Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

BERPIKIR SEPERTI SEORANG


EKONOM
PENGANTAR EKONOMI MIKRO
DOSEN : DR.DRS. DARMANSYAH, MM

DISUSUN OLEH :
HERLY HADIMAS
C1B015056

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS BENGKULU
2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang
telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada saya, sehingga saya
bias menyelesaikan tugas makalah ini dengan sebaik mungkin. Makalah
ini merupakan salah satu bagian tugas Mata Kuliah Pengantar Ekonomi
Mikro.
Semoga ilmu dalam makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat
bagi diri saya pribadi dan utamanya bagi pembaca. Demi kesempurnaan
makalah ini saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca. Dan kepada bapak dosen yang mengajarkan mata kuliah ini
saya ucapkan terima kasih.

DAFTAR ISI
COVER..........................................................................................................
............................ i
KATA
PENGANTAR
ii
DAFTAR
ISI
. iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
. 1
1.2 Rumusan
Masalah
. 1
1.3 Tujuan
1
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Berpikir Seperti Seorang
Ekonom 2
2.2 Ekonom Sebagai
Ilmuan
2
2.3 Model-model
Ekonomi
.. 2
2.4 Pemahaman Para Ekonom yang Tidak Pernah
Sepaham.. 4
2.5 Solusi Perbedaan Pemahaman Para Ahli
Ekonomi. 4
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan
. 6
DAFTAR
PUSTAKA
. 7

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Setiap bidang
ilmu pengetahuan memiliki bahasa dan cara
berpikirnya sendiri. Pakar matematika berbicara tentang aksioma,
integral, dan ruang vector. Psikolog berbicara tentang ego, identitas
diri, dan disonansi kognitif. Pengacara berbicara tentang tempat
kejadian perkara dan dakwaan , sedangkan ilmu ekonomi berbicara
tentang bagaimana seseorang berpikir secara ekonomi.
Di era globalisasi saat ini kebutuhan manusia semakin tidak
terbatas. Hal ini dikarenakan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang semakin pesat dan menyebabkan manusia untuk
mengikuti perkembangan tersebut. Akan tetapi penghasilan sesorang
tidak sebanding dengan kebutuhan mereka. Untuk itu dibutuhkan
pemikiran secara ekonomis agar semua kebutuhan mereka dapat
terpenuhi tanpa mengeluarkan pengorbanan yang melebihi dari batas
kemampuan mereka. Dengan berpikir secara ekonomi, seseorang
dapat meminimalisasi kebutuhan dan keinginan mereka dengan
memprioritaskan kebutuhan yang terpenting. Oleh karena, itu penulis
membahas makalah yang berjudul Berpikir Seperti Seorang Ekonom
untuk membantu para pembaca dalam mengatur perekonomian
mereka dengan baik.

1.2
A.
B.
C.

Rumusan Masalah
Apa itu ekonomi mikro?
Apa saja model ekonomi?
Mengapa para ekonom tidak pernah sepaham?

1.3 Tujuan
A. Untuk mengetahui penjelasan tentang Berpikikir seperti seorang
ekonom
B. Untuk meningkatkan pemahaman tentang pengantar ekonomi mikro
C. Untuk meningkatkan semangat dan kemauan dalam upaya
peningkatan perekonomian

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Berpikir Seperti Seorang Ekonom


Berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep dalam diri seseorang
dengan proses dinamis, di mana individu bertindak aktif dalam
menghadapi hal-hal yang bersifat abstrak. Ekonomi berasal dari bahasa
Yunani yaitu Oikos Nomos, yang berarti tatalaksama rumah tangga
atau permilikan. Di mana dalam pengertian ekonomi tersebut
menunujukkan sebuah kondisi yang merujuk pada pengertian tentang
aktivitas manusia. Khususnya pada usaha untuk bisa mengolah sumber
daya yang ada di lingkungan sekitarnya sebagai alat pemenuh
kebutuhan hidup. Jadi, pengertian dari berfikir secara ekonomi adalah
pemikiran manusia tentang kemiskinan dan kesejahteraan, produksi
dan distribusi, pengeluaran dan konsumsi, harga dan uang dan
seterusnya. Termasuk di dalamnya penggambaran fenomena ekonomi
dan pencarian motif untuk meningkatkan segala daya dan upaya
dalam penggambaran kebijakan ataupun tindakan ekonomi pada saat
itu. Ide-ide tentang perekonomian telah di telaah dalam pemikiran
filosof, ilmuan, ekonom dan lain sebagainya, semuanya berfikir dengan
cara mereka sendiri, pemikiran ekonomi terbentuk disebabkan
gambaran kombinasi dari semua pemikiran dan terbentuk dari
gabungan segala tindakan masing-masing individu, tindakan dari
institusi social dan kebijakan dari penguasa saat itu. Jadi, dapat diambil
kesimpulan dari pembahasan diatas bahwa berfikir seperti seorang
ekonom adalah cara mengembangkan ide dan konsep tentang
bagaimana
cara
mensejahterakan
dan
menyeimbangkan
perekonomian.

2.2

Ekonom Sebagai Ilmuan


Ekonom mencoba untuk memperlakukan bidang ilmunya dengan
objektivitas seorang ilmuan. Pendekatan mereka dalam mempelajari
ekonomi hampir sama dengan pendekatan seorang fisikawan terhadap
benda dan seorang ahli biologi terhadap kehidupan. Mereka
menciptakan teori, mengumpulkan data, kemudian menganalisis data
ini sebagai usaha untuk membuktikan atau menolak teori.

2.3

Model-model Ekonomi
Ahli ekonomi menggunakan model-model yang menggambarkan
kenyataan untuk memperbaiki pemahaman kita, yaitu diagram dan
persamaan. Dengan memakai model ekonomi untuk mengkaji berbagai
isu ekonomi maka dapat kita lihat bahwa model dibangun dengan
asumsi.

Diagram Arus Melingkar


Model dalam ekonomi yang disebut dengan diagram arus melingkar
(circular-flow) atau dikenal juga sebagai diagram aliran sirkuler
adalah model visual dari ekonomi yang menunjukkan bagaimana

arus barang dan uang mengalir melalui pasar di antara rumah


tangga dan perusahaan. Dalam model ini, perekonomian
disederhanakan dengan memasukkan hanya dua pelaku ekonomi,
yakni rumah tangga dan perusahaan. Perusahaan menghasilkan
barang dan jasa menggunakan bahan baku seperti tenaga kerja,
tanah, dan modal (gedung-gedung dan mesin-mesin). Bahan baku
ini disebut faktor produksi. Rumah tangga memiliki faktor produksi
dan mengkonsumsi barang dan jasa yang di hasilkan perusahaan.

Gambar diagram arus melingkar

Batas Kemungkinan Produksi


Batas
Kemungkinan
Produksi
adalah grafik yang menunjukan
kombinasi output bahwa ekonomi
mungkin
dapat
menghasilkan
mengingat factor yang tersedia
dari
produksi
dan
teknologi
produksi yang tersedia.

2.4

Pemahaman Para Ekonom yang Tidak Pernah Sepaham


Ekonom sebagai sebuah kelompok sering kali dikrtik karena
memberikan nasihat yang bertentengan dengan para pembuat
kebijakan. Sebetulnya ada dua hal yang mendasar mengapa para
ekonom sering kali terlihat memberikan nasihat yang bertentangan
dengan para pembuat kebijakan, yaitu:
Perbedaan Dalam Penilaian Ilmiah
Ekonom berbeda pendapat untuk alasan yang sama. Ilmu ekonomi
adalah ilmu yang masih muda dan masih banyak hal yang harus
dipelajari. Para ekonom kadang-kadang berbeda pendapat karena
mereka memiliki perasaan yang berbeda terhadap kebenaran suatu
teori alternatif atau terhadap ukuran parameter yang penting.
Dari pernyataan tersebut dapat di ambil contoh bahwa ekonom
tidak sependapat mengenai soal apakah pemerintah seharusnya
mengenakan pajak terhadap rumah tangga berdasarkan pendapatan
atau berdasarkan konsumsi (pengeluarannya). Pendukung kebijakan
pajak berdasarkan konsumsi percaya bahwa pajak berdasarkan
konsumsi akan mendorong rumah tangga untuk menbung lebih banyak
karena pendapatan yang ditabung tidak dikenakan pajak. Tabungan
yang lebih tinggi, nantinya akan mengarah pada pertumbuhan
produktivitas dan standar hidup yang tinggi. Pendukung pajak
berdasarkan penghasilan percaya bahwa tabungan rumah tangga tidak
akan berpengaruh banyak terhadap perubahan peraturan perpajakan.
Kedua kelompok ekonom ini memiliki pandangan normative yang
berbeda mengenai sistem pajak karena mereka juga memiliki
pandangan positif yang berbeda mengenai seberapa responsive
tabungan terhadap insentif pajak.
Perbedaan Dalam Nilai-Nilai
Pemahaman antara orang yang satu dengan yang lain berbedabeda sehingga memiliki pandangan normative yang berbeda pula
terhadap kebijakan apa yang seharusnya di lakukan.
Dari pengertian tersebut dapat di ambil contoh, Rifan dan Niki
mengambil air dengan berat yang sama dari sebuah sumur di tengah
kota. Untuk memelihara sumur itu, pemerintah kota menarik pajak dari
para penduduk kota. Rifan memiliki pendapatan sebesar $50.000 dan
dikenakan pajak sebesar $5000 atau 10% dari pendapatannya.
Pendapatan Niki adalah $10.000 dan dikenakan pajak sebesar $2000
atau 20% dari pendapatannya. Para ahli akan memberikan saran yang
bertentangan bagaimana seharusnya warga tersebut dikenai pajak.

Menyempurnakan ilmu ekonomi tidak akan menjawab apakah Rifan


atau Niki yang membayar pajak lebih banyak.
2.5

Solusi Perbedaan Pemahaman Para Ahli Ekonomi


Dalam perbedaan pendapat para ahli eknomi dalam hal penelitian
ilmiah dan nilai-nilai, beberapa perbedaan pendapat dikalangan para
ekonom tidak terhindarkan. Akan tetapi janganlah perbedaan pendapat
tersebut di lebih-lebihkan. Para ahli ekonom harus bisa menyesuaikan
kondisi dengan penelitian yang sebenarnya. Pemahaman para ahli
ekonomi yang berbeda dikombinasikan dan disimpulkan menjadi suatu
pemahaman yang saling melengkapi. Dari solusi tersebut dapat kita
simpulkan bahwa seorang ahli ekonomi harus tahu bagaimana cara
mengatasi perbedaan pemahaman sesuai situasi dan kondisi
dilapangan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa berfikir seperti
seorang ekonom adalah cara mengembangkan pemikiran seorang ahli
ekonom bagaimana membuat suatu perekonomian seimbang yang
tujuannya untuk menyejahterakan masyarakatnya.
Ahli ekonomi sebagai ilmuan melakukan penelitian mengkaji data,
menciptakan teori, dan mengumpulkan data melalui metode ilmiah yaitu
pengamatan, teori dan pengamatan lebih lanjut yang tujuannya untuk
mengetahui metode apa saja yang di lakukan oleh seorang ekonom dalam
melakukan penelitiannya.
Dalam pembahasan selanjutnya ahli ekonomi yang berfikir secara
ekonomi menggunakan model-model dalam mengkaji, model-model
ekonomi tersebut di bagi menjadi dua yaitu model pertama adalah
diagram arus melingkar ataupun dikenal sebagai diagram aliran sirkuler
adalah model visual dari perekonomian yang menunjukkan bagaimana
arus barang dan uang mengalir di mana pada diagram ini hanya
memasukkan dua pelaku ekonomi yaitu perusahaan dan rumah tangga.
Selanjutnya model yang kedua adalah batas kemungkinan produksi
adalah sebuah grafik yang menunjukkan berbagai kombinasi output.
Pembahasan selanjutnya membahas tentang para ekonom yang tak
pernah sepaham yang di dasari pada dua faktor yang mempengaruhi
perbedaan pemahaman mereka yaitu perbedaan dalam penilaian ilmiah
dan perbedaan dalam nilai-nilai, di mana perbedaan pemahaman seperti
itu dapat dihilangkan dengan cara menyatukan pendapat sesuai dengan
penelitian yang sebenarnya.

DAFTAR PUSTAKA
Mankiw, Gregory. Principles of Microeconomics.