Anda di halaman 1dari 11

RINGKASAN MATERI KULIAH

KEWIRAUSAHAAN
SAP 6

OLEH:
NAMA

NIM

NO. ABSEN

Nyoman Suta Artama

1406305019

12

I Wayan Budi

1406305042

13

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS UDAYANA
2016

POKOK BAHASAN

1. Berbagai Karakter dan Sikap Mental Wirausaha Sukses


2. Pemilihan Role Model dalam Membangun Karakter Wirausaha
3. Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Usaha

PEMBAHASAN
1

A. BERBAGAI KARAKTER & SIKAP MENTAL WIRAUSAHA SUKSES


Akar kata karakter dapat dilacak dari kata Latin Kharakter, kharassein, dan kharax yang
maknanya tools for marking, to engrave, dan pointed stake. Kata ini mulai banyak digunakan
(kembali) dalam bahasa Prancis caractere pada abad ke-14 dan kemudian masuk dalam
bahasa Inggris menjadi character , sebelum akhirnya menjadi bahasa Indonesia karakter.
Karakter mengandung pengertian (1) suatu kualitas positif yang dimiliki seseorang, sehingga
membuatnya menarik dan atraktif; (2) reputasi seseorang; dan (3) seseorang yang memiliki
kepribadian yang eksentrik.
Menurut Geoffrey G. Meredith (1996 dalam Suryana 2009) bahwa wirausaha memiliki
berbagai ragam karakter dan watak sebagai berikut:
Tabel 1 Karakter dan unsur karakter wirausaha
No

Karakter

Watak

Percaya diri

terhadap orang lain, mandiri dan optimis


Berorientasi pada tugas dan Gairah untuk maju, berorientasi laba, tekun, ulet dan

3
4

hasil
Pengambil resiko
Kepemimpinan

tegas, kerja keras, bersemangat, energik, serta inisiatif.


Kemampuan mengambil resiko, suka tantangan
Berjiwa kepemimpinan, suka bergaul, terbuka terhadap

Keaslian atau originalitas

saran dan kritik.


Pandai pencipta (inovatif dan kreatif) berpikiran

Berorientasi masa depan

terbuka, penuh informasi, kaya pengetahuan.


Memiliki visi dan perspektif terhadap masa depan.

5
6

Memiliki keyakinan yang kuat, ketidaktergantungan

Karakter wirausaha yang dikemukakan di atas menunjukkan bahwa intisari karakter


seorang wirausaha ialah kreatifitas. Oleh karena itu, dapat dikemukakan bahwa seorang
wirausaha dapat dibentuk, bukan lahir begitu saja. Jelaslah bahwa kewirausahaan pada
dasarnya merupakan jiwa dari seseorang yang diekspresikan melalui sikap dan perilaku yang
kreatif dan inovatif untuk melakukan suatu kegiatan. Adapun orang yang memiliki jiwa
tersebut tentu saja dapat melakukan kegiatan kewirausahaan atau menjadi pelaku
kewirausahaan atau lebih dikenal dengan sebutan wirausaha. Seorang wirausaha haruslah
seorang yang mampu melihat ke depan. Melihat ke depan dengan berpikir, penuh
perhitungan, mencari pilihan dari berbagai alternatif masalah dan pemecahnnya.
1.

Percaya diri

Sifat-sifat percaya diri dimulai dari pribadi yang mantap, tidak mudah terombang-ambing
oleh pendapat dan saran-saran orang lain. Akan tetapi saran-saran orang lain jangan ditolak
2

mentah-mentah, pakai itu sebagai masukan untuk dipertimbangkan kemudian harus


memutuskan segera. Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang sudah matang,
jasmani dan rohaninya. Pribadi semacam itu adalah pribadi yang independen dan sudah
mencapai tingkat kematangan. Karakteristik kematangan sesorang adalah ia tidak tergantung
pada orang lain, ia memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, obyektif dan kritis. Tidak
begitu saja menyerap pendapat atau opini orang lain tapi dapat mengembangkan kritis.
Emosionalnya sudah stabil, tidak mudah tersinggung dan naik pitam, serta tingkat sosialnya
tinggi. Diharapkan wirausaha seperti ini betul-betul dapat menjalankan usahanya secara
mandiri, jujur dan disenangi oleh semua relasinya.
2.

Berorientasi tugas dan hasil

Wirausaha tidak mengutamakan prestise dulu, tetapi prestasi kemudian. Ia berharap pada
prestasi baru kemudian setelah berhasil prestisenya akan meningkat. Wirausaha yang selalu
memikirkan prestise dulu dan prestasi kemudian, usahanya tidak akan mengalami kemajuan.
Maka wirausaha harus mempunyai kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi pada laba,
ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energik dan inisiatif.
3.

Pengambil resiko

Wirausaha dalam melakukan kegiatan usahanya penuh dengan resiko dan tantangan, seperti
persaingan, harga turun naik, barang tidak laku dan sebagainya. Tetapi semua tantangan ini
harus dihadapi dengan penuh perhitungan. Jika perhitungan sudah matang baru membuat
pertimbangan dari berbagai macam segi.
4.
Sifat

Kepemimpinan

kepemimpinan

memamng

ada

dalam

masing-masing

individu,

maka

sifat

kepemimpinan tergantung pada masing-masing individu dalam menyesuaikan diri dengan


organisasi atau orang yang dipimpin. Ada pemimpin yang disenangi oleh bawahan, mudah
memimpin sekelompok orang, ia diikuti dan dipercaya oleh bawahan. Tapi ada pula
pemimpin yang tidak disenangi bawahan atau tidak senang pada bawahannya, ia mau
mengawasi bawahannya tapi tidak ada waktu untuk itu. Menanam kecurigaan pada orang lain
pada suatu ketika akan berakibat tidak baik pada usaha yang sedang dijalankan. Maka
wirausaha sebagai pemimpin yang baik harus mau menerima kritik dan saran dari
bawahannya serta harus bersifat responsif.
5.

Keaslian atau originalitas

Sifat orisinil tidak selalu ada pada diri sesorang, yang dimaksud orisinil adalah tidak hanya
mengekor pada orang lain tapi memiliki pendapat sendiri dan ide yang orisinil untuk
melaksanakan sesuatu. Orisinil tidak berarti baru sama sekali, tapi produk tersebut
3

mencerminkan hasil kombinasi baru dari komponen-komponen yang sudah ada sehingga
melahirkan sesuatu yang baru. Bobot kreativitas orisinil suatu produk akan tampak sejauh
mana ia berbeda dari apa yang sudah ada sebelumnya.
6.

Berorientasi masa depan

Wirausaha harus perspektif, mempunyai visi ke depan, apa yang akan dilakukan dan apa yang
ingin dicapai. Karena sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara tapi selamnay. Maka
faktor kontinuitas harus dijaga dan pandangan harus ditujukan jauh ke depan. Untuk
menghadapi pandangan jauh ke depan seorang wirausaha akan menyusun perencanaan dan
strategi yang matang, agar jelas langkah-langkah yang akan dilaksanakan.
Pengusaha yang sukses bukanlah pengusaha yang bisa memulai bisnis dalam skala besar
dalam waktu singkat. Wirausaha bukanlah sebuah hal yang bisa dibangun secara instant.
Wirausaha sukses adalah mereka yang berhasil mengatasi naik turunnya usaha dan tetap
berdiri tegak. Skala keberhasilan wirausaha bukanlah semata pada jumlah omset yang
dimiliki, akan tetapi lebih pada kemampuan sang wirausaha untuk mempertahankan usahanya
dalam menghadapi berbagai arus perubahan yang sedikit banyak memiliki pengaruh pada
usahanya. Pada bagian ini, mental wirausaha seseorang sangat diuji. Seseorang boleh saja
mengklaim bahwa dia sudah memiliki usaha tersebut sejak lama, atau mungkin usaha
tersebut sudah diwarisi dari orang tua mereka. Akan tetapi, kehidupan usaha tersebut lebih
tergantung pada mental wirausaha orang tersebut dalam menjalankan roda usahanya.
Bagaimana dengan mental wirausaha di Indonesia? Beberapa pakar mengatakan bahwa
mental wirausaha di Indonesia masih sangat lemah. Orang Indonesia lebih menyukai bekerja
sebagai karyawan daripada mencoba mendirikan usaha mandiri atau meneruskan usaha
mereka. Salah satu ciri lemahnya mental wirausaha di Indonesia adalah keengganan
seseorang untuk menempuh berbagai resiko yang mungkin timbul dalam usaha yang
dijalankannya. Resiko kegagalan ataupun resiko merugi dari sebuah usaha tentu berbanding
lurus dengan resiko mendapatkan keuntungan. Sayangnya, masih banyak orang Indonesia
yang tidak siap menghadapi resiko kegagalan. Keengganan menghadapi resiko kegagalan
tersebut disikapi dengan tidak menjalankan usaha. Semangat wirausaha seharusnya dilandasi
dengan semangat pantang menyerah. Ada macam sikap mental yang seharusnya dimiliki oleh
seorang wirausaha, yaitu:
1. Memiliki semangat enterpreneurship dasar yaitu keinginan untuk memiliki
penghasilan yang lebih baik daripada bekerja pada orang lain. Keinginan untuk
mandiri, lebih sejahtera dan memiliki kehidupan yang lebih baik akan membawa
seseorang pada keinginan berusaha secara mandiri.
4

2. Semangat enterpreneurship lain yang harus dimiliki adalah keinginan untuk mandiri.
Bekerja pada perusahaan milik orang lain boleh jadi lebih nyaman, akan tetapi Anda
tidak akan pernah menjadi mandiri. Sikap mental seperti ini yang masih jarang
dimiliki oleh banyak orang di Indonesia. Banyak orang memilih berada di zona
nyaman mereka hingga masa pensiun tiba dibanding membuat sebuah gebrakan besar
dalam kehidupan mereka dengan berwirausaha.
3. Berani mencoba adalah satu bagian dari semangat enterpreneurship yang harus selalu
dimiliki para calon wirausaha. Tidak ada bayi yang langsung bisa berlari. Bayi harus
melalui fase merangkak, belajar berdiri, belajar berjalan hingga mampu berjalan
dengan dua kaki tanpa terjatuh. Analogi yang sama harus diterapkan oleh seorang
wirausahawan. Berani mencoba menjadi seorang wirausaha adalah salah satu
kunci wirausaha sukses. Bagaimana Anda bisa mendapatkan hasil wirausaha sukses
sementara Anda bahkan tidak berani mencoba
4. Semangat enterpreneurship lain adalah tahan banting. Kegagalan memang sangat
menyakitkan, akan tetapi bukan merupakan sebuah alasan untuk menyerah. Semangat
wirausaha sukses adalah menyikapi kegagalan sebagai sebuah pelajaran besar.
Evaluasi menyeluruh akan memungkinkan Anda menjalani wirausaha sukses tersebut.
Satu keberhasilah mungkin harus ditempuh melalui 99 kegagalan. Seorang pelaku
wirausaha sukses akan selalu menerapkan prinsip tersebut pada setiap bidang usaha
yang akan dilaksanakannya.

B. PEMILIHAN

ROLE

MODEL

UNTUK

MEMBANGUN

KARAKTER

WIRAUSAHA
Role model atau tokoh panutan merupakan seseorang yang memberikan teladan dan
berperilaku yang bisa diikuti oleh orang lain. Role model merupakan faktor penting yang
mempengaruhi individu dalam memilih kewirausahaan sebagai karir. Calon wirausaha pada
umumnya menemukan role model di rumah ataupun di tempat kerja. Bila seseorang banyak
berhubungan serta bergaul dengan para wirausahawan, maka ada kemungkinan dia juga akan
5

tertarik untuk memilih jalan hidup sebagai seorang wirausahawan. Orang tua, saudara, guru
atau wirausahawan lain dapat menjadi role model bagi individu. Individu membutuhkan
dukungan dan nasehat dalam setiap tahapan dalam merintis usaha, role model berperan
sebagai mentor bagi individu. Individu juga akan meniru perilaku yang dimunculkan oleh
role model. Role model merupakan hal yang sangat penting karena dengan mengetahui serta
memahami kisah-kisah para wirausahawan yang telah meraih kesuksesan menjadikan citacita seseorang untuk membuka usahanya sendiri menjadi lebih kredibel dan terjustifikasi.
Yang paling ingin diketahui oleh orang-orang sebagai role model kesuksesan mereka
adalah profil wirausaha. Dengan membaca dan mengetahui profil juga perjuangan mereka
dari bawah sampai menjadi sesorang yang berhasil akan menjadikan motivasi untuk para
wirausaha baru untuk mencapai kesuksesan yang sama. Salah satu wirausaha di Indonesia
yang dapat menjadi role model bagi calon wirausaha adalah Bambang Mustari Sadino atau
akrab di panggil Bob Sadino. Gayanya yang sangat terkenal adalah gaya dia berpakaian yang
senang menggunakan celana pendek dan baju kemeja walaupun dia seorang wirausaha yang
sukses dan punya kekayaan yang banyak. Bob Sadino lahir di Lampung pada tangga 9 Maret
1933. Karier usaha pertama yang dilakoni Bob Sadino setelah keluar dari perusahaan adalah
menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun
sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah.
Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan
dengan upah harian Rp.100.
Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam
negeri untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan
usaha peternakan ayam. Seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga
bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan
daging ayam.
Beberapa Jaringan usaha yang dimiliki Bob Sadino adalah:

Kemfood yaitu sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan daging

Kemchick adalah sebuah supermarket yang menyediakan beragam produk pangan.

KemFarm yaitu ladang sayur yang didirikan dengan system hidroponik. Ia merupakan
orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.

The Mansion at Kemang adalah perpaduan antara apartemen, pusat perbelanjaan dan
juga perkantoran yang merupakan kerjasama antara Bob Sadino dan pengembang
property Agung Sedayu Grup
Kunci kesuksesan Bob Sadino adalah selalu mendengarkan apa kemauan dari

pelanggan

sehingga

dia

mau

memperbaiki

diri

sesuai

dengan

saran

dari

pelanggannya. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu
menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri
sendiri, karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.

C. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN BERWIRAUSAHA


Seorang wirausaha selalu dibayangi oleh potensi kegagalan yang akan memberikan
lebih banyak pelajaran dibandingkan sekadar kesuskesan. Keberhasilan atau kegagalan
berwirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Zimmerer (1996:14-15)
mengemukakan beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan
usaha barunya, yaitu:
1. Tidak kompeten dalam hal manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki
kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama
yang membuat perusahaan kurang berhasil.
2. Kurang berpengalaman, baik dalam kemampuan teknik, memvisualisasikan usaha,
mengoordinasikan, mengelola sumber daya manusia, dan mengintegrasikan operasi
perusahaan.
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik,
faktor yang paling utama dalam keuanagan adalah memelihara aliran kas, mengatur
pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam pemeliharaan aliran kas
akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak
lancar.
4. Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan,
sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.

5. Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan factor yang
menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan
perusahaan sukar beroperasi karena kurang efesien.
6. Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya dengan efesiensi dan
efektifitas. Kurangnya pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan peralatan
(fasilitas) perusahaan secara tidak efesien dan tidak efektif.
7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Sikap yang setengah-setengah
terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal.
Dengan sikap setengah hati, kemungkinan menjadi gagal akan lebih besar.
8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan. Wirausaha
yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan tidak akan menjadi
wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh
apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.
Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewirausahaan, Zimmerer (1996:17)
mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan,
yaitu:
1. Pendapatan yang tidak menentu. Baik pada tahap awal maupun pertumbuhan,
dalam bisnis tidak ada jaminan untuk terus memperoleh pendapatan yang
berkesinambungan. Kondisi yang tidak menentu dapat membuat seseorang
mundur dari kegiatan berwirausaha.
2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi. Tingkat kegagalan bagi usaha baru
sangatlah tinggi. Menurut Yuyun Wirasasmita (1998), tingkat mortalitas/
kegagalan usaha kecil di Indonesia mencapai 78 persen. Kegagalan investasi
mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Bagi seorang
wirausaha, kegagalan sebaiknya dipandang sebagai pelajaran berharga.
3. Perlu kerja keras dan waktu yang lama. Waktu yang lama dan keharusan bekerja
keras dalam berwirausaha mengakibatkan orang mengurungkan niatnya untuk
menjadi seorang wirausaha. Wirausaha yang berhasil pada umumnya menjadikan
tantangan seperti itu sebagai peluang yang harus dihadapi dan ditekuni.
4. Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya telah berhasil. Kualitas
kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha mengakibatkan seseorang
mundur dari kegiatan berwirausaha. Misalnya, pedagang yang kualitas
kehidupannya tidak meningkat akan mundur dari usaha dagangnya dan masuk ke
usaha lain.

Kegagalan juga dapat ditimbulkan dengan dasar kelemahan yang bersumber pada sifat
pribadi yang penuh ragu dan kehidupan tanpa pedoman maupun orientasi yang tegas, yaitu:
1. Suka meremehkan mutu
2. Suka menerobos atau mengambil jalan pintas
3. Tidak memiliki kepercayaan diri
4. Tidak berdisiplin
5. Suka mengabaikan tanggung jawab.
Disamping factor-faktor diatas, kemampuan seorang wirausaha untuk meraih sukses juga
dipengaruhi oleh lingkungan dan pola pendidikan yang diperoleh dari orang tua.

DAFTAR PUSTAKA
Suryana. 2006. Kewirausahaan, Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta:
Salemba Empat
9

Suryana, Yuyus. 2013. Kewirausahaan, Pendekatan Karakteristik Wirausahawan Sukses.


Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Alma, Buchari. 2003. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta
https://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Sadino diakses tanggal 21 Maret 2016

10