Anda di halaman 1dari 43

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto atau Klinik Pratama merupakan unit

pelayanan kesehatan strata pertama yang bertugas menyelenggarakan upaya kesehatan


perorangan dengan menyediakan pelayanan medik dasar umum maupun khusus di satu
wilayah tertentu. Upaya kesehatan yang diselenggarakan termasuk upaya promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif. Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang
bermutu demi terlaksananya pembangunan berwawasan kesehatan, Klinik Muhammadiyah
Kemlagi, Mojokerto harus dapat meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan dengan efektif
dan efisien. Hal itu tentunya tidak lepas dari berbagai kendala yang muncul dalam
memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat baik dari segi internal maupun eksternal
Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto. Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah
pelayanan kesehatan yang mengutamakan kepuasan pelanggan. Untuk itu Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto harus dapat meningkatkan standard mutu pelayanan
yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Dengan adanya Akreditasi Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan
tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan kesehatan terstandar yang berorientasi pada
kepuasan pelanggan.
Manual mutu adalah suatu dokumen yang digunakan untuk :
a.

Mengkomunikasikan kebijakan dan sasaran mutu kepada seluruh personel Klinik


Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto.

b.

Menggambarkan keterkaitannya dengan prosedur sistem mutu yang terdokumentasi.

c.

Memberikan gambaran bahwa Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto memiliki


kebijakan dalam mengelola organisasi untuk mencapai target mutu yang telah
ditentukan.

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

I A.1

Profil Organisasi

Latar Belakang
Pembangunan kesehatan masyarakat merupakan bagian dari pembangunan kesehatan
nasional yang bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal dan tercapainya
kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk. Untuk mencapai hal tersebut pemerintah
mengupayakan beberapa pihak baik dari pemerintah sendiri maupun swasta untuk mencapai
pelayanan yang optimal bagi masyarakat terutama masyarakat yang jauh dari jangkauan
pelayanan

kesehatan.
Didalam melaksanakan pembangunan kesehatan tersebut keikutsertaan masyarakat

swasta dalam berbagai upaya kesehatan semakin meningkat. Karena pembangunan kesejahteraan
masyarakat merupakan tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun masyarakat.
Keikutsertaan masyarakat dalam upaya peningkatan kesehatan tercermin dengan semakin
meningkatnya usaha-usaha kesehatan yang diselenggarakan oleh pihak swasta baik berupa
Rumah Sakit, Rumah Bersalin, Balai Pengobatan, Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak maupun
Klinik Rawat Inap.
Hal yang demikian tentu sangat membantu dan mengurangi kerja dan dana
pemerintah, sehingga kegiatan kesehatan dapat dialihkan dari kegiatan kuratif kepada kegiatan
preventif dan promotif. Pemantapan manajemen dan perundangan menjadi sangat penting guna
mengimbangi perkembangan pelayanan kesehatan terutama didalam pelayanan yang
diselenggarakan oleh swasta. Oleh karena itu pelayanan kesehatan harus sesuai dengan
kewenangan dan fungsi yang tepat dalam prosedur kerjanya .
KEGIATAN-KEGIATAN
Kegiatan Klinik Rawat Inap Pelayanan Medik Dasar PKU Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto
meliputi :
1.

Pemeriksaan Umum

2.

Bidang Promotif

Penyuluhan kesehatan individu dan kelompok


Penyuluhan kesehatan masyarakat sesuai dengan petunjuk pelaksanaan Puskesmas setempat
3.

Bidang preventif

Melaksanakan imunisasi dasar dan ulang bekerja sama dengan Puskesmas


Membantu puskesmas mengatasi keadaan wabah atau kejadian luar biasa
4.

Bidang kuratif

Pengobatan umum
2

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


Memberikan pertolongan pertama pada kecelakan dan gawat darurat, pelayanan medik dasar serta
rawat inap sementara.
Menyelenggarakan rujukan
5.

Bidang Persalinan
Membantu pelaksanaan persalainan normal, sedangkan prognosa persalinan dengan penyulit
dilakukan rujukan.
SEJARAH SINGKAT
PKU Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto merupakan satu dari banyak lembaga
swasta bidang kesehatan yang yang merupakan ORTOM dalam organisasi sosial keagamaan
yang beada di bawah Muhammadiyah cabang Kemlagi, Mojokerto ( Pimpinan Cabang
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto ), PKU Muhammadiyah sendiri dibangun dan didirikan
bertujuan untuk mengembangkan Amal usaha Muhammadiyah, Sosial dan Dawah. Berangkat
dari tujuan mulia tersebut maka pada tanggal 16 Juni 2006 berdiri dan diresmikan oleh Bupati
Cilacap beserta Bapak H. Amin Rais. Pada awal beoperasi tepatnya tanggal 25 Mei 2006 PKU
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto baru memiliki ijin operasional berupa Balai Pengobatan
dan

Rumah

Bersalin

dengan

nomor

Registrasi

untuk

Balai

Pengobatan

101/DINKES/BP/V/2006 dan Nomor Registrasi Rumah Bersalin : 003/DINKES/RB/V/2006.


Dengan semakin berkembangnya PKU Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto baik dari
segi jumlah pengunjung pasien dan pelayanan medis maka pada tanggal 1 Desember 2008 PKU
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto telah memiliki Surat Ijin Klinik Rawat Inap Pelayanan
Medik Dasar dengan Nomor Registrasi : 08/DINKES/KRIYMD/VI/2008. Dengan di
keluarkannya Ijin tersebut maka PKU Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto sudah bisa
melakukan perawatan terhadap pasien rawat inap.
Lokasi
Untuk dapat terjangkau oleh masyrarakat umum lokasi yang strategis sangat
diperlulan, adapun lokasi atau alamat dari PKU Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto adalah di
Jl. Raya Mujur Kemlagi, Mojokerto Tromol Pos 02 Kemlagi, Mojokerto dengan Nomor Pelepon
0282-494993 dan Email: Pku.Kemlagi, Mojokerto@Yahoo.co.
I A. 2 Kebijakan Mutu, Visi Misi
Kebijakan Mutu
Klinik Muhammadiyah Kemlagi bertekat memberikan Pelayanan prima, Islami dan
Profesional
Visi
Menjadi sarana kesehatan terkemuka dengan pelayanan prima, islami, dan professional.
Misi
3

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


1. Memberikan pelayanan kesehatan paripurna yang professional dan bermutu dengan
tetap peduli terhadap kaum dhuafa dan anak yatim
2. Sebagai mitra pengembangan keilmuan dan tenaga kesehatan yang bermutu
3.

Memberdayakan Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai mitra untuk kemajuan


bersama.

Tujuan
Tujuan Umum:
Terwujudnya pelayanan yang komprehensif, paripurna dan terpadu terhadap kesehatan
masyarakat mulai dari kegiatan preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitative yang
didukung dengan fasilitas yang memadai.
Tujuan Khusus:
a.

Terwujudnya pelayanan yang professional dan nyaman, sesuai standard dan


memenuhi harapan akan pelayanan yang diinginkan oleh pelanggan,

b. Mampu memberikan pelayanan yang tepat waktu, tepat sasaran, tepat pilihan dan
tepat biaya,
c.

Membantu program pemerintah dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi
yang sampai saat ini masih sangat tinggi

KLINIK MUHAMMADIYAH KEMLAGI MOJOKERTO


Budaya Kerja Klinik Muhammadiyah Kemlagi
1. Kerjasama

- Setiap kegiatan/ pekerjaan dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan


bersama
2. Disiplin
- Patuh dan taat pada peraturan/ tata tertib yang berlaku
3. Komitmen

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


- Tekad bersama untuk mencapai tujuan/sasaran bersama.
4. Profesional
- Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan sesuai kompetensi
5. Ramah
- Lembut dalam bertutur kata dan bersikap baik pada pelanggan.
6. Ikhlas
- Selalu melayani dengan sepenuh hati
Struktur Organisasi Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto

Struktur Organisasi
Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto

a. 3

Mapping Map Bisnis Process / Proses Pelayanan


Alur Pelayanan Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

Keterangan:
: Alur langsung
: Alur rujukan internal

B. Ruang Lingkup
Pedoman mutu ini disusun berdasarkan standar akreditasi pukesmas dan
persyaratan ISO 9001:2008, yang meliputi: persyaratan umum, sistem manajemen mutu,
tanggung jawab manajemen, manajemen sumber daya, proses pelayanan yang terdiri dari

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


penyelenggaraan Upaya Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto, yang meliputi:
upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat.
Dalam penyelenggaraan upaya Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto dan
pelayanan klinis memperhatikan keselamatan pasien/pelanggan

Ruang Lingkup penerapan Sistim Manajemen Mutu


Kemlagi, Mojokerto
1.

di Klinik Muhammadiyah

mencakup:

Jenis Layanan Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto meliputi:


Pelayanan Poli Umum,
Pelayanan Poli Gigi,
Pelayanan Poli KIA/KB,
Pelayanan Poli MTBS dan DDTK
Konsultasi Gizi
Klinik Sanitasi
Pelayanan Obat,
Laboratorium
Pelayanan Spesialis Mata
Konsultasi Psikologi
Poli Lansia

2.

Jenis layanan UKM Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto meliputi:


Kesehatan Ibu dan anak/KB
Promosi Kesehatan,
Kesehatan Lingkungan
Gizi
P2
ARU (Anak, Remaja dan Usia Lanjut)
Kesehatan Gigi Masyarakat
7

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

C TUJUAN
Pedoman mutu ini disusun sebagai acuan bagi Klinik Muhammadiyah Kemlagi,
Mojokerto dalam membangun sistem manajemen mutu baik untuk penyelenggaraan
upaya kesehatan perorangan.
D

LANDASAN HUKUM DAN ACUAN


Landasan hukum yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah:
1.

Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran


Negara Tahun 2004 Nomor 116 tambahan lembaran Negara Nomor 4431);

2.

Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik ( lembaran Negara


tahun 2009 Nomor 112);

3.

Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara tahun


2009 Nomor 140 tambahan Lembaran Negara Nomor 5063);

4.

Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;

5.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 tahun 2012 tentang Sistem


Kesehatan Nasional, Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2012 nomor 193;

6.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan


Kesehatan Nasional.

7.

Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 35 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan
Standart Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan;

8.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan


pada Jaminan Kesehatan Nasional;

9.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan


Masyarakat;

10. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 59 tahun 2015 tentang Komisi Akreditasi
Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto;
11. Peraturan Daerah Nomor 59 tahun 2003 tentang Perizinan di Bidang Kesehatan
( Lembaran Daerah tahun 2003 nomor 4/E );
12. Peraturan Daerah

Nomor 8 tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah

(Lembaran Daerah tahun 2008 Nomor 8 Tambahan Lembaran Daerah ) sebagaimana


telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2009 (Lembaran Daerah
Tahun 2009 Nomor 12 Tambahan Lembaran Daerah Nomor 12);
13. Peraturan Wali Nomor 42 Tahun 2011 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Dinas
Kesehatan (Berita Daerah Tahun 2011 Nomor 67) sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Wali Nomor 26 tahun 2012 (Berita daerah tahun 2012 Nomor 27);

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


14. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 800/ 11884/ 436.6.3/ 2015 tentang
Akreditasi Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto tahun 2015
15. Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 800/ 11884/ 436.6.3/ 2015 tentang
Akreditasi Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto tahun 2015.
Acuan yang digunakan dalam menyusun pedoman mutu ini adalah: standar akreditasi
Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto dan persyaratan ISO 9001:2008
E

ISTILAH DAN DEFINISI


1. Kebijakan : Peraturan/Surat Keputusan yang ditetapkan oleh Kepala Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto yang merupakan garis besar yang bersifat
mengikat dan wajib dilaksanakan oleh penanggung jawab maupun pelaksana.
2. Perencanaan Tingkat Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto

: Suatu

proses kegiatan secara urut yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan
dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan memanfaatkan sumber
daya yang tersedia secara berhasil guna dan berdaya guna.
3. Pedoman : Kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah langkah-langkah yang
harus dilakukan. Merupakan dasar untuk menentukan dan melaksanakan kegiatan.
4. Standar Operasional Prosedur : Serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan
mengenai berbagai proses penyelenggaraan aktivitas organisasi, bagaimana dan kapan
harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan.
5. Referensi

Berisi dokumen eksternal sebagai acuan penyusunan dokumen

akreditasi, bisa berbentuk buku, peraturan perundang-undangan, ataupun bentuk lain


sebagai bahan pustaka.
6. Kerangka Acuan Kegiatan

: Suatu dokumen yang menginformasikan gambaran

pendahuluan, latar belakang, tujuan umum dan tujuan khusus , kegiatan pokok dan
rincian kegiatan, cara melaksanakan kegiatan, sasaran, jadwal pelaksanaan kegiatan,
evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan serta pencatatan, pelaporan dan evaluasi
kegiatan.

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


7. Rekam Implementasi : Dokumen yang menjadi bukti obyektif dari kegiatan yang
dilakukan atau hasil yang dicapai di dalam kegiatan Klinik Muhammadiyah Kemlagi,
Mojokerto dalam melaksanakan regulasi internal atau kegiatan yang direncanakan.
BAB II
SISTEM MANAJEMEN MUTU DAN SISTEM PENYELENGGARAAN PELAYANAN

A.

PERSYARATAN UMUM
Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto

menetapkan, mendokumentasikan,

memelihara system manajemen mutu sesuai dengan Standar Akreditasi Klinik


Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto dan Standar ISO 9001:2008. Sistem ini disusun
untuk memastikan telah diterapkannya persyaratan pengendalian terhadap proses-proses
penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat baik penyelenggaraan upaya Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto maupun pelayananan klinis, yang meliputi
kejelasan proses pelayanan dan interaksi proses dalam penyelenggaraan pelayananan,
kejelasan penanggung jawab, penyediaan sumber daya, penyelenggaraan pelayanan itu
sendiri mulai dari perencanaan yang berdasar kebutuhan masyarakat/pelanggan,
verifikasi terhadap rencana yang disusun, pelaksanaan pelayanan, dan verifikasi terhadap
proses pelayanan dan hasil-hasil yang dicapai, monitoring dan evaluasi serta upaya
penyempurnaan yang berkesinambungan. Manajemen memantau / mengukur /
menganalisa setiap proses / kegiatan dan melakukan tindakan perbaikan. Kegiatan sistem
manajemen mutu menerapkan prinsip manajemen: PDCA Plan Do Check Action
dan pengendalian proses dilakukan sejak awal. Manajemen mutu PDCA merupakan
sistem manajemen mutu yang berupa siklus dinamis dalam standar ISO 9001. PDCA
adalah proses yang berkesinambungan yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan
pelanggan dan memungkinkan perbaikan yang berkelanjutan.

B.

Pengendalian dokumen:
Secara umum dokumen-dokumen dalam sistem manajemen mutu disusun meliputi:
1.

Kebijakan/SK
10

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


2.

Pedoman/Manual Mutu

3.

Standard Operasional Prosedur/SOP

4.

Rekaman-rekaman

5.

Dokumen pendukung/dokumen eksternal

Dokumen sistem manajemen mutu dipastikan terkendali.


a)

Dokumen sistem manajemen mutu adalah dokumen-dokumen yang memuat


informasi yang digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan sistem manajemen
mutu.

b)

Pengendalian dokumen dimaksudkan agar dokumen sistem manajemen


mutu yang dipergunakan adalah dokumen yang tepat dan benar.

c)

Cara pengendalian dokumen diatur dalam prosedur dan dipahami oleh


semua pihak terkait.

d)

Prosedur pengendalian dokumen mengatur hal hal sebagai berikut :


1.

Penetapan jenis dokumen

2.

Pembuatan dokumen

3.

Pemeriksaan dokumen

4.

Pengesahan dokumen

5.

Penerbitan dokumen

6.

Pendistribusian dan Penerimaan dokumen

7.

Revisi dan Penerbitan ulang dokumen

8.

Penarikan dan Pemusnahan Dokumen yang sudah tidak berlaku.

9.

Peninjauan Ulang Dokumen

e)

Kebijakan, Manual mutu dan dokumen asli dikendalikan di sekretariat


akreditasi sedangkan fotocopy dari kebijakan, manual mutu, pedoman, SOP dan
dokumen pendukung lainnya dikendalikan oleh masing masing unit/ poli.

C.

Pengendalian rekaman
Semua rekaman / arsip dikelola dengan baik .
a.

Arsip adalah dokumen berisi informasi historis yang timbul dari kegiatan
yang telah dilaksanakan.

b.

Tujuan pengendalian arsip adalah untuk memastikan semua data kegiatan


dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk perbaikan.

c.

Arsip dipastikan aman, teridentifikasi dengan jelas, dan ditata dengan rapi
sehingga mudah dan cepat ditemukan bila diperlukan.

d.

Arsip yang ada di unit/ poli dikendalikan oleh sekretariat akreditasi


11

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

BAB III
TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

A.

KOMITMEN MANAJEMEN
Kepala Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto, penanggung jawab
manajemen mutu, penanggung jawab upaya kesehatan baik perorangan maupun
masyarakat,

dan seluruh karyawan Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto

bertanggung jawab untuk menerapkan seluruh persyaratan yang ada pada manual mutu
ini
Manajemen bertekad untuk menjalankan sistem manajemen mutu secara konsisten
dan konsekuen untuk mendukung pencapaian sasaran-sasaran yang diinginkan. Kepala
Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto mewajibkan semua koordinator unit untuk :

Memahami sistem manajemen mutu dan menjalankannya secara konsisten.

Mengkomunikasikan kepada karyawan (pelaksana) tentang pentingnya mutu dan


kepuasan pasien.

B.

Mensosialisasikan kebijakan mutu dan sasaran sasaran yang ingin dicapai

Melakukan evaluasi untuk melihat efektifitas sistem manajemen mutu.

Memastikan tersedianya sumberdaya untuk mendukung pelaksanaan sistem

Memastikan perbaikan terus menerus dilakukan pada semua aspek kegiatan

FOKUS PADA PELANGGAN


Pelayanan yang disediakan oleh Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto
dilakukan dengan berfokus pada pelanggan. Pelanggan dilibatkan mulai dari identifikasi
kebutuhan dan harapan pelanggan, perencanaan penyelenggaraan upaya Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto dan pelayanan klinis, pelaksanaan pelayanan,
monitoring dan evaluasi serta tindak lanjut pelayanan.
12

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


C.

KEBIJAKAN MUTU
Kebijakan mutu adalah pernyataan resmi Klinik Muhammadiyah Kemlagi,
Mojokerto yang sejalan dengan visi misi atau tujuan Klinik Muhammadiyah Kemlagi,
Mojokerto yang memuat komitmen mutu dan kepedulian terhadap kepuasan pelanggan.
a.

Isi kebijakan Mutu sejalan dengan Visi, Misi atau Tujuan Klinik Muhammadiyah
Kemlagi, Mojokerto .

b.

Kebijakan mutu menjadi acuan untuk menetapkan sasaran mutu, mengevaluasi


pencapaian sasaran serta acuan perbaikan

c.

Kebijakan mutu disosialisasikan dan dipastikan dipahami oleh seluruh personil


Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto.

D.

Perencanaan Sistem Manajemen Mutu dan Pencapaian Sasaran Kinerja/Mutu


Sasaran mutu ditetapkan berdasarkan standar kinerja/standar pelayanan minimal yang
meliputi indikator-indikator pelayanan klinis/upaya kesehatan perorangan, indikator
penyelenggaraan

upaya

kesehatan

masyarakat.

Perencanaan

disusun

dengan

memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan, hak dan kewajiban pelanggan, serta
upaya untuk mencapai sasaran kinerja yang ditetapkan
a.

Koordinator unit/penanggung jawab program menetapkan sasaran


mutu unit. Sasaran mutu tersebut harus bersifat Spesific (Spesifik), Measurable
(terukur), Achievable (dapat tercapai), Reliable (realistis / wajar) dan Time Frame
(berjangka waktu).

b.

Koordinator unit bertanggung jawab untuk memastikan unit yang


dipimpinnya membuat perencanaan pencapaian sasaran mutu, untuk memastikan
tercapainya target sasaran mutu masing - masing unit.

Sasaran mutu setiap unit dipastikan terdokumentasi


E. Tanggung jawab, wewenang dan komunikasi
Tugas, tanggung jawab & wewenang pimpinan/karyawan diatur dengan jelas dan
terdokumentasi khususnya karyawan yang melaksanakan pekerjaan yang terkait
dengan mutu dan kepuasan pelanggan

13

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


1)

Setiap karyawan/ koordinator dipastikan memahami tugas,


tanggung jawab dan wewenangnya.

2)

Uraian tugas, tanggung jawab & wewenang dibuat Kepala


Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto dibantu oleh bagian kepegawaian

3)

Dokumen uraian tugas dipegang oleh karyawan yang


bersangkutan dan salinan disimpan oleh unit kepegawaian

4)

Dokumen

uraian

tugas

harus

dikendalikan,

isinya

diperbarui bila terjadi perubahan pekerjaan.


a.

Kepala Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto


Wewenang
- Menetapkan visi misi Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto yang telah
disusun bersama
- Menetapkan kebijakan dan prosedur pelaksanaan program kesehatan di Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto

berdasarkan peraturan

petunjuk Dinas

Kesehatan
- Menetapkan aturan dan kebijakan intern Klinik Muhammadiyah Kemlagi,
Mojokerto yang tidak bertentangan dengan aturan diatasnya untuk mendukung
pelaksanaan fungsi Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto.
Tanggung Jawab
- Bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pelayanan kesehatan di Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto sesuai protap dan profesionalisme
- Bertanggung jawab dalam pengembangan organisasi Klinik Muhammadiyah
Kemlagi, Mojokerto
- Bertanggung jawab pada kegiatan manajerial : perencanaan; pelaksanaan
pengawasan, pengendalian, pembinaan dan penilaian program kerja

Klinik

Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto.


Tugas
- Membuat keputusan operasional untuk implementasi sistem manajemen mutu
- Bersama seluruh Tim Mutu dan karyawan Klinik Muhammadiyah Kemlagi,
Mojokerto mengimplementasikan sistem manajemen mutu
- Membuat perencanaan terpadu kegiatan maupun
program kerja Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto serta menyusun rencana evaluasi
- Melakukan pembagian tugas pada staf-nya disesuaikan dengan jenis dan jumlah
tenaga yang diperlukan ( menetapkan pelaksana program berdasarkan
kompetensinya dan tugas tambahannya )
14

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


- Menjalankan semua kegiatan manajerial Klinik Muhammadiyah Kemlagi,
Mojokerto dan kerjasama dengan lintas sektor terkait.
Tugas Tambahan
- Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas kesehatan
b.

Ketua Tim Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto/ wakil

manajemen mutu,
Wewenang
- Memiliki wewenang penuh untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
sebagai wakil manajemen
Tanggung Jawab
- Bertanggung jawab untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas implementasi
sistem manajemen mutu
Tugas
-

Menjamin sistem dilaksanakan secara efektif pada semua fungsi.

Menjamin sistem manajemen mutu diperbaiki terus menerus.

Melaporkan hasil/ kinerja sistem manajemen mutu kepada Top Manjer

Mengupayakan peningkatkan kesadaran/ pemahaman karyawan dalam


sistem manajemen mutu

Mengkoordinasikan kegiatan internal audit

Tugas Tambahan
- Melaksanakan semua tugas tambahan yang diberikan oleh pimpinan

c.

Sub bagian Tata Usaha

Menyusun perencanaan dan kegiatan UPTD

Melaksanakan urusan keuangan, rumah tangga, perlengkapan dan peralatan serta


kebersihan kantor

Melaksanakan administrasi kepegawaian

Melaksanakan pembinaan kelembagaan dan ketatalaksanaan

Melaksanakan pemungutan dan penyetoran retribusi ke rekening umum kas daerah


Melaksanakan koordinasi penyusunan laporan
15

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


Melaksanakan tugas tugas lain yang diberikan oleh kepala UPTD sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
d.

Sub Unit Pelayanan Kesehatan Perorangan


Melaksanakan pelayanan kesehatan dasar
Melaksanakan penyuluhan kesehatan masyarakat
Melaksanakan kegiatan perawatan, rawat jalan
Melaksanakan kegiatan laboratorium sederhana
Melaksanakan pengelolaan obat-obatan
Melaksanakan tugas tugas lain yang diberikan oleh kepala UPTD sesuai dengan
tugas dan fungsinya

e. Uraian Tugas Sekretaris Akreditasi


Wewenang
- Memiliki wewenang untuk melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab
kesekretariatan Akreditasi

Tanggung Jawab
- Bertanggung jawab untuk menyiapkan seluruh dokumen internal dan eksternal
akreditasi Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto
Tugas
- Menyiapkan semua dokumen internal dan dokumen eksternal
- Mengajukan semua dokumen yang sudah siap untuk diperiksa oleh Wakil
Manajemen dan disahkan oleh Kepala Klinik Muhammadiyah Kemlagi,
Mojokerto
- Menyusun dan mencatat semua dokumen yang ada di sekretariat secara rapi
- Memastikan seluruh dokumen untuk poli /unit terkait terdistribusi secara teratur
dan tercatat
16

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


Tugas Tambahan
- Melaksanakan semua tugas tambahan yang diberikan oleh Kepala Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto dan ketua tim akreditasi/wakil manajemen
g.
Uraian Tugas Auditor Internal
Wewenang
- Memiliki wewenang dalam proses pengukuran dan penilaian secara sistematik,
objektif dan terdokumentasi untuk memastikan bahwa kegiatan manajemen mutu
telah sesuai dengan pengaturan
Tanggung Jawab
- Bertanggung jawab kepada kepala Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto
atas hasil audit internalnya untuk

menyelesaikan permasalahan organisasi,

terutama ditinjau dari perspektif mutu dan kepuasan pelanggan dalam rangka
meningkatkan kinerja organisasi secara umum
Tugas
- Merencanakan pelaksanaan audit internal Klinik Muhammadiyah Kemlagi,
Mojokerto,
Mojokerto, meliputi : pembagian auditee dan auditor, jadwal pelaksanaan,
pembuatan surat kepada wakil manajemen,
manajemen, menyiapkan semua sarana untuk
-

melakukan audit internal.


Melakukan tugas audit internal terhadap seluruh poli/ unit yang ada di Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto meliputi:

mengamati proses, meminta

penjelasan, meminta peragaan, menelaah dokumen, memeriksa dengan daftar


periksa,

mencari bukti-bukti,

memeriksa silang , mewawancarai auditee,

melakukan survei, mencari informasi dari sumb


sumber luar, menganalisis data dan
-

informasi , dan menyimpulkan hasil temuan.


Melaporkan semua hasil temuan audit kepada ketua tim akreditasi/wakil
manajemen

Merencanakan audit internal yang akan dilakukan periode selanjutnya.

Tugas Tambahan
- Melaksanakan perintah lain yang diberikan oleh kepala Klinik Muhammadiyah
Kemlagi, Mojokerto
h.

Uraian Tugas Tim Survey Kepuasan Pelanggan


Wewenang

- Memiliki wewenang untuk melaksanakan semua tugas dan tanggung jawab


sebagai surveyor di Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto .
17

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


Tanggung Jawab
- Bertanggung jawab penuh terhadap kepala Klinik Muhammadiyah Kemlagi,
Mojokerto atas pelaksanaan dan hasil survey yang telah dilakukannya
Tugas
- Merencanakan pelaksanaan survey Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto
- Melaksanakan seluruh kegiatan survey Klinik Muhammadiyah Kemlagi,
Mojokerto
- Mengolah, menganalisa, dan melaporkan hasil survey kepada ketua tim akreditasi.
- Merencanakan pelaksanaan survey selanjutnya

i.

Uraian Tugas Koordinator Unit :

Wewenang :
-

Menetapkan sasaran mutu setiap unit yang harus sesuai dengan kebijakan mutu dan
dipastikan terdokumentasi.

Merencanakan Sistem Manajemen Mutu untuk unit kerjanya.

Tanggung Jawab :
-

Mengkomunikasikan kepada seluruh staf unit mengenai target-target/ persyaratan


pasien dan memastikan semua terpenuhi.

Memastikan unit yang dipimpinnya membuat perencanaan pencapaian sasaran mutu,


untuk memastikan tercapainya target sasaran mutu masing-masing unit.

Melakukan evaluasi untuk melihat efektifitas Sistem Manajemen Mutu.

Menindaklanjuti temuan Audit pada unitnya.

Tugas :
-

Bersama pelaksana di unit membuat Standar Operasional Prosedur dan dipastikan


terdokumentasi.

Meningkatkan kesadaran karyawan unit mengenai pentingnya peranan setiap


karyawan dalam pekerjaan mereka untuk mencapai sasaran mutu dan kepuasan
pasien.

Mengupayakan dan menjaga agar lingkungan kerjanya terkendali yaitu agar


lingkungan kerja dalam keadaan rapi, bersih, aman dan nyaman.
18

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


-

Melakukan koordinasi dengan bagian lain yang terkait termasuk Kepala Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto untuk pembahasan semua persyaratan pasien.

j. Karyawan / Karyawati Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto :


Tanggung Jawab :
-

Memahami tentang pentingnya mutu dan kepuasan pasien.

- Mengetahui target-target/ persyaratan pasien


Tugas :
- Bersama koordinator unit membuat standar operasional prosedur dan terdokumentasi.
- Menambah pengetahuan dan ketrampilan guna peningkatan mutu pelayanan.
- Bekerja secara profesional untuk mencapai kepuasan pelanggan.

F.

Wakil manajemen mutu/Penanggung jawab manajemen mutu


Kepala Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto menunjuk seorang wakil manajemen
mutu yang bertanggung jawab untuk mengkoordinir seluruh kegiatan mutu di Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto:

Memastikan sistem manajemen mutu ditetapkan, diimplementasikan, dan dipelihara


Melaporkan hasil/ kinerja sistem manajemen mutu kepada Kepala Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto

G.

Memastikan kesadaran seluruh karyawan terhadap kebutuhan dan harapan pelanggan

Komunikasi internal
Komunikasi internal antar pimpinan/karyawan merupakan kegiatan yang sangat penting
untuk menunjang mekanisme kerja, karenanya sistem komunikasi dipastikan diatur
dengan baik dan menekankan hal-hal sbb:
1. Kepala Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto mengupayakan agar komunikasi
dengan bawahannya dipastikan berjalan lancar.
2. Komunikasi diarahkan untuk peningkatan pemahaman bawahannya mengenai sistem
manajemen mutu.

19

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


3. Komunikasi diarahkan agar karyawan memahami target-target pekerjaan yang ingin
dicapai .
4. Komunikasi diarahkan untuk memastikan

persyaratan yang telah ditetapkan

dipenuhi.
5. Komunikasi internal diatur secara sistematis dan terdokumentasi.
6. Komunikasi internal untuk menjelaskan sistem manajemen mutu kepada karyawan
7. Komunikasi internal membangun kesadaran mutu demi kepuasan pelanggan
8. Penyelenggaraan rapat terkoordinasi dan diatur dengan baik.
9. Kepala

Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto mengadakan komunikasi

internal dengan seluruh karyawan minimal 1 kali dalam sebulan.

Komunikasi internal dilakukan dengan cara workshop (minilokakarya), pertemuan,


diskusi, email, sms/WA, memo dan media lain untuk melakukan komunikasi

BAB IV
TINJAUAN MANAJEMEN

A.

Umum
Evaluasi merupakan kegiatan manajemen yang sangat penting dalam rangka
pengendalian suatu proses dan kinerja termasuk evaluasi dalam implementasi
Sistem Manajemen Mutu.

B.

Masukan dari Tinjauan


Kepala Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto menetapkan rapat tinjauan
manajemen ( RTM ) 6 bulan sekali atau dalam kondisi tertentu yang
memerlukan perubahan segera.
20

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


Tinjauan Manajemen dipastikan terdokumentasi/ dinotulenkan
1)

Agenda tinjauan manajemen ditentukan jauh hari


sebelum evaluasi dilaksanakan.

2)

Agenda tinjauan manajemen

mencakup antara lain

hal-hal sbb:
a) Hasil audit internal
b) Umpan balik/ keluhan pelanggan
c) Kinerja proses/ hasil pelayanan
d) Hasil tindakan koreksi/ pencegahan
e) Tindak lanjut dari hasil tinjauan sebelumnya
f)

C.

Rencana perubahan/ perbaikan Sistem manajemen Mutu

Keluaran dari Tinjauan


1)

Hasil tinjauan manajemen dibagikan kepada pihak-pihak


yang

2)

berkepentingan
Hasil

keputusan/kesimpulan

tinjauan

manajemen

memuat

keputusan-

mengenai tindakan-tindakan yang perlu diambil,

perbaikan produk yang terkait dengan persyaratan pelanggan.


BAB V
MANAJEMEN SUMBER DAYA

1. Penyediaan Sumber daya


a) Sumberdaya untuk menjalankan Sistem manajemen Mutu serta untuk mencapai
sasaran yang telah ditetapkan dipastikan terpenuhi.
b) Sumberdaya yang diperlukan diidentifikasi oleh Kepala Tata Usaha dan
disampaikan kepada Kepala Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto untuk
diusulkan ke dinas kesehatan melalui mekanisme yang telah diatur

2. Manajemen Sumber Daya Manusia


21

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


2.1

Umum
Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto menjamin karyawan yang bekerja
di pelayanan Rawat Jalan memiliki kompetensi berdasarkan pendidikan,
pelatihan, keahlian dan pengalaman yang sesuai

2.2

Kompetensi, Kepedulian, dan Pelatihan


Kompetensi yang diperlukan oleh setiap karyawan agar dapat melaksanakan
tugas dan tanggung jawabnya secara tepat dan benar sesuai dengan sasaran dan
persyaratan yang telah direncanakan harus dipastikan dipenuhi.
Koordinator unit tata usaha bertanggung jawab untuk :
1)

Menentukan

pelatihan yang

diperlukan

oleh setiap

bawahannya
2)

Memastikan

pelatihan

dilaksanakan.

Pelatihan

dapat

dilakukan dalam bentuk, atau kegiatan apapun yang bertujuan memberikan


kompetensi kepada karyawan.
3)

Mengambil tindakan lainnya selain pelatihan yang sesuai


dengan permasalahan

4)

Mengevaluasi efektif/ tidaknya tindakan yang telah diambil

5)

Meningkatkan kesadaran karyawan mengenai pentingnya


peranan setiap karyawan dalam pekerjaan mereka untuk mencapai sasaran
mutu demi kepuasan pelanggan

6)

Mengelola arsip karyawan

yang

memuat

informasi

mengenai pelatihan, keterampilan dan pengalaman kerja karyawan.

3. Infrastruktur / Sarana Prasarana


a.

Infrastruktur / sarana prasarana untuk mendukung pekerjaan


dan mencapai sasaran dan persyaratan produk/ proses dipastikan terpenuhi.

b.

Melakukan pemeliharaan secara teratur terhadap alat alat


medis maupun fasilitas pendukungnya agar senantiasa dalam kondisi baik dan
siap dioperasikan.
22

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


c.

Sarana prasarana baru

yang diperlukan secepatnya

diidentifikasi dan ditindak lanjuti sesuai prosedur yang berlaku.


d.

Koordinator Unit bertanggung jawab untuk memastikan


kecukupan dan kelengkapan sarana kerja dan kelaikan kondisi sarana kerja pada
bagian yang dipimpinnya.

4. Lingkungan Kerja
a.

Lingkungan tempat kerja dikendalikan

b.

Pengendalian

lingkungan

kerja

dimaksudkan

agar

lingkungan kerja senantiasa dalam keadaan rapi, bersih, aman dan nyaman.
c.

Pimpinan dan karyawan berkewajiban mengupayakan dan


menjamin agar lingkungan kerjanya terkendali.

d.

Pengendalian lingkungan kerja dimaksudkan

untuk

mendukung komitmen mutu dan kepuasan pelanggan dan untuk mencapai


kesesuaian terhadap persyaratan proses pelayanan yang telah ditetapkan.

BAB VI
PENYELENGGARAAN PELAYANAN
A.

UPAYA KESEHATAN KLINIK MUHAMMADIYAH KEMLAGI, MOJOKERTO


1. Perencanaan Upaya Kesehatan Perorangan, akses dan Pengukuran Kinerja
Perencanaan kegiatan dilakukan dengan pembuatan POA (Plan Of Action) masing

masing penanggung jawab program UKP


POA disusun dengan mempertimbangkan harapan dan kebutuhan masyarakat,
masalah kesehatan yang ada di wilayah Klinik Muhammadiyah Kemlagi,
Mojokerto , kebijakan / kegiatan dari pusat yang harus dilaksanakan serta sesuai
dengan target kegiatan Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto yang belum

tercapai
Harapan dan kebutuhan masyarakat diperoleh melalui Survey Masyarakat Desa,

Survey kebutuhan masyarakat, penggalian informasi pada saat lintas sektor


Akses pelayanan langsung berhubungan dengan masyarakat
Hasil kegiatan dianalisa secara langsung setelah kegiatan berjalan dan ditentukan
rencana tindak lanjut yang akan dilakukan
23

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


2. Proses yang berhubungan dengan sasaran
a. Penetapan persyaratan sasaran
Penanggung jawab program harus memahami secara jelas semua

persyaratan sasaran yang menjadi target pelaksanaan program kegiatan


Penanggung jawab program melakukan koordinasi dengan lintas program

dan lintas sektor terkait untuk pembahasan semua persyaratan sasaran


Hasil pembahasan semua persyaratan sasaran dikomunikasikan kepada
masyarakat melalui Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), pertemuan

kader, pertemuan lintas sektor, penyuluhan masyarakat


b. Tinjauan terhadap persyaratan sasaran
Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto melakukan peninjauan
terhadap sasaran program mengacu pada kebijakan dan pedoman yang
diberlakukan oleh pemerintah
c. Komunikasi dengan sasaran
Klinik

Muhammadiyah

Kemlagi,

Mojokerto

melakukan

komunikasi dengan sasaran program. Setiap kali melakukan komunikasi


harus selalu dicatat .
Komunikasi dengan sasaran diarahkan untuk memahami
kebutuhan/persyaratan sasaran antara lain untuk :

Mendapatkan konfirmasi/ persyaratan penyelenggaraan upaya


kesehatan masyarakat yang diinginkan masing masing kelompok
sasaran

Menjawab pertanyaan-pertanyaan sasaran program,

Mengklarifikasi ketidak jelasan mengenai persyaratan sasaran

Membahas masukan/ usul/ saran/ keluhan sasaran

3. Pembelian
Untuk upaya kesehatan masyarakat pembelian yang dilaksanakan Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto

dikecualikam karena hanya berkisar pada

pembelian bahan promkes dalam skala kecil yang didanai menggunakan dana
kapitasi dari BPJS.
4. Penyelenggaraan UKM
24

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


a. Pengendalian proses penyelenggaraan upaya

Proses

penyelenggaraan

upaya

kesehatan

masyarakat

dipastikan dijalankan secara terkendali.

Kegiatan UKM dilakukan sesuai dengan POA masing masing


program

Pengendalian penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat


dilaksanakan berdasarkan SOP dan dimonitor oleh koordinator program dan
koordinator UKM

Tiap penanggung jawab pogram membuat SOP untuk setiap


tindakan yang dikerjakan.

SOP dibuat untuk membimbing petugas pelaksana

agar

dapat melaksanakan kegiatan sesuai prosedur.

Peralatan yang diperlukan untuk proses penyelenggaraan


upaya kesehatan masyarakat dipastikan tersedia dan memenuhi persyaratan.

b. Validasi proses penyelenggaraan upaya

Validasi diarahkan untuk mengkonfirmasi dan membuktikan


bahwa proses yang akan dijalankan memiliki kemampuan untuk mencapai
hasil yang disyaratkan

Pelaksanaannya dikerjakan oleh personil yang ditugaskan


sebagai penanggung jawab program.

c. Identifikasi dan mampu telusur

Semua tahap tahap penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat harus


dipastikan diberikan identifikasi secara jelas.

Semua catatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan upaya kesehatan


masyarakat harus dipastikan diberikan identifikasi
secara jelas.

25

dan dapat ditelusur

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

Identifikasi dimaksudkan untuk menghindari kesalahan atau ketidaksesuaian yang tidak diinginkan.

d. Hak dan Kewajiban sasaran


Hak dan kewajiban sasaran upaya kesehatan masyarakat diketahui dan

dipahami oleh penanggung jawab program masing masing


Hak dan kewajiban sasaran UKM adalah sebagai berikut :
1) HAK SASARAN PROGRAM

Hak untuk mendapatkan informasi mengenai program kesehatan ,


tujuan dan kegiatan yang dilaksanakan

Hak untuk mengikuti kegiatan- kegiatan program yang dilaksanakan


oleh Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto

Hak untuk menolak mengikuti kegiatan-kegiatan program yang


dilaksanakan Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto

Hak untuk berperan aktif dalam UKBM

2) KEWAJIBAN SASARAN PROGRAM

Memberikan data dan informasi serta kelengkapan yang dibutuhkan


oleh petugas pelaksana dalam kaitannya dengan kegiatan program
yang dilakukan dan diikuti oleh sasaran
Memberikan identitas yang jelas dan benar untuk pendataan yang
dibutuhkan oleh petugas pelaksana
Mengikuti dan menaati aturan serta jadwal kegiatan program yang
dibuat sesuai kesepakatan yang
Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di
wilayah kerja Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto
memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan
masyarakat beserta lingkungannya;
Meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang yang bertempat tinggal di wilayah kerja Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto agar terwujud derajat
kesehatan yang setinggi- tingginya;

e. Pemeliharaan barang milik pelanggan

26

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


Barang milik sasaran program adalah barang-barang yang bukan milik
Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto yang berada di wilayah
tanggung jawab Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto
Barang milik sasaran program harus ditangani dengan hati- hati untuk
mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Semua fungsi/ pihak yang secara langsung atau tidak langsung terlibat
dengan penggunaan, penyimpanan,pemeriksaan barang milik sasaran
program harus melakukan identifikasi, verifikasi, melindungi dan
mengamankan barang-barang milik pelanggan sesuai dengan prosedur
yang telah ditetapkan.
Yang termasuk barang milik pelanggan dalam penyelenggaraan upaya
kesehatan masyarakat antara lain

KMS, pembukuan kader, register

UKS, lembar penilaian hasil screning dan pemeriksaan berkala


f. Manajemen Resiko dan keselamatan
menentukan masalah/kesenjangan yang terjadi di masyarakat
mengumpulkan bukti-bukti yang nyata
melakukan wawancara
meneliti lingkungan kejadian
mengenali faktor-faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya kejadian
menentukan pemecahan masalah
5. Pengukuran, analisis dan penyempurnaan sasaran kinerja
a. Umum

Semua Pemegang program pelayanan kesehatan masyarakat melakukan


pengukuran dan pemantauan terhadap kegiatannya.

Pemantauan dan pengukuran direncanakan sebelum dilaksanakan.

Data kegiatan dikumpulkan untuk dianalisa.

Hasil pengukuran / pemantauan / analisa dipakai untuk :


a)

Membuktikan kesesuaian pelayanan

b)

Memastikan kesesuaian sistem mutu

c)

Melakukan perbaikan secara terus-menerus

27

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


d)

Memastikan tercapainya target kinerja UKM yang dinilai dengan


SPM dan PKP

Metoda pemantauan / pengukuran / analisa / perbaikan dipastikan sesuai


dengan tujuan.

b. Pemantauan dan Pengukuran


1. Kepuasan Pelanggan

Kepuasan

pelayanan

di

masyarakat

yang

diberikan

Klinik

Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto harus dipantau 6 bulan sekali


melalui survey kepuasan sasaran/ survey umpan balik pelanggan

Pemantauan dimaksudkan untuk menilai dan mengukur kinerja sistem


mutu serta mengetahui apakah persyaratan sasaran telah dipenuhi.

2. Audit Internal

Tujuan audit adalah untuk memastikan sistem mutu di implementasikan


secara efektif dan hasilnya sesuai dengan yang telah direncanakan.

Rencana audit direncanakan oleh tim audit dengan mempertimbangkan


tingkat kepentingan dan kekritisan bagian yang akan diaudit.

Audit harus dilakukan sesuai dengan prosedur audit yang telah


ditetapkan setiap 6 bulan sekali.

Pelaksanaan audit dilakukan secara objektif dan mengikuti ketentuan


persyaratan audit.

Penanggung jawab program yang diperiksa bertanggung jawab untuk


menindak - lanjuti temuan audit pada bagiannya.

Tindak lanjut audit harus mencakup verifikasi terhadap tindakantindakan yang telah diambil.

3. Pemantauan dan Pengukuran Proses


28

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

Metode pemantauan dan pengukuran proses yang digunakan untuk


mengevaluasi efektivitas sistem mutu dan pelaksanaan kegiatan harus
menggunakan metode yang benar untuk pemantauan.

Metode-metode

yang

digunakan

harus

dapat

dibuktikan

kemampuannya untuk mencapai hasil yang telah direncanakan.

Bila hasil yang direncanakan tidak tercapai maka tindakan koreksi dan
pencegahannya harus dilakukan untuk memastikan kesesuaian terhadap
pelaksanaan kegiatan program.

4. Pemantauan dan Pengukuran Hasil Kegiatan Program

Pemantauan pelaksanaan kegiatan program dilakukan sesuai prosedur.

Tujuan pemantauan pelaksanaan kegiatan untuk memastikan semua


persyaratan pelaksanaan kegiatan terpenuhi.

Pemantauan dilaksanakan pada tahapan yang telah ditentukan.

Catatan hasil pemantauan harus dicatat termasuk petugas yang


melaksanakan.

c. Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai

Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai adalah kegiatan yang


kondisinya berada di luar batas persyaratan yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dikendalikan serta dicegah


agar tidak terjadi/ terulang pada proses/tahap berikutnya.

Ketidaksesuaian dan tindakan yang diambil harus dicatat

Bilamana kegiatan yang tidak sesuai diperbaiki maka harus dilakukan


verifikasi ulang.

Bilamana kegiatan yang

tidak sesuai telah terlanjur diterima oleh

sasaran, maka Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto harus


mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk menanggulangi akibat /
potensi akibatnya.
29

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


d. Analisis Data

Data-data proses atau implementasi sistem mutu harus dikelola dengan


baik.

Data dianalisa dengan menggunakan teknik-tehnik yang sesuai,


misalkan menggunakan tehnik statistik.

Analisa

data

dilakukan

oleh

Tim

Survey

Kepuasan

Pelanggan/penanggung jawab program untuk mengetahui tanggapan


pelanggan

terhadap

kualitas

pelayanan

Klinik

Muhammadiyah

Kemlagi, Mojokerto.

Analisa data harus mengarah pada pengidentifikasian ketidaksesuaian,


ketidakefektifan dan tindakan-tindakan perbaikan yang diperlukan.

Data dianalisa untuk memantau kepuasan pelanggan.

e. Peningkatan berkelanjutan

Seluruh karyawan dan pimpinan Klinik Muhammadiyah Kemlagi,


Mojokerto wajib melakukan perbaikan secara terus menerus terhadap
efektivitas sistem

mutu sesuai dengan tugas, tanggung jawab dan

wewenangnya.

Semua perbaikan mengacu pada komitmen yang tertuang dalam


kebijakan mutu, sasaran mutu, hasil audit, analisa data survey kepuasan
pelanggan, tindakan perbaikan dan pencegahan serta Rapat Tinjauan
Manajemen

f. Tindakan Korektif
1. Tindakan perbaikan harus sesuai dengan penyebab ketidaksesuaian yang
ditemukan.
2. Puskemas mengambil tindakan perbaikan untuk mengurangi penyebab
ketidaksesuaian dalam rangka untuk mencegah ketidaksesuaian terulang
lagi.
30

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


3. Prosedur perbaikan harus mencakup

Meninjau ketidaksesuaian termasuk keluhan pelanggan.

Menentukan penyebab ketidaksesuaian.

Menentukan dan menerapkan tindakan yang dibutuhkan.

Merekam hasil tindakan yang diambil.

Meninjau tindakan perbaikan yang diambil.

g. Tindakan Preventif
1.

Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto menentukan tindakan untuk


mengurangi penyebab potensial ketidaksesuaian untuk mencegah peristiwa
tersebut. Tindakan pencegahan harus sesuai dengan penyebab masalah yang
potensial.

2.

Prosedur pencegahan harus mencakup


a)

Menentukan potensi ketidaksesuaian dan penyebabnya.

b)

Mengevaluasi tindakan yang dibutuhkan untuk, mencegah peristiwa


ketidaksesuaian.

B.
1.

c)

Menentukan dan menerapkan tindakan yang dibutuhkan.

d)

Merekam hasil tindakan yang diambil.

e)

Meninjau tindakan pencegahan yang diambil.

UPAYA KESEHATAN PERORANGAN


Perencanaan Pelayanan Klinis
a. Kepala Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto menetapkan, melaksanakan dan
memelihara Rencana Manajemen Mutu untuk mencapai

tujuan dan sasaran sesuai

dengan kebijakanKlinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto.


b. Rencana Manajemen Mutu yang ada di setiap unit kerja meliputi :
Perencanaan dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan dan sasaran pada
setiap fungsi

yang

berhubungan dalam Klinik Muhammadiyah Kemlagi,

Mojokerto.
31

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


Langkah kegiatan dan batas waktu yang dicapai.
c. Kepala Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto mengadakan rapat tinjauan
manajemen

jika

ada

ketidaksesuaian, pelayanan

perubahan
baru,

pada

atau

aktivitas

adanya

pelayanan,

terjadi

aktivitas Pengembangan

Pelayanan Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto.


d. Setiap koordinator unit berkewajiban membuat perencanaan kerja untuk unitnya masing
masing meliputi
1.

Merencanakan sistem manajemen mutu untuk unit kerjanya.

2.

Memastikan sistem manajemen mutu yang telah dibuat dijalankan secara


efektif .

3.

Memastikan semua sasaran dan persyaratan yang telah ditetapkan dicapai

4.

Memelihara / mempertahankan sistem manajemen mutu pada unitnya

5.

Melakukan perbaikan / penyempurnaan sistem manajemen mutu

2. Proses yang berhubungan dengan Pelanggan


a. Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto melakukan komunikasi dengan
pelanggan. Setiap kali melakukan komunikasi harus selalu dicatat .
b. Komunikasi

dengan

pelanggan

diarahkan

untuk

memahami

kebutuhan/persyaratan pelanggan antara lain untuk :

Mendapatkan konfirmasi/ persyaratan pelayanan rawat jalan


yang diinginkan pelanggan

Menjawab pertanyaan-pertanyaan pelanggan,

Mengklarifikasi ketidak jelasan mengenai persyaratan pelanggan

Membahas kontrak / perubahan kontrak / perubahan persyaratan

Membahas masukan/ usul/ saran/ keluhan pelanggan

c. Catatan hasil komunikasi dengan pelanggan disimpan.

2. Pembelian/pengadaan barang terkait dengan pelayanan klinis


32

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


a.

Proses pembelian
Pembelian yang dilakukan Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto
dilakukan secara langsung dan di bawah pengawasan dari dinas kesehatan.
Pembelian yang dilakukan terkait dengan operasional Klinik Muhammadiyah
Kemlagi, Mojokerto baik menggunakan dana APBD maupun dana dari BPJS.
Untuk dana dari BPJS sebelum pembelian dilakukan pengajuan Nota
Pencairan Dana ke dinas kesehatan kota sebelumnya. Setelah mendapat
persetujuan dari pejabat yang berwenang di dinas kesehatan kota baru Klinik
Muhammadiyah

Kemlagi,

Mojokerto

melakukan

pembelian.

Untuk

pembelian obat yang didanai APBD dilakukan oleh dinas kesehatan, Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto hanya mengajukan permintaan.
b. Verifikasi barang yang dibeli
Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto memiliki team Panitia Penerima
Hasil Pekerjaan (PPHP). Team ini bertugas dan bertanggung jawab
memverifikasi semua barang yang dibeli Klinik Muhammadiyah Kemlagi,
Mojokerto, melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan pengadaan barang/jasa
sesuai dengan ketentuan, menerima hasil pengadaan barang/jasa setelah
melalui pemeriksaan, membuat dan menandatangani berita acara serah terima
hasil pekerjaan.
c.

Kontrak dengan Pihak Ketiga


Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto

tidak melakukan kontrak

dengan pihak ketiga terkait dengan pembelian/pengadaan barang di Klinik


Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto. Keadaan ini terjadi karena pembelian
yang dilakukan hanya skala kecil kurang dari 50 juta.
4.

Penyelenggaraan Pelayanan Klinis


a. Pengendalian Proses Pelayanan Klinis

Proses pelayanan rawat jalan dipastikan dijalankan secara


terkendali.

Pengendalian pelayanan rawat jalan dilaksanakan sesuai


perencanaan.

33

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

Tiap unit menyediakan Standar Operasional Prosedur (SOP)


untuk setiap tindakan yang dipandang kritis.

SOP dibuat untuk membimbing petugas pelaksana

agar

dapat melaksanakan proses pelayanan sesuai yang direncanakan.

Peralatan yang diperlukan untuk proses pelayanan rawat


jalan dipastikan tersedia dan memenuhi persyaratan.

b. Validasi Proses Pelayanan

Proses pelayanan rawat jalan dipastikan divalidasi sebelum


dilaksanakan

Validasi diarahkan untuk mengkonfirmasi dan membuktikan


bahwa proses yang akan dijalankan memiliki

kemampuan untuk

mencapai hasil yang disyaratkan

Pelaksanaannya dikerjakan oleh personil yang ditugaskan


sebagai penanggung jawab pelaksana prosedur tersebut oleh koordinator
unit.

c.

Identifikasi dan Ketelusuran

Semua tahap tahap pelayanan rawat jalan harus dipastikan diberikan


identifikasi secara jelas.

Semua catatan medis pasien dan catatan lain yang terkait dengan
pelayanan rawat jalan harus dipastikan diberikan identifikasi secara jelas.

Identifikasi dimaksudkan untuk menghindari kesalahan atau ketidaksesuaian yang tidak diinginkan.

Bilamana persyaratan ketelusuran merupakan suatu keharusan yang


dipersyaratkan oleh pelanggan maka identifikasi wajib dilaksanakan
berdasarkan persyaratan yang diminta pelanggan pada semua tahapan

d.

Hak dan Kewajiban Pasien


Hak dan kewajiban pasien harus mudah dipahami dan dimengerti pasien
34

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

e.

Hak dan kewajiban pasien dengan mudah bisa diketahui dan dibaca pasien
Hak dan kewajiban pasien bisa di letakkan di loket/tempat lain yang

mudah dibaca oleh pasien


Petugas memberitahu adanya hak dan kewajiban pasien melalui

penyuluhan
Pemeliharaan Barang Milik Pelanggan
Barang milik pelanggan adalah barang-barang yang bukan milik Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto yang berada di wilayah tanggung
jawab Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto
Barang milik pelanggan harus ditangani dengan hati- hati untuk mencegah
hal-hal yang tidak diinginkan.
Semua fungsi/ pihak yang secara langsung atau tidak langsung terlibat
dengan penggunaan, penyimpanan, pemeriksaan barang milik pelanggan
harus melakukan identifikasi, verifikasi, melindungi dan mengamankan
barang-barang milik pelanggan sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan.
Yang termasuk barang milik pelanggan adalah Kartu Status Pasien/Rekam
Medik Pasien, Spesimen dll

f.

Manajemen Resiko dan Keselamatan Pasien


Kepala Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto membentuk team manajemen
mutu
Team harus bisa melakukan identifikasi ,analisa resiko dan keselamatan pasien
serta tindak lanjut yang telah dilakukan
Team harus melakukan pelaporan dan pencatatan bila ada insiden kejadian yang
dialami pasien dengan baik agar kejadian tersebut tidak terulang kembali
Team harus melaporkan semua insiden kepada kepala Klinik Muhammadiyah
Kemlagi, Mojokerto

5.

Peningkatan Mutu Pelayanan Klinis dan Keselamatan Pasien


a.

Penilaian indikator kinerja klinis

35

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

Dalam penilaian indikator pelayanan klinis beberapa hal perlu diperhatikan,yaitu: bahwa
indikator yang digunakan memang dapat diukur dengan cara pengukuran tertentu, hasil
pengukurannya reliable dan valid, serta relevan untuk digunakan.

Penilaian indikator pelayanan klinis dilakukan setiap 6 bulan sekali, dilakukan evaluasi
setiap bulan dan ditindak lanjuti

b.

Pengukuran pencapaian sasaran keselamatan pasien


Hal hal yang harus diperhatikan antara lain :
1. Ketetapan identifikasi pasien
2. Peningkatan Komunikasi yang efektif
3. Peningkatan Keamanan Obat yang perlu diwaspadai
4. Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien operasi
5. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
6. Pengurangan risiko jatuh

c.

Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien

Setiap terjadi Insiden Keselamatan Pasien diidentifikasi dan segera dianalisa

Hasil analisa dilaporkan ke Kepala Klinik Muhammadiyah Kemlagi,


Mojokerto untuk dievaluasi dan didiskusikan dengan unit terkait untuk
mencegah kejadian terulang kembali

d.

Setiap terjadi Insiden harus tercatat

Analisis dan Tindak Lanjut

Setiap kejadian harus dapat dianalisa penyebabnya dan dicatat dalam buku
laporan KTD, KTC, KPC dan KNC/ buku ketidaksesuaian dalam pelayanan

Rencana tindak lanjut penanganan KTD, KTC, KPC atau KNC yang telah
disepakati harus dicatat dan dievaluasi

e.

Penerapan Manajemen Resiko

Manajemen risiko meliputi ancaman dan peluang (maksimalisasi peluang,


minimalisasi ancaman, dan meningkatkan kepuasan dan hasil)

36

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

Manajemen risiko memerlukan pemikiran yang logis dan sistematis untuk


meningkatkan kinerja yang efektif dan efisien

Manajemen risiko mensyaratkan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan

Manajemen risiko memerlukan pemikiran yang seimbang antara biaya untuk


mengatasi risiko (dan meningkatkan peluang perbaikan) dengan manfaat yang
diperoleh

6.

Pengukuran, Analisis dan Penyempurnaan


A.

Umum

Semua Poli / Unit pelayanan melakukan pengukuran dan pemantauan


terhadap kegiatannya.

Pemantauan dan pengukuran direncanakan sebelum dilaksanakan.

Data kegiatan dikumpulkan untuk dianalisa.

Hasil pengukuran / pemantauan / analisa dipakai untuk :

a)

Membuktikan kesesuaian pelayanan

b)

Memastikan kesesuaian sistem mutu

c)

Melakukan perbaikan secara terus-menerus

d)

Memastikan tercapainya sasaran Mutu

Metoda pemantauan / pengukuran / analisa / perbaikan dipastikan sesuai


dengan tujuan.

B.

Pemantauan dan Pengukuran


1. Kepuasan Pelanggan

37

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

Persepsi pelanggan dan kepuasan pelayanan yang diberikan Klinik


Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto harus dipantau 6 bulan sekali melalui
survey kepuasan pelanggan/ survey umpan balik pelanggan

Pemantauan dimaksudkan untuk menilai dan mengukur kinerja sistem


mutu serta mengetahui apakah persyaratan pelanggan telah dipenuhi.

Metode untuk memperoleh informasi dan pemanfaatan informasi


yang diperoleh dipastikan tertuang dalam prosedur.

2. Audit Internal

Tujuan

audit

adalah

untuk

memastikan

sistem

mutu

di

implementasikan secara efektif dan hasilnya sesuai dengan yang telah


direncanakan.

Rencana

audit

direncanakan

oleh

tim

audit

dengan

mempertimbangkan tingkat kepentingan dan kekritisan bagian yang akan


diaudit.

Audit harus dilakukan secara sistematis, objektif, terencana dan


terdokumentasi

Audit harus dilakukan sesuai dengan prosedur audit yang telah


ditetapkan setiap 6 bulan sekali.

Dalam setiap pelaksanaan audit, auditor harus memperhatikan hasil


audit yang terdahulu untuk mengevaluasi efektivitasnya.

Kriteria audit, lingkup, frekuensi dan metode-metode yang akan


digunakan dipastikan ditentukan dalam prosedur internal audit.

Pelaksanaan audit dilakukan secara objektif dan mengikuti ketentuan


persyaratan audit.

Koordinator poli / unit yang diperiksa bertanggung jawab untuk


menindak - lanjuti temuan audit pada bagiannya.

Tindak lanjut audit harus mencakup verifikasi terhadap tindakantindakan yang telah diambil.
38

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

Tim audit bertanggung jawab terhadap hasil audit dan melapor


kepada Wakil Manajemen

dengan tembusan kepada kepala Klinik

Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto.

3. Pemantauan dan Pengukuran Proses kinerja

Metode pemantauan dan pengukuran proses yang digunakan untuk


mengevaluasi efektivitas sistem mutu dan pelayanan harus menggunakan
metode yang pantas untuk pemantauan.

Metode-metode

yang

digunakan

harus

dapat

dibuktikan

kemampuannya untuk mencapai hasil yang telah direncanakan.

Bila hasil yang direncanakan tidak tercapai maka tindakan koreksi


dan pencegahannya harus dilakukan untuk memastikan kesesuaian terhadap
pelayanan.

4. Pemantauan dan Pengukuran Hasil Layanan

Pemantauan pelayanan dilakukan sesuai prosedur.

Tujuan pemantauan pelayanan untuk memastikan semua persyaratan


pelayanan terpenuhi.

Pemantauan dilaksanakan pada tahapan yang telah ditentukan.

Catatan hasil pemantauan harus dicatat termasuk personil yang


melaksanakan.

C.

Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai

Pelayanan tidak sesuai adalah pelayanan yang kondisinya berada di


luar batas persyaratan yang telah ditetapkan.

Pelayanan

tidak sesuai

dikendalikan serta dicegah agar tidak

dipergunakan atau dikirim ke proses berikutnya.

Pengendalian dan tanggung jawab serta wewenang untuk menangani


pelayanan tidak sesuai ditetapkan dalam prosedur .
39

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

Ketidaksesuaian dan tindakan yang diambil harus dicatat

Bilamana pelayanan tidak sesuai diperbaiki maka harus dilakukan


verifikasi ulang.

Bilamana pelayanan tidak sesuai telah terlanjur diterima oleh


pelanggan, maka Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto harus mengambil
langkah-langkah yang sesuai untuk menanggulangi akibat / potensi akibatnya.

D.

Analisa Data

Data-data proses atau implementasi sistem

mutu harus dikelola

dengan baik.

Data dianalisa dengan menggunakan teknik-tehnik yang sesuai,


misalkan menggunakan tehnik statistik.

Analisa

data

dilakukan

oleh

Tim

Survey

Kepuasan

Pelanggan/koordinator unit untuk mengetahui tanggapan pelanggan terhadap


kualitas pelayanan Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto.

Analisa
ketidaksesuaian,

data

harus

ketidakefektifan

dan

mengarah

pada

pengidentifikasian

tindakan-tindakan

perbaikan

yang

diperlukan.

E.

Data dianalisa untuk memantau kepuasan pelanggan.

Peningkatan berkelanjutan

Seluruh karyawan dan pimpinan Klinik Muhammadiyah Kemlagi,


Mojokerto wajib melakukan perbaikan secara terus menerus terhadap efektivitas
sistem mutu sesuai dengan tugas, tanggung jawab dan wewenangnya.

Semua perbaikan mengacu pada komitmen yang tertuang dalam


kebijakan mutu, sasaran mutu, hasil audit, analisa data survey kepuasan pelanggan,
tindakan perbaikan dan pencegahan serta Rapat Tinjauan Manajemen

40

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


F.

Tindakan Perbaikan/Korektif
1.

Tindakan perbaikan harus sesuai dengan penyebab ketidaksesuaian yang


ditemukan.

2.

Puskemas mengambil tindakan perbaikan untuk mengurangi penyebab


ketidaksesuaian dalam rangka untuk mencegah ketidaksesuaian terulang lagi.

3.

Prosedur perbaikan harus mencakup

Meninjau ketidaksesuaian termasuk keluhan pelanggan.

Menentukan penyebab ketidaksesuaian.

Mengevaluasi tindakan yang dibutuhkan untuk memastikan ketidaksesuaian


tidak terulang.

G.

Menetukan dan menerapkan tindakan yang dibutuhkan.

Merekam hasil tindakan yang diambil.

Meninjau tindakan perbaikan yang diambil.

Tindakan Pencegahan
1. Klinik

Muhammadiyah

Kemlagi,

Mojokerto

menentukan

tindakan

untuk

mengurangi penyebab potensial ketidaksesuaian untuk mencegah peristiwa tersebut.


Tindakan pencegahan harus sesuai dengan penyebab masalah yang potensial.
2. Prosedur pencegahan harus mencakup
a) Menentukan potensi ketidaksesuaian dan penyebabnya.
b) Mengevaluasi

tindakan

yang

dibutuhkan

untuk,

ketidaksesuaian.
c) Menentukan dan menerapkan tindakan yang dibutuhkan.
d) Merekam hasil tindakan yang diambil.
e) Meninjau tindakan pencegahan yang diambil.

41

mencegah

peristiwa

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto

BAB VII
PENUTUP
Demikian manual mutu dibuat dan telah disahkan oleh Kepala Klinik
Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto untuk dijadikan acuan dalam bertindak dan
mengambil keputusan dalam rangka menjalankan sistem serta tugas dan tanggung jawab
masing-masing sesuai dengan kapasitas dan wewenang yang telah diberikan.
Bagi kami, apabila Klinik Muhammadiyah Kemlagi, Mojokerto

lolos dalam

Penilaian Akreditasi dan mendapat Sertifikasi Akreditasi, bukan merupakan hasil akhir dari
proses implementasi mutu, tetapi merupakan awal dari penerapan kualitas secara sistematis
dan terorganisir karena Total Sistem Mutu terdiri dari aspek pelaksanaan implementasi
sistem kualitas dan peningkatan kualitas secara terus menerus
Harapan kami komitmen yang sudah terbentuk tetap terjaga dan tetap kokoh
sehingga improvement learning selalu berjalan untuk memenuhi tuntutan konsumen global.

42

Manual Mutu Klinik Muhammadiyah Kemlagi Mojokerto


HISTORIS PERUBAHAN
Isi Perubahan

No
Dahulu

Tanggal Berlaku
Sekarang

43