Anda di halaman 1dari 13

Parkinson Disease

LM KAMAL A

Pendahuluan
Parkinsonisme didefinisikan sebagai kompleks abnormalitas tindakan
motorik dan non-motorik diakibatkan oleh disfungsional
ekstrapiramidal sirkuit kortiko-striatotalamo-kortikal pada derajat
striatum.
Parkinsonisme pada awalnya dipertimbangkan secara spesifik hanya
untuk penyakit parkinson, tetapi kemudian penyakit
neurodegeneratif lainnya (atropi sistem multipel, kelumpuhan
supranuklear progresif) juga diasumsukan memiliki manifestasi
gejala serupa, sama seperti kondisi berikut : infeksi (ensefalitis
letargika), intoksikasi (mangan, karbon monoksida,
metilfeniltetrahidropiridin), kondisi iatrogenik (agen antagonis
dopaminergik) dan kelainan sisten saraf pusat (hidrosefalus,
serangan jantung). Karena parkinsonisme mungkin terjadi dalam
berbagai kondisi klinis yang bervariasi maka dapat dijumpai kesulitan
dalam identifikasi kondisi spesifik dan untuk membedakan mereka
dari penyakit parkinson idiopatik

Tujuan Penulisan
Sebagai tambahan ilmu pengetahuan
Mengetahui informasi terkait definisi dan
epidemiologi, patogenesis/patofisiologi,
gambaran/manifestasi klinis, serta
penatalaksanaan dari penyakit parkinson
Belajar dan membiasakan diri untuk
menulis secara struktural dan ilmiah
Sebagai media penilaian blok
neuropsikiatri

Definisi
Penyakit Parkinson adalah penyakit
degeneratif pada sistem saraf atau disebut
neurodegeneratif yang bersifat progresif,
ditandai dengan ketidakteraturan
pergerakan (movement disorder), tremor
saat istirahat, kesulitan pada saat memulai
pergerakan, kehilangan keseimbanngan
dan kekakuan otot
Sandoval-Rincn, M. et al., 2015

Epidemiologi

Parkinsonisme adalah penyakit langka


20,5 per 100.000 penduduk
Prevalensi di AS 300 per 100.000 penduduk
Prevalensi di Sisilia 371 per 100.000.
14,9% 65-74 tahun, 29,5% 75-84 dan
52,4% >85 tahun
Risiko kematian 2kali lebih tinggi dari antara
orang-orang tanpa penyakit parkinsonisme
Gajasinghe, 2012

Patofisiologi
Ganglia basalis mengalami kelonggaran akibat produksi
dopamin berkurang hubungan antar sel saraf dengan
sel otot berkurang
Fx ganglia basalis : penghalus gerakan tubuh dan
menyampaikan sinyal sinyal dari otak ke talamus
Normal : sekresi dopamin dari ujung saraf nigrostriatum
terjadinya sensitasi pada reseptor D1 (eksitatorik) dan
reseptor D2 (inhibitorik) yang berada di dendrit neuron
striatum disalurkan ke globus palidus segmen interna
atau substansia nigra pars retikularis dengan 2 jalur :
direk (reseptor D1) dan jalur indirek (reseptor D2)
Maka bila masukan direk = indirek tidak ada kelainan
gerakan.

Terjadi degenerasi substansia nigra pars kompakta dan saraf


dopaminergik nigrostriatum tidak adanya rangsangan pada
reseptor D1 dan D2.
Reseptor D1 eksitatorik tidak terangsang jalur direk dengan
neurotransmitter GABA (inhibitorik) tidak teraktifasi.
Reseptor D2 yang inhibitorik tidak terangsang jalur indirek dari
putamen ke globus palidus segmen eksterna yang GABAergik
tidak ada yg menghambat sehingga fungsi inhibitorik
terhadap globus palidus segmen eksterna berlebihan.
Fungsi inhibisi dari saraf GABAergik dari globus palidus segmen
ekstena ke nukleus subtalamikus melemah dan kegiatan neuron
nukleus subtalamikus meningkat akibat inhibisi
Gejala Penyakit Parkinson belum muncul sampai lebih dari 50%
sel saraf dopaminergik rusak dan dopamin berkurang 80%.

Tremor/bergetar
Istirahat
Frekuensi 3-6 Hz
Jika orang itu diminta melakukan sesuatu, getaran
tersebut tidak terlihat lagi resting tremor

Kekakuan (rigiditas)
Tahanan
Terpatah-patah/putus-putus.
Break-dance.
Berjalan dengan postur yang membungkuk.
Langkahnya menjadi cepat tetapi pendek-pendek.

Akinesia/Bradikinesia
Gerakan penderita menjadi lambat.
Dalam pekerjaan sehari-hari pun bisa terlihat
pada tulisan/tanda tangan yang semakin
mengecil,
Sulit mengenakan baju,
Langkah menjadi pendek dan diseret.
Kedipan dan lirikan mata berkurang, suara
menjadi kecil, refleks menelan berkurang,
sehingga sering keluar air liur.

Ragu-ragu untuk Melangkah


Start hesitation ragu-ragu untuk mulai
melangkah
Freezing berhenti di tempat saat mau
mulai melangkah, sedang berjalan, atau
berputar

Bradykinesia. Min. 2 : kekurangan gerakan


ekstremitas, kurangnya gerakan wajah atau
gerakan jari lambat.
Kekakuan : dua dari empat anggota badan.
Bradikinesia didiagnosis jika setidaknya dua dari
berikut hadir: kurangnya gerakanan mengayun
tangan saat berjalan, cara berjalan yang lambat
atau saat jalan balik yang berkepanjangan.
Tremor didiagnosis jika tremor hadir di salah
satu anggota badan saat istirahat.

L-dopa
Penemuan terapi l-dopa merupakan terobosan baru pengetahuan tentang
penyakit degenerasi .Meskipun sampai sekarang l-dopa masih merupakan
obat paling menjanjikan respon terbaik untuk penyakit parkinson ,namun
masa kerjanya yang singkat , respon yang fluktuatif dan efek oxidative stress
dan metabolitnya menyebabkan para peneliti mencari bahan alternatif .
Cara kerja obat kelompok ini dapat dijelaskan lewat alur metabolisme dari
dopamin sebagai berikut. Tyrosin yang berasal dari makanan akan diubah
secara beruntun menjadi l-dopa dan dopamin oleh enzimya masing-masing .
Kedua jenis enzim ini terdapat diberbagai jaringan tubuh , disamping
dijaringan saraf . Dopamin yang terbentuk di luar jaringan saraf otak , tidak
dapat melewati sawar darah otak .
Agonis Dopamin
Preparat lain yang juga dapat menghemat pemakaian l-dopa adalah golongan
dopamin agonis . Golongan ini bekerja langsung pada reseptor dopamin, jadi
mengambil alih tugas dopamin dan memiliki durasi kerja lebih lama
dibandingkan dopamin.

Parkinsonisme merupakan gejala utama dari kelainan


fungsi ganglia basal. Parkinsonisme didefinisikan
sebagai adanya dua atau lebih tanda-tanda dari empat
kategori dari tanda-tanda bradikinesia, gangguan cara
berjalan, kekakuan, dan tremor. Parkinsonisme adalah
penyakit langka dengan kejadian keseluruhan rata-rata
tahunan 20,5 per 100.000 penduduk. Secara umum,
etilogi dari parkinsonisme ini dibagi menjadi dua yaitu
primer dan sekunder. Penatalaksanaan umum dari
parkinsonisme yaitu berdasarkan etiologi dari timbulnya
gejala parkinsonisme. Sehingga penanganan dari
parkinsonisme berbeda-beda tergantung penyebabnya.