Anda di halaman 1dari 10

Nama :Livia Lovin Nikita Ayu Arifin

NIM : 021311133077
Kelas :B
Tugas :4 IKGM IV
Pengukuran Index Caries
1. Decayed Missing Filling Tooth (DMF-T)
a. Pengertian
: Nilai DMF-T merupakan indeks untuk
menunjukkan karies pada seseorang atau sekelompok orang
D (Decay)
: jumlah gigi yang berlubang karena karies gigi
M (Missing) : jumlah gigi yang indikasi untuk dicabut atau gigi
yang telah hilang karena karies
F (Filling)
: jumlah gigi yang telah ditambal karena karies dan
dalam keadaan baik.
b. Kegunaan
: Untuk menilai status kesehatan gigi dan mulut dalam hal karies
gigi permanen
c. Kelebihan
:
1. Mudah digunakan
2. Bersifat universal
3. Dapat digunakan untuk mengukur prevalensi karies
4. Dapat melihat estimasi status kesehatan mulut
d. Kekurangan
:
1. Tidak bisa membedakan kedalaman karies gigi
2. Tidak dapat menggambarkan banyaknya karies yang sebenarnya
3. Tidak dapat digunakan pada gigi yang hilang bukan karena
karies
4. Tidak dapat digunakan untuk karies akar
e. Rumus
:
DMF-T
= D+M+F
DMF-T rata-rata
= Jumlah D+M+F
Jumlah orang yang diperiksa
Kategori menurut WHO
0,8 1,1
: Sangat rendah
1,2 2,6
: Rendah
2,7 4,4
: Sedang
4,5 6,5
: Tinggi
>6,5
: Sangat Tinggi
2. Nyvad Caries Diagnostic Criteria
a. Pengertian
: Indeks diagnostik yang menunjukkan manifestasi awal karies,
bahkan sebelum terbentuknya kavitas

b. Kegunaan
c. Kelebihan

d. Kekurangan

e. Rumus

: Untuk mengidentifikasi karies pada tahap initial stage (white


spot), dan membedakan karies aktif dan inaktif
:
1. Dapat menentukan rencana pencegahan karies gigi
2. Dapat mengurangi keperluan perawatan lebih lanjut karena
karies dapat dideteksi sedini mungkin
:
1. Adanya kesulitan menetukan diagnosis yang pasti apabila karies
aktif dan non aktif berlubang
2. Atrisi dapat menghilangkan lesi karies sehingga susah
mediagnosis secara tepat
:

3. Specific Caries Index


a. Pengertian
: indeks yang menyajikan informasi mengenai prevalensi, lokasi
b. Kegunaan

dan tipe karies


: untuk menggambarkan jumlah gigi karies yang belum ditangani

c. Kelebihan

dengan menggunakan indeks DMF-T


: Reproduksibilitas dan validitas bagus, Menyediakan tidak hanya

d. Kekurangan

e. Rumus

prevalensi, tetapi lokasi dan jenis lesi


:
1. Tidak dapat digunakan sendiri
2. Tidak dapat menilai karies akar secara tepat
3. Tidak dapat menilai lesi proksimal karena tidak ada foto
radiografik bitewing
:

4. Pufa Index
a. Pengertian
b. Kegunaan
c. Kelebihan

d. Kekurangan
1.
2.
3.
e. Rumus

: indeks yang dipakai untuk menilai kondisi rongga mulut akibat


adanya karies yang tidak dirawat.
: Untuk menilai keadaan pulpa, ulserasi mukosa akibat fragmen
akar, fistula dan abses
:
1. Mudah
2. Dapat digunakan untuk gigi sulung dan permanen
3. Dapat digunakan bersama dengan indeks DMF
:
Tingkat perkembangan lesi karies pada enamel tidak dinilai
Penilaian abses dan fistula dapat digabung menjadi 1 kode
Perlu penelitian lebih lanjut terkait validitas dan reabilitas
:

5. Caries Assessment Spectrum And Treatment index (CAST)


a. Pengertian
: Indeks yang merupakan kombinasi ICDAS II, PUFA, dan MF
dari indek DMF
b. Kegunaan
: Untuk melengkapi data penilaian mengenai karies pasien
c. Kelebihan
:
1. Menyediakan sarana untuk penggunaan DMF yang lebih luas
2. Skor DMF dapat dengan mudah dikalkulasikan dari skor CAST
3. Untuk memperkuat ICDAS, DMF dan PUFA
d. Kekurangan
:Belum adanya validasi, Tidak ada data perhitungan preawatan dan
pencegahan pada tiap kode, Tidak dapat digunakan untuk clinical
trials
e. Rumus

6. International Caries Detection And Assessment System


a. Pengertian dan Kegunaan
:
1. ICDAS I meliputi (D) deteksi karies berdasar tahapan proses terbentuknya karies,
topografi (pit & fissure atau permukaan halus), anatomi (mahkota vs. akar), dan
status restorasi atau sealant; serta (A) assessment atau peniliaian proses karies
(apakah kavitasi atau non-kavitasi dan aktif atau inaktif karies).
2. ICDAS II menggambarkan karies koronal dan karies yang terkait dengan restorasi
dan sealant. Kode untuk karies koronal antara 0 sampai 6, yang menunjukkan
tingkat keparahan lesi karies.
b. Kelebihan
:
1. Memenuhi syarat validitas dan reliabilitas
2. Dapat digunakan untuk gigi sulung dan permanen
3. Dapat digunakan untuk uji klinis
c. Kekurangan
:Data sulit dibaca, Tidak dapat digunakan untuk menilai karies
d. Rumus

tahap lanjut, Rumit


:

7. FDI World Dental Federation Caries Matrix


a. Pengertian
: matriks untuk mengintegrasikan sistem yang sudah ada menjadi
kerangka kerja yang dapat digunakan dokter, pendidik, tenaga
kesehatan masyarakat, dan pengambil keputusan
b. Kegunaan
: untuk mengetahui keadaan rongga mulut secara keseluruhan
c. Kelebihan
:
1. Dapat bersifat multifungsi
2. Dapat mengetahui keadaan rongga mulut secara menyeluruh
d. Kekurangan
:
1. Harus dikombinasikan dengan banyak index

2. Tidak dapat menyediakan untuk sistem klasifikasi karies atau lesi


e. Rumus

yang baru
:

Pengukuran Index Kelainan Periodontal


8. CPITN
a. Pengertian
: Indeks resmi yang digunakan WHO untuk mengukur kondisi
jaringan periodontal, dan perkiraan perawatannya dengan
b. Kegunaan

menggunakan WHO Periodontal Examining Probe.


: untuk mendapatkan data status periodontal masyarakat,

c. Kelebihan

kebutuhan perawatan, dan merencanakan program penyuluhan


: mudah dan cepat, berstandar international, dapat digunakan untuk
memantau status kesehatan periodontal dan merencanakan

d. Kekurangan

perawatan
: data yang diperoleh masih bisa disalah tafsirkan, dapat
menimbulkan estimasi yang berlebihan dalam kebutuhan

e. Rumus

perawatan terutama pada kode 3 dan 4


:

Kriteria scoring CPITN :


0 : Periodonsium sehat
1 : Terdapat pendarahan setelah probing
2 : Terdapat kalkulus supra atau subgingival atau timbunan plak di sekeliling
margin gingival, tidak terdapat poket dengan kedalaman > 3 mm.
3 : Terdapat poket dengan kedalaman 4 5 mm.
4 : Terdapat keterlibatan daerah furkasi atau terdapat kedalaman loss of attachment
sedalam > 7 mm.
Kategori perawatan perdasarkan status periodontal :
0 : Tidak memerlukan perawatan
1 : Peningkatan kebersihan mulut / penyuluhan
2 : Peningkatan kebersihan mulut / penyuluhan dan scalling
3 :Peningkatan kebersihan mulut / penyuluhan, scalling, kuretase, bedah
periodontal.
9. PHP Index
a. Pengertian

:indeks untuk melihat kesehatan rongga mulut berdasar debris yang

b. Kegunaan

diperiksa dengan disclosing agent


: untuk mengevaluasi keadaan periodontal berdasar oral debris

c. Kelebihan

secara umum
: dapat digunakan untuk menilai tingkat oral hygiene dan

d. Kekurangan

periodontal, lebih sensitif


: membutuhkan waktu yang lama jika jumlah orang yang diperiksa

e. Rumus

banyak
: Indeks ini menggunakan enam permukaan gigi yang sama seperti

pada OHI-S (bukal 16, labial 11, bukal 26, lingual 36, labial 31, dan lingual 46)
tetapi membagi setiap permukaan gigi menjadi lima area. Dalam setiap permukaan
area, penilaian debris adalah jika terdapat debris, diberikan skor satu, dan dimana
permukaan bebas dari debris diberikan skor 0. Skor PHP adalah total skor untuk
setiap permukaan dibagi dengan jumlah permukaan gigi yang diperiksa.
PHP: Jumlah nilai kelima area setiap permukaan gigi
Banyaknya permukaan gigi yang diperiksa
Skoring :
Excellent = 0 (tidak ada debris)
Good = 0,1 1,7
Fair = 1,8 3,4

Poor = 3,5 5,0


10. Basic Periodontal Examination index (BPE)
a. Pengertian
:indeks yang merupakan turunan dari CPITN yang digunakan
b. Kegunaan

untuk screening prevalensi penyakit periodontal


:mengindikasikan tingkat keperluan pemeriksaan keadaan

c. Kelebihan
d. Kekurangan

periodontal pasien
: mudah dan praktis untuk screening
: tidak memberikan diagnosis

e. Rumus

11. Periodontal Screening and Recording index (PSR)


a. Pengertian
: merupakan adaptasi dari CPITN
b. Kegunaan
: Untuk mengukur gingival bleeding selama probing, kalkulus
pada gigi, dan kedalaman poket periodontal di setiap sextan pada
c. Kelebihan

RM.
: Cepat, metode screening yang sederhana dan memenuhi

d. Kekurangan

persyaratan rekam medis, dapat dilakukan pada populasi yang luas


: terbatas pada sistem PSR untuk anak-anak karena tidak mampu
membedakan pseudo poket, tidak mengukur epithelial attachment,
jarang digunakan

e. Rumus

12. Genetic Susceptibility Index for Periodontal Disease


a. Pengertian dan Kegunaan: Indeks yang digunakan untuk menunjukkan kerentanan
b. Kelebihan

terhadap manifestasi suatu penyakit.


: Dapat mengetahui gen IL-1 pada ras kaukasia, sehingga bisa
mengidentifikasi adanya penyakit periodontal, khususnya pada ras

c. Kekurangan

kaukasia
: Hanya mencakup gen dan tidak mencakup faktor penyebab
penyakit periodontal lainnya, hanya dapat dipakai untuk ras
tertentu