Anda di halaman 1dari 3

NAMA

NIM

: ANGGARA NOVANANTA PUTRA


: 115070207113027

1. PERBEDAAN ANTARA LEUKEMIA DAN LEUKOSITOSIS


LEUKEMIA :
Leukemia adalah suatu keganasan sel darah putih yang berasal dari
perubahan genetik pada satu atau banyak sel di sumsum tulang. Pertumbuhan
dari sel yang normal akan tertekan pada waktu sel leukemia bertambah banyak
sehingga akan menimbulkan gejala klinis. Keganasan hematologik ini adalah
akibat dari proses neoplastik yang disertai gangguan diferensiasi pada berbagai
tingkatan sel induk hematopoetik sehingga terjadi ekspansi progresif kelompok
sel ganas tersebut dalam sumsum tulang, kemudian sel leukemia beredar secara
sistemik.
Leukemia adalah proliferasi sel leukosit yang abnormal, ganas, sering
disertai bentuk leukosit yang lain daripada normal dengan jumlah yang
berlebihan, dapat menyebabkan kegagalan sumsum tulang dan sel darah putih
sirkulasinya meninggi. Leukimia terjadi ketika sel darah bersifat kanker yakni
membelah tak terkontrol dan menggangu pembelahan sel darah normal.

LEUKOSITOSIS :
Leukositosis adalah peningkatan sel darah putih (leukosit) di atas nilai
normal. Nilai normal leukosit berbeda pada bayi, anak, dan dewasa. Leukositosis
dapat disebabkan oleh infeksi, radang (inflamasi), reaksi alergi, keganasan, dan
lain-lain. Pada anak, leukositosis sebagian besar disebabkan infeksi bakteri,
namun bisa juga disebabkan infeksi virus. Untuk menentukan apakah infeksi
bakteri atau infeksi virus tetap mengacu pada klinis anak.

KESIMPULAN : Pada leukemia memang jumlah sel darah putih melebihi dari
jumlah normal, namun sel-sel darah putih ini immatur dan abnormal. Sehingga
fungsinya pun juga akan menurun. Sedangkan, pada leuksitosis ini jumlah sel
darah putih yang melebihi normal tidak mengalami kelainan, hal ini sebagai
mekanisme homeostasis tubuh ketika memang terdapat gejala infeksi atau
gejala lain yang merangsang produksi sel darah putih lebih banyak.

2. PERBEDAAN ANTARA DIC DAN HEMOFILIA


DIC ( Disseminated Intravascular Coagulation) :
adalah suatu keadaan dimana bekuan-bekuan darah kecil tersebar
diseluruh aliran darah, menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah kecil
(emboli dan embolus) dan berkurangnya factor pembekuan yang diperlukan

untuk mengendalikan pendarahan. D.I.C dikarakteristikkan oleh akselerasi proses


koagulasi di mana trombosis dan hemoragi terjadi secara simultan

Disseminated intravascular coagulation (D.I.C) adalah suatu keadaan


hiperkoagulabilitas darah yang disebabkan oleh bermacam penyakit atau
keadaan, dimana pada suatu saat darah merah bergumpal didalam kapiler
diseluruh tubuh. Penggumpalan darah dapat terjadi dalam waktu singkat,
beberapa jam sampai satu sampai dua hari (acute D I C) dan dapat juga dalam
waktu yang lama, berminggu-minggu sampai berbulan-bulan (chronic D I C).
HEMOFILIA :
Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah akibat kekurangan faktor
pembeku darah yang
disebabkan oleh kerusakan kromosom X. Darah pada penderita hemofilia tidak
dapat membeku dengan sendirinya secara normal. Proses pembekuan darah
berjalan amat lambat, tak seperti mereka yang normal.
Hemofilia terbagi atas :
Hemofilia A
Merupakan hemofilia klasik dan terjadi karena defisiensi faktor VIII. Sekitar

80% kasus
hemofilia adalah hemofilia A.
Hemofilia B
Terjadi karena defisiensi faktor IX. Faktor IX diproduksi hati dan merupakan

salah satu faktor


pembekuan dependen vitamin K. Hemofilia B merupakan 12-15% kasus
hemofilia.
Gejala dan tanda
Tanda khas pada hemofilia adalah hemartrosis, yaitu perdarahan pada sendisendi besar (lutut, siku
tangan, pergelangan kaki) yang terasa nyeri dan bengkak sehingga
menyebabkan sendi tidak dapat
digerakkan. Bisa muncul karena benturan ringan atau timbul sendiri. Selain itu
sering timbul
perdarahan di bawah kulit dan otot.
KESIMPULAN: Pada DIC, merupakan gejala yang ditandai dengan adanya
penggumpalan pada pembuluh darah yang disebabkan oleh banyaknya platelet
yang masuk ke dalam aliran darah, sehingga darah sukar untuk mengalir,
sedangkan pada hemofilia, terjadi karena adanya kerusakan pada kromosom x

yang mengakibatkan darah sukar untuk membeku, sehingga antara DIC dan
hemofilia saling berlawanan.