Anda di halaman 1dari 4

Nama

: Dendra Ravelia

NRP

: 2713100148

Tugas Metalurgi I

1. Sebuah benda tuangan dari baja karbon rendah ternyata mengalami coring (dendritic
segregation), karena proses pembekuan dan pendinginan yang cukup cepat),
karenanya perlu dihomogenisasi. Bagaimana cara melakukannya dan jelaskan
perubahan-perubahan yang terjadi selama pemanasan/pendinginan. Juga bagaimana
ukuran butir dan sifat yang terjadi.
Jawab :
Cara melakukannya :
Untuk melakukan proses homogenisasi, dapat dilakukan dengan melakukan
pemanasan kembali pada benda kerja (benda tuangan dari baja karbon rendah) sampai
temperatur yang cukup tinggi, yaitu di daerah austenite dan membiarkannya cukup
lama pada temperature tersebut agar dapatterjadi difusi yang membuat struktur
mikronya menjadilebih homogen. Setelah itu didinginkan dengan lambat.
Perubahan-perubahan
Perubahan-perubahan yang terjadi selama pemanasan atau pendinginan yaitu
pada temperatur pemanasan yang tinggi, struktur mikronya menjadi lebih kasar.
Ukuran butir dan sifat yang terjadi
Ukuran butir akan menjadi lebih besar setelah didinginkan. Sifat mekaniknya
juga akan kurang baik yaitu getas. Pemanasan pada temperatur homogenisasi
ini dilakukan relatif lama untuk memungkinkan jarak difusi atom-atom yang
tersegresi dari batas butiran kepusat butiran atau sebaliknya.

2. Benda kerja no 1 setelah dihomogenisasi akan di anneal (full). Apa saja tujuan yang
dapat dicapai dengan melakukan full annealing pada benda kerja tersebut. Bagaimana
melakukannya dan jelaskan perubahan yang terjadi selama pemanasan/pendinginan.
Jawab :
Pada benda kerja nomor 1 yang telah dihomogenisasi ini masih dilakukan proses
annealing untuk memperhalus butirannya. Selain itu, proses full annealing ini

dilakukan untuk membuat benda kerja (benda tuangan dari baja karbon rendah)
menjadi lebih lunak dan juga memperbaiki sifat machinability.

Cara melakukan
Proses ini diawali dengan memanaskan benda kerja sampai keatas
temperatur kritisnya, jika pada baja hypoeutektoid 25C-50C di atas
temperatur A3 dan jika pada baja hypereutektoid 25C-50C di atas temperatur
A1. Kemudian diikuti dengan pendinginan yang cukup lambat, khususnya
selama melewati daerah temperatur transformasi dimana pendinginan ini
dilakukan bersama dapur (furnace cooled).
Perubahan-perubahan
Akibat pendinginan yang sangat lambat maka kondisi ini dianggap sangat
dekat dengan keadaan ekuilibrium, sehingga dalam hal ini proses dapat
dianggap sesuai dengan diagram Fe-Fe3C.

3. Sebuah benda kerja dari baja hypereutektoid akan dispheroidising. Apa saja tujuan
yang dapat dicapai dengan melakukan spheroidising pada benda kerja tersebut.
Bagaimana melakukannya dan jelaskan perubahan-perubahan yang terjadi selama
pemanasan/pendinginan.
Jawab :
Tujuan spheroidisasi ini adalah untuk memperbaikisifat machinability dari benda
kerja tersebut, serta meningkatkan keuletan dan ketangguhannya.
Cara melakukan
Spheroidisasi ini dilakukan dengan melakukan pemanasan sampai temperature
A1 atau sedikit dibawahnya, dan dibiarkan pada temperaturetersebut dalam
waktu yang lama baru kemudian didinginkan lambat.
Perubahan-perubahan
Karena berada pada temperature tinggi dalam jangka waktu yang sangat lama,
maka sementit yang tadinnya berbentuk plat atau lempengan akan hancur
menjadi bola-bola kecil (sphere) yang disebt spheroidit yang tersebar di dalam
matriks ferrit.

4. Sebuah benda kerja dari baja hypoeutektoid akan di normalizing. Apa saja tujuan
yang dapat dicapai dengan melakukan normalizing pada benda kerja tersebut.
Bagaimana melakukannya dan jelaskan perubahan-perubahan yang terjadi selama
pemanasan/pendinginan.
Jawab :
Tujuan dari normalizing adalah untuk meningkatkan kekuatan luluh , kekuatan tarik
maksimum, kekerasan dan kekuatan impact (ketangguhan) suatu baja hypoeutektoid
dari proses anil sempurna dan sifat machinabilitynya akan menjadi lebih baik.
Cara melakukan

Normalizing pada baja hypoeutektoid dilakukan dengan memanaskan baja


sampai menjadi austenite seluruhnya, kira-kira sekitar 40C di atas temperatur
A3. Kemudian ditahan beberapa saat dan dilanjutkan didinginkan di udara
diam. Peendinginan ini lebih cepat daripada pendinginan pada anil sempurna.
Perubahan-perubahan
Akibat pendinginan yang lebih cepat ini maka pembentukan inti lebih cepat
dan lebih banyak sehingga butiran yang terjadi akan lebih halus, sehingga
semakin meningkat sifat-sifat mekanik baja tersebut.

5. Benda di no. 4 setelah normalizing akan dihardening. Bagaimana melakukannya dan


jelaskan perubahan-perubahan yang terjadi selama pemansan/pendinginan.
Jawab :
Cara melakukan
Pengerasan dilakukan dengan memanaskan baja hingga mencapai tenperatur
austenite dipertahankan beberapa saat pada temperature tersebut, lalau
didinginkan dengan cepat (quenching) sehingga didapatkan struktur martensit
yang keras. Biasannya sesudah proses pengerasan selesai, segera diikuti
dengan proses tepering.
Perubahan-perubahan
Kekerasan maksimum yang dapat dicapai setelah proses pengerasan banyak
tergantung pada kadar karbon, makin tinggi kadar karbonnya, makin tinggi
kekerasan maksimum yang dapat dicapai. Kekerasan maksimum akan terjadi
bila dapat diperoleh struktur yang seluruhnya martensit. Struktur sebelum
dikeraskan dapat berupa perlit atau spheroidit , dimana kekerasan baja masih
rendah, lalu setelah dikeraskanstrukturnya berupa martensite.
6. Benda di no 5 setelah hardening kemudian akan ditempering. Apa saja tujuan
melakukantempering pada benda kerja tersebut. Bagaimana melakukannya dan
jelaskan perubahan struktur mikro dan sifat yabg terjadi selama
pemanasan/pendinginan.
Jawab :
Tujuan dilakukannya tempering adalah untuk menghilangkanatau mengurangi
tegangan sisa dan mengembalikan sebagian keuletan dan ketangguhan dari baja
setelah hardening. Kembalinnya sebagian keuletan/ketangguhan ini didapatdengan
mengorbankan sebagian kekuatan dan kekerasan yangtelah dicapai pada proses
hardening.
Cara melakukan
Tempering dilakukan dengan memanaskankembali baja yang telah dikeraskan
tadi ke suatu temperatur temper yaitu dibawah temperatur kritis bahwa A1,
lalu membiarkannya beberapa saat pada temperatur tersebut, lalu didinginkan
kembali dengan lambat. Martensit, bila dipanaskan kembali secara bertahap
karbonnya yang terperangkap dalam struktur BCT akan keluar menjadi
karbida sehingga BCT akan menjadi BCC (dalam bentuk ferrit).

Perubahan-perubahan
Dengan keluarnya karbon dari strukturbmartensit maka tegangan didalam
struktur BCT akan berkurang sehingga juga kekerasan dan kekuatannya mulai
berkurang. Secara umum dapat dikatakan bahwa bila temperatur maikin tinggi
maka kekerasannya akan makin rendah.