Anda di halaman 1dari 4

Hubungan antara PB bersumber industry dengan penyakit masyarakat di sekitar

Ketrerangan :
Pabrik/industry peleburan aki bekas dalam kegiatannya akan menghaslkan limbah
yang mengandung Pb baik berupa limbah partikel debu yang mencemari udara,
maupun berbentuk cair/padat yang mencemari air tana yang selanjutnya
mempengaruhi kualitas air sumur.
Dapat diperkirakan kualitas udara dan air sumur di daerah pabrik peleburan aki
bekas dan sekitarnya akan tercemar Pb, sehingga masyarakat pekerja dan
penduduk disekitar pabrik tersebut akan terpapar oleh Pb. Untuk memastikan
apakah masyarakat tersebut terpapar, maka perlu diketahui lebih lanjut tentang
kadar Pb pada darah dan pola penyakit tertentu yang diduga berhubungan dengan
keracunan Pb yang ada pada masyarakat , dimana pola penyakit tersebut
dipengaruhi oleh keadaan social ekonomi, status gizi, ekonomi, umur, kesakitan,
jenis kelamin , serta perilaku masyaraka.

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai :


a. Data dasar untukpemantauan kadar Pb darah pada karyawan dan
masyarakat disekitar pabrik peleburan aki bekas.
b. Data dasar kualitas udara ruang dan ambien serta kualitas air sumur
masyarakat sekitar pabrik
c. Selain itu untuk mengetahui sampai seberapa jauh hubungan antara kadar
Pb darah dengan gangguan terhadap kesehatan karyawan dan masyarakat
sekitar pabrik
Hasil penelitian ini diharapkan juga dapat berfungsi untuk :

1. Pemanfaatan kewaspadaan dini terhadap kondisi lingkungan dan kondisi


kesehatan masyarakat.
2. Memberikan informasi kepada instansi yang terkait yang berwewenang
dalam meningkatkan pemantaua lingkungan bagi kegiatan industry dalam
pembuangan limbah.
HASIL STUDI KASUS DAN DISKUSI
Daerah sampel terdiri dari empat dukuh yang ada di desa Gunung Sehari , yaitu :
dukuh Gunung sehari, sebulan, setahun, dan sewindu, ditambah dengan sampel
didaerah industry peleburan aki bekas yakni PT. RAPI
Daerah penelitian dibagi menjadi dua bagian yaitu :
a. Daerah terpapar, terdiri dari :
- Area PT. RAPI
- Dukuh gunung Sehari, setahun , dan sewindu
b. Daerah yang terpapar adalah dukuh sembilan.
Daerah penelitian terletak pada jarak sekitar 45 kmarah tenggara dari ibu
kota provinsi Jawa Timur.

Kadar Pb dalam air sumur diteliti berdasarkan letak sumur dari industry
peleburan aki bekas . daerah terdekat adalah air sumur yang berada di
gunung sehari 1 dengan kadar 0,12 mg/ L sama dengan 0,12 x 1000
mikrogram /L atau 120 mikrogram/L . berdasarkan angka yang ditetapkan
oleh WHO , kadar Pb di air permukaan adalah 60 mikrogram / L dengan
demikian maka kadar air sumur sehari 1 ( dekat dengan pabrik peleburan
aki) mempunyai kadar dua kali lebih besar dari ketentuan WHO.
Apabila penduduk mengkonsumsi air dari sumur tersebut, maka akan
mempunyai risiko untuk mempunyai gangguan kesehatan yang berhubungan
dengan meningkatnya kadar Pb dalam darah.
Tabel: kadar debu dan Pb Udara di Daerah Penelitian , 1998

Pada pengambilan sampel udara di halaman pabrik PT. RAPI didapatkan kadar
udara sebesar rata-rata 0,00125 mg/m3 atau sama dengan 1,25 mg/m3 .
sedangkan menurut WHO kadar Pb didaerah pemukiman adalah sebesar
0,001 mikrogram / m3 dengan demikian kadar udara di PT.RAPI adalah
sebesar 1250 kali.

Pengambilan sampel udara di Dukuh Sebulan, didapatkan kadar Pb


udara rata-rata 0,0004 mg/ m3 atau sama dengan 0,4 mikrogram / m3 .
sedangkan menurut WHO , kadar Pb udara didaerah pemukiman adalah
sebesar 0,001 mikrogram/m3 dengan demikian kadar Pb udara di daerah
pemukiman Dukuh Sembilan adalah sebesar 400 kali.
Pengambilan sampel di Gunung Sehari I didapatkan kadar Pb udara
sebesar rata-rata 0,00045 mg / m3 atau sama dengan 0,45 mikrogram / m 3 .
sedangkan menurut WHO , kadar Pb udara di daerah pemukiman adalah
sebesar 0,001 mikrogram / m3 . dengan demikian kadar Pb udara di Gunung
Sehari 1 adalah sebesar 450 kali.
Penganbilan sampel udara di Gunung Sehari II didapatkan kadar Pb
udara sebesar rata-rata 0,0013 mg/ m3 atau sama dengan 1,3 mikrogram / 3 .
sedangkan menurut WHO, kadar Pb udara di daerah pemukiman adalah
sebesar 0,001 mg / m3 , dengan demikian kadar Pb udara di Gunung Sehari II
adalah sebesar 1300 kali.
Hasil pengambilan sampel udara dan setelah di analisis menunjukan bahwa :
-

Kadar Pb udara tertinggi adalah di daerah Gunung Sehari II ( 1300 kali


ketentuan WHO). Daerah ini memang sangat berdekatan dengan PT.RAPI
dan memang arah angin sangat mendukung sewaktu dilakukan kegiatan
sampling
Selanjutnya didaerah halamat PT.RAPI menunjukan kadar 1250 kali
ketentuan WHO . lokasi ini walaupun dihalaman PT.RAPI tapi arah angin
kurang menguntungkan.
Daerah gunung sehari I , terletak agak berjauhan ( lebih kurang 500m
dari PT.RAPI) tapi masih mempunyai kadar Pb udara sebesar 450 kali
ketentuan WHO.
Sedangkan dukuh Sembilan yang dianggap tidak tercemar ternyata masih
mempunyau kadar Pb 400 kali ketentuan WHO. Hal ini disebabkan arah
angin yang sangat mendukung sehingga Pb di udara terbawa angin
kearah dukuh sebulan yang berjarak sekitar 6 km dari PT.RAPI.

Dari hasil tersebut, diperkirakan bahwa penduduk disemua daerah penelitian


mempunyai risiko untuk menderita kelainan yang disebabkan oleh tingginya
kadar Pb darah.

Kesimpulan dan Saran


Kualitas udara ambien di halaman pabrik menunjukan kadar PB sebesar 1,25
mikrogram/ m3 sedangkan kadar WHO sebesar 0,001 mikrogram / m 3 .
dengan demikian kadar Pb di halaman pabrik adalah 1250 kali kadar yang
ditentukan WHO. Sedangkan kadar Pb udara ambien di desa sekitar pabrik

menunjukan 400 sampai 450 kali kadar yang di tentukan WHO. Karyawan dan
penduduk sekitar pabrik mempunyai risiko yang cukup besar untuk
keracunan Pb dengan segala konsekuensi akibat klinisnya .
Disarankan agar PT. RAPI mengelolah buangan udara melalui cerobong
yang lebih baik , sehingga Pb udara tidak mencemari udara ambien . perlu
dilakukan motoring biologi terhadap karyawan PT.RAPI dan masyarakat
sekitarnya secara rutin.