Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Banyak sekali remaja berpacaran yang berpandangan bahwa kalau tidak
pacaran berarti tidak gaul dan ketinggalan jaman. Ada juga yang bilang pacaran
karena mengikuti tren. Ada lagi yang pacaran karena teman.
Hasil survai terakhir suatu lembaga survey yang dilakukan di 33 provinsi
tahun 2008, sebanyak 63 persen remaja mengaku sudah mengalami hubungan
seks sebelum nikah(BKKBN).
Berdasarkan penelitian tahun 2011, penyebab transmisi tertinggi adalah seks
bebas (76,3 persen), diikuti jarum suntik (16,3 persen).
Adapun bagi yang belum pernah mengalami berpacaran, sering muncul
pertanyaan seperti ini , ngapain saja sih yang dilakukan oleh orang yang
pacaran itu ?
Fenomena tersebut hampir terjadi pada remaja terutama remaja usia sekolah
sehingga

menjadi

merupakan

faktor utama penyusun

untuk melakukan

penyuluhan tentang Pacaran Menyimpang disalah satu lembaga pendidikan


negeri yaitu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Baubau.
B. Tujuan Penyuluhan
1. Untuk memberikan penjelasan khususnya kepada para siswa tentang
pengertian pacaran menyimpang.
2. Untuk memberikan penjelasan tentang dampak negatif pacaran menyimpang
3. Untuk memberikan solusi untuk menghindari pacaran menyimpang.

BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Proses Pada Saat Penyuluhan
Proses awal penyuluhan dilakukan dengan cara melakukan koordinasi
antara penyuluh dengan pihak sekolah dalam hal ini Madrasah Aliyah Negeri
(MAN) Baubau melalui bidang kesiswaan dengan mengundang secara langsung
seluruh siswa oleh pihak sekolah. Kemudian terjadi kesepakatan antara penyuluh
dan pihak sekolah tentang jadwal dan tempat penyuluhan serta tata tertib lain
yang akan dilaksanakan pada saat penyuluhan.
Penyuluhan dilakukan pada hari kamis tanggal 7 Juni 2012 pukul 08.00
09.00 Wita. Bertempat di aula Pertemuan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Baubau.
Adapun tema materi yang disampaikan pada penyuluhan tersebut adalah
Pacaran Menyimpang, dimana tema tersebut dinilai sangat fenomenal dalam
trend pergaulan anak-anak remaja saat ini, karena merupakan gambaran
pergaulan yang sudah melampaui batas kewajaran.
Penyuluhan disajikan dengan metode ceramah dan diskusi interakatif antara
penyuluh dan para siswa yakni penyampaian materi penyuluhan diawali dengan
ceramah yang disampaikan oleh salah seorang dari penyuluh, kemudian
dilanjutkan dengan diskusi yang melibatkan seluruh penyuluh, seorang moderator
dan semua siswa yang hadir dalam penyuluhan tersebut.
Interaksi antara penyuluh dan siswa peserta penyuluhan berlangsung secara
aktif dimana siswa peserta antusias dan kritis dalam bertanya tentang hal-hal
yang belum jelas dari materi yang disajikan.
B. Pertanyaan dan Jawaban Pada Saat Penyuluhan.
1. Siswa

: Apa saja dampak negatif dalam pacaran menyimpang .?

2. Penyuluh

: Dampak negatif dalam pacaran menyimpang antara lain :


1. Hamil di luar nikah di usia muda
2. Pernikahan Dini
3. Aborsi
4. Resiko Tertular PMS.( Penyakit Menular Seksual )

1. Siswa

: Bagaimana cara menghindari pacaran menyimpang .?

2. Penyuluh

: Beberapa cara menghindari pacaran menyimpang antara lain :


1. Tanamkan nilai agama pada diri anda
2

2. Bina hubungan yang baik dengan keluarga


3. Beraktivitas yang positif,
4. Hindari tempat yang sepi / menerima pacar di dalam kost
5. Berani Bilang Tidak
6. Tidak mengikuti trend yang menyesatkan

BAB III
KENDALA DAN SOLUSI
A. Kendala
Kendala yang terjadi pada saat melakukan penyuluhan yaitu tidak adanya alat
penyajian materi berupa Proyektor In Focus sehingga penyampaian materi
penyuluhan tidak maksimal.
B. Solusi
Solusi yang lakukan dengan adanya kendala tersebut di atas adalah dengan
menggunakan sound system yang ada baik pada saat penyajian materi dengan
ceramah maupun dengan metode diskusi, agar materi yang disajikan dapat
disampaikan dengan jelas dan pembahasan materi secara mendetail.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat dikemukakan dalam Laporan ini adalah
sebagai berikut :
1. Yang dikatakan pacaran yang menyimpang itu adalah pacaran yang
melampaui batas atau pacaran yang melanggar norma-norma atau nilai-nilai
yang dianut oleh masyarakat sekitar / lingkungan dimana ia tinggal. Misalnya
melakukan hubungan badan atau seksual di luar nikah.
2. Dampak negatif dalam pacaran menyimpang antara lain : Hamil di luar nikah
di Pernikahan Dini usia muda
3. Beberapa cara menghindari pacaran menyimpang antara lain : Tanamkan
nilai agama pada diri anda, Bina hubungan yang baik dengan keluarga,
Beraktivitas yang positif.
B. Saran
Adapun saran yang dapat disampaikan dalam Laporan ini adalah sebagai
berikut :
1. Tanamkan nilai agama pada diri anda, Lingkungan Keluarga dan masyarakat
sekitar.
2. Bina hubungan yang baik dengan keluarga
3. Beraktivitas yang positif.
4. Hindari tempat yang sepi / menerima pacar di dalam kost
5. Berani Bilang Tidak.

DAFTAR PUSTAKA
Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, 2007., Mencegah Lebih Baik Dari
Pada mengobati. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Jakarta.
Luce, Ron., 2005., Pergumulan Remaja Akhir Zaman. Metanoia, Jakarta.
Martono, Lidya Harlina, Joewana Satya, dkk., 2006., Belajar Hidup Bertanggung
Jawab, Menangkal Narkoba dan Kekerasan Unruk Siswa SMA dan
Umum, Balai Pustaka Jakarta.
Yapp, Kathleen, 2002., Buku Jawaban Bagi Orang Tua dan Anak-Anak Remaja,
Adonai Publishing, Jakarta.