Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS FILM DANGEROUS MIND BERDASARKAN TEORI BELAJAR

Film Dangerous Mind merupakan film yang diproduksi oleh negara Amerika pada
tahun 1995 dan didirektori oleh John N. Smith. Film ini mengisahkan tentang perjuangan
guru baru bernama Louanne Johnson untuk mengajar kelas Khusus/Akademik di Parkmont
High School. Louanne Johnson yang seorang mantan mariner Amerika harus mengajar
Bahasa Inggris untuk murid kelas akademik yang mana anak-anak tersebut merupakan anakanak yang cerdas namun memiliki minat belajar yang rendah dan terlalu aktif sehingga
suasana kelas tidak pernah kondusif. Selain itu murid-murid tersebut tidak memiliki sopan
santun dan penghormatan terhadap guru yang mengajar di kelas mereka. Konflik cerita ini
menceritakan perjuangan Louanne untu memnarik minat belajar serta semangat belajar anak
didiknya untuk belajar bahasa Inggris terutama melalui puisi. Banyak sekali metode maupun
strategi yang digunakan oleh Louanne dalam pembelajaran dikelasnya.
Berdasarkan film Dangerous Mind tersebut terdapat beberapa nilai-nilai yang baik
dan dapat diterpkan oleh seorang guru dalam menghadapi pernmasalahan terkait dengan
psikologis anak didiknya selain itu terdapat pula penerapan teori-teori belajar oleh Louanne
Johnson. Berikut merupakan beberapa hal yang dapat diambil dari film Dangerous Mind :
1. Karateristik dati tokoh utama
Tokoh utama di film ini adalah Louanne Johnson yang merupakan seorang
guru bahasa Inggris baru di kelas akademik di Parkmont High School. Dalam film
tersebut Louanne Johnson memiliki sifat yang pantang menyerah hal tersebut terlihat
dari bagaimana dia menghadapi anak-anak kelas akademik. Pengalaman pertama
dirinya tidak menyenangkan saat mengajar kelas tersebut, dimana tidak ada seorang
muridpun yang bersikap sopan dan menghormatinya sebagai seorang guru, Louanne
yang sempat down mendapatkan motivasi dari teman seprofesinya yaitu Griffith yang
mangatakan jika kelas akademik membutuhkan guru yang mampu menarik perhatian
dari anak kelas tersebut. dari motivasi tersebut Louanne pantang menyerah dan
membaca banyak buku untuk dapat menarik perhatian muridnya. Ada lagi
permasalahan yang menunjukan jika Louanne pantang menyerah adalah saat dirinya
tidak menyerah untuk tetap menggunakan metode pengajarannya walaupun ditentang
oleh pihak sekolah maupun dewan sekolah.
Karakter lain yang dimiliki oleh Loanne adalah semangat dalam dirinya untuk
mengajar. Tidak semua guru memiliki semnagat yang besar dalam mengajar siswa,
terlebih dengan keaadaan siswa yang tidak kondusif dan memiliki permaslahan-

permasalahan pribadi yang mempengaruhi kehidupan sekolah mereka, namun


Louanne menunjukan semangat dirinya untuk mampu menjadi seorang guru yang
dapat mengajar anak-anak tersebut, terbukti dengan banyak sekali metode-metode
pengajaran, perlombaan-perlombaan seperti Dylan-Dylan Contest. Selain itu
semangat dia yang tidak pudar walaupun terkendala oleh pihak sekolah maupun
Dewan Pendidikan.
Louanne juga merupakan orang yang memiliki kepedulian yang tinggi. Hal
tersebut terbukti dengan dia yang rela mendatangi satu persatu rumah anak didiknya
yang bermasalah. Selain itu pada kasus Raul, dia tidak mengatakan bahwa Raul
bersalah namun justru membelanya karena dia tahu bahwa Raul akan dihukum oleh
orang tuanya. Ada juga saat kasus hamilnya Callie yang mana dia peduli terhadap
masa depan callie dan pendidikannya. Dan kasus terkahir yaitu pada kasus Emilio,
Louanne

sampai

membawa

anak

tersebut

menginap

dirumahnya

untuk

menghidarkannya dari baku tembak antar Emilio dan temannya. Walaupun pada
akhirnya Emilio tetap meninggal, Louanne menunjukan kepeduliannya lewat
penyesalannya dan memilih keluar sebagai seorang guru.
Louanne juga memiliki sikap yang keras dibalik sikap sabarnya menghadapi
kelas akademik. Selain itu dia merupakan orang yang disiplin terbukti dari tugas-tugas
yang harus dikerjakan oleh siswanya, hal tersebut mungkin akibat dari dirinya yang
merupakan mantan mariner Amerika yang sebelumnya hidup ddalam dunia militer.
2. Teori Behavioristik
Teori Behavioristik ini diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih
membutuhkan dominasi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan,
suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi
permen atau pujian (Sugihartono, 2007:104). Dalam pendekatan ini diterapkan bahwa
anak-anak membutuhkan peran orangtua dalam pembelajaran, mereka suka meniru
dan menyukai berbagai bentuk penghargaan seperti hadiah ataupun pujian. Beberapa
tokoh penting dalam teori behavioristik adalah Edward Lee Thorhndike, Ivan
Petrovich pavlov, Burrhus Frederic skinner, Robert Gagne, dan Albert Bandura.
Berikut merupakan penerapan teori Behavioristik oleh Louanne untuk kelas
Akademik:
a. Adanya kebiasaan melalui latihan dan pengulangan yang dilakukan oleh dalam
pembelajaran puisi didalam kelasnya. Dia lebih banyak menggunakan puisi karya
Dylan yang mana didalamnya lebih banyak bertemakan kematian sehingga anakanak akan mengulang bagian tersebut sehingga ketiga diberikan tugas untuk

menganalisis puisi mereka mampu memecahkannya. Selain itu pengulangan


bahwa setiap hasil latihan menerjemahkan suatu puisi mendapatkan hadiah dari
dirinya.
b. Menurut Teori dari Albert Bandura, Louanne menerapkan motivasi dalam
pembelajaran untuk menarik minat anak berupa hadiah yang diberikan sebagai
penghargaan terhadap hasil belajar mereka.
c. Dari teori instruksional milik Robert Gagne , yang mana teori tersebut mendorong
guru untuk merencanakan intruksional pembelajaran dengan suasana dan gaya
belajar yang termodifikasi, Louanne menerapkan hal tersebut dalam kelasnya,
sehingga kelas tersebut memiliki gaya belajar yang berbeda dari kelas yang lain.
Dalam hal ini yaitu penggunaan kata-kata kasar dalam mengajar bahasa inggris
sehingga menarik minat anak-anak tersebut.
d. Adanya penguatan positif terhadap mental anak dalam pembelajaran dimana
Louanne mengatakan kepada siswanya jika belajar adalah suatu hadiah untuk
dirinya sendiri sehingga dia tahu apa yang harus dia tahu untuk masa depannya.
3. Teori Belajar Kognitif
Pendekatan psikologis kognitif menekankan arti penting internal mental anakanak. Menurut teori ini proses belajar akan berjalan dengan baik bila materi pelajaran
yang baru beradaptasi secara tepat dan serasi dengan struktur kognitif yang telah
dimiliki siswa (Sugihartono, dkk, 2013: 104-105). Contoh yang diterapkan Louanne
dalam teori ini adalah meteri pembelajaran yang sesuai dengan keadaan atau kondisi
anak-anak didiknya mengenai kekerasan, kehidupan, dan kematian dan kejadiankejadian dari liongkungan sekitar tempat tinggal mereka. Sehingga murid
mampu mencerna dengan baik pelajaran yang diberikan. Hal ini terlihat dari
penggunaan puisi bertemakan kekerasan dan kematian yang sangat dekat bagi
kehidupan mereka. Berdasarkan teori Gestalt dimana anak-anak tersebut terlibat
langsung ataupun bersinggungan langsung terhadap suatu permasalahan dalam hal ini
kekerasan, kemiskinan, dan kematian sehingga dia dapat mempeloreh insight untuk
pemecahan masalahn.
4. Pendekatan kontruktivistik
Dalam pendekatan ini lebih ditekankan pada siswa mampu memecahkan suatu
permaslahan melalui tantangan yang dihadainya dan kemampuan berpikir.. Dalam
film ini dapat kita lihat bahwa Louanne lebih mengutamakan pemahaman muridmuridnya dengan mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih menarik siswa
dan juga lebih banyak menularkan pengalaman serta ilmu pengetahuan sebagai modal
untuk masa depan yang lebih baik. Penerapan terori John Downey oleh Lounne

terlihat jelas dimana penggunaan metode kontruktivisme dan discovery learning ,


diman Louanne menggunakan puisi-puisi yang bertemakana dengan kematian,
kemiskinan kekerasan yang merupakan pengalaman yang terjadi pada siswanya
sehingga menimbulkan minat sendiri bagi siswa sehingga mereka dapat memecahkan
makna puisi tersebut secara pribadi. Hal ini terlihat pada lomba Dylan-dylan contest
yang mana Louanne mneyuruh anak-anak mencari puisi dari Dylan dan memecahkan
maksud puisi tersebut secar berkelompok sehingga pembelajaran tersebut terpusat
pada siswa. Sedangkan dalam teori Brunner guru bertugas sebagai fasilotator,
mengecek pengetahuan yang dimiliki oleh siswa. Disini Louanne menyiapkan puisi
dan dibagikan pada muridnya selanjutnya dia menanyakan bagaiman pendapat setiap
siswa terhadap setiap baris puisi tersebut.
5. Teori Humanistik
Menurut teori humanistik, tujuan belajar adalah untuk memenusiakan manusia
(Sugihartono, dkk 2007:116). Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar
dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Tujuan utama
para pendidik ialah membantu anak didiknya untuk mengembangkan dirinya
(Sugihartono, 2007:117). Louanne dalam hal ini mencoba untuk memberikan makna
dalam pendidikan berupa kasih sayang, kepeduliaannya terhadap anak didiknya dan
memberikan penghargaan sebagai hasil dari usaha belajar mereka. Teori humanistic
memiliki tujuan belajar berupa memanusiakan manusia. Menurut teori Arthur Combs
belajar dengan makna merupakan konsep dasar, sehingga Louanne lebih banyak
mengangkat tema-tema disekeliling anak didiknya yang mana hasilnya akan
memberikan makna tersendiri dalam diri mereka. Contohnya adalah nilai-nilai
kehidupan yang disetiap materi-materinya. Selain itu menurut teori Maslow yang
mana kebutuhan bersifat hierakhis, Louanne memberikan semangat bagi anak-anak
yang miskin bahwa proses belajar juga penting disamping mereka harus mencari
makan dan uang untuk kehidupan dirinya dan keluarganya sehari-hari. Selain itu hal
yang menonjol dalam humanistic di film tersebut adalah tidak adanya judgement
terhadap Raul yang terlibat masalah didepan orang tuanya sehingga dapat menarik
simpati anak terhadap perhatian dari Louanne. Selain itu dalam penerapan Teori
Humanistik Guru mampu menerima murid apa adanya, hal itu terlihat dari Louanne
yang menerima anak didiknya dengan berbagai karate yang berbeda.

Daftar Pustaka

Sugihartono, dkk.2013.Psikologi Pendidikan.yogyakarta: UNY Press

ANALISIS FIL DANGEROUS MIND DALAM


PENERAPAN TE0RI BELAJAR
Tugas ini disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Pendidikan

Disusun oleh:
Nama

: Erni Tyas Fatnani

NIM

: 14304241001

Kelas

: Pendidikan Biologi A

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015