Anda di halaman 1dari 10

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Erupsi merupakan kata yang tidak lagi asing di Indonesia. Erupsi selalu
berhubungan dengan yang yang namanya Gunung merapi. Letak geografis Indonesia
yang mana diapit oleh dua lempeng benua yaitu Asia dan Australia menyebabkan
Indonesia memiliki banyak sekali pertemuan lempeng bumi. Selain itu Indonesia
khususnya pulau Sumatra, Jawa, sampai laut banda termasuk dalam garis cincin api
sehingga memiliki banyak gunung berapi baik yang didarat ,maupun yang di laut
yang sampai saat ini masih aktif maupun yang telah mati.
Erupsi gunung merapi yang akhir-akhir ini baru terjadi adalah erupsi gunung
Bromo. Gunung Bromo sendiri merupakan Gunung yang berada di Jawa Timur
tepatnya di empat keabupaten yitu Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Purbalingga.
Erupsi Bromo tahun 2015 dimulai dari bulan November 2015 dan samapi saat ini
bula Desember masih terjadi Erupsi. Erupsi Bromo memiliki siklus 4-5 tahun dimana
erupsi terakhir terjadi pada tahun 2010. Erupsi Bromo menimbulkan banyak sekali
dampak dalam segi alam maupun sosial di sekitar gunung Bromo baik yang positif
maupun negative.
Seringkali Erupsi Gunung Berapi hanya dianggap sebagai salah satu bencana
yang ada di Indonesia. Namun dengan melihat dari sudut pandang keilmuan yang ada
erupsi gunung berapi bukan lagi sebuah bencana namun juga memiliki banyak sekali
manfaatnya dan pengetahuan bagi kehidupan manusia. Erupsi gunung berapi juga
tidak hanya dapat di kaji dari ilmu geologi saja, tetapi dapat pula dari ilmu kemipaan.
Erupsi sendiri merupakan proses alami yang terjadi di alam sehingga adanya erupsi
akan memiliki kaitan-kaitan terhadap ilmu-ilmu yang mengkaji peristiwa-peristiwa
Alam yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan tidak dapat dipisahkan.
Untuk itulah adanya Erupsi Gunung Bromo baru-baru ini akan dikaji dalam keilmuan
Mipa dilihat dari penyebab maupun dampak bagi alam dan kehidupan manusia. Serta
melihat dari ilmu-imu lain yang tidak berhubungan dalam ilmu alam.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Erupsi gunung Bromo dikaji dalam kajian ilmu Kemipaan?
2. Bagaiman Erupsi gunung Bromo dikaji dalam kajian ilmu lain?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahuoi kajian Erupsi Gunung Bromo dalam ilmu kemipaan.
2. Untuk mengetahui kajian Erupsi Gunung Bromo dalam keilmuan lain.

PEMBAHASAN
A. Skema Erupsi Bromo dalam Kajian Keilmuan.

B. Pembahasan Erupsi Bromo dari berbagai Ilmu


Erupsi terjadi karena pergerakan lempeng-lempeng bumi terhadap satu
dengan yang lainnya diatas suatu cairan plastis (astenosfer) dan adanya gaya endogen.
Ketika magma yang bersifat asam akan bergerak keatas karena lebih ringan
sedangkan yang bersifat basa dibagian bawah. Gerakan pemisahan magma di dalam
dapur magma tersebut menimbulkan gaya keata, mendobrak batuan penyusun kerak
bumi dan apabila telah banyak akan muncul ke permukaan lewat celah-celah atau
lewat cincin gungn berapi.

Erupsi Gunung Bromo dimulai November 2015 sampai saat ini Desember
2015. Aktivitas gunung bromo terjadi secara berkala 4-5 tahun sekali. Banyak sekali
dampak yang terjadi akibat letusan gunung bromo di daerah lerengnya. Ada 4
kabupaten yang mana akan terkena dampak erupsi Bromo baik berupa abu vulkanik
maupun material lain. Selain itu adanya erupsi ini juga menganggu keadaan sosial
masyarakat maupun keadaan alam di lereng bromo. Berikut merupakan kajian dari
Erupsi gunung Bromo dilihat dari berbagai ilmu.
a. Kajian Ilmu MIPA
1. Biologi
Menurut ilmu Biologi terjadinya erupsi Gunung Bromo mengakibatkan
rusaknya ekosistem di bawahnya akibat material yang dimuntahkan oleh
letusan gunung bromo. Selain itu matinya tanaman-tanaman yang ada
disekitarnya, dan terjadinya migrasi hewan-hewan yang tinggal di lereng
gunung untuk menghindari akibat dari letusan. Dilihat dari kajian sisi lain
erupsi gunung memang akan merusak lingkungan dan mematikan makhluk
hidup yang ada disekitarnya sehingga dapat menimbulkan suksesi primer
maupun suksesi sekunder pada saat erupsi itu terjadi. Belum lagi jika terdapat
korban jiwa baik manusia maupun hewan-hewan ternak sekitar lereng. Namun
dengan adanya erupsi tersebut dampak berkepanjangan juga dapat kita lihat
beberapa tahun setelahnya. Adanya suksesi akibat gunung berapi dapat
menyebabkan adanya pembaharuan vegetasi di lereng gunung yang dimulai
oleh tumbuhan perintis berupa lumut yang dilanjutkan oleh paku setelahnya
tumbuhan-tumbuhan lain yang lebih besar dan lebih komplek sehingga
menjadi ekosistem yang klimaks lagi dengan komponen tumbuhan seperti
sebelum erupsi maupun ada tumbuhan baru yang hidup disitu. Selain itu
adanya abu vulkanik dapat menambah kandungan unsure hara tanah untuk
kesuburan tanah yang mana akan bermanfaat bagi tumbuhan untuk
perkembangan maupun pertumbuhannya. Dari hewan-hewan yang hidup liar
disekitar lereng, hewan tersebut akan mengalami seleksi alam bagi hewan
yang tidak mampu bertahan hidup, dan bagi hewan yang mampu beradaptasi

maka akan lolos seleksi alam dan dapat membentuk kehidupan baru ditempat
yang baru akibat suksesi yang terjadi. Selain itu sumber air di daerah gunung
berapi banyak sehingga memungkinkan banyak makhluk hidup yang dapat
hidup disekitarnya.
2. Kimia
Berdasarka kimia dampak adanya erupsi gunung berapi dapat dilihat
dari berupa abu vulkanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu vulkanik
mengandung unsur mayor (aluminium, silika, kalium dan besi), unsure minor
(iodium, magnesium, mangan, natrium, pospor, sulfur dan titanium), dan
tingkat trace (aurum, asbes, barium, kobalt, krom, tembaga, nikel, plumbum,
sulfur, stibium, stannum, stronsium, vanadium, zirconium, dan seng).
Sedangkan lima komposisi kimia tertinggi dari tanah abu vulkanik gunung
berapi secara urutan adalah silikon dioksida 55%, aluminium oksida 18%, besi
oksida 18%, kalsium oksida 8%, dan magnesium oksida 2,5%.Beberapa
komposisi kimia yang dihasilkan erupsi tersebut, seperti karbon dioksida
(CO2), sulfur oksida (SO2), hydrogen sulfide H 2S, Gas hydrogen H2,
Hidrogen Klorida HCl dan helium (He), yang pada konsentrasi tertentu
menyebabkan sakit kepala, pusing, diare, bronchitis (radang saluran nafas)
(Anih Sri S, 2014: Vol. VI, No. 04/II/P3DI/Februari/2014).
Kekuatan sumburan abu vulkani menurut PVMBG naik hingga
ketinggian 1500 m dari pusat kawah gunung Bromo dan terbawa angin hingga
15 KM (Sindonews.com). adanya semburan abu vulkanik ini akan
mempengaruhi kandungan kimia baik di udara maupun di tanah. Abu vulkanik
yang bersifat asam akan menyebabkan pencemaran air sehingga akan
menurunkan pH air dan mengurangi ketersediaan air bersih. Selain itu adanya
aktivitas abu vulkanik di atmosfer akan menyebabkan kondensasi udara di
atmosfer dan menimbulkan hujan, sehingga akan terjadi hujan yang bersifat
korosif karena kandungan pH asam dalam abu vulkanik. Tetapi dampak lain
unsure kima tersebut juga akan menambah unsure humus dipermukaan tanah
sehingga menyuburkan tanah.
3. Fisika

Fisika mengkaji erupsi bromo berdasarkan gaya endogen yang


menyebabkan dorongan magma ke atas permukaan bumi serta gempa yang
terjadi akibat aktivitas vulkanik gunung bromo. Gempa tremor terjadi pada
tanggal 16 Desember 2015 dengan amplitude 5-33 milimeter, namun
amplitude dominan 13 milimeter, meningkatnya gempa tremor ditandai
dengan semburan material dari kawah gunung Bromo (m.okezone.com).
Gempa sendiri terjadi akibvat gesekan suatu partikel dalam hal ini lempeng
bumi sehingga menimbulkan suatu getaran. Getaran yang ditimbulkan oleh
gempa inilah yang merupakan salah satu kajian fisika keran dapat dihitung
melalui alat. Selain itu aktivitas magma dalam gunung juga dapat dihitung
melalui seismograft.
4. Matematika
Dalam kajian matematika dapat dilihat dari radius berapa semburan abu
vulkanik dari Gunung Bromo yang menurut PVBMG yang memilikin
semburan setinggi 1500 m dari kawah gunung Bromo, serta radius aman bagi
warga sekitar lereng gunung yaitu sekitar 2,5 KM dari kawah Bromo. Selain
itu matematika juga digunakan untuk menghitung jumlah hari sejak
dimulainya erupsi bromo dari November sampai aktivitas kembali normal
lagi. Selain itu juga dapat digunakan untuk menghitung kerugian bagi
masyarakat khususnya pariwisata di bromo yang harus mengalami penurunan
dan penutupan.
5. Geologi
Erupsi gunung Bromo secara garis besar dikaji dalam keilmuan
geologi karena merupakan aktivitas yang terjadi di dalam bumi maupun
diaktivitasnya. Erupsi sendiri terjadi akibat gerakan lempeng didalam bumi
dan adanya gaya endogen yang mempengaruhi magma dari dalam bumi.
Magma tersebut akan terdorong keatas dan muncul dipermukaan bumi sebagai
lava. Lava yang menuruni lereng gunung inilah yang selanjutnya disebut
sebagi lahar. Akibat proses erupsi inilah bumi akan memuntahkan banyak
sekali material keatas permukaan bumi, baik berupa pasir, batu, kerikil,
maupun abu vulkanik. Oleh karena terjadi akibat peristiwa alam di darat dan
dipermukaan bumi maka peristiwa erupsi gunung berapi banyak dikaji dalam

geologi baik dilihat dari bagaimana tipe gunung, tipe letusan, dan akibat
erupsi bagi gunung tersebut.
6. Astronomi
Secara astronomi erupsi Bromo dikaji dari dampak sembutran abu
vulkaniknya. Semburan abu vulkaniknya ini akan berada diatmosfer dan
menyebabkan polusi diudara dan menambah partikel-partikel udara. Adanya
partikel abu yang berterbangan juga mengakibatkan jarak pandang mata
terganggu sehingga berdampak pada transportasi baik didarat, laut maupun
udara. Erupsi gunung biasanya diikuti dengan peningkatan kondensasi di
atmosfer sehingga memicu terjadinya hujan dengan intensitas cukup tinggi.
Hujan dengan intensitas tinggi bisa menggelontorkan material vulkanik yang
masih tersisa di puncak gunung dan berpotensi menimbulkan banjir ataupun
longsor. Terlebih pada saat ini matahari berada di selatan katulistiwa sehingga
mempengaruhi musim penghujan di Indonesia. Sehingga hujan akan
mengguyur dalam intensitas yang tinggi.
7. Kesehatan
Dampak erupsi gunung Bromo dapat dilihat dari segi ilmu kesehtana. Dampak
ini dapat langsung maupun tidak langsung setelah erupsi. Dampak langsung
yaitu meningkatnya suhu udara disekitar gunung dapat menimbulkan efek
bagi kesehatan manusia yang terbiasa terhadap suhu dingi lereng gunung.
Selain itu juga adanya efek abu vulkanik bagi kesehatan pernmafasan maupun
mata. Abu vulkanik da[pat mengakibatkan gejala pernapasan akut akibat
material abu yang ikut terhirup. Selain itu menyebabkan iritasi mata akibat
abu yang masuk ke dalam mata, iritasi kulit, batuk-batuk maupun gangguan
kesehatan lain.
b. Kajian ilmu Lain
1. Ekonomi
Dilihat dari ekonomi erupsi gunung Bromo berakibat pada kerugian
berupa terganggunya proses keseharian masyarakan didekat lereng gunung
Bromo. Tutupnya pariwisata memungkinkan kerugian bagi masyarakat yang

menggantungkan penghasilan dari pariwisata bromo. Selain itu adanya abu


vulkanik dan juga banjir lahar dingin juga mampu mengakibatkan warga
gagal panen. Selain itu terganggunya aktivitas penerbangan bagi sejumlah
bandara seperti penutupan bandara Abdulrachman Saleh Malang. Penutupan
bandara

ini

secara

tidak

langsung

akan

mempengaruhi

mobilisasi

perekonomian di sekitar gunung akibat ketidaklancaran transportasi. Namun


sisi positif dari erupsi Gunung Bromo adalah melimpahnya material berupa
bebatuan dan pasir sehingga akan meningkatkan penambangan pasir, dan
menguntungkan bagi warga yang bekerja sebagai penambang pasir.
2. Sosial
Dari segi sosial, akan mengakibatkan pada terganggunya aktivitas
masyarakat sekitar gunung. Selain itu adanya status peningkatan aktivitas
gunung juga akan menimbulkan kecemasan sendiri bagi masyarakat sekitar.
Bagi masyarakat lain adanya erupsi Bromo menyebabkan berkurangnya salah
satu destinasi wisata bagi mereka terutama pada akhir tahun dan liburan
seperti ini. selain itu adanya abu vulkanik juga akan menghambat mobilisasi
masyarakat sekitar terutama dalam bidang transportasi baik darat, laut, dan
udara. Selain itu jika erupsi berdampak parah dan menyemburkan abu
vulkanik dalam radius panjang dan lebih banyak akan menyebabkan
terganggunya proses belajar mengajar bagi anak sekolah.
3. Budaya
Berdasarkan budaya, adanya aktivitas Gunung Bromo setiap 4 sampai
5 tahun sekali menyebabkan masyarakat sekitar Bromo telah paham dan
menjadikan lebih siap karena erupsi yang berkala ini. selain itu dekatnya
dengan gunung berapi biasanya masyarakat di jawa akan memiliki suatu ritual
khusus bagi pemuka masyarakat yang telah menjadi budaya dari pendahu
mereka yyang tinggal di lereng Bromo.
Secara garis besar Erupsi yang terjadi di Bromo bukan hanya berdampak
negative dan merupakan sebuah bencana bagi masyarakat. Walaupun di tengah
banyaknya dampak negative erupsi Bromo namun juga terdampak dampak positif
bagi masyarakat sekitar dalam segi kesuburan lingkungan maupun bertambahnya

material tambang. Erupsi Bromo juga dapat dikaji dalam berbagai keilmuwan yang
saling terkait satu dengan yang lainnya bukan hanya merupakan satu kajian geologi
saja karena aktivitas perut bumi.

PENUTUP
Kesimpulan
Betdasarkan pembahasan Erupsi Gunung Bromo dalam berbagai ilmu diatas
dapat diambil kesimpuala sebagai berikut.
1. Erupsi bromo dilihat dari ilmu kemipaan antara lain adalah biologi berupa
suksesi akibat erupsi, kimia berupa dampak abu vulkanik, Fisika berupa
gempa, matematika berupa perhitungan semburan abu, astronomi berupa
hujan yang meningkat, geologi berupa kativitas lempengan bumi dan
magma dari perut bumi, dan kesehartan berupa dampak kesehatan
masyarakat.
2. Erupsi dilihat dari ilmu lain yaitu pada ekonomi terganggunya
keekonomian masyarakat disekitar bromo akibat penutupan pariwisata,
segi sosial yaitu aktivitas sosial masyarakat sekitar yang terhambat, dan
budaya berupa budaya masyarakat sekitar ketika terjadinya erupsi merapi.
Daftar Pustaka
Anih Sri Suryani.2014.Dampak Negatif Abu Vulkanik Terhadap Lingkungan
Dan Kesehatan Jurenal kesehatan: Vol. Vi, No. 04/Ii/P3di/Februari/2014.
Diunduh dari http://berkas.dpr.go.id/pengkajian/files/info_singkat/Info
%20Singkat-VI-4-II-P3DI-Februari-2014-67.pdf tanggal 14 Desember
2015.
Nandi.2006.Vulkanisme.Diakses

dari

http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/19790101

2005011NANDI/geologi
%20lingkungan/VULKANISME.pdf__suplemen_Geologi_Lingkungan.
pdf pada tanggal 14 Desember 2015
Okezone.2015.Material Erupsi Gunung Bromo Jatuh ke Kawah.diakses dari
http://m.okezone.com/read/2015/12/17/519/1269188/material-erupsigunung-bromo-jatuh-ke-kawah pada ttanggal 17 Desember 2015.
SindoNews.2015.Erupsi Gunung Bromo, Penutupan Penerbangantergantung
Arah

Angin.

Diakses

dari

http://daerah.sindonews.com/read/1069380/23/erupsi-gunung-bromopenutupan-penerbangan-tergantung-arah -angin-1450096040 tanggal 17


Desember 2015.

ERUPSI GUNUNG BROMO DILIHAT DARI KAJIAN


ILMU KEMIPAAN
Paper ini disusun untuk Memenuhi Akhir
Mata Kuliah Wawasan dan Kajian MIPA
Dosen Pengampu : Prof. Dr. I Gusti Putu Suryadarma, MS

Disusun oleh:
Nama

: Erni Tyas Fatnani

NIM

: 14304241001

Kelas

: Pendidikan Biologi A

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015