Anda di halaman 1dari 3

Nama : Adrian

NPM : 2012410021
Kelas : A

1. Apa saja aplikasi pemodelan aliran air tanah dalam bidang teknik sipil?
- Sistem irigasi untuk pertanian
- Dewatering proyek-proyek dengan basement atau Pengerjaan bangunan sipil
dibawah muka air tanah
- Subsurface drainage untuk pengerjaan bangunan sipil
- Keseimbangan aliran air dalam tanah
- Keamanan Bangunan Sipil
- Sumur Pompa
- Pengendalian banjir
- Kolam Resapan atau Sumur Retensi

2. Langkah- langkah pemodelan aliran air tanah


Sebagai langkah awal permodelan aliran air tanah yang di gunakan untuk
mengendalikan muka air di bawah permukaan tanah, di harus kan memiliki datadata yang bersangkutan, karena air merupakan kebutuhan sehari-hari dengan
contoh data seperti dibawah ini
One estimate of global water distribution
(Percents are rounded, so will not add to 100)
Water source
Oceans, Seas, &
Bays
Ice caps, Glaciers, &
Permanent Snow
Ground water
Fresh
Saline
Soil Moisture
Ground Ice &
Permafrost
Lakes
Fresh
Saline
Atmosphere
Swamp Water

Water
volume, in
cubic miles
321,000,000

Water volume,
in cubic
kilometers

Percent of
freshwater
--

5,773,000

1,338,000,00
0
24,064,000

5,614,000
2,526,000
3,088,000
3,959
71,970

23,400,000
10,530,000
12,870,000
16,500
300,000

--

42,320
21,830
20,490
3,095
2,752

176,400
91,000
85,400
12,900
11,470

--

68.7

30.1
-0.05
0.86

0.26
-0.04
0.03

Percent
of
total
water
96.5
1.74
1.69
0.76
0.93
0.001
0.022
0.013
0.007
0.006
0.001
0.000
8

Adrian / 2012410021 / A

Rivers

509

2,120

0.006

Biological Water

269

1,120

0.003

0.000
2
0.000
1

Source: Igor Shiklomanov's chapter "World fresh water resources" in Peter H. Gleick (editor), 1993,
Water in Crisis: A Guide to the World's Fresh Water Resources (Oxford University Press, New York).

Apabila belum mempunyai model GMS, klik File lalu klik New dan ikuti step
yang ada. Apabila sudah ada, tinggal membuka datanya. Kemudian terdapat grid
garis kontur seperti gambar dibawah ini. Kita akan memakai skenario dengan
kemasan STR.

Untuk melihat lebih detail, kita harus pilih project explorer agar terlihat dalam grid 3D.
-

Kemudian Save dengan nama baru.


Dengan menggunakan GMS, kita hanya bisa membuat model aliran yang sudah
terkonsep. Sehingga kita harus menggunakan fitur yang ada dan membuat map
dalam bentuk grid. Kita tidak bisa memodelkan aliran langsung menggunakan
grid. Kita akan membuat aliran dengan digitalisasi fotonya.
Ketika membat konsep model MODFLOW, kita menggunakan tools yang ada di
pop-up menu. Ganti namanya menjadi Test 1 dan klik ok.
Untuk membuat suatu lingkupan, klik kanan pada konsep model Test 1 dan pilih
the New Coverage dari pop-up menu. Pada pilihan Sources/Slinks/BCs, klik on di
pilihan the stream. Pilih the Default elevation menjadi 1500 sehingga lingkupan
kita akan diatas grid yang ada. Lalu klik ok.
Untuk membuat busur nya, klik di the Streams coverage, kita hanya membuat
untuk merubah menjadi the Map module. Pilih the Create Arc. Pilih busurnya
dengan mengklik dan ikuti garis birunya.

2 [Type the document title]


Untuk memperbaiki dalam gambar busur, harus mengikuti dari noda awal sampai
noda akhir. Biasanya arahnya tidak perlu diperhatikan. Kita harus perhatikan
dengan benar apakah busurnya dimulai dari atas sampai bawah. Arahnya bisa
dibuat secara kebalikan apabila dbutuhkan.
Ketika sudah memasukan datanya dengan benar. Save dan run program nya. Lalu
bandingkan hasilnya dengan menggunakan USGS. Kita bisa mengklik fitur yang
ada untuk melihat aliran air yang masuk dan keluar.

Adrian / 2012410021 / A