Anda di halaman 1dari 8

Psoriasis

A. Definisi
Psoriasis adalah kondisi dermatosis kambuh-kronis yang juga dapat mempengaruhi
permukaan ekstensor ekstremitas, batang, dan vulva. Kulit vulva mungkin satu-satunya
permukaan tubuh yang terkena, dan lesi primer biasanya tampak dan muncul di eritematosa,
dan menyerupai infeksi candida. Kebanyakan lesi berbatas tegas. Lapisan kulit keras (kerak)
bersisik perak yang ada pada bagian lain dari tubuh biasanya tidak tampak. Perawatan yang
dipakai termasuk kortikosteroid topikal. (Meadow, Sir Roy. 2005)
Merupakan kelainan yang sering terjadi (1-2% dari seluruh penduduk di AS) adanya
kaitan dengan tipe-tipe HLA tertentu memberi kesan suatu komponen genetik; terjadinya lesi
baru pada tempat trauma (fenomena koebner) memberi kesan adanya peran stimuli eksogen.
Kerusakan pada stratum korneum dapat menginduksi deposisi antibodi tipe complementfixing dengan cedera complement-mediated sekunder. Alternatif lain, endotelium psoriatik
mungkin sangat sensitif terhadap ekspresi moleku-molekul adhesi yang diinduksi sitokin,
yang selanjutnya disertai dengan penarikan neutrofil. (Robbin, Stanley L. 1999)
Psoriasis dapat berkaitan dengan penyakit-penyakit lain termasuk miopati, enteropati,
AIDS, atau atritis atau deformitas arthritis (menyerupai artritis reumatoid). (Robbin, Stanley
L. 1999)
Gambaran umum, lesi yang khas berupa plakat merah muda salmon berbatas tegas
dengan sisik keperakan; biasanya terjadi pada siku, lengan,

lutut, kulit kepala, daerah

lumbosakral, celah intergluteal, dan glans penis. Ada pula variasi-variasi anular, linear, girata
dan serpiginosa. (Robbin, Stanley L. 1999)
Psoriasis juga dapat timbul sebagai pembentukan sisik di seluruh tubuh dan eritema;
eritroderma seperti: (Robbin, Stanley L. 1999)
-

Perubahan-perubahan kuku (diskolorisasi, pitting, onikolosis) terjadi pada 30%

pasien
Psoriasis pustular adalah varian yang jarang, yang bila terjadi menyeluruh dapat
mengancam jiwa.

Secara mikroskopik, jelas terdapat akantosis dengan elongasi rete dan mitosis di atas
lapisan basal. Stratum granulosum menipis atau hilang, dengan parakeratosis luas di sebelah
atasnya. Epidermis di atas papila dermal menipis; pembuluh-pembuluh yang berdilatasi di
dalam papila ini mengakibatkan perdarahan titi (pinpoint) bila sisik diatasnya diangkat
(tanda Auspits). (Robbin, Stanley L. 1999)
Agregat-agregat neutrofil di epidermis terbentuk di dalam foci spongiotik kecil di
stratum spinosum (pustul-pustul spongiform) atau di dalam stratum korneum parakeratotik
(mikroabses Munro). Yang lebih besar, timbunan seperti abses juga dapat terjadi pada
psoriasis pustular. (Robbin, Stanley L. 1999)
Psoariasis sendiri merupakan penyakit kulit herediter kronis yang ditandai dengan
proliferasi epidermis. Menyebabkan lesi papula eritema dan plak yang diselimuti dengan sisik
keperakan (Keparahan dan distribusi lesi sangat beragam). Melibatkan remisi dan eksaserbasi
berulang. Eksaserbasi tidak dapat diduga tetapi biasanya dapat dikendalikan melalui terapi.
(Williams, Lippincott & Wilkins.2011)
Onset kelainan kulit yang terlihat jelek ini umumnya terjadi pada usia 10-11 tahun dan
pada awal 40-an tahun. Ditentukan secara genetik dan tampaknya stres menjadi faktor
pencetus pada semua usia. Lesi yang khas adalah sisik keperakan di atas dasar yang berwarna
merah salmon. Kebanyakan mengenai permukaan ekstensor ekstemitas dan kulit kepala;
psoriasis tidak gatal. Salep minyak tar merupakan terapi pilihan. Psoriasis gutata, terutama
terjadi pada batang tubuh, timbul 2-3 minggu setelah infeksi streptokokus seperti tonsilitis.
(Guyton, Arthur C. 1997)
a. Pertimbangan Umum
Psoriasis adalah suatu penyakit peradangan kulit yang umum bersifat jinak-kronis
dengan dasar genetik. Cedera atau iritasi kulit normal cenderung menginduksi lesi
psoriasis di lokasi (Koebner phenomena). Psoriasis memiliki beberapa varian, yang
paling umum adalah tipe plak. Erupsi (guttate) psoriasis yang terdiri dari lesi sebanyak 310 mm terjadi sesekali setelah faringitis streptokokus. Jarang, parah dan adakalanya
dapat terjadi kondisi yang bisa mengancam kehidupan (umum postular dan psoriasis
eritroderma). Jenis plak atau psoriasis eritroderma yang luas dengan onset mendadak
dapat menyertai infeksi HIV. (Hill, McGraw. 2009)
b. Temuan Klinis

Sering tidak ada terjadinya tanda, tapi gatal dapat terjadi dan menjadi berat.
Tempat yang disukai atau muncul terpat pada kulit kepala, siku, lutut, telapak tangan dan
kaki. Lesi berwarna merah, tajam adalah definisi atau jenis plak tertutup dengan sisik
keperakan. Glans penis dan vulva mungkin akan terpengaruh. Kadang-kadang hanya area
lipatan yang terkena (ketiak, daerah inguinal). Pola titik-titik di kuku menandakan
tingginya kemungkinan psoriasis. Pasien dengan psoriasis sering memiliki tanda warna
merah muda atau merah di area lipatan intergluteal. Akan tetapi tidak semua pasien
memiliki tanda di semua lokasi, tetapi bebrapa kejadian dapat membantu menegakkan
diagnosis ketika lesi lainnya tidak khas. Beberapa pasien mengalami dermatitis, terutama
di area tagan dan kaki serta beberapa temuan yang minimal di tempat lain. Ada
kemungkinan berkaitan dengan arthritis, yang paling sering di distal dan oligoartikular,
meskipun arthritis dapat terjadi dengan berbagai faktor reumatoid. Dampak psikososial
dari psoriasis merupakan faktor utama dalam menentukan pengobatan pasien. (Hill,
McGraw. 2009)
B. Patofisiologi
Sel kulit psoriatik mengalami masa maturasi yang lebih singkat saat bermigrasi dari
membran basal ke permukaan atau stratum korneum. Akibatnya, stratum korneum
membentuk plak tebal dan bersisik (manifestasi utama psoriasis). (Hill, McGraw. 2009)
C. Gambaran Klinikopatologis
Lesi ini sering mengenai permukaan ekstensor, seperti pada lutut dan siku; gambaran
awal mungkin terdapat pada tempat trauma, seperti luka operasi, suatu fenomena yang
disebut efek Koebener. Setiap lesi ditutupi oleh sisik-sisik warna perak dan apabila dilakukan
kerokan sisik akan terkelupas dan terlihat rangkaian titik-titik perdarahan (tanda auspitz).
Hilangnya protein dari sisik makin nyata dan pada serangan yang akut dapat mengancam jiwa
walaupun hal ini jarang terjadi. (Underwood, J.C.E. 1999)
Secara histologis pola rete ridges yang normal menajadi menonjol dan papil dermis
hanya ditutupi oleh lapisan tipis epidermis dengan ketebalan dua atau tiga sel. Hal ini
menerangkan terdapatnya titik-titik perdarahan apabila sisik dikelupas. Pertumbuhan sel
epidermis menembus epidermis menjadi makin cepat sehingga maturasi sel menjadi tidak
sempurna. Hal ini tercermin pada terdapatnya akumulasi keratin abnormal disertai fragmen
nuklear (parakeratosis) dalam pembentukan sisik-sisik warna perak. Maturasi keratin
sedemikian terganggunya sehingga lapisan granuler pada epidermis telah hilang. Eritema
disebabkan oleh dilatasi bagian atas dan ini dapat dilihat terdapat banyak sekali polimorf
yang migrasi dari pembuluh darah ke epidermis, kadang-kadang jumlahnya cukup banyak

untuk membentuk pustula. Pustula steril ini mendominasi gambaran klinis satu varian
penyakit dan gambaran ini sering sangat mencolok apabila penyakit ini terjadi di telapak
tangan atau telapak kaki. (Underwood, J.C.E. 1999)
D. Penyebab (Williams, Lippincott & Wilkins. 2011)
- Predisposisi genetik
- Kemungkinan proses autoimun
- Trauma fisik
- Infeksi streptokokus beta-hemolitik
E. Faktor Resiko (Williams, Lippincott & Wilkins. 2011)
- Kehamilan
- Perubahan endokrin
- Cuaca dingin
- Stres emosi
F. Kejadian (Williams, Lippincott & Wilkins. 2011)
Menyerang sekitar 2% populasi Amerika Serikat
Menyerang kedua jenis kelamin dalam perbandingan yang seimbang
Dapat terjadi pada semua usia
Lebih sering terjadi pada orang kulit putih
Dua periode awitan : cepat (dewasa muda) dan lambat (dewasa menengah)
G. Karakteristik Umum (Williams, Lippincott & Wilkins. 2011)
a. Sisik keperakan pada plak merah
b. Pruritus
c. Distribusi lutut-siku-kulit kepala
H. Komplikasi (Williams, Lippincott & Wilkins. 2011)
1. Infeksi
2. Perubahan citra tubuh
3. Isolasi sosial
4. Depresi
I. Patogenesis dan Terapi
Terdapat banyak teori mengenai penyebab dan patogenesis psoriasis yang
semuanya memastikan bahwa penyakit ini tidak menular tetapi merupakan kelainan
genetik dengan mekanisme belum diketahui. (Underwood, J.C.E. 1999)
Bebarapa petunjuk seperti penyebab psoriasis dapat ditemukan pada terapi ini.
Hampir semuanya yang menghambat pertumbuhan epidermis akan mengurangi
penyakit ini; misalnya terapi seperti tar batubara, metoteksat dan keracunan logam
berat seperti arsenik. Terapi yang sangat efektif dewasa ini ialah dengan pemberian
analog retinoid subunit vitamin A, pemberian yang berlebihan akan menyebabkan
hilangnya lapisan keratin kulit normal. Dengan demikian, bertitik tolak terapi

tersebut, tampaknya psoriasis merupakan penyakit dengan proliferasi epidermis dan


produktif keratin yang berlebihan. Suatu deskripsi yang sangat sesuai dengan
gambaran klinis dan histopatologis. (Underwood, J.C.E. 1999)
Proliferasi epidermis yang sangat berlebihan tampaknya didorong oleh sitokin
yang dilepaskan oleh sel T yang aktif di epidermis. (Underwood, J.C.E. 1999)
J. Terapi (Williams, Lippincott & Wilkins. 2011)
1. Umum
- Bergantung pada tipe, luas, dan pengaruh psoriasis pada kualitas hidup pasien
- Manajemen lesi
- Mandi hangat kuku
- Sinar ultraviolet B atau sinar matahari
2. Pengobatan
Ada banyak pilihan terapi pada psoriasis yang harus dipilih sesuai dengan
tingkatannya (BSA terpengaruh) dan adanya temuan lain (arhtritis). Obat-obatan
tertentu seperti -Bloker, antimalaria, statin, lithium mungkin berkembang atau
memperburuk psoriasis. Bahkan dosis kecil kortikosteroid sistemik diberikan
kepada penderita dengan psoriasis sedang sampai berat yang harus diberikan oleh
atau bersama dengan dokter kulit.
- Krim dan salep kortikosteroid topikal
- Antihistamin
- Analgesik
- Obat anti-inflamasi nonsteroid
- Salep oklusif
- Preparat urea atau asam salisilat
- Preparat ter batubara
- Analog vitamin D
- Emolien
- Agens Kerolitik
- Metotreksat untuk psoriasis berat yang tidak responsif
- Derivat asam retinoat kuat untuk psoriasis resistan
- Siklosporin untuk psoriasis berat dan luas
- Imunomodulator (biologik), seperti alefasep, efalizumab, atau etanersep untuk
artistik psoriatik atau kegagalan terapi (Williams, Lippincott & Wilkins. 2011)
3. Pembedahan
Pengangkatan kuku melalui pembedahan untuk mengatasi kuku yang sangat jelek
atau rusak parah akibat psoriasis. (Williams, Lippincott & Wilkins. 2011)
K. Macam-Macam psoriasis
Psoriasis terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari satu atau dua plak setempat yang
jarang memerlukan penanganan medis jangka panjang hingga lesi yang luas dan
atritis yang melumpuhkan. (Williams, Lippincott & Wilkins. 2011)
a. Psoriasis Eritrodermik

Psoriasis eritrodermik ditandai dengan flushing luas di seluruh tubuh, yang dapat
berakibat pada pembentukan sisik. Ruam tersebut dapat berkembang cepat pada
psoriasis baru atau bertahap pada psoriasis kronis. Terkadang, ruam muncul
sebagai reaksi obat yang menyimpang.
b. Psoriasis guta
Psoriasis guta biasanya menyerang anak-anak dan dewasa muda. Mengerupsi
melalui plak berukuran kecil pada batang tubuh, lengan, tungkai, dan terkadang
kulit kepala, ruam ini menyebar dalam beberapa hari. Kondisi ini biasanya
berkaitan dengan infeksi saluran napas atas akibat infeksi streptokokus.
c. Psoriasis inversa
Plak lembut, kering, merah terang mendadakan psoriasis inversa. Terletak di
lipatan kulit (misalnya, ketiak dan linguinal), plak tersebut mudah fisura.
d. Psoriasis vulgaris
Psoriasis vulgaris merupakan bentuk psoriasis yang paling umum. Kondisi ini
diawali dengan lesi merah seperti titik yang bertahap membesar dan menghasilkan
sisik kering dan perak. Plak tersebu biasanya tampak simetris pada lutut, siku,
ekstremitas, genitalia, kulit kepala, dan kuku.
e. Psoriasis pustular
Psoriasis pustular ditandai dengan erupsi plak kecil, menonjl, dan berisi pus baik
setempat maupun luas. Kemungkinan pemicu termasuk stress emosi, berkeringat,
infeksi, dan reaksi obat yang menyimpang.
c. Prognosis
Penyakit ini cenderung menjadi kronis dan tak terduga, dan menjadi refrakter
terhadap pengobatan

Psoriasis Vulgaris
1. Batasan
Merupakan gangguan kulit kronis dan kambuh ditandai dengan makula eritematosa,
berbentuk lingkaran atau oval, dan ditutupi oleh skuama putih transparan atau keabuabuan tebal. (Murtiastutik, Dwi. 2009)
2. Manifestasi Klinis
a. Kecuali masalah kosmetik, biasanya pasien juga mengeluh tentang sensasi gatal
dan panas.
b. Lesi kulit pertama biasanya muncul di daerah yang mudah untuk mendapatkan
trauma seperti siku, lutut, sacrum, kepala, dan alat kelamin. Berbatas tegas bebas
di tepi dan menempel ke pusat. Skuama ini menunjukkan angka penebalan
konstan dan lampiran longgar. Bentuk yang paling umum adalah bentuk makula

yang bermanifestasi sebagai bulat atau potongan oval, diameternya bervariasi dari
satu sampai beberapa sentimeuter. Bentuk ini akan menjadi statis untuk jangka
waktu yang lama. Dan jika makin memburuk, dapat memberikan berbagai
perubahan tanda klinis seperti berbentuk gelang, berpilin, folikel, guttate, dan
bentuk belang-belang.
c. Psoriasis dapat terjadi pada kuku. Permukaan kuku ini menjadi turpid,
kekuningan,

berbintik,

atau

bintik-bintik

belang,

penebalan.

Subungual

hiperkeratosis happers, sehingga kuku akan diangkat dari dasarnya. Dalam bentuk
ini, kuku tangan lebih mungkin untuk terinfeksi daripada kuku kaki.
d. Psoriasis LSO terjadi pada mukosa dan sendi, terutama sendi kecil
e. Bentuk lain psoriasis;
- Psoriasis Pustulousa: berkembang mengandung bintil (pustul) steril
- Psoriasis Arthropatica: psoriasis yang diikuti oleh arthritis kronis pada sendi
kecil di tangan dan kaki
3. Metode Pemeriksaan
a. Phenomena karsvlek (wax patch phenomena)
Jika skuama psoriasis terjadi bekas, warna keruh akan terlihat belang
b. Austpitz sign
Jika terdapat garukkan yang berlanjut, bintik-bintik perdarahan akan terjadi karena
melibatkan papila dermis pada ujung memanjang
c. Phenomena Koebner
Jika kulit normal mendapat trauma atau goresan, lesi baru

yang memiliki

karakteristik yang sama dengan lesi sebelumnya akan terjadi. Karakteristik ini
juga dapat ditemukan pada lichen palnus, lichen nitidus, veruca plana dan
dermatitis eczematoid.
4. Komplikasi
Erytroderma
5. Pengobatan
a. Pada pengobatan psoriasis, beberapa kondisi harus di perhatikan
- Ukuran lesi kulit
- Lokasi lesi kulit
- Usia pasien
- Keberadaan atau tidak adanya kontra indikasi dari obat yang diberikan
b. Pengobatan untuk penyebabnya belum mampu diberikan. Sehingga terapi ini
bertujuan untuk:
- Menghilangkan semua faktor yang diduga yang memicu psoriasis, misalnya:
-

stres disembuhkan dengan obat penenang


Menekan atau menghilangkan lesi psoriasis:
1. Terapi topikal

Menggunakan salep atau krim yang mengandung steroid, tar (LCD 5%


salep), Calsipotriol atau tacrolimus
2. Terapi sistemik
a. Untuk lesi yang luas, diberikan Methotrexate
b. Terapi kombinasi :
Sistemik Psoralen dengan UV (PUVA) ringan
Kombinasi obat topikal dan sistemik

Sumber :
Meadow, Sir Roy & Simon J. Newell. 2005. Edisi ketujuh. Lecture Note: Pediatrika. Penerbit
Erlangga.
Robbin, Stanley L. 1999. Edisi 5. Buku Saku Dasar Patologi Penyakit. Jakarta: EGC
Hill, McGraw. 2009. Forty- Eight Edition. Current Medical Diagnosis & Treatment. United
States of America: McGraw Hill Companies
Mustiastutik, Dwi., Hastika Saraswati. 2009. ATLAS Of The Skin and Venereal Diseases.
Airlangga University Press: Surabaya
Williams, Lippincott & Wilkins. 2011. Edisi 2. Kapita Selekta Penyakit: Dengan Implikasi
Keperawatan. Jakarta: EGC
Underwood, J.C.E. 1999. Edisi 2. Patologi Umum dan Sistemik. Vol 2. Jakarta: ECG