Anda di halaman 1dari 24

FUNGSI MANAJEMEN

TUGAS TAMBANG TERBUKA


Dibuat sebagai tugas mata kuliah Tambang Terbuka
pada Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya

Oleh :
KELOMPOK 5
Muhammad Hakim Al Hafiz
Bella Yulanda Putri Pura
Daris Anas
Riyan Nugroho

03021181419058
03021181419052
03021181419060
03021181419066

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat dan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul
Fungsi Manajemen tepat pada waktunya. Makalah ini disusun sebagai tugas
mata kuliah Tambang Terbuka.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihakpihak yang telah membantu penyusunan makalah ini, yaitu antara lain :
1 Ir. Mukiat M.S , Dr. Ir. H Marwan Asof, DEA dan Ir. A Rahman, M.S selaku
2

dosen pengasuh mata kuliah Tambang Terbuka


Rekan - rekan yang telah membantu dalam penyelesaian tugas ini.
Penulis menyadari banyaknya kesalahan dalam penulisan makalah ini.

Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
demi kesempurnaan tugas ini.
Semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi
mahasiswa Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya

Indralaya, Februari 2016

Penulis.

DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR .........................................................................................

ii

DAFTAR ISI ...................................................................................................... iii


DAFTAR GAMBAR .........................................................................................

iv

BAB
I. PENDAHULUAN ..................................................................................... 5
1.1 Latar Belakang ....................................................................................
1.2 Tujuan dan Manfaat ...........................................................................
1.3 Batasan Masalah .................................................................................
1.4 Metode Penulisan ...............................................................................

5
6
6
6

II. PEMBAHASAN ......................................................................................

2.1 Pengertian Manajemen Tambang.......................................................


2.2 Unsur-Unsur Manajemen Tambang...................................................
2.3 Tingkatan Manajemen........................................................................
2.4 Proses Manajemen..............................................................................
2.5 Sifat Manajemen Tambang ................................................................
2.6 Fungsi Manajemen Tambang.............................................................
2.7 Tujuan Manajemen Tambang.............................................................
2.8 Organisasi dalam Suatu Usaha Pertambangan...................................
2.9 Fungsi Organisasi dalam Suatu Usaha Pertambangan.......................

7
7
8
9
16
16
16
17
21

IV. PENUTUP ................................................................................................ 23


4.1 Kesimpulan ........................................................................................ 23
4.2 Saran .................................................................................................. 24

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

2.1 Struktur Organisasi Persuhaan ..........................................................

BAB I

21

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Indikator keberhasilan perusahaan pertambangan (Accredited Mining
Enterprise)

menyangkut

indikator

keberhasilan

manajemen

usaha

pertambangan. Indikator keberhasilan manajemen usaha pertambangan


meliputi kegiatan hulu (manajemen cadangan), manajemen kegiatan produksi,
sampai kegiatan hilir (manajemen pasar) serta masalah yang berhubungan
dengan pengembangan wilayah dan lingkungan termasuk CSR (corporate
social responsibity).
Pada akhirnya indikator keberhasilan dalam usaha pertambangan di
tandai oleh kemampuan internal dalam mengkoordinir tenaga kerja pada
suatu perusahaan, sehingga diperlukanlah manajemen dalam uasaha
pertambangan. Oleh sebagian orang, manajemen dikatakan sebagai suatu seni
(art), ada pula yang mengatakan sebagai suatu ilmu (science) dan ada yang
menyatakan

sebagai

suatu

profesi

(profession).

Kaitannya

dengan

pertambangan atau biasa disebut dengan Manajemen Tambang adalah


penerapan prinsip-prinsip ekonomi/manajemen dalam masalah pengusahaan
mineral. Biasanya hal ini berkaitan dengan keterdapatan bahan galian; faktor
supply-demand regional, nasional & internasional; fungsi eksplorasi,
pengembangan, produksi dan pengolahan/ pemurnian; analisis komoditi
mineral; metode keuangan, struktur dan komponen kapital dari industri;
analisis kebijakan mineral, kebijakan pemerintah, peraturan & perundangan;
perumusan kebijakan mineral; pemasaran dan penggunaan komoditas
mineral; faktor-faktor bahan pengganti, sekunder, daur ulang, dan saingannya;
metode dan ongkos; dampak-dampak perubahan teknologi dan ekonomi;
kualitas lingkungan; dan sebagainya.
Pada dasarnya manajemen tambang diperlukan untuk mengatur sumber
sumber daya mineral & sumber daya manusia agar suatu perusahaan dapat
terorganisir dengan sempurna dan mendapatkan hasil yang optimal.

I.2 Tujuan dan manfaat


Adapun tujuan dan manfaat dari penulisan makalah ini antara lain :
1. Menginformasikan mengenai Manajemen Tambang secara lebih detail
2. Mengetahui unsur dan tingkatan pada Manajemen Tambang
3. Mengetahui proses serta sifat pada Manajemen Tambang
4. Mengetahui fungsi dan tujuan Manajemen Tambang
I.3 Batasan masalah
Dalam penulisan makalah ini, penulis hanya membahas tentang fungsi
manajemen dalam kegiatan usaha pertambangan.
I.4 Metode penulisan
Dalam penulisan makalah ini, penulis melakukan studi literatur, yaitu
pengambilan data penulisan dari sumber-sumber internet yang berhubungan
dengan penulisan makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manajemen Tambang


Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis, yaitu mnagement yang
berarti seni melaksanakan dan mengatur.
Pengertian manajemen menurut para ahli antara lain :

Menurut Stoner & Wankel, manajemen adalah proses merencanakan,


mengorganisasikan, memimpin, mengendalikan usaha-usaha anggota
organisasi dan proses penggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai

tujuan-tujuan organisasi yang sudah ditetapkan.


Menurut Terry, manajemen adalah proses tertentu yang terdiri dari
kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan sumberdaya
manusia dan sumber daya lain untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Manajemen secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses

merencana, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi secara efisien dan


efektif.
Manajemen

tambang

adalah

sebuah

proses

perencanaan,

pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan segala sumber daya


yang berkaitan dengan usaha di bidang pertambangan untuk mencapai sasaran
(goals) secara efektif dan efesien.
2.2 Unsur-Unsur Manajemen Tambang
1. Manusia (man)
2. Bahan (materials)
3. Mesin (machines)
4. Metode/cara kerja (methods)
5. Modal uang (money)
Unsur-unsur ini dikenal pula sebagai 5 m, bila dinyatakan dalam bahasa
Inggris. Bahan (materials) tidak harus diartikan sebagai logam seperti dalam
industri manufaktur logam misalnya. Ia juga bisa berarti material dalam artian
mineral non-logam.
Berkenaan dengan unsur-unsur atau sumber daya ini harus diingat
bahwa semua itu tidak tersedia secara berlimpah. Ada keterbatasan yang
7

mengakibatkan pemanfaatannya harus dilakukan sehemat dan secermat


mungkin. Dengan demikian proses manajemen yang baik harus bisa
memanfaatkan keterbatasan tersebut untuk pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan.
2.3 Tingkatan Manajemen
Suatu organisasi mempunyai tingkatan-tingkatan tertentu yang berbeda
satu sama lain. Ada tingkatan organisasi yang bersifat operasional atau
pelaksanaan misalkan dalam suatu kegiatan industri adalah operator-operator
mesin, ada tingkatan yang bersifat strategis misalkan direksi.
Berdasarkan tingkatan-tingkatan organisasi inilah dapat dibedakan pula
tingkatan manajemen. Pada dasarnya terdapat tiga tingkatan manajemen,
yaitu :
1. Manajemen tingkat terbawah (first line management) yaitu tingkatan
manajemen pada tingkat bawah dari suatu organisasi. Pada tingkatan ini
manajemen berfungsi mengarahkan pekerja-pekerja operasional. Jika
dilihat dari segi perencanaan yang dibuat pada tingkatan ini maka
jangkauan perencanaan yang dibuat biasanya hanya melingkupi jangka
waktu harian. Mandor-mandor berada dalam tingkatan manajemen ini.
2. Manajemen tingkat menengah (middle management) adalah tingkatan
manajemen yang berfungsi mengarahkan kegiatan dari manajemen
terbawah. Perencanaan yang dibuat di sini jangkauan waktunya bersifat
menengah.
3. Manajemen tingkat atas (top management) adalah tingkatan paling tinggi
dari manajemen yang biasanya terdiri atas beberapa orang saja. Jangkauan
perencanaan yang dibuat di sini bersifat strategis dan meliputi kurun waktu
rencana jangka panjang.
2.4 Proses Manajemen
Setiap organisasi dapat dipastikan memiliki satu atau beberapa tujuan
yang memberikan arah dan menyatukan pandangan unsur yang terdapat di
dalam organisasi tersebut. Sudah barang tentu tujuan yang akan dicapai di
8

masa yang akan datang tersebut adalah suatu keadaan yang lebih baik dari
pada keadaan sebelumnya. Dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan inilah
diperlukan serangkaian kegiatan seperti yang telah dikemukakan di atas yang
lebih dikenal sebagai proses manajemen.
Secara umum proses manajemen dapat dikelompokkan menjadi :

Penetapan Tujuan (Goal Setting)


Perencanaan (Planning)
Staffing
Pengaturan (Directing)
Pengawasan (Supervising)
Pengendalian (Controlling)
Rangkaian proses manajemen ini merupakan proses yang bersifat

dinamis. Dengan kata lain, proses tersebut tidak dapat dilihat sebagai suatu
tahapan-tahapan yang berdiri sendiri melainkan sebagai proses yang berkait
yang memungkinkan adanya pengulangan kembali suatu tahapan proses yang
telah dilakukan sebelumnya, terutama dalam kaitannya dengan hubungan
antara perencanaan dan pengendalian.
Untuk melaksanakan proses-proses manajemen di atas, manajer
memerlukan prasarana dan sarana, di antaranya memerlukan kekuasaan,
tujuan orientasi, manusia, serta sumber daya lainnya. Kekuasaan dibutuhkan
oleh seorang manager untuk mempengaruhi orang lain. Terdapat beberapa
jenis kekuasaan yang mungkin diperlukan, diantaranya adalah :
Kekuasaan formal yang terjadi karena suatu posisi atau jabatan tertentu

(Legitimate).
Kekuasaan untuk memaksa atau menghukum (Coercive power).
Kekuasaan untuk memberikan penghargaan (Reward power).
Kekuasaan/kekuatan yang bisa menyebabkan orang lain mengikuti atau

melakukan peniruan (Reference power).


Kekuasaan yang ditimbulkan oleh keunggulan pengetahuan, pengalaman,
kemampuan, dan keterampilan (Expert power).

1. Penetapan Tujuan
Penetapan tujuan merupakan tahapan paling awal dari suatu proses
manajemen. Tujuan merupakan misi sasaran yang ingin dicapai oleh suatu
organisasi di masa yang akan datang dan manajer bertugas mengarahkan
9

jalannya

organisasi

untuk

mencapai

tujuan

tersebut.

Effektifitas

pencapaian tujuan tersebut, selain ditentukan oleh kemampuan manajer,


juga ditentukan oleh sifat-sifat dari tujuan itu sendiri. Tujuan yang baik
harus memenuhi sifat-sifat sebagai berikut :
1. Spesifik, jelas apa yang ingin dicapai atau diperoleh.
2. Realistis, bisa dicapai dan bukan sekedar angan-angan.
3. Terukur, memiliki ukuran-ukuran tertentu untuk

menentukan

keberhasilannya.
4. Terbatas waktu, mempunyai batas waktu sebagai target kapan tujuan
tersebut harus bisa dicapai.
Dalam penetapan tujuan ini terdapat dua pendekatan yang dapat
dilakukan yaitu apa yang disebut dengan pendekatan puncak-bawah (topdown) atau pendekatan dari atas dan pendekatan bawah-puncak (bottomup) atau pendekatan dari bawah.
Dengan menggunakan pendekatan dari atas puncak-bawah (topdown), tujuan dibuat terlebih dahulu oleh manajemen lapisan atas. Tujuan
yan telah dirumuskan di sini kemudian dikaji dan dijabarkan lagi oleh
lapisan manajemen di bawahnya untuk kemudian dirumuskan lagi. Begitu
seterusnya sampai ke lapisan manajemen paling bawah sehingga
memungkinkan didapatkannya konsistensi tujuan akhir.
Berbeda dengan pendekatan dari atas, maka pendekatan dari bawah
merupakan kebalikan dari pendekatan tersebut. Penetapan tujuan dimulai
dari individu-individu pada lapisan manajemen bawah. Kemudian
dilakukan pengkajian terhadap tujuan-tujuan tersebut pada lapisan
manajemen di atasnya untuk dirumuskan dalam suatu tujuan tertentu.
Begitu seterusnya sampai akhirnya mencapai lapisan manajemen puncak
(top management), tujuan tersebut akhirnya terumuskan sebagai
kesepakatan bersama.
Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam tujuan ini berkenaan
dengan tingkatan dalam organisasi adalah tujuan memiliki hirarki atau
tingkatan tertentu pula. Pada tingkatan organisasi paling atas, dengan kata
lain tingkat manajemen puncak, tujuan bersifat sangat global. Makin ke

10

bawah tingkatan tujuan tersebut makin terjabarkan sehingga bersifat sangat


spesifik dan operasional. Misalkan sebuah perusahaan bertujuan
meningkatkan jumlah keuntungan pada tahun produksi mendatang. Bagi
bagian pemasaran, tujuan tersebut dapat dirumuskan lagi dalam bentuk
sasaran penjualan (misalkan dalam rupiah) tahun mendatang yang harus
dicapai. Pada tingkatan di bawahnya lagi tujuan tersebut dijabarkan lagi
dalam penentuan strategi promosi yang harus dilakukan.
2. Perencanaan
Perencanaan merupakan proses pemilihan informasi dan pembuatan
asumsi-asumsi mengenai keadaan di masa yang akan datang untuk
merumuskan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka
pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Terdapat berbagai
bentuk rencana yang pada dasarnya dibedakan menjadi :
1. Kebijaksanaan (policy),adalah rencana yang menerangkan keseluruhan
batasan kegiatan secara umum dan komprehensif yang menjadi
pegangan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan.
2. Prosedur,adalah rencana yang menerangkan tindakan-tindakan yang
harus dilakukan untuk menjalankan suatu kegiatan.
3. Metode,adalah rencana yang menerangkan tindakan-tindakan yang
harus dilakukan untuk menjalankan suatu kegiatan.
4. Standard, yaitu suatu gambaran pencapaian yang diharapkan dari
kegiatan-kegiatan yang direncanakan.
5. Anggaran, yaitu rencana mengenai penerimaan dan pengeluaran uang
dalam suatu kegiatan.
6. Program, adalah rencana komprehensif yang menyangkut pemakaian
sumber daya secara integratif termasuk jadwal pelaksanaan kegiatankegiatan.
Di samping itu perencanaan juga dapat dilihat dari sudut jangkauan
waktu atau kurun (horizon) perencanaannya. Ada rencana yang jangkauan
waktunya panjang atau lebih dikenal lagi dengan sebutan rencana janka
panjang (strategis), misalkan rencana untuk 5 tahun mendatang. Di lain
pihak ada rencana yag jangkauan waktunya lebih pendek, misalkan

11

rencana untuk satu tahun bahkan satu bulan mendatang, yang disebut
sebagai rencana operasional (taktis).
Langkah-langkah

yang

perlu

dilakukan

dalam

menyusun

perencanaan secara umum adalah sebagai berikut :


1. Mendefinisikan persoalan yang direncanakan dengan jelas dan baik
sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
2. Mengumpulkan informasi-informasi yang berkenaan dengan kegiatankegiatan yang mungkin akan terjadi dalam rangka pencapaian tujuan
tersebut.
3. Melakukan analisis terhadap informasi yang dapat dikumpulkan dan
4.
5.
6.
7.

mengklasifikasikannya atas kepentingannya.


Menetapkan batasan-batasan perencanaan.
Menetapkan alternatif-alternatif rencana.
Memilih rencana yang akan dipakai dari alternatif-alternatif yang ada.
Menyiapkan langkah-langkah pelaksanaan yang lebih rinci serta

penjadwalan pelaksanaannya.
8. Melakukan pemeriksaan ulang terhadap rencana yang diusulkan sebelum
sebelum rencana dilaksanakan.
3. Staffing
Staffing adalah proses manajemen yang berkenaan dengan
pengerahan (recruitment), penempatan, pelatihan, dan pengembangan
tenaga kerja dalam organisasi. Pada dasarnya prinsip dari tahapan proses
manajemen ini adalah menempatkan orang yang sesuai pada tempat yang
sesuai dan pada saat yang tepat (right people, right position, right time).
Sebelum mencari orang untuk ditempatkan dalam satu posisi tertentu
maka terlebih dahulu ditetapkan struktur organisasi yang akan dipakai.
Masing-masing posisi pada organisasi tersebut kemudian harus dijelaskan
lingkup tugas, tanggung jawab, dan keahlian serta keterampilan yang
diisyaratkan yang dikenal sebagai uraian jabatan (job description) dan
persyaratan jabatan (job requirement). Berdasarkan kedua hal inilah baru
dilakuan proses staffing tersebut.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam tahapan staffing ini
pada dasarnya adalah sebagai berikut :

12

1. Perencanaan sumber daya manusia, yaitu tahapan penentuan akan


kebutuhan

tenaga

kerja

dalam

suatu

organisasi

dengan

mempertimbangkan rencana organisasi seperti pengembangan yang


akan dilakukan di samping juga mempertimbangkan faktor luar seperti
kondisi pasar tenaga kerja.
2. Pengerahan tenaga kerja (recruitment), yang dapat berasal dari pasar
tenaga kerja maupun berasal dari promosi dalam organisasi itu sendiri.
3. Seleksi, yaitu proses pemilihan tenaga kerja yang sesuai dengan posisi
yang akan diisi dari sekumpulan orang yang didapat dari proses
pengerahan tenaga kerja.
4. Pelatihan (training), setelah didapatkan orang yang sesuai untuk satu
posisi tertentu, maka langkah berikutnya adalah melakukan pelatihan
bagi orang tersebut sehingga memenuhi kualifikasi persyaratan
jabatannya.
5. Penilaian kinerja (performance appraisal) setiap tenaga kerja yang ada
untuk melihat kemungkinan promosi, mutasi, atau bahkan mungkin
pemberian hukuman, setelah jangka waktu tertentu (secara berkala).
4. Pengaturan
Pengaturan (directing) adalah usaha untuk memobilisasi sumbersumber daya yang dimiliki oleh organisasi agar dapat bergerak dalam satu
kesatuan sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Dalam tahapan proses
ini terkandung usaha-usaha bagaimana memotivasi orang agar dapat
bekerja

dengan

baik,

bagaimana

proses

kepemimpinan

yang

memungkinkan pencapaian tujuan serta dapat memberikan suasana


hubungan kerja yang baik, dan bagaimana mengkoordinasi orang-orang
dan kegiatan-kegiatan dalam suatu organisasi.
Pada dasarnya dalam bekerja orang memiliki motivasi yang berbedabeda. Apabila motivasi ini dapat dikenali dan kemudian dirangsang dengan
tepat maka bisa diharapkan orang tersebut akan memiliki kinerja yang
baik. Proses kepemimpinan yang baik harus memperhatikan aspek
motivasi tersebut.

13

Aspek lain yang sangat penting dalam pengaturan adalah koordinasi.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan koordinasi antara
lain adalah sebagai berikut :
1. Rentang kendali (span of control) yaitu banyaknya orang yang masih
dapat dikendalikan oleh seseorang secara efektif. Pada dasarnya makin
banyak bawahan yang harus dikendalikan maka koordinasi yang
semakin sulit. namun harus pula diingat bahwa jenis pekerjaan dan
tingkat manajemen juga mempengaruhi kemampuan tersebut.
2. Hirarki organisasi sesedikit mungkin sehingga perintah atau informasi
jangan sampai terlambat atau menyimpang.
3. Adanya kesatuan komando.
5. Pengawasan
Pengawasan (supervising) didefinisikan sebagai interaksi langsung
antar individu-individu dalam suatu organisasi untuk mencapai kinerja
serta tujuan organisasi tersebut.
Berkenaan dengan tahapan proses ini perlu dikenal adanya suatu
kondisi tertentu dalam organisasi yaitu fenomena kelompok formal dan
informal dalam suatu organisasi. Kelompok formal adalah kelompok yang
dapat dilihat pada struktur organisasi resmi yang dibentuk oleh manajemen
untuk melaksanakan suatu tugas atau kegiatan tertentu. Namun demikian
dapat timbul suatu kelompok informal yang berbeda dengan kelompok
formal. Kelompok ini bisa membentuk struktur yang kuat dengan
pemimpin sendiri serta mungkin aturan-aturan sendiri pula.
Kelompok informal ini bisa mendukung organisasi tetapi juga bisa
menghambat organisasi. Tahapan pengawsan ini harus bisa mengatasi
kemungkinan hambatan dari kelompok informal ini. Bagaimana menjaga
hubungan antar individu dan juga antar kelompok formal-informal harus
dilakukan dengan baik.
6. Pengendalian
Pengendalian adalah proses penetapan apa yang telah dicapai, yaitu
proses evaluasi kinerja, dan jika diperlukan dilakukan perbaikan sesuai

14

dengan rencana yang telah ditetapkan. Kegiatan ini sangat erat kaitannya
dengan kegiatan perencanaan sebab pada kegiatan pengendalian inilah
dilihat apakah yag direncanakan tersebut dapat dicapai atau tidak.
Proses pengendalian tersebut dapat diterangkan sebagai berikut :
1. Sebagai langkah pertama dilakukan pengukuran terhadap kinerja yang
telah ditampilkan dalam selang waktu pengendalian tertentu.
2. Kemudian hasil yang dicapai tersebut dibandingkan dengan standard
yang telah ditetapkan dalam rencana untuk menentukan penyimpanganpenyimpangan yang terjadi.
3. Apabila penyimpangan-penyimpangan yang terjadi masih berada dalam
batasan-batasan yang diijinkan dalam rencana maka proses manajemen
terus dilakukan, jika tidak maka harus dilakukan perbaikan-perbaikan
terhadap rencana yang telah dibuat sehingga proses manajemen
berulang kembali.
2.5 Sifat Manajemen Tambang
a. Seni
Perbedaan keahlian dan sifat para Manajer (keras, lemah lembut, ulet
santai, dan lain-lain).
b. Ilmu
Akumulasi pengetahuan organisasi untuk mencari / menguasai kebenaran
umum.
2.6 Fungsi Manajemen Tambang
a. Perencanaan
Langkah / tahapan awal untuk mencapai tujuan.
b. Pengorganisasian
Suatu tim / lelompok yang solid untuk capai tujuan.
c. Pengarahan
Seorang Manajer harus memberi arahan agar pekerjaan sesuai yang
direncanakan.
d. Pemotivasian
Motivasi yang diberikan dapat meningkatkan kinerja.
e. Pengendalian
Seluruh kegiatan harus diawasi dan dikontrol baik terhadap orang atau
mekanisme pekerjaan.

15

2.7 Tujuan Manajemen Tambang


Tujuan manajemen tambang adalah sesuatu yang ingin direalisasikan
dengan menggambarkan cakupan tertentu dan menyarankan pengarahan
kepada usaha seorang Manajer.
a. Sasaran
Misalnya dalam pemasaran mencari negara dengan tingkat kebutuhan batu
bara yang tinggi.
b. Maksud
Maksud yang dicapai agar ditentukan misalnya untuk menjadikan bahan
jadi.
c. Misi
Komitmen untuk mencapai tujuan.
d. Batas Waktu
Waktu yang direncanalan dengan batas akhir agar pekerjaan tidak
terhambat.
e. Standard
Untuk mencapai tujuan disesuaikan kemampuan dan bidang masing
masing.
f. Target
Agar tujuan terapai harus mempunyai target baik produksi / waktu.
g. Jatah
Batasan agar tujuan dapat terapai sesuai harapan.
Penggolongn Tujuan secara Umum :
1. Tujuan Organisasi Secara Macro
Berhubungan dengan nilai / value dari aktivitas organisasi tertentu
2 Tujuan Manajer pada Seluruh Hirarki / Lapisan Organisasi
Berhubungan dengan kwalitas & Kuantitas yang harus diralisasikan
3. Tujuan Individu
Berhubungan dengan kepuasan ekonomi (penghasilan yang baik),
Psikologis (kejiwaan), Sosial (lebih dihormati)
2.8 Organisasi dalam Suatu Usaha Pertambangan
Organisasi

dalam

dunia

tambang

tidak

berbeda

jauh

proses

pembentukannya, akan tetapi yang membedakannya adalah strukturalnya,


yaitu dalam organisasi tambang lebih dominan pada bidang operasional.

16

Keragaman jenis perusahaan di dunia pertambangan mengakibatkan


konsumsi terhadap sumberdaya manusia yang dibutuhkan beragam,
tergantung daripada jenis perusahaan yang ada. Pembagian jenis perusahaan
dari segi bidang usaha adalah :
a. Perusahaan jasa, suatu perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan
jasa berupa pelayanan keahlian, kemudahan, hiburan, dll. Contoh : Radio,
video rental, biro perjalanan, dsb.
b. Perusahaan dagang, suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang
pembelian barang untuk kemudian dijual dalam bentuknya yang semula
tanpa diadakan perubahan atau pengolahan lebih lanjut. Kalaupun
dilakukan

perubahan,

maka

perubahan

tersebut

tidak

cukup

berarti/terbatas. Contoh : Toko, Supermarket, Grossir, dsb.


c. Perusahaan produksi barang (pabrik), perusahaan yang bergerak dalam
bidang

pengolah-an,

produksi,

atau

pembuatan

barang

dengan

menggunakan bahan baku tertentu. Ditinjau dari proses pembuatan barang


dalam perusahaan produksi barang, maka ada beberapa golongan jenis
kegiatan produksi antara lain :
Pabrikasi (pengolahan dalam pabrik)
Pertambangan
Kerajinan (mis: sepatu, konveksi)
Preservasi (pengawetan makanan)
Perakitan (Assembling)
1. Kebutuhan Personel
Secara umum dapat digambarkan kebutuhan personel perusahaan
dapat diurut mulai dari dewan komisaris, direksi, sekretaris, keuangan,
divisi / bagian beserta staff, superintenden / supervisor / seksi beserta staff,
pengawas / mandor / kepala lapangan, operator, dan lain-lain. Sementara
untuk tenaga staff, jumlah tenaga kerja cukup dengan memeriksa jabatanjabatan yang masih kosong, (belum ada pejabatnya). Untuk tenaga
operasional, perlu dihitung terlebih dahulu berdasarkan beban kerja yang
ada. Dengan memperhitungkan absensi dan perputaran tenaga kerja yang

17

ada (sebagai cadangan ) maka akan diperoleh angka jumlah tenaga kerja
operasional yang diperlukan.
2. Job Description
Job description/deskripsi jabatan merupakan hasil dari analisis
jabatan. Manfaat deskripsi jabatan dalam organisasi tambang adalah
memberikan pedoman bagi setiap pejabat akan fungsi jabatannya,
perincian tugas, wewenang, tanggung jawab, maupun hubungan-hubungan
antar jabatan.
Pada

sebuah

perusahaan

tambang

besar

biasanya

sudah

menggunakan sistem management modern yang antara lain strukturalnya


(urutan dari paling bawah hingga keatas), adalah :

Dewan Direksi
Dewan direksi adalah merupakan beberapa orang pemegang
saham perusahaan yang biasanya di pimpin oleh seorang Presiden
Direktur. Dan mereka berkoordinasi kebawah melalui seorang General

Manager untuk meminta laporan jalannya perusahaan.


General Manager
General manager adalah merupakan pimpinan perusahaan yang
menentukan arah, strategi perusahaan, dan membawahi beberapa Senior

Manager.
Senior Manager
Senior manager membawahi beberapa manager.

Manajemen
Manager adalah merupakan orang yang memimpin pada bidangbidang tertentu dan fungsi utamanya adalah manyusun rencana dalam
pengelolaan

faktor-faktor

operasional

yang

manjadi

tanggung

jawabnya.
Manajer membawahi beberapa orang Assisten Manajer (Super
Intendent), yang diberi kewenangan pada setiap unitnya.

Assisten Manajer

18

Assisten Manajer adalah sebagai wakil dari manajer sehingga


tugasnya

adalah

menguraikan

gagasan

dan

garis-garis

dasar

kebijaksanaan dan teknik-teknik pengusahaan kedalam suatu rencana


kerja dan pelaksanaannya. Kemudian juga memberikan instruksi kepada
pengawas (supervisor) dan memantau operasional penambangan secara
tidak langsung. Sebagai bawahannya adalah supervisor.

Supervisor
Supervisor adalah sebagai pengawas langsung atau inspeksi pada
jangka waktu berkala dan sebagai perantara antara pelaksana dan
pimpinan sehingga harus mampu secara rinci teknik pelaksanaan.
Bawahan dari pada Supervisor adalah para foreman (mandor)

Foreman
Forman adalah sebagai mandor yang selalu berada di lapangan
untuk mengawasi operasi produksi.
Contoh :
Foreman backhoe
Membawahi :

a. Operator Backhoe 1
b. Operator Backhoe 2
Operator
Operator

adalah

sebagai

tenaga

terlatih

yang

mampu

mengoperasikan alat tertentu dengan efektif serta efisien. Biasanya dari


mulai assisten manajer hingga ke bagian direksi juga memiliki jajaran
staff pada masing-masing bagiannya yang terdiri dari sekertaris, juru
ketik, keuangan, pesuruh dan lain-lain.
Secara singkat manajemen organisasi tambang adalah seperti
diuraikan di atas namun pada setiap pembentukan struktur pelaksana
perusahaan tambang harus disesuaikan dengan besar kecilnya
perusahaan itu sendiri, sehingga akumulasi personil yang dibutuhkan
sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan perusahaan.
2.9 Fungsi Organisasi dalam Suatu Usaha Pertambangan

19

Organisasi penambangan di pimpin oleh seorang manajer tambang yang


bertanggung jawab kepada direksi. Manajer tambang atau kepala teknik
tambang merupakan pimpinan tertinggi di lokasi penambangan, yang
membawahi 5 divisi organisasi yaitu: divisi perencanaan, divisi operasi
tambang, divisi pengolahan, divisi perawatan dan lingkungan serta divisi
administrasi dan keuangan. Setiap divisi akan didukung oleh beberapa staff
untuk kelancaraan pekerjaan. Struktur organisasi alternatif pola kerja pertama
dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Perusahaan


Fungsi tiap bagian Secara garis besar adalah sebagi berikut :
a. Divisi Perencanaan
Divisi Perencanaan membantu tugas-tugas manajer dan bertanggung jawab
terhadap perencanaan tambang baik jangka pendek maupun jangka

20

panjang, laporan produksi harian/ mingguan/ bulanan, penentuan sasaran


produksi dan kualitas produk.
b. Divisi Operasi Tambang
Divisi ini di bagi 2 bagian yaitu bagian ekplorasi yang bertugas melakukan
ekplorasi yang dibantu oleh para staff dan bagian penambangan yang
bertanggung jawab pada pembongkaran, pengangkutan, dan pemuatan
serta kualitas dari bahan galian itu sendiri.
c. Divisi Pengolahan
Tugas dari divisi pengolahan antara lain sebagai pengendali mutu yang
mempunyai fungsi menganalisa bahan galian yang akan diolah.
d. Divisi K3 dan Lingkungan
Divisi ini bertanggung jawab terhadap:
a. Keselamatan dan Kesehatan kerja (K-3)
b. Lingkungan, mencegah dampak negative yang timbul karena operasi
tambang, mengontrol, rekloamasi dan penghijauan daerah tambang.
c. Perawatan kendaran ringan dan alat-alat berat.
d. Sarana penerangan daerah tambang.
e. Bangunan kantor dan pabrik pengolahan
e. Divisi Administrasi dan keuangan
Divisi administrasi dan keuangan membantu manajer dan bertanggung
jawab terhadap kegiatan-kegiatan yangmendukung operasi tambang,
anatara lain:
a. Keuangan dan Pembayaran gaji (payroll)
b. Administrasi dan surat-menyurat
c. Personalia dan umum.
d. Security / satpam
e. Hubungan kepada pemerintah dan masarakat setempat
f. Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja

BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

21

Manajemen

tambang

adalah

sebuah

proses

perencanaan,

pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengontrolan segala sumber daya


yang berkaitan dengan usaha di bidang pertambangan untuk mencapai sasaran
(goals) secara efektif dan efesien.
Unsur-Unsur Manajemen Tambang
1. Manusia (man)
2. Bahan (materials)
3. Mesin (machines)
4. Metode/cara kerja (methods)
5. Modal uang (money)
Tingkatan Manajemen
1. Manajemen tingkat terbawah (first line management)
2. Manajemen tingkat menengah (middle management)
3. Manajemen tingkat atas (top management)
Secara umum proses manajemen dapat dikelompokkan menjadi :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Penetapan Tujuan (Goal Setting)


Perencanaan (Planning)
Staffing
Pengaturan (Directing)
Pengawasan (Supervising)
Pengendalian (Controlling)

Fungsi Manajemen Tambang


1.
2.
3.
4.
5.

Perencanaan
Pengorganisasian
Pengarahan
Pemotivasian
Pengendalian

Tujuan Manajemen Tambang


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Sasaran
Maksud
Misi
Batas Waktu
Standard
Target
Jatah

3.2 Saran
Mengenai makalah Fungsi Manajemen ini, mahasiswa dapat
mempelajarinya lebih detil di mata kuliah yang bersangkutan, karena dalam

22

materi dari fungsi manajemen tambang dan fungsi organisasi dalam suatu
usaha petambangan sendiri tersimpan ilmu-ilmu yang tidak kalah pentingnya
dari mata kuliah lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Nadinhata. 2012. Manajemen Tambang (Online). https://www.scribd.com/doc/


113238058/manajemen-tambang. Diakses pada 9 Februari 2016
Putri, Ayu Octaviani Kuleh. 2013. Fungsi Manajemen Tambang dan Fungsi
Organisasi dalam Suatu Usaha Pertambangan (Online). https://www.
academia.edu/7301797/FUNGSI_MANAJEMEN_TAMBANG_DAN_FU
NGSI_ORGANISASI_DALAM_SUATU_USAHA_PERTAMBANGAN.
Diakses pada 9 Februari 2016
Saragih, Sylvester. 2013. Manajemen dan Perkembangannya (Online). http://
www.slideshare.net/vestersaragih/manajemen-tambang-materi-1. Diakses
pada 9 Februari 2016

23

24