Anda di halaman 1dari 17

LESI ESOFAGITIS

KOROSIF
MEGA MULYA DWI FITRIYANI
131 0211 023

DEFINISI
Lesi esofagitis korosif adalah kerusakan
esofagus yang terdiri dari kerusakan epitel
mukosa saja sampai kerusakan seluruh dinding
esofagus karena bahan kimia yang termakan
atau terminum.

EPIDEMIOLOGI
Masih jarang di Indonesia
80% pada anak2 dikarenakan tidak sengaja tertelan
Pada dewasa dikarenakan percobaan bunuh diri
Tidak ada perbedaan jenis kelamin

ETIOLOGI
Tertelannya zat kimia yang bersifat korosif, misalnya asam kuat,
basa kuat :
Asam Kuat (H2SO4,HCL), pada kehidupan sehari hari: pada
pemutih pakaian, pembersih toilet, pembersih saluran air,
pembersih karat,kaporit, dan sebagainya
Basah Kuat, pada kehidupan sehari hari: sabun pencucipiring,
sabun pencuci kain, dan pembersih lantai
Air keras ( terdiri dari natrium hidroksid dan natrium karbonat)
Obat Pembunuh serangga

MANIFESTASI KLINIS
Bergantung pada ringannya kerusakan dinding Esofagus.
Kerusakan dirasakan pada daerah :
Bibir
Mulut
Tenggorakan/leher
Didaerah dada

MANIFESTASI KLINIS
1.

Esofagitis korosif tanpa ulserasi

Pasien mengalami gangguan menelan yang ringan. Pada esofagoskopi


tampak mukosa hiperemis tanpa disertai ulserasi.

2.

Esofagitis korosif dengan ulserasi ringan


Pasien mengeluh disfagia ringan, pada esofagoskopi tampak ulkus yang
tidak dalam yang mengenai mukosa esofagus saja.

3.

Esofagitis korosif ulserasif sedang


Ulkus sudah mengenai lapisan otot. Biasanya ditemukan satu ulkus atau
lebih (multiple).

4.

Esofagitis kororsif ulseratif berat tanpa komplikasi


Terdapat pengelupasan mukosa serta nekrosis yang letaknya dalam, dan
telah mengenai seluruh lapisan esofagus. Keadaan ini jika dibiarkan akan
menimbulkan striktur esofagus.

5.

Esofagitis korosif ulseratif berat dengan komplikasi

MANIFESTASI KLINIS
1. Akut (1-3 hari)
Luka di daerah mulut, faring, bibir
Disfagia, odinofagia
Demam
Mual muntah
Erosi
Kegagalan sirkulasi

2. Laten (2-6 mgg)


Demam menurun
Merasa sudah sembuh

3. Kronis (1-3 tahun)


Disfagia lagi karna jaringan parut

DIAGNOSIS
1. ANAMNESIS
keluhan utama pasien rasa terbakar pada daerah kerongkongan,
rasa nyeri yang hebat, serta bisa juga mengeluhkan susah
menelan
2. PX FISIK
Kelainan di daerah mukosa mulut berupa bercak keputihan
Edema yg kemudian timbul perlukaan
3. PX PENUNJANG
Lab
Radiologi
Esofagogram
Esofagoskopi

Gambar
2.
Stenosis
esofagus tampak dengan
esofagogram

Gambar 3. Mukosa
esofagus yang
hancur.

DERAJAT LUKA BAKAR PADA


ESOFAGOSKOPI

Gambar 4. Gambaran
esofagoskopi setelah
tertelanasam hidroklorida,
tampakterjadi trombosis
pembuluh darah
mukosaesofagus.

Gambar 5. Mukosa esofagus


setelah tertelan basa kuat.

TATA LAKSANA
Dipuasakan selama (24-72jam)
( + cairan Infus, antibiotik)
Dianjurkan pemasangan pipa lambung kecil
untuk aspirasi & pemberian makanan.
Pertimbangkan pemberian antidotum

Pemberian Antidotum
Bahan Korosif
Alkali kuat,soda kaustik

Asam Kuat
Methyl alkohol,ethylen
glycol, asam karbolat
Fosfor

Garam Merkuri
Formaldehid
Arsenik

Antidotum
Vinegar yg dilarutkan dlm air
(1:4); jus buah yg masam;
susu,putih telur & minyak olif
sebagai pelarutnya.
Susu Magnesium, Alhidrokside
Larutan 10%ethyl alkohol, 3-4
oz whisky 45% yg diberikan
tiap 4 jam (1-3 hari)
0,25-3 gr Cu Sulfat yg
dilarutkan dlm 1 gelars air
putih.
Susu, telur mentah
5 ml amonium asetat
dilarutkan 500 ml air puth.
Dilarutkan lavase dengan 1%

TATA LAKSANA
Selama satu tahun penderita selalu
diawasi sebulan sekali ada tidaknya
striktura atau stenosis esofagus.bila terjadi
striktura atau stenosis , dilakukan dilatasi.
Bila tidak berhasil, dilakukan pembedahan

ALGORITMA

KOMPLIKASI
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi antara lain :
1.
2.

Udem dan obstruksi jalan nafas.


Perforasigastroesofageal

3.

Mediastinitis, perikarditis, pleuritis,fistel trakeoesofageal, fistel


esofagealaorta,and peritonitis.

4.

Pembentukan striktur dalam 2-4 minggu.

5.

Obstruksi saluran lambung keduodenum.

6.

Pardarahan saluran cerna.

7.

Gejala keracunan sistemik akibat terserapnya zat ke dalam darah.

8.
9.

Cardiac arrest oleh karena hipokalsimia akibat hidrogen florida.


Karsinoma sel skuamosa, dapat terjadi dalam 40tahun setelah paparan.

PROGNOSIS
Prognosa tergantung dari derajat luka bakar yang dialami
pasien, sertajeniszatyangtertelan,lamapaparan,Ph,volume,
konsentrasi,kemampuannya menembus jaringan, serta jumlah
kerusakan jaringan yang diperlukan untukmenetralisir zat yang
masuk.
Angka kematian berkisar 1-4% karena tekhnik pembedahan,
anastesi, antibiotik, dan nutrisi yang efektif, kematian pada
umunya disebabkan oleh mediastinitis, peritonitis, sepsis,
malnutrisi, aspirasi, dan kegagalan fungsi multiorgan.