Anda di halaman 1dari 22

Hormon Reproduksi

Kelompok 3

HORMON
ESTEROGEN
Esterogen sangat penting peranan
nya pada perubahan bentuk dan fugsi
tubuh yang karakteristik untuk wanita
dewasa yaitu fungsi seks sekunder.
Esterogen
berperan
pada
pembentukan kontur tubuh, skelet dan
tulang panjang pada masa pubertas
dan diakhiri dengan fungsi epifisis,juga
berperan pada tumbuhan rambut
axila, pubis, pigmentasi rigonetalis,
dan pigmentasi areolamamae pada

Mekanisme Kerja Estrogen


Kedua ER merupakan ligand-activated
transcription factors yang dapat
meningkatkan atau menurunkan sintesis
mRNA dari gen target. Setelah masuk sel
melalui difusi pasif membran plasma,
hormon akan terikat ER di inti sel. ER yang
semula merupakan monomer akan
mengalami perubahan konforpasi, terjadi
dimerisasi sehingga afinitas dan kecepatan
pengiktan nya pada DNA meningkat. ER
akan terikat estrogen response element
(ERES) di gen target.

INDIKASI
Terapi jangka panjang, terapi jangka
pendek : pendarahan uterus disfungsional.
SEDIAAN DAN DOSIS
Estriol,tablet 1 dan 2mg, masa-kerja
singkat karena ikatan nya pada sel taerget
singkat, afinitas terhadap prtotein plasma
rendah, cepat dieliminasi dari tubuh, dosis
2-4tab/hari.
Estradiol valerat tab 2mg, dosis 1 tab/hri
17- estradiol patch 100 g/hari

Etinilestradiol tab 50 g, masa kerja lebih


panjang, dosis -1tab/hari.
Estropipat (Na-estron sulfat) 0, 625 mg,
dosis 1 a 2 tab/hari.
EFEK SAMPING
Gangguan siklus haid, mual bahkan akan
muntah, rasa kembung, adema, berat
badan bertambah. yang lebih serius pusing,
migrain, kloasma terutama pada kulit
muka,
peningkatan
tekana
darah,
trombosis, proliferasiendometrium/varises.

KONTRAINDIKASI
Wanita
hamil
atau
menyusui,
gangguan
fungsi
hepar,
riwayat
trombosis atau emboli, hipertensi,
penyakit jantung, perdarahan vagina
yang belum jelas, penyebabnya,
adenoma, mamma atau adanya tumor
pada alat reproduksi.

Interaksi Obat
Interaksi Obat Esterogen

Anti Estrogen
Zat antiestrogen dikenal dua kelompok zat
dengan khasiat antiestrogen, yakni Estrogen
lemah dan penghambat enzim aromatase.
Estrogen lemah
Terdiri
dari
klomifen,
epimestron,
Tamoksifen, dan Raloksifen.
Penghambat enzim aromatase
Terdiri dari aminoglutetimida, Anastrozol
(Arimidex), dan Letrozol (Femara).

Estrogen lemah
Mekanisme kerja zat-zat ini
diperkirakan berdasarkan
penggeseran hormon alamiah dari
reseptornya di hipotalamus, hingga
aktivitas dan kadar estradiol darah
menurun. Akibatnya ialah
terhambatnya mekanisme feedback
yang mengatur produksi estrogen

Klomifen
Klomifen suatu trifeniletilen derivat 7Alkalimide estradiol, bersifat antagonis murni
estrogen pada semua jaringan.
Diindikasikan untuk infertilitas wanita akibat
siklus haid anovulatoar, tetapi dengan syarat
tidak mempunyai kelainan organik pada
sumbu hipotalamus hipofisis-ovariumnya. Pada
pria pernah digunakan juga untuk merangsang
gonadotropin
dan
menambah
spermatogenesis, dan dibutuhkan waktu yang
lebih lama (40-90 hari) daripada untuk wanita.

Klomifen
Dosis untuk infertilitas wanita adalah
1-2x50 mg, dimulai pada hari ke-5.
perdarahan haid selama 5-7 hari.
Efeksamping yang sering timbul pada
penggunaan jangka panjang adalah
vasomotor-flushes,kista ovarium, rasa
kembung, mual, muntah, gangguan
pengelihatan.
Dikontraindikasikan pada wanita hamil.

Tamoksifen
Tamoksifen berefek antiestrogenik di
kelenjar mammae dan agonis
estrogen ditulang dan endometrium.
Efek samping : Hot flushes, muali,
trombosis, karena berefek agonis
estrogen di endometrium penggunaan
jangka panjang tamoksifen dapat
meningkatkan risiko kanker
endometrium.

Raloksifen
Raloksifen merupakan hormon nonsteroid bekerja
pada ER dan Er sebagai agonist dan antagonis.
Bersifat agonis estrogen ditulang, lipid darah, endotel
vaskular, diduga karena mempunyai inti benzotifen.
Bersifat antagonis estrogen dijaringan uterus dan
kelenjar mammae karena adanya rantai samping.
Efek samping : Gangguan saluran cerna, gangguan
sistem muskuloskeletal, reaksi kulit,gangguan
kardiovaskular, susunan saraf trombosis.
Kontraindikasi : tidak boleh diberikan pada kehamilan,
trombosis emboli paru, hipersensitivitas, trombosis
vena retina.

Penghambat Aromatase
Anastrozol dan Letrozol menghambat
aromatase secara selektif.
Aminoglutetimida juga turut
menghambat sintesa glukokortikoid
dan steroida lain. Obat-obat ini
khusus digunakan pada kanker buah
dada yang tersebar pada wanita
postmenopousal, bila tamoksifen
tidak efektif.

Progesteron
Progesteron merupakan hormon
steroid kelamin alamiah yang
diproduksi ditempat yang sama
dengan estrogen . Derivat
sintetiknya, golongan progestin,
merupakan hasil modifikasi struktur
testosteron tanpa atom C19 atau
derivat 19-nortestosteron.

Mekanisme kerja
Isoform PR-A dan PR-B ini mempunyai Ligand binding domain
yang identik, tidak berbeda seperti yang dimiliki isoform ER.
Pada keadaan tanpa ligand, PR berada di inti dalam bentuk
monomerik terikat inaktif dengan heat-shock proteins (HSP90, HSP-70 dan p59), apabila telah terikat progesteron HSP
terlepas (berdisosiasi) dan reseptor mengalami fosforilase dan
kemudian membentuk dimer (homo dan heterodimer) yang
terikat dengan selektivitas tinggi pada progesteron response
elements (PREs) pada gen target. Proses transkripsi oleh PR
terjadi melalui recruitment beberapa ko-aktivator. Kompleks
reseptor koaktivator ini selanjutnya berinteraksi dengan
beberapa protein spesifik yang mempunyai aktivitas asetilasi
histon. Asetilase histon menyebabkan remodeling kromatin
dan menambah protein transkripsi.

INDIKASI
Kontasepsi , wanita
pascamenopause, kombinasi dengan
estrogen, abortus iminens/ ancaman
abortus, ancaman lahir prematur,
abortus habitualis, kanker
endometrium, pendarahan
fungsional endometrium. Derivat
progestin telah digunakan untuk
terapi paliatif karsinoma
endometrium yang telah

OBAT PROGESTERON
Progesteron
dosis pada insufisiensi peroral kapsul 200 mg,
i.m 25-50 mg selama 12-14 hari per bulan.
Mendroksiprogesteronasetat
(MPA,depo/profera parlutal)
Zat ini digunakan pada kanker payudara yang
rentan hormon setelah menopause dan juga
sebagai pil suntik antikonsepsi dengan dosi
150 mg MPA i.m setiap 3 bulan dan pada
dysmenorrhea oral 2,5-10 mg sehari.

Obat Progesteron
Didrogesteron
Zat ini disebut juga retroprogesteron. Khususnya berdaya gestagen atas
endometrium dan vagina tanpa efek androgen atau estrogen, juga tidak
menekan ovulasi.
Dosis : pada abrotus mengancam (imminens) oral semula 40 mg, lalu setiap 8
jam 10-20 mg sampai 1 minggu setelah semua gejala hilang.
Noretisteron (noretindron, primolut-N)
Derivat nortestosteron ini berkhasiat menekan ovulasi serta memiliki daya
androgen dan estrogen lemah, juga efek antiestrogen. Banyak digunakan
dalam pil (1-3 mg N. Asetat) juga untuk menunda haid.
Dosis : Menunda haid 3 dd 5 mg dimulai selambat-lambatnya 3 hari sebelum
haid selama maksimal 14 hari : beberapa hari sesudah kurusai terjadi
perdarahan penarikan.
Norgestrel
Efek progestagen kuat dengan kerja panjang juga berdaya antiestrogen kuat
dan androgen lemah. Banyak digunakan pula dalam pil antihamil kombinasi
dengan kadar 50-250 mcg.

Anti Progesteron
Antiprogesteron baru dikenal sekitar
tahun 1981 yang sebelumnya dikenal
sebagai antagonis
glukokortikoid/RU486. preparat ini
beredar dibeberapa negara dengan
indikasi terminasi kehamilan dan
pada tahun 2000 FDA menyetujui
penggunaannya di USA.

Anti Progesteron
Mifepriston
Adalah derivat 19-norprogestin noretindron yang mengandung
substitusi dimetil-aminofenil pada posisi 11, merupakan
antagonis potent reseptor progesteron dan glukokortiroid.
Mekanisme kerja : preparat ini merupakan antagonis kompetitif
progestin pada PR-A dan PR-B. Penggunaannya untuk terminasi
kehamilan pada kehamilan fase awal karena adanya hambatan
pada PR diuterus menyebabkan hancurnya desidua dan blastokist
terlepas diikuti menurunnya produksi Hcg. Hal ini menyebabkan
sekresi progesteron menurun dan menambah hancurnya desidua.
Menurunnya progesteron endogen dan blokade PR menyebabkan
meningkatnya kadar prostaglandin diuterus dan hal ini akan
mensensitisasi miometrium untuk berkontraksi. Juga terjadi
pelunakan serviks yang akan mempermudah keluarnya blastokist

Mifepriston
Indikasi
FDA telah menyetujui penggunaan mifepriston bersama
misiprostol untuk terminasi kehamilan dini (kurang lebih 49
hari dihitung dari awal haid yang terakhir) pada hamil
ektopik, abortus inkomplit atau perdarahan yang hebat,
atau tindakan abortus dengan alasan medis. Hanya
dianjurkan digunakan oleh dokter ahli kebidanan.
Efek samping
Efek samping yang berbahaya meski jarang perdarahan
vaginal dapat berlangsung sampai 8-17 hari terkadang
membutuhkan transfusi darah . Yang lebih sering : rasa
sakit di abdomen, kramp uterus, mual, muntah, dan diare.