Anda di halaman 1dari 56

Referat

HIPERTIROIDISME

Oleh:
dr. Della Putri Ariyani

Dokter Pembimbing:
dr. Ari Prastyawan

DEFINISI

Epidemiologi

Anatomi

MEKANISME
IODINE PATHWAY
DALAM TUBUH

Sintesis & Sekresi Hormon


Tiroid

T3 /T4 berikatan dengan

FISIOLOGI

Efek Pada Perkembangan


Janin

Efek Konsumsi O &


Produksi Panas

Pada hipertiroid tidak tahan panas , cepat lelah,berat badan turun,


mudah lapar, haus,rasa lemah.

Efek Kardiovaskuler

Pada hipertiroid aritmia, palpitasi, hipertensi, dispnea dan


gagal jantung

Efek Simpatik
(Simpatomimetik)

Efek Pulmonar

Pada hipertiroid dispnea

Efek Hematopoetik

Pada hipertiroid Cepat lelah, lemas.

Efek Gastrointestinal

Pada hipertiroid mudah BAB, lapar, makan banyak, haus, muntah

Efek Skeletal

Pada hipertiroid Osteoporosis, epifisis cepat menutup dan nyeri


tulang

Efek Neuromuskular

Pada hipertiroid Hiperkinetik, tremor halus, anxietas

Efek Metabolisme Lipid dan


Karbohidrat

Pada hipertiroid penurunan kadar kolesterol dan lipolisis berat


badan menurun

Efek Endokrin

Pada hipertiroid Oligomenore, amenore, libido menurun, infertile

Klasifikasi Hipertiroid

Etiologi Hipertiroid
Penyebab Tirotoksikosis

Hipertiroidisme
Primer
Penyakit Graves
Struma
multinodular
toksik
Adenoma toksik
Obat: yodium
lebih, lithium
Karsinoma tiroid
yang berfungsi
Struma ovarii
(ektopik)
Mutasi TSH-r

Tirotoksikosis
Hipertiroidisme
tanpa
Sekunder
Hipertiroidisme
Hormon tiroid
TSH-secreting
berlebih
tumorchGH
(tirotoksikosis
secreting
faktisia)
tumor
Tiroiditis
Tirotoksikosis
subakut
gestasi
Silent
(trimester I)
Resistensi
thyroiditis
Destruksi
hormon tiroid
kelenjar :
amiodaron,radi

Epidemiologi Hipertiroid

GRAVES DISEASE

Patofisiologi

TSAb
berikatan
dengan TSHr

Peradangan pada fibroblas orbita dan miositis orbita, berakibat


pembengkakan otot-otot orbita, protopsi bola mata dan diplopia
menimbulkan kemerahan, kongesti serta edema konjungtiva dan
periorbita.

Manifestasi Klinis
SISTEM
Umum

GEJALA
Tidak tahan udara panas, hiperkinetik,
cepat lelah, berat badan menurun

Gastrointestinal

Kerap BAB, lapar, makan banyak,

Muskular

haus, muntah
Rasa lemah

Urogenital

Oligomenore,

amenore,

libido

menurun, infertile
Kulit

Rambut rontok, berkeringat, silky hair


dan onikolisis

Psikis dan saraf

Labil, iritabel, tremor halus, anxietas

Jantung

Dispnea, hipertensi, aritmia, palpitasi,


gagal jantung

Tulang

Osteoporosis, epifisis cepat menutup

Test Khusus

Pemeriksaan Oftalmopati
Test
Joffroy sign

Cara pemeriksaan dan hasil


Tidak bisa mengangkat alis dan

Von Stelwag
Von Grave

mengerutkan dahi
Mata jarang berkedip
Melihat ke bawah, palpebra superior
tidak dapat mengikuti bulbus okuli
sehingga

antara palpebra

superior

dan cornea terlihat jelas sklera bagian


Rosenbach sign

atas
Memejam mata, tremor dari palpebra

Moebius sign

ketika mata tertutup


Mengarahkan jari telunjuk mendekati

mata pasien di medial, pasien sukar


mengadakan
konvergensi

dan

mempertahankan

Diagnosis

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

Fungsi Tiroid

Radioactive Iodine Uptake


Metode yang digunakan untuk mengetahui
berapa banyak iodine yang digunakan dan
diambil melalui transporter Na+/K- di
kelenjar tiroid.
Pada metode ini pasien diminta menelan
kapsul atau cairan yang berisi iodine
radioaktif dan hasilnya diukur setelah
periode tertentu, biasanya 6 atau 24 jam
kemudian.
Pada kondisi hipertiroidisme primer seperti
Graves disease, toxic adenoma dan toxic
multinodular goiter akan terjadi peningkatan
uptake iodine radioaktif.
Pemeriksaan ini dikontraindikasikan bagi
pasien wanita yang hamil atau menyusui

Ultrasound Scanning
Metode yang menggunakan
gelombang suara dengan frekuensi
tinggi untuk mendapatkan gambaran
bentuk dan ukuran kelenjar tiroid.
Kelebihan metode ini adalah mudah
untuk dilakukan, noninvasive serta
akurat
dalam
menentukan
karakteristik nodul toxic adenoma dan
toxic multinodular goiter serta dapat
menentukan ukuran nodul secara
akurat .

Fine Needle Aspiration


Cytology (FNAC)
Merupakan prosedur pengambilan
sampel sel kelenjar tiroid (biopsi)
dengan menggunakan jarum yang
sangat tipis.
Keuntungan dari metode ini adalah
praktis, tidak diperlukan persiapan
khusus,
dan
tidak
mengganggu
aktivitas pasien setelahnya.

Diagnosis Banding

Penatalaksanaan

Medika Mentosa
Tirostatika (OAT- Obat Anti Tiroid)
Kelompok obat
Obat anti tiroid
Propiltiourasil (PTU)
Metimazol (MMI)
Karbimazol (CMZMMI)
Anatagonis adrenergik

Efeknya
Menghambat sintesis hormon tiroid
dan berefek imunosupresif (PTU)
juga menghambat konversi T4T3

Indikasi
Pengobatan lini pertama
pada graves. Obat jangka
pendek prabedah / pra
RA1

Adrenergic antagonis
Propranolol
Metoprolol
Atenolol
Nadolol

Mengurangi dampak hormor tiroid


pada jaringan

Obat tambahan kadang


sebagai obat tunggal
pada tirolditis

Bahan mengandung iodine


Kalium iodide
Solusi Lugol
Natrium ipodat
Asam iopanoat

Menghambat keluarnya T4 dab T3


Menghambat T4 dan T3 serta
Produksi T3 ekstratiroidal

Persiapan tiroidektomi
Para krisis tiroid
Bukan untuk
penggunaan rutin

Obat lainya
Kalium perklorat
Litium karbonat
Glukokortikoids

Menghabat transpor yodium sintesis


dan keluarnya hormon.
Memperbaiki efek hormon dijaringan
dan sifat imunologis.

Bukan indikasi rutin


Pada sub akut tiroiditis
berat dan krisis tiroid.

Obat Anti Tiroid

pertiroid yang sering di gunakan : Obat anti tiroid bekerja dengan menghambat s
hormon tiroid dan menghambat konversi T4 menjadi T3.
Obat

Dosis awal (mg/hari)

Pemeriksaan (mg/hari)

-Karbimatol

30 60

5 20

-Metimazol

30 60

5 20

300 600

50 200

-Propiltiourasil

Dosis awal diberikan hingga keadaan eutiroid.


Lalu dilakukan pemeriksaan ulang TSH, free T4 dan Total T3 setiap bulan.
Setelah keadaan Eutiroid diberikan dosis pemeriksaan hingga 18-24bulan.
Pemeriksaan ulang TSH, free T4 dan Total T3 setiap 3 bulan

Adrenergic antagonis
Obat

Dosis

Propanolol

10-40mg (3-4x sehari)

Metoprolol

50mg (4x sehari)

Atenolol

50-100mg (1x sehari)

Nadolol

80-160mg (1x sehari)

Surgical
Indikasi operasi adalah:
1.Pasien muda dengan struma besar yang
tidak berespon pada obat antitiroid
2.Pada wanita hamil (trimester ke-2) yang
memerlukan obat antitiroid dosis besar
3.Alergi obat antitiroid, yodium radioaktif
4.Penyakit Graves yang berhubungan
dengan satu atau lebih nodul
5.Adenoma toksik atau struma multinodular
toksik

1. Operasi baru dikerjakan

saat keadaan pasien eutiroid,

klinis maupun biokimiawi. Plumerisasi diberikan 3 kali 5


tetes solusio lugol fortior 7-10 jam preoperatif, dengan
maksud

menginduksi

involusi

dan

mengurangi

vaskularitas tiroid.
2. Operasi dilakukan dengan tiroidektomi subtotal dupleks
mensisakan jaringan seujung ibu jari, atau lobektomi
total termasuk ismus dan tiroidetomi subtotal lobus lain.
3. Setiap pasien pascaoperasi perlu

dipantau apakah

terjadi remisi, hipotiroidisme atau residif.


4. Operasi yang tidak dipersiapkan dengan baik membawa
risiko terjadinya krisis tiroid dengan mortalitas amat
tinggi.
5. Komplikasi : hipokalsemia berkepanjangan 3,1% dan
hipoparatiroid permanen 1%, serta mortalitas 0%

Yodium radioaktif (radio


active
iodium
1. Terapi
iodium radioaktif
diberikanRAI)
melalui oral
2.

3.
4.
5.

(diminum) dalam bentuk kapsul atau cairan.


Iodium akan segera diserap dengan cepat dan
ditangkap oleh kelenjar tiroid. Tidak ada jaringan atau
organ lainnya yang dapat menangkap iodium
radioaktif, sehingga efek samping dari terapi ini
sangat sedikit. Terapi iodium radioaktif ini akan
mengakibatkan respon peradangan di kelenjar tiroid
dan menyebabkan penghancuran kelenjar tiroid
selama beberapa minggu sampai bulan.
Dosis pemberian iodium radioaktif adalah 75-200
uCi/gram
Tidak terdapat bukti adanya keganasan tiroid pada
penderita hipertiroid yang diberikan terapi iodium
radioaktif.
Tidak ada bukti mengenai peningkatan angka
kematian pada penderita kanker lain (termasuk
leukemia) yang diberikan terapi iodium radioaktif

Cara Pengobatan
Tirostatika
(OAT)

Tiroidektomi

Yodium
Radioaktif
(I131)

Keuntungan
Kemungkinan
remisi jangka
panjang tanpa
hipotiroidisme

Cukup banyak
menjadi eutiroid
Relatif cepat
Relatif jarang
residif

Sederhana
Jarang residif
(tergantung dosis)

Kerugian
Angka residif cukup
tinggi
Pengobatan jangka
panjang dengan kontrol
yang sering

Dibutuhkan ketrampilan
bedah
Masih ada morbiditas
40% hipotiroid dalam
10 tahun
Daya kerja obat lambat
50% hipotiroid pasca
radiasi

Terapi Eksoftalmus
1. Terapi pemaparan kornea : tetes mata
metil selulosa 5% sepajang hari dan salep
kloramfenikol malam hari
2. Tetes mata guanetidin memperbaiki
retraksi kelopak temporer
3. Pengoreksian diplopia dengan kacamata
4. Pada kasus parah dengan gejala hilangnya
penglihatan,
edema
diskus,
ulserasi
kornea diterapi dengan prednisolon 100120mg perhari selama 3-4 hari, kemudian
dosis dikurangi. Jika tidak ada perbaikan
harus dipertimbangkan dekompresi bedah
dan radioterapi orbita

Komplikasi

Krisis Tiroid

Pengobatan Krisis Tiroid


1. Rehidrasi dan koreksi elektrolit (NaCl dan cairan lain), kalori
(glukosa), vitamin, oksigen, kalau perlu sedasi, kompres es.
2. Deksametason 2 mg tiap 6 jam (kerana adanya defisiensi
steroid relatif akibat hipermetabolisme dan menghambat
konversi perifer T4).
3. Antipiretik, digunakan asetominofen, bukan aspirin. Aspirin
akan melepas ikatan protein-hormon tiroid hingga freehormon meningkat
4. Mengobati faktor pencetus, seperti infeksi.
5. Mengkoreksi hipertiroid dengan cepat:
Memblok sintesis hormon baru PTU dosis besar
(loading dose 600-1000mg) diikuti dosis 200mg PTU tiap
4 jam dengan dosis sehari total 1000-1500mg
Memblok cikal bakalnya hormon Lugol 10 tetes setiap
6-8.
Menghambat konversi perifer dari T4 menjadi T3
propanolol, opiat, B- blocker dan atau kortikosteroid

Prognosis
Dubia, pada graves disease terdapat
faktor autoimun yang dapat
menyebabkan remisi. Kecuali dengan
tiroidektomi total.