Anda di halaman 1dari 12

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( P3K) | Wand...

1 of 12

https://wandasaputra93.wordpress.com/2014/01/19/158/

05/05/2016 16:47

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( P3K) | Wand...

2 of 12

https://wandasaputra93.wordpress.com/2014/01/19/158/

3. Biasakan membuat catatan tentang usaha-usaha pertolongan yang telah Anda


lakukan, identitas korban, tempat dan waktu kejadian, dan sebagainya. Catatan ini
berguna bila penderita mendapat rujukan atau pertolongan tambahan oleh pihak
lain.
B. Sistematika Pertolongan Pertama
Secara umum urutan Pertolongan Pertama pada korban kecelakaan adalah :
1. Jangan Panik
Berlakulah cekatan tetapi tetap tenang. Apabila kecelakaan bersifat massal, korbankorban yang mendapat luka ringan dapat dikerahkan untuk membantu dan
pertolongan diutamakan diberikan kepada korban yang menderita luka yang paling
parah tapi masih mungkin untuk ditolong.
2. Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya.
Pentingnya menjauhkan dari sumber kecelakaannya adalah untuk mencegah
terjadinya kecelakan ulang yang akan memperberat kondisi korban. Keuntungan
lainnya adalah penolong dapat memberikan pertolongan dengan tenang dan dapat
lebih mengkonsentrasikan perhatiannya pada kondisi korban yang ditolongnya.
Kerugian bila dilakukan secara tergesa-gesa yaitu dapat membahayakan atau
memperparah kondisi korban.
3. Perhatikan pernafasan dan denyut jantung korban.
Bila pernafasan penderita berhenti segera kerjakan pernafasan bantuan.
4.Pendarahan.
Pendarahan yang keluar pembuluh darah besar dapat membawa kematian dalam
waktu 3 sampai 5 menit. Dengan menggunakan saputangan atau kain yang bersih
tekan tempat pendarahan kuat-kuat kemudian ikatlah saputangan tadi dengan dasi,
baju, ikat pinggang, atau apapun juga agar saputangan tersebut menekan luka-luka
itu. Kalau lokasi luka memungkinkan, letakkan bagian pendarahan lebih tinggi dari
bagian tubuh.
5. Perhatikan tanda-tanda shock.
Korban-korban ditelentangkan dengan bagian kepala lebih rendah dari letak
anggota tubuh yang lain. Apabila korban muntah-muntah dalm keadaan setengah
sadar, baringankan telungkup dengan letak kepala lebih rendah dari bagian tubuh
yang lainnya. Cara ini juga dilakukan untuk korban-korban yang dikhawatirkan
akan tersedak muntahan, darah, atau air dalam paru-parunya. Apabila penderita
mengalami cidera di dada dan penderita sesak nafas (tapi masih sadar) letakkan
dalam posisi setengah duduk.
6. Jangan memindahkan korban secara terburu-buru.
Korban tidak boleh dipindahakan dari tempatnya sebelum dapat dipastikan jenis
05/05/2016 16:47

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( P3K) | Wand...

3 of 12

https://wandasaputra93.wordpress.com/2014/01/19/158/

dan keparahan cidera yang dialaminya kecuali bila tempat kecelakaan tidak
memungkinkan bagi korban dibiarkan ditempat tersebut. Apabila korban hendak
diusung terlebih dahulu pendarahan harus dihentikan serta tulang-tulang yang
patah dibidai. Dalam mengusung korban usahakanlah supaya kepala korban tetap
terlindung dan perhatikan jangan sampai saluran pernafasannya tersumbat oleh
kotoran atau muntahan.
7. Segera transportasikan korban ke sentral pengobatan.
Setelah dilakukan pertolongan pertama pada korban setelah evakuasi korban ke
sentral pengobatan, puskesmas atau rumah sakit. Perlu diingat bahwa pertolongan
pertama hanyalah sebagai life saving dan mengurangi kecacatan, bukan terapi.
Serahkan keputusan tindakan selanjutnya kepada dokter atau tenaga medis yang
berkompeten.
Setiap pemberian pemberian pertolongan pada kecelakaan secara terinci tentu
berbeda, tergantung pada jeniskecelakaan yang terjadi, jenis dan bentuk cidera serta
situasi dan kondisi korban. Namun pada dasarnya pertolongan pertama pada
kecelakaan harus dilakukan secara sistematis berdasar kepada DR CAB ,yaitu :
1) Danger (Bahaya)
Pastikan Keadaan Aman untuk Menolong
Sebelum menolong korban, sebaiknya anda memastikan bahwa lokasi benar-benar
aman bagi anda sebagi penolong, orang-orang di sekitar lokasi kejadian, dan korban
itu sendiri. Periksalah segala sesuatu yang dapat yang mengancam keselamatan.
Gunakan pelindung diri yang ada, seperti sarung tangan dan masker untuk
mencegah faktor risiko infeksi menular. Jangan mengambil risiko untuk menjadi
korban berikutnya.
2) Response (Respon)
Pastikan Kondisi Kesadaran Korban
Periksa kesadaran korban dengan cara memanggil namanya jika Anda kenal, atau
bersuara yang agak keras di dekat telinga korban, jika tidak ada respon juga, tepuk
pundak korban perlahan namun tegas, berikan rangsangan nyeri (misalnya
mencubit bagian telinga korban). Jika korban masih tidak ada respon, segara
panggil bantuan medis, dan lakukan tahap selanjutnya, karena anda masih
mempunyai waktu untuk menunggu bantuan medis datang.
3) Compression (Tekanan pada Dada)
Setelah memastikan korban tidak memberi respon dan sudah memanggil bantuan
medis, lakukan kompresi dada yang biasa di kenal RJP (Resusitasi Jantung
Paru-paru) atau disebut CPR (Cardio Pulmonary Resutation). Melakukan RJP yang
benar adalah dengan meletakkan korban pada permukaan datar dan keras. Adapun
langkah-langkah dalam melakukan RJP pada korban dewasa adalah :
Berlutut di samping korban.
05/05/2016 16:47

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( P3K) | Wand...

4 of 12

https://wandasaputra93.wordpress.com/2014/01/19/158/

Tentukan posisi kompresi dada, dengan menemukan titik tengah pertemuan


tulang iga dada korban.
Setelah menemukan titik kompresi, tempatkan tumit tangan anda pada titik
tersebut, dengan satu tangan lagi diatasnya.
Posisikan tangan anda tegak lurus dan jaga agar tetap tegak lurus pada saat
melakukan kompresi, dan lalu tekan dada korban.
Berikan 30 kali kompresi dada, lakukan dengan cepat dan pertahankan
kecepatannya.
Berikan kompresi dengan kedalaman 2 inchi (5 cm).
4) Airway (Jalan Nafas)

Setelah melakukan 30 kompresi, buka jalan nafas korban dengan metode Head-tilt
chin-lift. Tujuannya adalah untuk membuka jalan nafas korban yang tersumbat oleh
lidah yang tertarik ke tenggorokan sehingga menutupi jalan nafas. Cara melakukan
metodeHead-tilt chin-lift yaitu:
Letakkan telapak tangan Anda di dahi korban dan letakkan jari-jari tangan Anda
yang lain dibawah dagu korban.
Kemudian tekan dahi ke bawah sambil angkat dagu keatas sehingga kepala
korban mendongak keatas dan mulut korban terbuka.
5) Breathing (Bernafas)

05/05/2016 16:47

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( P3K) | Wand...

5 of 12

https://wandasaputra93.wordpress.com/2014/01/19/158/

Setelah jalan nafas terbuka,ju lanjutkan dengan pemberian 2 kali nafas bantuan dari
mulut ke mulut. Perhatikan membusungnya dada korban untuk memastikan
Volume tidal. Volume tidal adalah jumlah udara yang dihirup dan dihembuskan
setiap kali bernafas, dimana volume tidal normal sesorang adalah 350-400ml.
Adapun cara memberikan nafas bantuan sebagai berikut :
Pastikan jalan nafas korban masih dalan posisi terbuka dengan metode Head-tilt
chin-lift sebelumnya.
Tekan hidung korban untuk memastikan tidak ada udara yang bocor melalui
hidung, ambil nafas dengan normal lalu tempelkan mulut serapat mungkin pada
mulut korban dan tiupkan nafas Anda melalui mulut.
Lakukan dengan perbandingan 30:2 yaitu 30 kompresi dada dan 2 kali napas
bantuan, sampai ada respon dari korban atau sampai bantuan medis tiba. Perlu
diketahui, bahwa otak tidak boleh kekurangan oksigen lebih dari 4 menit terutama
saat diketahui jantung seseorang berhenti. Itu artinya Anda hanya punya waktu
kurang dari 4 menit untuk melakukan RJP atau CPR pada korban.
Resusitasi jantung paru paru (Cardio Pulmonary Resuscitation/CPR)
Ini adalah langkah langkah penyelamatan jiwa seseorang dimana denyut jantung
telah berhenti. CPR adalah kombinasi dari masase jantung dari luar dan resusitasi
mulut ke mulut. Untuk melakukan CPR dengan seharusnya Anda sudah mengikuti
latihan sehingga berkurang kemungkinan Anda melakukan kesalahan yang malah
bertambah cedera pada penderita.
Adapun susunan prioritas pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan yaitu
pada korban:
1. Henti napas.
2. Henti jantung.
3. Pendarahan berat.
4. Syok ketidak sadaran.
5. Pendarahan ringan.
6. Patah tulang atau cidera lain.
Tindakan penolong selama melakukan pertolongan pertama, harus di perhatikan
pula:
1. Hindari memindahkan korban
Memindahkan korban adalah hal yang sangat berbahaya jika tidak menguasai
dengan baik teknik cara memindahkan korban. Hal in dapat menebabkan hal yang
serius bahkan menambah buruk kondisi korban, terutama pada kasus cidera tulang
belakang.
2. Jangan pernah ragu
Lakukan tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan penuh keyakinan
dan tiada ragu secara cepat dan tepat, karena keraguan dalam melakukan tindakan
pertolongan pertama pada kecelakaan adalah mati.
3. Hubungi petugas yang berwenang
05/05/2016 16:47

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( P3K) | Wand...

6 of 12

https://wandasaputra93.wordpress.com/2014/01/19/158/

Menghubungi orang atau petugas yang menguasai dengan baik teknik pertolongan
pertama sebaiknya dilakukan sebaik mungkin.
Adapun kasus-kasus kecelakaan atau gangguan dalam kegiatan alam terbuka
berikut gejala dan penanganannya, yaitu sebagai berikut:
A. Pingsan (Syncope/collapse) yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak
kekurangan O2, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi (kekurangan
cairan tubuh), hiploglikemia, animea.
gejalanya:
Menguap berlebihan
Tak respon (beberapa menit)
Denyut nadi Perasaan limbung
Pandangan berkunang-kunang
Telinga berdenging
Nafas tidak teratur
Muka pucat
Lemas
Keringat dingin lambat
Penanganan:
Baringkan korban dalam posisi terlentang
Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung
Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat
pernafasan
Beri udara segar
Periksa kemungkinan cedera lain
Selimuti korban
Korban diistirahatkan beberapa saat
Bila tak segera sadar >> periksa nafas dan nadi >> posisi stabil >> Rujuk ke instansi
kesehatan
B. Dehidrasi yaitu suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal
ini terjadi apabila cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk.
Keluarnya cairan ini biasanya disertai dengan elektrolit (K, Na, Cl, Ca). Dehidrasi
disebabkan karena kurang minum dan disertai kehilangan cairan/banyak keringat
karena udara terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan.
gejala dan tanda dehidrasi:
dehidrasi ringan:
Desit cairan 5% dari berat badan
05/05/2016 16:47

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( P3K) | Wand...

7 of 12

https://wandasaputra93.wordpress.com/2014/01/19/158/

Penderita merasa haus


Denyut nadi lebih dari 90x/menit
Dehidrasi sedang:
Desit cairan antara 5-10% dari berat badan
Nadi lebih dari 90x/menit
Nadi lemah
Sangat haus
Dehidrasi berat:
Desit cairan lebih dari 10% dari berat badan
Hipotensi
Mata cekung
Nadi sangat lemah, sampai tak terasa
Kejang-kejang
Penanganan:
Mengganti cairan yang hilang dan mengatasi shock
mengganti elektrolit yang lemah
Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada
Memberantas penyebabnya
Rutinlah minum jangan tunggu haus.
C. Asma yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.
Gejala:
Sukar bicara tanpa berhenti, untuk menarik nafas
Terdengar suara nafas tambahan
Otot Bantu nafas terlihat menonjol (dileher)
Irama nafas tidak teratur
Terjadinya perubahan warna kulit (merah/pucat/kebiruan/sianosis)
Kesadaran menurun (gelisah/meracau)
Penanganan
Tenangkan korban
Bawa ketempat yang luas dan sejuk
Posisikan duduk
Atur nafas
Beri oksigen (bantu) bila diperlukan
D. Pusing/Vertigo/Nyeri Kepala yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan,
kelaparan, gangguan kesehatan dll.
Gejala:
Kepala terasa nyeri/berdenyut
05/05/2016 16:47

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( P3K) | Wand...

8 of 12

https://wandasaputra93.wordpress.com/2014/01/19/158/

Kehilangan keseimbangan tubuh


Lemas
Penanganan:
Istirahatkan korban
Beri minuman hangat
beri obat bila perlu
Tangani sesuai penyebab
E. Maag/Mual yaitu gangguan lambung/saluran pencernaan.
Gejala:
Perut terasa nyeri/mual
Berkeringat dingin
Lemas
Penanganan:
Istirahatkan korban dalam posisi duduk ataupun berbaring sesuai kondisi korban
Beri minuman hangat (teh/kopi)
Jangan beri makan terlalu cepat
F. Lemah jantung yaitu nyeri jantung yang disebabkan oleh sirkulasi darah
kejantung terganggu atau terdapat kerusakan pada jantung.
Gejala:
Nyeri di dada
Penderita memegangi dada sebelah kiri bawah dan sedikit membungkuk
Kadang sampai tidak merespon terhadap suara
Denyut nadi tak teraba/lemah
Gangguan nafas
Mual, muntah, perasaan tidak enak di lambung
Kepala terasa ringan
Lemas
Kulit berubah pucat/kebiruan
Keringat berlebihan
Tidak semua nyeri pada dada adalah sakit jantung. Hal itu bisa terjadi karena
gangguan pencernaan, stress, tegang.
Penanganan:
Tenangkan korban
Istirahatkan
Posisi duduk
Buka jalan pernafasan dan atur nafas
Longgarkan pakaian dan barang barang yang mengikat pada badan
Jangan beri makan/minum terlebih dahulu
05/05/2016 16:47

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( P3K) | Wand...

9 of 12

https://wandasaputra93.wordpress.com/2014/01/19/158/

Jangan biarkan korban sendirian (harus ada orang lain didekatnya)


G. Histeria yaitu sikap berlebih-lebihan yang dibuat-buat (berteriak, bergulingguling) oleh korban; secara kejiwaan mencari perhatian.
Gejala:
Seolah-olah hilang kesadaran
Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-guling di tanah)
Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang jelas
Penanganan
Tenangkan korban
Pisahkan dari keramaian
Letakkan di tempat yang tenang
Awasi
H. Mimisan yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu
ekstrim (terlalu panas/terlalu dingin)/kelelahan/benturan.
Gejala:
Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri
Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh darah
Kadang disertai pusing
Penanganan
Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman
Tenangkan korban
Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
Diminta bernafas lewat mulut
Bersihkan hidung luar dari darah
Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan Pertama
Inilah beberapa contoh kasus kasus kecelakaan atau gangguan kegiatan dialam
terbuka, dan masih banyak lagi contoh contoh dan kasus kasus lainnya dialam
terbuka.
Adapun beberapa Alat Pelindung Diri (APD) dan Peralatan yang digunakan
terhadap Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, yaitu sebagai berikut:
1. Sarung tangan Lateks
2. Kacamata Pelindung
3. Masker Penolong
4. Masker Resusitasi
Pemakaian APD tidak sepenuhnya dapat melindungi penolong. Ada beberapa
tindakan lain yang harus dilakukan sebagai tindakan pencegahan, yaitu:
05/05/2016 16:47

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( P3K) | Wand...

https://wandasaputra93.wordpress.com/2014/01/19/158/

1. Mencuci Tangan
2. Membersihkan Peralatan.
Peralatan Pertolongan Pertama
Adapun Peralatan Pertolongan Pertama lainnya adalah:
1. Penutup Luka
Kasa Steril
Bantalan Kasa
2. Pembalut, contoh:
Pembalut Gulung / Pipa
Pembalut Segitiga / Mitela
Pembalut Tubuler / Tabung
Pembalut Rekat / Plester
3. Cairan Antiseptik, contoh:
Alkohol 70%
Povidone iodine 10%
4. Cairan Pencuci Mata
Boorwater
5. Peralatan Stabilisasi, contoh:
Bidai
Papan Spinal Panjang
Papan Spinal Pendek
6. Gunting Pembalut
7. Pinset
8. Senter
9. Kapas
10. Selimut.
11. Kartu Korban
12. Alat Tulis
13. Oksigen
14. Tensimeter dan Stetoskop

10 of 12

05/05/2016 16:47

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( P3K) | Wand...

https://wandasaputra93.wordpress.com/2014/01/19/158/

15. Tandu
Semua Peralatan diatas kecuali yang berukuran besar, dapat dimasukkan ke dalam
tas atau sejenisnya. Daftar peralatan di atas tidaklah harus selalu sama, dapat
bervariasi tergantung dari kemampuan penolong dan juga ketersediaan peralatan
tersebut.
Catatan : Sebagai Pelaku Pertolongan Pertama, kita harus mampu berimprovisasi
mempergunakan bahan atau peralatan yang ada jika terjadi kekurangan atau ketiadaan
peralatan tersebut, sehingga korban bisa ditolong dengan maksimal.
Posted in Semua Materi 5 Comments

5 thoughts on PERTOLONGAN PERTAMA


PADA KECELAKAAN ( P3K)

11 of 12

1. Raden Amelia Putri Yasmin says:


28 October 2014 at 16.20
Apakah nama kayu kanan kiri pada patah tulang ?
Bagaimana cara memakaikannya ?
REPLY
1. Wanda Saputra says:
19 November 2014 at 14.18
nama kayu gimana ya? saya pun kurang tau juga.
gips tuh gak maksudnya?
REPLY
2. denmasmono says:
10 December 2014 at 04.06
namanya BIDAY

05/05/2016 16:47

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN ( P3K) | Wand...

12 of 12

https://wandasaputra93.wordpress.com/2014/01/19/158/

3
0
i
Rate This
REPLY
1. Wanda Saputra says:
10 December 2014 at 04.46
oke mas.. terimakasih telah membantu.
dan terimakasih telah berkunjung.
0
1
i
Rate This
REPLY
3. denmasmono says:
10 December 2014 at 04.07
sekedar info nama kayunya BIDAY dan kain untuk mengikatnya MITELA
REPLY

Blog at WordPress.com. The Sequential Theme.

05/05/2016 16:47