Anda di halaman 1dari 5

Tugas Aliran Air Tanah

Nama : Zelandi Yura Pramesthi


NPM : 2012410057
Kelas : A

Aplikasi aliran air tanah dalam bidang teknik sipil antara lain :
Pada prinsipnya, mempelajari aliran air tanah adalah untuk mengendalikan muka air di bawah
permukaan tanah. Aliran air tanah dapat diaplikasikan untuk menangani risiko yang dapat
terjadi akibat air tanah, beberapa aplikasi yang dapat dilakukan, dengan mempelajari aliran
air tanah, antara lain :
-

Keseimbangan aliran air dalam tanah


Elevasi muka air tanah di jaga agar tanah tidak kehilangan tekanan akibat turunnya
muka air tanah yang dapat membahayakan makhluk hidup, karena tanah mudah
amblas

Sistem irigasi untuk pertanian


Elevasi muka aire tanah dimanfaatkan untuk mendistribusikan perkebunan dan
perwasahan milik masayarakat

Keamanan bangunan sipil (dewatering proyek-proyek dengan basement)


Elevasi muka air tanah pada timbunan perlu diketahui untuk keamanan bangunan
sipil. Sehingga risiko yang dapat terjadi dapat dihindari dan stabilitas dari suatu
bangunan dapat terjaga.

Sumur pompa

Sumur pompa digunakan untuk kebutuhan air yang akan dikonsumsi. Dengan
mengetahui tinggi muka air tanah melalui observasi lapangan, maka kebutuhan
debit pompa dapat diketahui dan kebutuhan air dapat terpenuhi.

Pengerjaan bangunan sipil dibawah muka air tanah


Pengerjaan bangunan sipil dibawah muka air tanah membutuhkan pekerjaan
dewatering yang dapat dilakukan dengan menurunkan muka air tanah. Sehingga
pekerjaan sipil dibawah permukaan air tanah dapat dilakukan. Contoh pekerjaan
yang membutuhkan pekerjaan dewatering adalahtuk

pembuatan basement dan

pembuatan tunnel.

Kolam serapan atau sumur retensi


Salah satu usaha untuk konservasi air tanah adalah dengan membuat sumur resapan
ataupun kolam retensi. Sumur resapan ataupun kolam retensi berfungsi untuk
menampung air yang jatuh ke dalam tangkapan kolam atau sumur untuk diresapkan
kembali ke dalam tanah, mengurangi erosi dan sedimentasi dan mempertahankan
atau meningkatkan tinggi permukaan air tanah.

Langkah- langkah pemodelan aliran air tanah


Model merupakan rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek,
system, atau konsep, yang sering kali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Bentuknya
dapat berupa model fisik (maket, bentuk prototype), model citra (gambar rancangan, citra
computer), atau rumusan matematis. Model akan dianalisa kedalam sebuah software, dimana
software menjadi alat bantu. Dalam memodelkan aliran air tanah, digunakan software
Groundwater Modelling System (GMS).

Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:

Apabila belum mempunyai model GMS (groundwater modeling system), klik File
=> New dan ikuti step yang ada. Apabila sudah ada, tinggal membuka datanya
dengan cara File => open => nama file. Kemudian terdapat grid garis kontur seperti
gambar dibawah ini. Kita akan memakai skenario dengan kemasan STR.

Untuk melihat lebih detail, kita harus pilih project explorer agar terlihat dalam grid 3D.
-

Save dengan nama baru.


Dengan menggunakan GMS (groundwater modeling system), kita hanya bisa
membuat model aliran yang sudah terkonsep. Sehingga kita harus menggunakan
fitur yang ada dan membuat map dalam bentuk grid. Kita tidak bisa memodelkan

aliran langsung menggunakan grid.


Ketika membuat konsep model dengan menggunakan MODFLOW, kita
menggunakan tools yang ada di pop-up menu. Ganti namanya menjadi Test 1 dan

klik ok.
Untuk membuat suatu lingkupan, klik kanan pada konsep model Test 1 => the New
Coverage dari pop-up menu. Pada pilihan Sources/Slinks/BCs => on the stream.
Pilih the Default elevation menjadi 1500 sehingga lingkupan kita akan diatas grid

yang ada. Lalu klik ok.


Untuk membuat busur nya, klik di the Streams coverage => kita hanya membuat
untuk merubah menjadi the Map module => Pilih the Create Arc. Pilih busurnya
dengan mengklik dan ikuti garis birunya.

Untuk memperbaiki dalam gambar busur, harus mengikuti dari noda awal sampai
noda akhir. Kita harus perhatikan dengan benar apakah busurnya dimulai dari atas

sampai bawah. Arah bisa dibuat secara kebalikan apabila dbutuhkan.


Ketika sudah memasukan datanya dengan benar. Save dan run program nya. Lalu
bandingkan hasilnya dengan menggunakan USGS (U.S geological survey). Kita
bisa menjalankan fitur yang ada untuk melihat aliran air yang masuk dan keluar.