Anda di halaman 1dari 14

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami atas kehadirat Allah SWT atas rahmatnya yang telah dilimpahkan
kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang bertema masalah
kemiskinan dan perubahan sosial perspektif integrasi yang merupakan salah satu tugas mata
kuliah ILMU SOSIAL DASAR (ISD).
Dalam makalah ini kami membahas tentang bagaimana cara memahami masalah-masalah
kemiskinan yang mencakup pengertian dan definisi kemiskinan, macam-macam kemiskinan,
menganalisis perubahan sosial dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat.
Dalam menyelesaikan tugas makalah ini, kami bekerja semaksimal mungkin untuk yang
menyelesaikan makalah ini sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dalam waktu
yang tepat.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan namun telah member
manfaat bagi kami, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun
dari dosen pembimbing kami Ni matuz Zahro, M.Si
Semoga dengan terselesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan
teman-teman sekalian.

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Kemiskinan merupakan hal yang kompleks karena menyangkut berbagai macam aspek
seperti hak untuk terpenuhinya pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya. Agar
kemiskinan di Indonesia dapat menurun diperlukan dukungan dan kerja sama dari
pihak masyarakat dan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini.Melihat kondisi
negara Indonesia yang masih memiliki angka kemiskinan tinggi, penulis tertarik untuk
mengangkat masalah kemiskinan di Indonesia dan penanggulangannya.
B.Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka rumusan masalahnya adalah:
1.Bagaimana kondisi kemiskinan di Indonesia?
2.Faktor apa yang menyebabkan kemiskinan di Indonesia?
3.Bagaimana cara menanggulangi masalah kemiskinan di Indonesia?

BAB II
ISI / PEMBAHASAN

A.

PENGERTIAN KEMISKINAN

Pengertian Kemiskinan Menurut beberapa ahli :


Kemiskinan merupakan salah satu dari dua pokok permasalahan di seluruh
Negara termasuk Indonesia .suatu pemerintahan bisa jatuh karena rakyat miskin sudah tidak
tahan lagi menghadapi kemiskinannya, sebagaimana kita ketahui tingkat kemiskinan (persentasi
dari jumlah populasi hidup di bawah garis kimiskinan) di Indonesia sangat tinggi dan jumlah ini
semakin meningkat saat terjadi krisis ekonomi yang diawali krisis nilai tukar rupiah pada
pertengahan kedua tahun 1997.
Pengertian kemiskinan disampaikan oleh beberapa ahli atau lembaga, diantaranya adalah
BAPPENAS (1993) mendefisnisikan keimiskinan sebagai situasi serba kekurangan yang terjadi
bukan karena kehendak oleh si miskin, melainkan karena keadaan yang tidak dapat dihindari
dengan kekuatan yang ada padanya. Levitan (1980) mengemukakan kemiskinan adalah
kekurangan barang-barang dan pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan untuk mencapai suatu
standar hidup yang layak. Faturchman dan Marcelinus Molo (1994) mendefenisikan bahwa
kemiskinan adalah ketidak mampuan individu dan atau rumah tangga untuk memenuhi
kebutuhan dasarnya. Menurut Ellis (1994) kemiskinan merupakan gejala multi dimensional yang
dapat ditelaah dari dimensi ekonomi, sosial politik. Menurut Suparlan (1993) kemiskinan
didefinisikan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu adanya suatu tingkat
kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standar
kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Reitsma dan Kleinpenning
(1994) mendefisnisikan kemiskinan sebagai ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi
kebutuhannya, baik yang bersifat material maupun non material. Friedman (1979)
mengemukakan kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk memformulasikan basis
kekuasaan sosial, yang meliptui : asset (tanah, perumahan, peralatan, kesehatan), sumber
keuangan (pendapatan dan kredit yang memadai), organisiasi sosial politik yang dapat
dimanfaatkan untuk mencapai kepentingan bersama, jaringan sosial untuk memperoleh
pekerjaan, barang atau jasa, pengetahuan dan keterampilan yang memadai, dan informasi yang
berguna. Dengan beberapa pengertian tersebut dapat diambil satu poengertian bahwa kemiskinan

adalah suatu situasi baik yang merupakan proses maupun akibat dari adanya ketidakmampuan
individu berinteraksi dengan lingkungannya untuk kebutuhan hidupnya.
Kemiskinan mencakup beberapa hal yaitu :
(1) Kekurangan fasilitas fisik bagi kehidupan yang normal
(2) Gangguan dan tingginya risiko kesehatan
(3) Risiko keamanan dan kerawanan kehidupan sosial ekonomi dan lingkungannya
(4) Kekurangan pendapatan yang mengakibatkan tidak bisa hidup layak
(5) Kekurangan dalam kehidupan sosial yang dapat ditunjukkan oleh ketersisihan sosial,
Hidup miskin bukan hanya berarti hidup di dalam kondisi kekurangan sandang, pangan,
dan papan. Akan tetapi, kemiskinan juga berarti akses rendah dalam sumber daya dan aset
produktif untuk memperolehkebutuhan-kebutuhan hidup, antara lain: ilmu pengetahuan,
informasi,teknologi, dan modal.
Besarnya kemiskinan dapat diukur dengan atau tanpa mengacu kepada garis kemiskinan.
Konsep yang mengacu pada garis kemiskinan relatif sedangkan konsep yang pengukurannya
tidak didasarkan pada garis kemiskinan disebut kemiskinan absolute. Kemiskinan relatif adalah
suatu ukuran mengenai kesenjangan dalam distribusi pendapatan , yang biasanya dpapat
didefinisikan dalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari distribusi yang dimaksud.
Kemiskinan absoliut derajat dari kemiskinan dibawah, dimana kebutuhan kebutuhan minimum
dalam bertahan hidup tidak terpenuhi.
Kemiskinan berhubungan dengan pertumbuhan penduduk dan nilainya akan meningkat
jika natalitas semakin tinggi tanpa ada diimbangi dengan kebutuhan lapangan pekerjaan,
sehingga banyak orang tanpa pekerjaan yang tetap yang menyebabkan peningkatan jumlah
rakyat miskin di Indonesia.
Kebijakan anti kemiskinan dan distribusi pendapatan diperlukan karena perlu diketahui
terlebih dahulu hubungan alamiah antara pertumbuhan ekonomi, kebijakan, kelembagaan, dan
penurunan kemiskinan.

MACAM-MACAM KEMISKINAN
Dari berbagai sudut pandang tentang pengertian kemiskinan, pada dasarnya bentuk
kemiskinan dapat dikelompokkan menjadi tiga pengertian, yaitu:
1.

Kemiskinan Absolut. Seseorang dikategorikan termasuk ke dalam golongan

miskin

absolut apabila hasil pendapatannya berada dibawah garis kemiskinan, tidak

cukup

untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum, yaitu: pangan, sandang, kesehatan, papan,

dan pendidikan.
2.

Kemiskinan Relatif. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah

hidup di atas garis kemiskinan tetapi masih berada di bawah kemampuan masyarakat
sekitarnya.
3. Kemiskinan Kultural. Kemiskinan ini berkaitan erat dengan sikap seseorang atau
sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya
sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya.
Keluarga miskin adalah pelaku yang berperan sepenuhnya untuk menetapkan tujuan,
mengendalikan sumber daya, dan mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya. Ada
tiga potensi yang perlu diamati dari keluarga miskin yaitu:
1.

Kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar,

contohnya dapat dilihat dari aspek pengeluaran keluarga, kemampuan menjangkau


tingkat pendidikan dasar formal yang ditamatkan, dan kemampuan menjangkau perlindungan
dasar.

2. Kemampuan dalam melakukan peran sosial akan dilihat dari kegiatan utama
dalam

mencari nafkah, peran dalam bidang pendidikan, peran dalam bidang perlindungan,

dan peran dalam bidang kemasyarakatan.


3.Kemampuan dalam menghadapi permasalahan dapat dilihat dariupaya yang dilakukan
sebuah keluarga untuk menghindar dan mempertahankan diri dari tekanan ekonomi dan non
ekonomi.
Kemiskinan merupakan masalah yang ditandai oleh berbagai halantara lain rendahnya
kualitas hidup penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya
mutu layanan kesehatan,gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Selama ini berbagai
upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan pangan,
layanan kesehatan dan pendidikan, perluasan kesempatan kerja dan sebagainya.
Faktor Penyebab Kemiskinan
Pada kondisi tertentu, kemiskinan dapat disebabkan dari berbagai segi, diantaranya :

Kemiskinan alamiah. Kemiskinan alamiah terjadi akibat sumber daya alam yang

terbatas, penggunaan teknologi yang rendah, dan bencana alam.

Kemiskinan buatan. Kemiskinan ini terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di

masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan
berbagai fasilitas lain yang tersedia hingga mereka tetap miskin.

Sulitnya pemenuhan hak-hak dasar kehidupan manusia antara lain: makanan,

kesehatan, pendidikan, perumahan dan pendapat anperkapita masyarakat.

Kesenjangan pembangunan antara kota-kota besar dipulau jawa dan kota-kota

didaerah diluar pulau jawa, dan juga antara kota dengan pedesaan dan daerah terpencil lainnya
yang tentunya belum terjamah pembangunan, dan juga potensi sumber daya alam yang berbeda.

Guncangan perekonomian sebagai akibat dari lemahnya dasar perekonomian

Indonesia, yang mengakibatkan banyaknya pengangguran.

Kemiskinan yang dialami oleh kaum perempuan, dimana kurangnya perhatian

pemerintah dalam mengikut sertakan atau memberdayakan perempuan dalam pembangunan

Kultur dan Budaya daerah yang turut mempengaruhi.

A.

Penanggulangan Masalah Kemiskinan di Indonesia

Penanganan berbagai masalah di atas memerlukan strategi penanggulangan kemiskinan


yang jelas. Pemerintah Indonesia dan berbagai pihak terkait lainnya patut mendapat acungan
jempol atas berbagai usaha yang telah dijalankan dalam membentuk strategi penanggulangan
kemiskinan.
Tahun 1990 bank dunia mendeklerasikan bahwa suatu peperangan yang berhasil melawan
kemiskinan perlu dilakukan secara serentak pada 3 front
1.

Pertumbuhan ekonomiyang luas dan padat karya yang menciptakan kesempatan

kerja dan pendapatan pada kelompok miskin.


2.

Pengembangan SDM (pendidikan, kesehatan, dan gizi) yang member mereka

kemampuan lebih baik untuk memanfaatkan kesempatan yang diciptakan oleh pertumbuhan
ekonomi
3.

Membuat suatu jaringan pengaman sosial untuk mereka diantara pendiuduk miskin

yang sama skali tidak mampu untuk mendapat keuntungan-keuntungan dari pertumbuhan
ekonomi dan kesempatan pengembangan SDM akibat ketidakmampuan fisik dan mental,
bencana alam, konflik sosial, dan terisolasi secara fisik.
Pada tahun 2000 bank dunia muncul dengan kerangka kerja analisi yang baru untuk
memerang kemiskinan yang dibangun di atas 3 pilar yakni pemberdayaan, keamanan, dan
kesempatan.
Hal pertama yang dapat dilakukan oleh pemerintahan baru adalah menyelesaikan dan
mengadaptasikan rancangan strategi penanggulangan kemiskinan yang telah berjalan.Kemudian
hal ini dapat dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan. Berikut ini dijabarkan sepuluh langkah yang
dapat diambil dalam mengimplementasikan strategi pengentasan kemiskinan tersebut.

Peningkatan fasilitas jalan dan listrik di pedesaan.

Berbagai pengalaman di China, Vietnam dan juga di Indonesia sendiri menunjukkan


bahwa pembangunan jalan di area pedesaan merupakan cara yang efektif dalam mengurangi
kemiskinan. Jalan nasional dan jalan provinsi di Indonesia relatif dalam keadaan yang baik.
Tetapi, setengah dari jalan kabupaten berada dalam kondisi yang buruk. Sementara itu lima

persen dari populasi, yang berarti sekitar 11 juta orang, tidak mendapatkan akses jalan untuk
setahun penuh.

Peningkatan tingkat kesehatan melalui fasilitas sanitasi yang lebih baik

Indonesia sedang mengalami krisis penyediaan fasilitas sanitasi.


Hanya kurang dari satu persen limbah rumah tangga di Indonesia yang menjadi bagian
dari sistem pembuangan. Penyediaan fasilitaslimbah lokal tidak dibarengi dengan penyediaan
fasilitas pengumpulan, pengolahan dan pembuangan akhir. Pada tahun 2002, pemerintah hanya
menyediakan anggaran untuk perbaikan sanitasi sebesar 1/1000 dari anggaran yang disediakan
untuk penyediaan air. Akibatnya, penduduk miskin cenderung menggunakan air dari sungai yang
telah tercemar. Tempat tinggal mereka juga sering berada didekat tempat pembuangan limbah.
Hal ini membuat penduduk miskin cenderung menjadi lebih mudah sakit dan tidak
produktif.

Penghapusan larangan impor beras


Larangan impor beras yang diterapkan bukanlah merupakan kebijakan yang tepat dalam

membantu petani, tetapi kebijakan yang merugikan orang miskin. Studi yang baru saja dilakukan
menunjukkan Secara keseluruhan, 80 % dari penduduk Indonesia menderita akibat proteksi
tersebut, sementara hanya 20% yang menikmati manfaatnya. Bahkan manfaat tersebut tidaklah
sedemikian jelas.

Harga beras di tingkat petani tidak mengalami kenaikan yang berarti sementara harga di
tingkat pengecer naik cukup tinggi. Dapat dikatakan bahwa hanya para pedagang yang
menikmati manfaat kenaikan harga tersebut.

Pembatasan pajak dan retribusi daerah yang merugikan usaha lokal dan orang

miskin
Salah satu sumber penghasilan terpenting bagi penduduk miskin didaerah pedesaan
adalah wiraswasta dan usaha pendukung pertanian.Setengah dari penghasilan masyarakat petani
miskin berasal dariusaha pendukung pertanian. Untuk meningkatkan penghasilan tersebut,
terutama yang berasal dari usaha kecil dan menengah, perlu dibangun iklim usaha yang lebih
kondusif. Sayangnya, sejak proses desentralisasi dijalankan, pemerintah daerah berlomba-lomba
meningkatkan pendapatan mereka dengan cara mengenakan pajak dan pungutan daerah yang
lebih tinggi. Belum lagi beban dari berbagai pungutan liar yang harus dibayarkan
untuk menjamin pengangkutan barang berjalan secara lancar dan aman.Berbagai biaya ini
menghambat pertumbuhan usaha di tingkat local dan menurunkan harga jual yang diperoleh
penduduk miskin atas barang yang mereka produksi.

Pemberian hak penggunaan tanah bagi penduduk miskin


Adanya kepastian dalam kepemilikan tanah merupakan factor penting untuk

meningkatkan investasi dan produktifitas pertanian.Pemberian hak atas tanah juga membuka
akses penduduk miskin pada kredit dan pinjaman. Dengan memiliki sertifikat kepemilikan
mereka dapat meminjam uang, menginvestasikannya dan mendapatkan hasil yang lebih tinggi
dari aktifitas merek. Dengan program pemutihan yang sekarang ini dijalankan, dimana satu juta
sertifikat dikeluarkan sejak 1997, dibutuhkan waktu seratus tahun lagi untuk menyelesaikan
proses tersebut. Disamping itu, kepemilikan atas 64 persen tanah diIndonesia tidaklah
dimungkinkan, karena termasuk dalam klasifikasi area hutan.

Perbaikan atas kualitas pendidikan dan penyediaan pendidikan transisiuntuk

sekolah menengah
Indonesia telah mencapai hasil yang memuaskan dalam meningkatkan partisipasi di
tingkat pendidikan dasar.

Hanya saja,banyak anak-anak dari keluarga miskin yang tidak dapat melanjutkan
pendidikan dan terpaksa keluar dari sekolah dasar sebelum dapat menamatkannya
Hal ini terkait erat dengan masalah utama pendidikan di Indonesia, yaitu buruknya
kualitas pendidikan.

Membangun lembaga - lembaga pembiayaan mikro yang memberimanfaat pada

penduduk miskin
Sekitar 50 persen rumah tangga tidak memiliki akses yang baik terhadap lembaga
pembiayaan, sementara hanya 40 persen yang
memiliki rekening tabungan. Kondisi ini terlihat lebih parah di daerah pedesaan.
Solusinya bukanlah dengan memberikan pinjaman bersubsidi. Program pemberian pinjaman
bersubsidi tidak dapat dipungkiri telah memberi manfaat kepada penerimannya. Tetapiprogram
ini juga melumpuhkan perkembangan lembaga pembiayaan mikro (LPM) yang beroperasi secara
komersial. Padahal, lembaga-lembaga semacam inilah yang dapat diandalkan untuk melayani
masyarakat miskin secara lebih luas. Solusi yang lebih tepat adalah memanfaaatkan dan
mendorong pemberian kredit dari bank-bank komersial kepada lembaga-lembaga pembiayaan
mikro tersebut.

Mengurangi tingkat kematian Ibu pada saat melahirkan

Hampir 310 wanita di Indonesia meninggal dunia pada setiap 10.00 kelahiran hidup.
Angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Tingkat kematian menjadi tinggi terkait
dengan dua sebab.Pertama karena ibu yang melahirkan sering terlambat dalam mencari bantuan
medis. Sering terjadi juga bantuan medis yang dibutuhkan tersebut tidak tersedia. Kedua karena
kebanyakan ibu yang melahirkan lebih memilih untuk meminta bantuan bidan tradisional
daripada fasilitas medis yang tersedia.

Menyedian lebih banyak dana untuk daerah-daerah miskin


fiskal antar daerah di Indonesia sangatlah terasa.Pemerintah daerah terkaya di Indonesia

mempunyai pendapatan perpenduduk 46 kali lebih tinggi dari pemerintah di daerah


termiskin.Akibatnya

pemerintah

Kesenjangan

daerah

yang

miskin

sering

tidak

dapat menyediakan pelayanan yang mencukupi, baik dari segi kuantitas


maupun kualitas. Pemberian dana yang terarah dengan baik dapat membantu masalah ini.

Merancang perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran

Program perlindungan yang tersedia saat ini, seperti beras untuk orang miskin serta
subsidi bahan bakar dan listrik, dapat dikatakan belum mencapai sasaran dengan baik. Pada
tahun 2004, pemerintah Indonesia mengeluarkan Rp 74 trilliun untuk perlindungan sosial.Angka
ini lebih besar dari pengeluaran di bidang kesehatan danpendidikan. Sayangnya, hanya 10 persen
yang dapat dinikmati oleh penduduk miskin, sementara sekitar Rp60 trilliun lebih
banyak dinikmati oleh masyarakat mampu.
3.PERUBAHAN SOSIAL
Perubahan social dalam kehidupan manusia pada pandangan segolongan yang
mempunyai rasa membangun dimana selau menginginkan adanya kemajuan-kemajuan dan
perombakan-perombakan sesuai dengan tuntutan zaman, didukung golongan lain bersifat optimis
yang diartikan sebagai kelompok masyarakat yang berfaham mempunyai keyakinan bahwa
besok ada kehidupan yang lebih cerah, sehingga didorong oleh rasa kejiwaan paham optimis
tersebut mereka slalu berhati-hati dalam membawa arus masyarakat cenderung untuk maju dan
berubah.
Wilberthmoore misalnya mendefinisikan perubahan social sebagai perubahan penting
dalam struktur social (pola-pola perilaku dan interaksi social). Arti peerubahan social itu
mencakup bidang yang sangat luas dan didefinisikan sebagai variasi atau modifikasi dalam setiap
aspek proses social, serta stiap variasi dalam setiap aspek proses social serta stiap modifikasi
pola antar hubungan yang mapan dan standar prilaku. Dengan demikian dapat dikemukakan arti
perubahan social adalah proses dimana terjadi perubahan struktur masyarakat yang slalu berjalan
sejajar dengan perubahan kebudayaan dan fungsi suatu sistem social. Hal-hal penting yang erat
kaitannya dengan dialektika dan teori perubahan social, adalah bahwa semua perubahan
menimbulkan kontradiksi, berarti kecenderungan terjadinya pertentangan, dilemma, dan unsurunsur yang tidak bersesuaian dalam system social dan kontradiksi ini merupakan penggerak
utama perubahan social.
Cirri-ciri perubahan social
a.

Differential social organization

b.

Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong perubahan

pemikiran ideologi, politik dan ekonomi.


c.

Mobilitas

d.

Culture conflict

e.

Perubahan yang direncanakan dan perubahan yang tidak direncanakan.

f.

Kontroversi (pertentangan)

Faktor-faktor penyebab perubahan social


a.

Penemuan-penemuan baru

b.

Struktur sosial (perbedaan posisi dan fungsi dalam masyarakat)

c.

Inovasi

d.

Perubahan lingkungan hidup

e.

Ukuran penduduk dan komposisi penduduk

f.

Inovasi dan teknologi

Faktor-faktor pendorong perubahan social


a.

Toleransi

b.

System terbuka lapisan masyarakat

c.

Heterogenitas (penduduk yang heterogen)

d.

Rasa tidak puas

e.

Karakter masyarakat

f.

Pendidikan

g.

Ideology

Factor-faktor penghambat perubahan social


a.

Kehidupan masyarakat yang terasing

b.

Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat

c.

Sikap masyarakat yang sangat tradisional

d.

Adanya kepentingan yang tertanam

e.

Adanya prasangka

f.

Adat istiadat atau kebiasaan

Fakto-faktor resiko perubahan social


a.

Adanya kepentingan individu dan kelompok

b.

Timbulnya masalah sosial

c.

Kesenjangan budaya (cultural lag)

1.

Kehilanangan semangat hidup

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan bab II, kami dapat menyimpulkan bahwa, Kondisi kemiskinan
di Indonesia sangat memprihatinkan. Hal ini ditandai dengan rendahnya kualitas hidup
penduduk, terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, terbatasnya dan rendahnya mutu layanan
kesehatan, gizi anak, dan rendahnya mutu layanan pendidikan. Oleh karena itu, perlu mendapat
penanganan khusus dan terpadu daripemerintah bersama-sama dengan masyarakat.
B.

Saran

Pemerintah sebaiknya menjalankan program terpadu secara serius dan bertanggung jawab
agar dapat segera mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia
yang baik, mari kita dukung semua program pemerintah dengan sungguh-sungguh demi
masadepan bangsa dan negara Indonesia terbebas dari kemiskinan. Marilah kita tingkatkan
kepedulian dan kepekaan sosial untuk membantu saudara kita yang masih mengalami
kemiskinan.

DAFTAR PUSTAKA
Tulus R.tambunan.2006.Ekonomi Indonesia.Jakarta:Ghalia Indonesia.
JACOBUS RANJABAR,SH.,M.Si.Perubahan social dalam teori makro.Bandung:Alfabeta
http://images.imnis.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SDH88woKCt 8AAF8LAR
k1/Bagian%20III%20Kemiskinan.doc?nmid=96869950
Indonesia Policy Briefs - Ide-Ide Program 100
HariBADAN PUSAT STATISTIK - Berita Resmi Statistik No. 45/07/Th. XIII, 1 Juli 2010