Anda di halaman 1dari 7

SISTEM PEMBUANGAN LANDFILL

A. Pengertian Landfill
Landfill adalah sebuah area yang menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. secara
garis besar, berdasarkan metode dan perlakuan di dalam landfill, Landfill dibagi menjadi tiga,
yaitu Open Dumping, Controlled Landfill, dan Sanitary Landfill. Berikut akan dibahas satu
persatu.
B. Jenis-jenis Landfill
1. Open Dumping
Open Dumping adalah sistem pembuangan paling sederhana dimana sampah dibuang begitu saja
dalam sebuah tempat pembuangan akhir tanpa perlakuan lebih lanjut. Seyogyanya sistem
pembuangan open dumping sudah tidak diberlakukan lagi karena banyak menimbulkan
persoalan mulai dari kontaminasi air tanah oleh air lindi, bau, ceceran sampah hingga asap.
Namun, masih banyak negera berkembang memakai sistem pembuangan open dumping karena
kemudahan dan biaya yang rendah. Karena tidak adanya kontrol terhadapa area pembuangan,
banyak pemulung masuk ke dalam TPA untuk memilah sampah yang masih bisa digunakan atau
dijual kembali. Hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan pemulung karena sampah yang
menggunung dapat longsor.

2. Controlled Landfill
Controlled landfill adalah sistem pembuangan yang lebih berkembang dibanding open dumping.
Pada metode ini, sampah yang datang setiap hari diratakan dan dipadatkan dengan alat barat.
Sampah dipadatkan menjadi sebuah sel. Kemudian, sampah yang sudah dipadatkan tersebut
dilapisi dengan tanah setiap lima atau seminggu sekali. Hal ini dilakukan untuk mengurangi bau,
mengurangi perkembangbiakan lalat, dan mengurangi keluarnya gas metan. Selain itu, dibuat
juga saluran drainase untuk mengendalikan aliran air hujan, saluran pengumpul air lindi
(leachate) dan instalasi pengolahannya, pos pengendalian operasional, dan fasilitas pengendalian
gas metan.

3. Sanitary Landfill
Sanitary landfill adalah metode TPA yang paling maju saat ini dimana sampah diurug dan
dibuang secara sistematis. Setiap hari sel sampah ditutup/dilapisi dengan tanah. Pembuatan
ketinggian dan lebar sel sampah juga diperhitungkan. Pada dasar tempat pembuangan, dibuat
pipa-pipa pengalir air lindi yang kemudian diolah menjadi energi. Di antara sel-sel sampah juga
dipasang pipa-pipa penangkap gas metan yang kemudian diolah menjadi energi. Sanitary
memiliki fasilitas lebih lengkap dan mahal dibanding controlled landfill. Sanitary landfill adalah
jenis TPA yang diakui secara internasional.

About these ads

Definisi Sanitary Landfill


Pemusnahan sampah dengan metode Sanitary Landfill adalah membuang dan menumpuk
sampah ke suatu lokasi yang cekung, memadatkan sampah tersebut kemudian menutupnya
dengan tanah. Metode ini dapat menghilangkan polusi udara.
Definisi lainnya yaitu sistem sanitary landfill merupakan sarana pengurugan sampah ke
lingkungan yang disiapkan dan dioperasikan secara sistematis. Ada proses penyebaran dan
pemadatan sampah pada area pengurugan dan penutupan sampah setiap hari. Penutupan sel
sampah dengan tanah penutup juga dilakukan setiap hari. Metode ini merupakan metode standar
yang dipakai secara internasional. Untuk meminimalkan potensi gangguan timbul, maka
penutupan sampah dilakukan setiap hari. Namun, untuk menerapkannya diperlukan penyediaan
prasarana dan sarana yang cukup mahal. Di Indonesia, metode sanitary landfilled dianjurkan
untuk diterapkan di kota besar dan metropolitan.

Secara umum Sanitary Landfill terdiri atas elemen sebagai berikut :


a. Lining System
Berguna untuk mencegah atau mengurangi kebocoran leachate ke dalam tanah yang akhirnya
bisa mencemari air tanah. Biasanya Lining System terbuat dari compacted clay, geomembran,
atau campuran tanah dengan bentonite.
b. Leachate Collection System
Dibuat di atas Lining system dan berguna untuk mengumpulkan leachate dan memompa ke luar
sebelum leachate menggenang di lining system yang akhirnya akan menyerap ke dalam tanah.
Leachate yang dipompa keluar melalui sumur yang disebut Leachate Extraction System.
c. Cover atau cap system
Berguna untuk mengurangi cairan akibat hujan yang masuk kedalam landfill. Dengan
berkurangnya cairan yang masuk akan mengurangi leachate.
d. Gas ventilation System
Berguna untuk mengendalikan aliran dan konsentrasi di dalam dengan demikian mengurangi
risiko gas mengalir di dalam tanah tanpa terkendali yang akhirnya dapat menimbulkan
peledakan.
e. Monitoring system
Bisa dibuat di dalam atau di luar landfill sebagai peringatan dini kalau terjadi kebocoran atau
bahaya kontaminasi di lingkungan sekitar.
Salah satu masalah terbesar dengan sanitary landfill adalah bahaya lingkungan. Sebagai bahan
dalam lapisan sampah dipadatkan memecah, mereka menghasilkan gas, termasuk metana yang
mudah terbakar. Namun gas metana yang dihasilkan melalui teknik sanitary landfill dapat
dimanfaatkan untuk sumber listrik yang dapat dialirkan kerumah-rumah penduduk.
Tempat pembuangan sampah juga menghasilkan lindi, lindi adalah cairan yang dihasilkan
sebagai akibat dari perkolasi air atau cairan lain melalui sampah, dan kompresi dari limbah.
Lindi dianggap cairan terkontaminasi, karena banyak mengandung bahan terlarut dan
tersuspensi. Lindi merupakan bahan-bahan yang dapat merusak lingkungan alam jika mereka
berakhir di meja air. Namun air sampah atau air lindi mempunyai manfaat yaitu dapat diolah
menjadi pupuk cair. Manajemen yang baik teknik yang dapat membatasi dampak negatif dari
lindi pada tanah dan air permukaan termasuk kontrol produksi lindi dan debit dari TPA, dan
koleksi air lindi dengan perlakuan final dan / atau pembuangan.

Metode yang digunakan dalam Sanitary Landfill:


a. Metode parit

b. Metode area
c. Metode ramp

Keuntungan dan Kerugian Sanitary Landfill


a. Keuntungan
1) Biaya usaha dan investasi usaha rendah.
2) Dapat memasuki operasi dalam waktu singkat.
3) Jika dirancang dan dioperasikan dengan baik dan dapat memperkecil hama, acsthetic,
penyakit, polusi udara, permasalahan polusi air.
4) Gas metan dapat digunakan sebagai bahan bakar.
5) Dapat menerima berbagai macam sampah.
6) Dapat digunakan untuk reklamasi meningkatkan submarginal daratan.
b. Kerugian
1) Dapat merosot menjadi tempat sampah terbuka jika tidak dirancang dan diatur dengan
baik.
2) Memerlukan lokasi yang sangat luas.
3) Sulit menentukan lokasi oleh karena penolakan penduduk dan harga tanah yang naik
4) Menyebabkan polusi air, produksi metana dari dekomposisi limbah, dapat menimbulkan
bahaya kebakaran atau resiko ledakan material.
5) Membawa limbah/sampah ke lokasi yang jauh memerlukan biaya mahal.

Skema Pembuatan Sanitary Landfill

Penjelasan Skema Pembuatan Sanitary Landfill