Anda di halaman 1dari 3

5 Kesalahan yang sering terjadi dalam melapisi dak atau

atap rumah
26 Desember 2012 pukul 0:55

Kebocoran dak atap sekecil apapun tetap saja membuat plafon menjadi rusak dan menjadikan
kita frustasi dengan keadaan tersebut. Apalagi dengan terpasang interiaor atap yang tadinya
sesuai dengan warna dan akhirnya menjadikan pemandangan yang tidak nayaman pada atap
rumah kita, dan lantaipun menjadi basah dan tak nyaman di gunakan berkumpul keluarga.

Meskipun fungsi dari Waterproof adalah sebagai pelindung kebocoran yang ada di rumah anda.
Tetapi masih banyak sekali yang mengeluhkan akan kebocoran di rumah. Sebagian besar yang
lainya ada yang menyalahkan bahwa produk yang di jual di pasaran adalah dibawah standar.
Padahal bisa jadi dalam penggunaan dan pemasangan yang salah. Berikut ini 5 kesalahan dalam
melapisi atap dengan waterproof.

1. Salah Persepsi
Waterproof memiliki masa waktu kadaluarsa dalam fungsi perlindunganya, yang sifatnya
tidaklah abadi. Banyak yang menganggap area yang sudah di lindungi dengan Waterproof
selamanya tidak akan bocor. Padahal dalam masa waktu kurang-lebih 2 tahun fungsi Waterproof
akan tidak seperti saat awal pelapisan. Jadi lakukan penggunaan Waterproof setiap 2 tahun
sekali, agar tetap terhindar dari kebocoran.

2. Salah Alamat
Mengetahui titik bocor iini sangatlah penting, jangan sampai salah alamat penentuan terhadap
kebocoran yang ada. Apabila titik bocor dak parah, jangan langsung melapisi dengan
menggunakan Waterproof, jika tejadi keretakan pada genteng, maka lakukan penambalan terlebih
dahulu dengan menggunakan semen, kemudian jika sudah tertutup rapat, sudah kering
tambalanya, bebas dari debu yang menempel yang menghalangi tempelnya Waterproof pada
atap, dan tidak ada lumut pun yang menghalangi. Barulah di lapisi dengan Waterproof.

3. Salah Waktu
Jika semalam terjadi kebocoran pada rumah anda, jangan sampai melakukan pengecatan/
melapisi dengan Waterproof pada pagi harinya. Area yang mau diberi waterproof harus kering
bukan dalam kondisi basah. Jika kondisi masih mendung maka tutuplah pada bagian yang bocor
dengan menggunakn plastik atau terpal, untuk menanggulangi kebocoran. Setelah sempurna
kering maka barulah di lakukan pelapisan dengan menggunakan waterproof.

4. Salah Bahan
Beda bahan, beda aplikasi. Ada 5 jenis bahan dasar Waterproof, yaitu Bitumen, semen, polimer,
akrilik, dan membran. Bitumen dan semen membutuhkan bahan tambahan lapisan pelindung
(screed protection), karena dia tidak dapat di ekspos, tetapi tahan terhadap air menggenag.
Sedangkan akrilik, polimer, dan membran, tidak tahan dengan genangan air. Hanya kelebihan
dari ketiganya dari sisi elastisitas, tahan UV, dan tahan cuaca.

5. Salah Pengerjaan
Cara pengerjaan Waterproof yang benar adalah seperti ini: bersihkan dari permukaan dari kotor
atau sesuatu yang menghalangi temperlnya pelapis anti bocor, kemudian lakukan pelapisan
dengan menggunakan kuas/ rol dengan 2 kali lapis. Pertama secara vertikal, tunggu sampai
kering, kemudian lakukan kembali dengan arah Horizontal. Jarak antara lapisan satu dengan
lapisan lainya adalam kurang-lebih 4 jam. Ini di lakukan agar lapisan berbentuk anyaman yang
kuat. Lindungi lapisan yang belum kering dari hujan kurang-lebih selama 4 jam.

Gunakan semua produk dari No Drop untuk mengatasi kebocoran pada dak dan atap rumah anda.