Anda di halaman 1dari 4

BAB VII

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
Penelitian dengan judul Hubungan Beberapa Faktor Resiko Terhadap
Kejadian Diare Akut Pada Anak Usia 2-10 Tahun Yang Berobat Di Puskesmas
Buduran Pada Bulan April Tahun 2016 menyimpulkan dengan hasil:
1. Pengetahuan ibu yang buruk tentang diare dimiliki oleh 16 ibu (76.2%)
yang memiliki anak dengan diare akut dari 21 ibu dengan pengetahuan
buruk. Dari hasil penelitian ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan
kejadian diare pada anak di puskesmas buduran kabupaten sidoarjo,
dengan Chi-square Test 0.030 < (0,05).
2. Perilaku ibu yang buruk dimiliki oleh 14 ibu (77.8%) yang memiliki anak
dengan diare akut dari 18 ibu dengan perilaku buruk. Dari hasil penelitian
ada hubungan antara perilaku ibu dengan kejadian diare pada anak di
puskesmas buduran kabupaten sidoarjo, dengan Chi-square Test 0.043 <
(0,05).
3. Sanitasi lingkungan yang buruk dimiliki oleh 12 responden (54.5%) yang
memiliki anak dengan diare akut dari 22 ibu dengan sanitasi lingkungan
buruk. Dari hasil penelitian tidak ada hubungan antara sanitasi lingkungan
dengan kejadian diare pada anak di puskesmas buduran kabupaten
sidoarjo, dengan Chi-square Test 1.000 > (0,05).
4. Keluarga yang memiliki status sosial ekonomi kurang dimiliki oleh 15
keluarga (60.0%) yang memiliki anak dengan diare akut dari 25 keluarga
yang memiliki status sosial ekonomi kurang. Dari hasil penelitian tidak
ada hubungan antara status sosial ekonomi keluarga dengan kejadian diare
pada anak di Puskesmas Buduran Kabupaten Sidoarjo,dengan Chi-square
Test 0. 825 > (0,05).

B. Saran
1. Bagi Puskesmas
Memberikan perhatian lebih bagi desa dengan angka kejadian diare
pada anak yang tinggi, misalnya dengan meningkatkan peran aktif kader

48

49

posyandu, maupun petugas kesehatan dari puskesmas dalam memberikan


informasi dan penyuluhan kesehatan tentang diare.
2. Bagi Masyarakat:
a. Meningkatkan pengetahuan dengan cara membaca dari buku, internet dan
sumber lainnya mengenai diare.
b. Mengikuti kegiatan yang diadakan puskesmas khususnya penyuluhan
kesehatan tentang diare.
c. Mengatur pola hidup sehat seperti cuci tangan sebelum makan, menutup
makanan, merebus air yang akan diminum, buang air besar di jamban
3. Bagi peneliti lain
Hasil penelitian ini dapat diteruskan lebih lanjut oleh peneliti lain
tentang beberapa faktor lain yang berhubungan dengan kejadian diare
dengan jumlah responden yang lebih banyak, lokasi yang lebih luas, dan
sample lebih homogen.

50

DAFTAR PUSTAKA
Budiarto, E.,2001. Pengantar Epidemiologi. Edisi Kedua.Penerbit Buku
Kedokteran EGC.Jakarta
Darmawan, et. al. 2008. Gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan
tingginya diare pada balita di kelurahan Krian, Kecamatan Krian,
Kabupaten Sidoarjo (Studi kasus).
Depkes RI. 2000. Buku ajar diare: pegangan bagi mahasiswa. Jakarta:
Ditjen.PPM& PPL, hal. 2-9.
Depkes RI, 2009. Profil Kesehatan Indonesia 2008, Jakarta.
Depkes RI. 2010. Buku Pedoman Pelaksanaan Program P2 Diare. Jakarta: Depkes
RI.
Departemen Kesehatan RI dan BKKBN. 1994. Materi Pelatihan Kampanye Ibu
Sehat untuk Pelatih. Jakarta
Didik, Saruji. 2006. Kesehatan Lingkungan. Media Ilmu. Surabaya.
Dinas Kominfo. 2015. UMK 2016 di Jatim Ditetapkan Diunduh tanggal 27 April
2016 dari www. http://jatimprov.go.id
Eka
Ginanjar.
2008.
Pustaka
Kedokteran
Diare
Akut
.http://abuhamzah.multiply.com/journal/item/7. April 03, 2016
Irianto J. 1994. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diare Pada Anak
Balita. Buletin Penelitian Kesehatan.Vol. 24 No. 2 & 3. 1996: 77-96.
Khalili, Gorbanali, Khalili, M,Mardani, M & Cuevas, L.E. (2006). Risk factors
for hospitalization of children with diarrhea in Shahrrekord, Iran. Iranian
Journal of Clinical Infectious Diseases, 1(3), 131-136
Lennihan dan Fletter. 1989. Health and Environment. Academic Press. San
Fransisco
Mandal, B.K., Wilkins, E.G.L., Dunbar, E.M., Mayon White, R.T. 2008. Lecture
Note Penyakit Infeksi ed. keenam. Jakarta: EMS.
Ngastiyah. 2005. Perawatan Anak Saki ed. kedua. Jakarta: EGC.
Notoatmodjo S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-prinsip Dasar.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. 2007.Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Rineka Cipta.Jakarta
Rahadi E B. 2005. Hubungan Sanitasi Rumah dengan Kejadian Diare di Desa
Peganjaran Kecamatan Bae Kabupaten Kudus Tahun 2005. (KTI) UMS.
Diakses:
04
april
2016
http://etd.library.ums.ac.id/gdl.php?
mod=browse&op=read&id=jtptums-gdl-sl-2007-ekobagusra-9071.
Sinuhaji. (2007). Asidosis metabolik: salah satu penyulit diare akut pada anak
yang seharusnya dapat dicegah. Diunduh tangga 05 april 2016 dari
http://www.repository.usu.ac.id.
Sarudji, Didik. 2006. Kesehatan Lingkungan. Surabaya: Media Ilmu.
Subagyo B dan Santoso NB. 2010. Diareakut dalam Buku Ajar Gastroenterologi
Hepatologi Jilid 1, Edisi 1. Jakarta: Badan penerbit UKK GastroenterologiHepatologi IDAI, hal. 87-110.
Suraatmaja,S. 2007. Kapita selekta gastroenterology anak.Jakarta: SagungSeto,
hal. 1-24.

51

UNICEF.
(2007).
Progress
for
children
.http://www.unicef.org/publications/files/Progress_for_Children_No_6_revi
sed. pdf.
WGO. 2008. World gastroenterology organisation practice guideline: acute
diarrhea
Diunduh
tanggal
03
april
2016
dari
www.worldgastroenterology.org.
Wibowo T, Soenarto S & Pramono D. 2004. Faktor-faktor Resiko Kejadian Diare
Berdarah pada Balitadi Kabupaten Sleman. Berita Kedokteran Masyarakat.
Vol. 20. No.1. Maret 2004: 41-48.
Wilunda, C. & Alessio Panza. 2008. Factor Associated With Diarrhea Among
Children Less Than 5 Years Old In Thailand: A Secondary 167Analisis Of
Thailand Multiple Indicator Cluster Survey 2006. J Health res, 23 (suppl),
17-22.
Retrieved
April
03,
2016,
from
http://www.jhealthres.org/upload/journal/288/23(suppl)_p1722_calistus.pd
Wong,D.L, Hockenberry, M, Wilson, D, Winkelstain, M.L, Schwartz, P. 2009.
Buku ajar keperawatan pediatrik. Volume 2. Jakarta: EGC, hal 124.
World Health Organization. Implementing the new recommendation on the
clinical management of diarrhea: guidelines for policy makers and
programme managers. Geneva: WHO Press 2006.
Wulandari, J. P. (2009). Hubungan antara faktor lingkungan dan faktor
sosiodemografi dengan kejadian diare pada balita di desa Blimbing
kecamatan Sambirejo Sragen tahun 2009. Diunduh tanggal 05 April 2016
dari http://etd.eprints.ums.ac.id.
Zubir, Juffrie M, Wibowo T. 2006. Faktor-faktor Resiko Kejadian Diare Akut
pada Anak 0-35 Bulan (BATITA) di Kabupaten Bantul. Sains Kesehatan.
Vol 19. No 3. Juli 2006. ISSN 1411-6197 : 319-332.