Klien tampak mual dan muntah
Klien tampak tidak menghabiskan porsi makanannya

X. ANALISA DATA
Tabel 1.7 Analisa data pada kasus pasien Tn H dengan Chronik Kidney
Disease (CKD)
NO

DATA

MASALAH KEP.

76

DS :
-

Pola
Keluarga Klien mengatakan bahwa

nafas

tidak

efektif

klien mengalami sesak sejak 1 hari


yang lalu
DO:

Klien nampak sesak


Frekuensi nafas 32 x /menit
Klien tampak menggunakan otot bantu

pernafasan
Terpasang Oksigen 6 liter rebreathing

mask.
Vital sign :

TD: 150/100.mmHg

N : 98 x/mnt
DS :
-

P: 32 x/mnt
Kelebihan

S: 36,5 oC

volume

cairan
Klien mengatakan kaki dan tangan
bengkak

DO : Input:
-

IVFD Nacl 0,9% 10 tpm habis dalam

waktu 16 jam
Makan: 3x/hari

dihabiskan
Minum: 1260 cc /hari
Output : urine : 900 cc dalam 24 jam.
Tampak udem pada ekstremitas atas

dan bawah.
Gangguan
Aktivitas secara umum di bantu oleh

dan

porsi

tidak

pemenuhan

keluarga dan perawat.

kurang
DS:
-

kebutuhan
Klien mengatakan nafsu makannya
77

nutrisi
dari

DO:
-

berkurang
Klien mengatakan porsi makan tidak di
habiskan
Klien mengatakan mual dan muntah
Klien tampak lemah
Klien tampak tidak

menggabiskan

makannya
Klien tampak mual, muntah

XI. DIAGNOSE KEPERAWATAN PRIORITAS


1. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan defisit neurologis dan
distress pernafasan
2. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan fungsi ginjal
3. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan

78

XII. RENCANA KEPERAWATAN


Nama
: Tn H
Umur

: 56 Tahun

Jenis kelamin: Laki-laki

Tanggal

: 26 oktober 2014

No. RM

: 10 48 64

Ruang

: ICU/ICCU

Diagnosa Medis : Chronik Kidney Disease


Tabel 1.8 Perencanaan Keperawatan pada pasien Tn H dengan Chronik Kidney Disease (CKD)
N
O
1

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Pola
nafas
tidak
efektif
berhubungan
dengan
defisit
neurologis
dan
distres
pernafasan, di tandai dengan
DS :
- Keluarga
mengatakan
bahwa klien mengalami
sesak sejak 1 hari yang
lalu
DO:
- Klien nampak sesak
- Frekuensi nafas 32x /menit
- Klien
nampak
menggunakan otot bantu
pernafasan

TUJUAN

INTERVENSI

Setelah
melakukan
tindakan keperawatan
selama 3x8 jam di
harapkan pola nafas
kembali efektif dengan
kriteria hasil:
1. Pola nafas kembali
normal
1624x/menit
2. Klien
tidak
menggunakan otot
bantu pernafasan

RASIONAL

1. Kaji
frekuensi,
irama, 1. Frekuensi
dan
kedalaman pernapasan
kedalaman pernapasan
2. Auskultasi bunyi napas, catat
menunjukan
usaha
area penurunan aliran udara
pasien
mendapatkan
dan
atau
bunyi
nafas
oksigen
tambahan.
2. Bunyi napas mungkin
3. Kaji atau awasi secara rutin
redup
karena
kulit dan warna membran
penurunan aliran udara.
mukosa.
Adanya
mengik
4. Catat kemajuan yang ada
mengindikasikan
pada
klien
tentang
spasme bronkus atau
pernapasan
tertahannya secret.
5. Berikan
oksigen
sesuai 3. Sianosis
perifer
3. Tidak ada suara
indikasi dan monitor Spo2
mungkin terlihat pada
nafas tambahan
kuku
atau
sentral
79

Terdengar suara
tambahan ronchi
Vital sign

nafas

4. Tanda-tanda
vital
dalam batas normal

(terlihat sekitar bibir


atau daun telinga).
Keabu-abuan
dan
sianosis
sentral
mengindikasikan
beratnya hipoksemia.
4. Mengindikasikan
adanya
kemajuan
dalam pengobatan.
5. Memaksimalkan
sediaan O2

TD: 150/100.mmHg
P: 32 x/mnt
N : 98 x/mnt
S: 36,5 oC

Kelebihan volume cairan


berhubungan dengan fungsi
ginjal.
DS :
-

Klien mengatakan kaki dan


tangan bengkak
DO : Input:
- IVFD Nacl 0,9% 10 tpm
habis dalam waktu 16 jam
- Makan: 3x/hari dan porsi
tidak dihabiskan
- Minum: 1260 cc sehari
- Output : urine : 900cc
dalam 24 jam.

Mempertahankan berat
tubuh
ideal
tanpa
kelebihan
cairan
dengan kriteria:
1. Haluran
urine
tepat
dengan
berat jenis /hasil
lab
mendekati
normal
2. BB stabil
3. Tanda tanda vital
dalam
batas
normal
4. Tidak ada udema

1. Kaji keseimbangan masukan


dan haluaran cairan

1. mengetahui
keseimbangan
dan output

2. Batasi masukan cairan

2. pembatasan
cairan
akan menentukan BB
ideal

3. Kolaborasi penatalaksanaan
Hemodelisis

3. merupakan
suatu
proses
yang
digunakan
untuk
mengeluarkan cairan
dan produk limbah dari
dalam tubuh ketika
ginjal tidak mampu

80

input

Tampak
udem
pada
ekstremitas
atas
dan
bawah.
Aktivitas secara umum di
bantu oleh keluarga dan
perawat.

Gangguan pemenuhan
kurang dari kebutuhan
DS:
DO:
-

nutrisi Setelah
di
lakukan
asuhan
keperawatan
selama 3 x 24 jam di
harapkan
kebutuhan
Klien mengatakan nafsu nutrisi
terpenuhi
makannya berkurang
dengan kriteria hasil:
Klien mengatakan porsi
1. Adanya
makan tidak di habiskan
peningkatan BB
Klien mengatakan mual
sesuai
dengan
dan muntah
tujuan
2. BB ideal sesuai
Klien tampak lemah
dengan TB
Klien
tampak
tidak
3. Mampu
menghabiskan makannya
mengidentifikasi
Klien tampak mual dan
kebutuhan nutrisi
muntah
Tidak ada tanda-tanda
malnutrisi

melaksanakan
tersubut.

fungsi

1. Beri makan dalam porsi kecil 1. Porsi lebih kecil dapat


tapi sering
meningkatkan masukan
makanan
2. Awasi
konsumsi 2. Mengidentifikasi
makanan/cairan
kekurangan nutrisi
3. Sajikan makanan dalam 3. meningkatkan
keadaan
hangat
dan
keinginan pasien untuk
bervarias
makan
sehingga
kebutuhan
kalori
terpenuhi
4. Tingkatkan kunjungan oleh 4. Memberikan pengalihan
orang
terdekat
selama
dan
meningkatkan
makan
masukan makanan.
5. Beri HE tentang manfaat 5. makanan menyediakan
asupan nutrisi
kebutuhan kalori untuk
tubuh
dan
dapat
membantu
proses
penyembuhan
dan
81

meningkatkan
tahan tubuh.

82

daya

XII. EVALUASI
Tabel 1.9 Catatan perkembangan/implementasi pada pasien Tn H
dengan Chronik Kidney Disease (CKD)
No

Hari/tgl/w

DX

ktu
Minggu,2

6/10/14
16 : 25

IMPLEMENTASI
1. Mengkaji

frekuensi,

irama,

kedalaman

pernapasan
Hasil: frekuensi

nafas

30

kali/menit,

irama

teratur

dan

tidak
16 :30

EVALUASI
S:
Klien mengatakan bahwa
klien masih sangat sesak
O:
- Prekuensi nafas 32 kali/
-

1 cm

liter/menit
bunyi

penurunan aliran udara


tambahan.
Hasil: terdengar bunyi
nafas tambahan ronchi
3. Mengkaji atau awasi
secara rutin kulit dan
warna

membran

non

rebrething mask
Pernafasan dalam dan

cepat
Klien menggunakan otot

bantu nafas
Vital sign
TD : 150/100 mmHg

N : 98 X /menit
S : 36,5 C
P : 32X/ menit
A: masalah belum teratsi
P: lanjutkan intervensi
1. Mengkaji
frekuensi,

mukosa.
Hasil:
warna

kulit

normal,

tidak

ada

pernapasan
2. Mengauskultasi bunyi

sianosis

perifer

dan

napas, mencatat area

membran
17 :05

via

dan atau bunyi nafas

16 :55

nampak

menggunakan oksigen 6

napas, mencatat area

menit
Klien

kedalaman pernafasan

2. Mengauskultasi

16 :45

PARAF

mukosa

mulut kering
4. Mencatat

penurunan

kedalaman

aliran

udara dan atau bunyi


kemajuan

yang ada pada klien


tentang pernapasan
Hasil: pola pernafasan
klien masih cepat
5. Memberikan

irama,

oksigen

83

nafas tambahan.
3. Mengkaji atau awasi
secara rutin kulit dan
warna

membran

mukosa.
4. Mencatat

kemajuan

yang ada pada klien

sesuai

indikasi

dan

memonitor Spo2
Hasil:
oksigen
liter/menit

tentang pernapasan
5. Memberikan oksigen

sesuai

melalu

indikasi

dan

memonitor Spo2

rebrething mask

Senin,
27/10/14
17 : 15

II

1. Mengkaji

S:
- Klien mengatakan kaki dan

keseimbangan
masukan

tangannya bengkak

dan

O:
haluaran cairan
Hasil: input 1500- - Tampak
17 :25

17 :35

200/hari
Output

udem

ekstremitas

atas

bawah.
2000cc/hari
- BB : 76 kg
2. membatasi masukan - TB : 178 cm
cairan
Hasil : 100cc/hari

keluarga
tentang

Input:
-

IVFD Nacl 0,9% 10 tpm

habis dalam waktu 16 jam


Makanan: porsi tidak di

habiskan
minuman : 1260cc/hari

pada
pasien

pembatasan

cairan
Hasil : keluarga klien

A: tidak terjadi kerusakan

mengerti

integritas kulit

tentang
pembatasan

P: pertahankan intervensi :
1. Menginspeksi

cairan.

terhadap
4. Kolaborasi

kulit

perubahan

warna,turgor,vaskuler
2. Inspeksi
area

penatalaksanaan
hemodelisi
Hasil: saat ini klien
melaksanakan
Minggu

dan

1500-

3. Menjelaskan

pada

hemodelisis

tergantung

terhadap

edema
3. Memantau masukkan
cairan dan hidrasi kulit

26/10/14
19 : 00

dan

84

membrane

mukosa
4. Mengubah

posisi

dengan

sering

gerakkan

pasien

1. Memberi makan dalam

dengan perlahan

porsi kecil tapi sering


H: Klien tampak makan
bubur 6 sendok,3 x tiap
harinya.
2. Menyajikan
III

makanan

S:
-

Klien mengatakan nafsu

makannya berkurang
Klien mengatakan porsi

dalam keadaan hangat


dan bervariasi
H: Kolaborasi dengan
ahli

gizi

tentang makanan yang akan di

makannya

tidak

di

habiskan
O:
Klien tampak lemah
Klien
tampak
tidak

terdekat

menggabiskan makannya
A: Masalah belum teratasi
P: lanjutkan Intervensi
1. Beri makan dalam

selama makan
H: motivasi keluarga

porsi kecil tapi sering


2. Awasi
konsumsi

untuk

makanan/cairan
3. Sajikan
makanan

berikan.
3. Tingkatkan kunjungan
oleh

orang

selalu

memberikan dorongan
pada

Tn.

dalam

untuk

keadaan

hangat dan bervarias


4. Tingkatkan kunjungan

menghabiskan
makanannya.
4. Memberi HE tentang
manfaat asupan nutrisi

oleh orang terdekat


selama makan
5. Beri
HE
tentang
manfaat

asupan

nutrisi

No
1

Hari/tgl/wkt
u
Senin,27/
10/14
15 : 05

DX
I

IMPLEMENTASI

EVALUASI

1. Mengkaji frekuensi, irama,


kedalaman pernapasan
Hasil: frekuensi nafas 30
kali/menit,

irama

85

tidak

S:
Klien mengatakan bahwa klien
masih sangat sesak
O:

teratur

dan

kedalaman

pernafasan 1 cm

15 :20

Prekuensi nafas 32 kali/ menit


Klien nampak menggunakan
oksigen 6 liter/menit via non

2. Mengauskultasi
napas,

bunyi

mencatat

area

penurunan aliran udara dan


atau bunyi nafas tambahan.
Hasil:
terdengar
bunyi

15 :35

3. Mengkaji atau awasi secara


kulit

dan

warna

membran mukosa.
Hasil: warna kulit normal,

15 :50

tidak ada sianosis perifer


dan

membran

rebrething mask
Pernafasan dalam dan cepat
Klien menggunakan otot bantu

nafas
Vital sign
TD : 150/100 mmHg

nafas tambahan ronchi

rutin

mukosa

N : 98 X /menit
S : 36,5 C
P : 32X/ menit
A: masalah belum teratsi
P: lanjutkan intervensi
1. Mengkaji frekuensi, irama,
kedalaman pernapasan
2. Mengauskultasi
bunyi
napas,

mulut kering

mencatat

area

penurunan aliran udara dan


.

4. Mencatat kemajuan yang

16 :00

ada

pada

klien

tentang

pernapasan
Hasil: pola pernafasan klien
masih cepat
5. Memberikan
sesuai

atau bunyi nafas tambahan.


3. Mengkaji atau awasi secara
rutin

dan

ada

sesuai

27/10/14
16 : 15
16 :25

II

1. Mengkaji
masukan

keseimbangan
dan

haluaran

warna

klien

tentang
oksigen

indikasi

dan

memonitor Spo2

melalu rebrething mask

Senin,

pada

pernapasan
5. Memberikan

memonitor Spo2
Hasil: oksigen 6 liter/menit

dan

membran mukosa.
4. Mencatat kemajuan yang

oksigen

indikasi

kulit

S:
- Klien

mengatakan

kaki

dan

tangannya bengkak
cairan
Hasil: input 1500-200/hari
O:
Output 1500-2000cc/hari
- Tampak udem pada ekstremitas
2. membatasi
masukan
atas dan bawah.
cairan
86

Hasil : 100cc/hari

- BB : 76 kg
- TB : 178 cm

16 :35
3. Menjelaskan
keluarga

pada

pasien

tentang

pembatasan cairan
Hasil : keluarga
mengerti

klien

IVFD Nacl 0,9% 10 tpm habis

dalam waktu 16 jam


Makanan: porsi tidak di

habiskan
minuman : 1260cc/hari

tentang

pembatasan

16 : 45

Input:

cairan.
A: tidak terjadi kerusakan integritas

4. Kolaborasi

kulit

penatalaksanaan

P: pertahankan intervensi :

hemodelisi
Hasil:
saat

ini

klien

1. Menginspeksi

melaksanakan hemodelisis

terhadap

kulit
perubahan

warna,turgor,vaskuler
2. Inspeksi area tergantung
3

terhadap edema
3. Memantau
masukkan

Senin,
27/10/14
16 : 55

cairan dan hidrasi kulit dan


membrane mukosa
4. Mengubah posisi dengan
1. Memberi

17 : 05

makan dalam

sering

porsi kecil tapi sering


H: Klien tampak makan

gerakkan

pasien

dengan perlahan

bubur 6 sendok,3 x tiap


S:

harinya.
2. Menyajikan

17 : 20

makanan

dalam keadaan hangat dan


III

17 : 35

bervariasi
H: Kolaborasi dengan ahli

Klien

mengatakan

nafsu

makannya berkurang
Klien
mengatakan

porsi

gizi tentang makanan yang akan di berikan.


3. Tingkatkan kunjungan oleh
orang

terdekat

selama

makan
H: motivasi keluarga untuk
selalu

memberikan

dorongan

pada

Tn.

untuk

menghabiskan

makannya tidak di habiskan


O:
Klien tampak lemah
Klien
tampak

menggabiskan makannya
A: Masalah belum teratasi
P: lanjutkan Intervensi
1. Beri makan dalam porsi
kecil tapi sering
2. Awasi

konsumsi

makanan/cairan
3. Sajikan makanan
keadaan

87

tidak

hangat

dalam
dan

makanannya.
4. Memberi
HE

tentang

manfaat asupan nutrisi

bervarias
4. Tingkatkan kunjungan oleh
orang

terdekat

selama

makan
5. Beri HE tentang manfaat
asupan nutrisi

88