Anda di halaman 1dari 12

Landfill

Pengertian Landfill
Landfill adalah sebuah area yang
menjadi Tempat Pembuangan Akhir
(TPA) sampah. secara garis besar,
berdasarkan metode dan perlakuan di
dalam landfill, Landfill dibagi menjadi
tiga, yaitu Open Dumping, Controlled
Landfill, dan Sanitary Landfill. Berikut
akan dibahas satu persatu.

Open Dumping

Jenis-jenis Landfill

Controlled Landfill

Sanitary Landfill

Open Dumping

adalah sistem
pembuangan paling sederhana dimana
sampah dibuang begitu saja dalam
sebuah tempat pembuangan akhir
tanpa
perlakuan
lebih
lanjut.
Seyogyanya sistem pembuangan open
dumping sudah tidak diberlakukan lagi
karena
banyak
menimbulkan
persoalan mulai dari kontaminasi air
tanah oleh air lindi, bau, ceceran
sampah hingga asap. Namun, masih
banyak negera berkembang memakai
sistem pembuangan open dumping
karena kemudahan dan biaya yang
rendah. Karena tidak adanya kontrol
terhadapa area pembuangan, banyak
pemulung masuk ke dalam TPA untuk
memilah sampah yang masih bisa
digunakan atau dijual kembali. Hal ini
sangat berbahaya bagi keselamatan
pemulung
karena
sampah
yang

Controlled landfill

adalah
sistem pembuangan yang lebih
berkembang
dibanding
open
dumping. Pada metode ini, sampah
yang datang setiap hari diratakan
dan dipadatkan dengan alat barat.
Sampah
dipadatkan
menjadi
sebuah sel. Kemudian, sampah
yang sudah dipadatkan tersebut
dilapisi dengan tanah setiap lima
atau seminggu sekali. Hal ini
dilakukan untuk mengurangi bau,
mengurangi
perkembangbiakan
lalat, dan mengurangi keluarnya
gas metan. Selain itu, dibuat juga
saluran
drainase
untuk
mengendalikan aliran air hujan,
saluran
pengumpul
air
lindi
(leachate)
dan
instalasi
pengolahannya, pos pengendalian
operasional,
dan
fasilitas

Sanitary

landfill

adalah metode TPA yang


paling maju saat ini dimana
sampah diurug dan dibuang
secara sistematis. Setiap
hari
sel
sampah
ditutup/dilapisi
dengan
tanah.
Pembuatan
ketinggian dan lebar sel
sampah
juga
diperhitungkan. Pada dasar
tempat pembuangan, dibuat
pipa-pipa pengalir air lindi
yang
kemudian
diolah
menjadi energi. Di antara
sel-sel
sampah
juga
dipasang
pipa-pipa
penangkap gas metan yang
kemudian diolah menjadi
energi. Sanitary memiliki
fasilitas lebih lengkap dan
mahal dibanding controlled

Keuntungan dan Kerugian Sanitary Landfill


a. Keuntungan
1) Biaya usaha dan investasi usaha rendah.
2) Dapat memasuki operasi dalam waktu singkat.
3) Jika dirancang dan dioperasikan dengan baik dan dapat memperkecil hama, acsthetic,
penyakit, polusi udara, permasalahan polusi air.
4) Gas metan dapat digunakan sebagai bahan bakar.
5) Dapat menerima berbagai macam sampah.
6) Dapat digunakan untuk reklamasi meningkatkan submarginal daratan.
b. Kerugian
1) Dapat merosot menjadi tempat sampah terbuka jika tidak dirancang dan diatur dengan
baik.
2) Memerlukan lokasi yang sangat luas.
3) Sulit menentukan lokasi oleh karena penolakan penduduk dan harga tanah yang naik
4) Menyebabkan polusi air, produksi metana dari dekomposisi limbah, dapat menimbulkan
bahaya kebakaran atau resiko ledakan material.
5) Membawa limbah/sampah ke lokasi yang jauh memerlukan biaya mahal.

Skema Pembuatan Landfill