Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN MASALAH

ASMA
Makalah
diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Community Nursing Program III
dengan dosen mata kuliah Wini Hadiyani, M.Kep.

disusun oleh:
Astrian Fatwasari Soeherman

043-315-13-1-007

Dilo Rivanca Farera

043-315-13-1-012

Kiki Komariah

043-315-13-1-000

Rika Rahmatika

043-315-13-1-000

Indah Purnamasari

043-315-13-1-000

Raswan Dian

043-315-13-1-000

Neng Risma

043-315-13-1-000

Diah Krisnawati

043-315-13-1-000

KELAS 2A
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KEPERAWATAN PERSATUAN
PERAWAT NASIONAL INDONESIA JAWA BARAT
BANDUNG
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan makalah Asuhan
Keperawatan Gerontik Dengan Masalah Kesehatan Asma ini sebatas pengetahuan dan
kemampuan yang penulis miliki. Penulis berterima kasih pada Ibu Wini Hadiani selaku
Dosen mata kuliah Community In Nursing IV yang telah memberikan tugas ini kepada tim
penulis.
Tiada gading yang tak retak. Andaipun retak jadikanlah sebagai ukiran, begitupun
dengan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Untuk itu melalui
kata pengantar ini tim penulis sangat terbuka menerima kritik serta saran yang membangun
sehingga penulis dapat memperbaikinya.
Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan bagi pembacanya mengenai pentingnya memberikan Asuhan keperawatan
kepada lansia khususnya penanganan pada masalah
Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangankekurangan dan jauh dari apa yang diharapkan.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Dan dapat
menambah wawasan maupun pemahaman baik bagi perawat maupun pembaca .Sekali lagi
penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan serta
memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Bandung, 21 Maret 2016

Tim Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengkajian yang tepat dalam mengkaji kasus ny.N?
2. Bagaimana diagnosa yang tepat dari masalah yang didapatkan dari kaasus
Ny.N?
3. Bagaimana intervensi yang tepat dari masalah Ny.N?
4. Apa saja implementasi yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah
Ny.N?
C. Tujuan Makalah
1. Menyusun pengkajian yang tepat dalam mengkaji kasus ny.N;
2. Mendapatkan diagnosa yang tepat dari masalah yang didapatkan dari kaasus
Ny.N;
3. Menyusun intervensi yang tepat dari masalah Ny.N;
4. Mendapatkan implementasi yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan
masalah Ny.N;
D. Batasan Makalah
Makalah ini hanya membahas mengenai asuhan keperawatan pada klien dengan
asma , dari mulai pengkajian sampai implementasi yang tepat dari masalah kasus
ini.
E. Manfaat Makalah
Makalah ini akan memberikan manfaat khususnya bagi teman-teman mahasiswa
keperawatan untuk dapat lebih mendapatkan ilmu mengenai klien gerontik dengan
asma, dengan mempelajari pengkajian sampai implementasi dari makalah ini

Asuhan Keperawatan Kepada Ny.N Di Panti werdha kasih Bunda


1. Pengkajian
a. Identitas Klien
Nama
Jenis Kelamin

: Ny.N
: Perempuan

Umur
Status Perkawinan
Agama
Suku
Alamat
Pendidikan terakhir
Pekerjaan terakhir
Tanggal Masuk

: 66 Tahun
: Janda
: Islam
: Sunda
: Pasteur Bandung
: SMA
: Wira Usaha (Berdagang)
: 20 Januari 2011

b. Identitas Penanggungjawab
Penanggung jawab

: Diah krisnawati

Alamat

: jalan indah NO.03 Cianjur

Pekerjaan

: PNS

Pendidikan terakhir

: S1

Hubungan dengan klien

: Anak

c. Status Kesehatan Saat Ini


Klien menderita asmaAsma
d. Riwayat Kesehatan
1)

Riwayat kesehatan sekarang


Klien mengeluh sesak, sesak dirasakan pada saat klien terpapar debu.

Sesak dirasakan seperti tertindih beban berat. klien mengatakan sesaknya


akan berkurang jika klien beristirahat dan menghangatkan diri dengan
selimut. Sesak dirasakan selama 10-20 menit.
2)

Kesehatan dahulu
Klien mengatakan mempunyai penyakit asma dan klien mengatakan

belum pernah mempunyai penyakit berat lain sebelumnya


3)

Kesehatan keluarga
Klien mengatakan ibunya dulu mempunyai penyakit yang sama dengan
diri nya.

e. Pemeriksaan Fisik
1)

Keadaan umum
Tingkat kesadaran

: Compos Mentis

Penampilan

: Bersih

Tanda vital
Tekanan Darah

: 120/80MmHg

Nadi

: 98x/menit

Respiratory Rate

: 29x/menit

Suhu

: 36,5c

BB

: 44Kg

TB

: 155 Cm

BMI

44 kg
1,55 x 1,55 m

= 18,3 (17-23)

Normal
2)

Kepala

: Rambut bersih dan sudah memutih (beruban)

3)

Leher

: Tidak terdapat benjolan, tidak ada pembesaran

di leher.
1. Sistem Persepsi Sensori
Pendengaran : Klien dapat mendengar suara dengan baik.
Penglihatan : Penglihatan klien masih baik, dapat melihat benda dengan jelas.
Pengecap
: klien mengatakan pengecapannya masih baik.
Penciuman
: klien mampu membedakan bau kopi dan kayu putih.
Peraba
: klien dapat merasakan benda lembut dan tumpul.
2. Sistem Pernafasan
Frekuensi
: 28 x /menit, terdapat retraksi dinding dada.
Suara nafas

: ada bunyi nafas tambahan (weezing).

Keluhan
: klien mengeluh sesak jika asmanya kambuh.
3. Sistem Kardiovaskuler
Tekanan Darah
: 120/80 mmHg
Capillary Refil
: < 2 detik
Nadi
: 98x/menit
4. Sistem Saraf Pusat
Kesadaran
: Compos mentis
Orientasi Waktu
: Klien dapat mengidentifikasi waktu pengkajian
pada siang hari (membedakan siang dan malam)
Orientasi Orang
: Klien dapat mengenali teman sekamarnya.
5. Sistem Gastrointestinal
Nafsu makan : Baik
Pola Makan : 3 kali sehari porsi habis
Abdomen
: Lembut, bersih, timpani, bising usus 8x /menit
BAB
: 1-2 x 1 kali sehari
6. Sistem Musculoskeletal
Rentang gerak
: Ekstermitas atas dan ekstermitas bawah tidak ada
hambatan.
Kemampuan ADL
: Klien dapat memenuhi kebutuhan
ADL-nya sendiri.
7. Sistem integument

Rambut bersih, kuku pendek dan Bersih, Kulit bersih, turgor kulit normal, tidak
terdapat lesi.
8. Sistem Reproduksi
Klien mengatakan tidak ada keluhan pada sistem Reproduksi
9. Sistem Perkemihan
Pola
: klien mengatakan BAK 3x1 pada siang hari dan
1x1 pada malam hari.
Intenkontinesia
: Klien masih dapat merasakan rangsangan ketika
akan BAK
Keluhan
: Klien tidak merasakan keluhan saat BAK
10. Pengkajian Psikososial dan Spritual
a. Psikososial
Klien mengatakan tidak ada masalah mengenai proses penuaan. Klien juga
mengatakan bahwa dirinya masih dibutuhkan oleh keluarga dan klien pun
memandang kehidupan dengan optimis. Tetapi klien mampu bersosialisasi dengan
teman-teman di pantinya, yang di harapkan klien adalah mampu mengahabiskan
masa tua nya dengan sejahtera.
Setiap harinya klien biasa mengikuti kegiatan ibadah secara rutin, seperti
sholat berjamaah ke masjid dan semua ibadah dalam agama Islam. Akan tetapi
saat ini klien mengatakan tidak dapat melaksanakan kegiatan Ibadah Sholatnya di
masjid dikarenakan klien sering merasa sesak.
b. Emosional
Baik.
Identifikasi masalah emosional :
Pertanyaan tahap I
1. Apakah klien mengalami sukar tidur ? Tidak
2. Apakah klien sering merasa gelisah? Tidak
3. Apakah klien sering murung atau menangis sendiri? Tidak
.
4. Apakah klien sering was-was atau khawatir ? Tidak
Lanjutkan ketahap 2 bila minimal ada satu jawaban ya pada tahap I
Pertanyaan tahap II
1. Keluhan lebih dari 3 bulan/lebih dari 1 kali dalam 1 bulan? Tidak
2. Ada masalah atau banyak pikiran ? Tidak
5. Ada gangguan/masalah dengan keluarga klien ? Tidak
6. Menggunakan obat tidur/penenang atas anjuran dokter ? Tidak

7. Cenderung mengurung diri ? Tidak


Interpretasi hasil

:0

Masalah emosi klien : (-)


c. Spiritual
Klien menjawab shalatnya dilakukan 5 waktu di mesjid dan berjamaah.
d. Pengkajian Fungsional Klien
1. Kartz Indeks
Klien termasuk dalam kategori : A/ B / C/ D/ E/ F/ G/ H Keterangan: mandiri
kecuali mandi, berpakaian, ke toilet,
berpindah dan salah satu fungsi yang lain

a) Mandiri dalam makan, kontinensia


(BAB/BAK), menggunakan pakaian,
pergi ke toilet, berpindah, dan mandi
b) Mandiri semuanya kecuali salah satu
fungsi diatas
c) Mandiri kecuali mandi dan salah satu
fungsi yang lain
d) Mandiri kecuali mandi, berpakaian,
dan satu fungsi yang lain
e) Mandiri kecuali mandi, berpakaian,
ke toilet, dan salah satu fungsi yang lain
f) Mandiri kecuali mandi, berpakaian, ke toilet,
berpindah dan salah satu fungsi yang lain
g) Ketergantungan semua fungsi di atas
h) Lain-lain
2. Bartel Indeks
No
1.

Kriteria
Makan

Dengan
Bantuan
5

Mandiri

Ket

10

Frekuensi : 3 kali
Jumlah
: 1 porsi
Jenis
: nasi, telur,

sayur.
Minum
2.

10

Frekuensi : < 2 liter


Jumlah
: < 2 liter
Jenis
: air dan
susu, dan teh manis

Berpindah dari kursi roda


3.

ke tempat tidur atau

5-10

15

sebaliknya
Personal toilet (cuci muka,
4.

menyisir rambut, dan

Frekuensi : 1 x sehari
0

10

15

gosok gigi)
Keluar masuk toilet
5.

(mencuci pakaian,
menyeka tubuh, atau
menyiram)

6.
7.

Mandi
Jalan di permukaan datar

8.

Naik turun tangga

10

9.

Mengenakan pakaian

10

10

10. Kontrol bowel

Frekuensi : 1 x sehari

Frekuensi : 1x sehari
Frekuensi : 4x sehari

11. Kontrol bladder

12

13.

Olahraga dan latihan

Rekreasi dan pemanfaatan


waktu luang

10

10

10

Senam lansia, berjalan


kaki
Nonton TV

Total Score : Mandiri (130)


Jadi bartel indeks klien, termasuk kategori : Ketergantungan sebagian
Mandiri
: 130
Ketergantungan sebagian
: 65-125
Ketergantungan total
: < 60

e. Pengkajian Status Mental Gerontik


1. Short Portable Mental Status Quisioner
Benar

Salah

No

Pertanyaan

Tanggal berapa hari ini ?

Hari apa sekarang ?

Apa nama tempat ini ?

Di mana alamat anda ?

Berapa umur anda ?

Kapan anda lahir ?

Siapa Presiden Indonesia sekarang ?

Siapa presiden Indonesia sebelumnya ?

Sebutkan nama ibu anda ?

10

Kurang 3 dari 20 terus menerus secara menurun

Total score : 1 (fungsi intelektual utuh)


Jadi klien mengalami :
Fungsi intelektual utuh
: jika jumlah salah 0-3
Fungsi intelektual ringan
: jika jumlah salah 4-5
Fungsi intelektual sedang
: jika jumlah salah 6-8
Fungsi intelektual berat
: jika jumlah salah 9-10

2. Mini Mental Status Exam


No

Aspek

Nilai

Nilai

kognitif

Maks

Klien

Kriteria
Menyebutkan dengan benar
o Tahun
o Musim

Orientasi

o Tanggal
o Hari
o Bulan

Dimana kita berada ?


o Negara Indonesia
Orientasi

o Provinsi Jawa Barat


o Kota Bandung
o Panti Werdha
o Rumah
Sebutkan nama 3 objek oleh
pemeriksa masing-masing 1 detik
kemudian minta klien untuk

Registrasi

menyebutkan ulang ketiga objek


tersebut ?
o Sandal
o Sepatu
o Tas
Minta klien untuk memulai angka 100
dikurangi 7 sampai 5 kali / tingkat

1
3

Perhatian dan
kalkulasi

o 93
o 86
o 79
o 72
o 65
Minta klien untuk mengingat objek
pada nomor 2 (registrasi) dan nilai 1

Mengingat

poin untuk jawaban benar untuk


masing-masing objek

Tunjukkan pada klien suatu benda dan


minta pada klien menyebutkan
namanya
Tempat pensil
Pulpen
Minta klien untuk mengulang katakata berikut tak ada jika atau
9

tetapi
Pernyataan benar 2 buah : tak ada,
tetapi Minta klien untuk mengikuti

Bahasa
9
5

perintah yang terdiri dari 3 langkah :


ambil kertas ditangan anda, lipat dua
dan taruh dilantai
Ambil kertas ditangan anda
o Lipat dua
o Taruh dilantai
Perintahkan klien untuk mengikuti
hal berikut :
o Tutup mata anda
Perintahkan klien untuk membuat
kalimat dan suatu gambar
o Tulis satu kalimat
o Manyalin gambar

Total Score : 25
Aspek kognitif dan fungsi mental baik
: jika total skor > 23
Kerusakan aspek fungsi mental ringan
: jika total skor 18-22
Terdapat kerusakan aspek fungsi
: jika total skor < 17
Klien dengan aspek kognitif dan fungsi mental baik = 23
f. Pengkajian Status Mental Gerontik
Nilai 1
: Jika klien menunjukkan kondisi di bawah ini
Nilai 0
: Jika klien tidak menunjukkan kondisi di bawah ini
Komponen

Langkah

Kriteria

Nilai

utama dalam
bergerak
Perubahan
posisi/gerakan
keseimbangan

Mata dibuka
Bangun dari
kursi

Tidak bangun dari tempat

duduk dengan satu gerakan,


tetapi mendorong tubuhnya
keatas dengan tangan atau
bergerak ke depan kursi
terlebih dahulu, tidak stabil
pada saat berdiri pertama
kali

Duduk

ke Menjatuhkan diri ke kursi,

kursi

tidak duduk ditengah kursi

Menahan

Pemeriksa mendorong

dorongan

sternum (perlahan-lahan

pada sternum

sebanyak 3 kali). Klien

menggerakkan kaki,
memegang objek untuk
dukungan, kaki tidak
menyentuh sisi-sisinya
Mata ditutup
Bangun dari

Kriteria sama dengan

kriteria untuk mata terbuka

kursi
Duduk

ke Kriteria sama dengan

kursi

kriteria untuk mata terbuka

Menahan

Kriteria sama dengan

dorongan

kriteria untuk mata terbuka

pada sternum
Perputaran

Menggerakkan kaki,

leher

memegang obyek untuk

dukungan, kaki tidak


menyentuh sisi-sisinya,
keluhan vertigo, pusing atau
keadaan tidak stabil
Gerakan

Tidak mampu untuk

menggapai

menggapai sesuatu dengan

sesuatu

bahu fleksi max, sementara

berdiri pada ujung-ujung


jari kaki tidak stabil,
memegang sesuatu untuk
dukungan
Membungkuk

Tidak mampu

membungkuk untuk
mengambil objek-objek
kecil dari lantai, memegang
objek untuk bisa berdiri,
memerlukan usaha-usaha
multiple untuk bangun
Gaya berjalan

Minta klien

Ragu-ragu tersandung,

dan gerak

untuk berjalan

memegang objek untuk

ke tempat

dukungan

yang
ditentukan
Ketinggian

Kaki tidak naik dari lantai

langkah kaki
(saat berjalan)

secara konsisten (menggeser

atau menyeret kaki),


mengangkat kaki terlalu
tinggi (>50 cm)

Kontinuitas

Setelah langkah-langkah

langkah kaki

awal, langkah-langkah

(diobservasi

menjadi tidak konsisten,

dari sampinh

memulai mengangkat satu

klien)

kaki sementara yang lain


menyentuh tanah

Kesimetrisan

Tidak berjalan pada garis

langkah

lurus, bergelombang dari

(diobservasi

sisi ke sisi

dari samping
klien)
Penyimpanga

Tidak berjalan pada garis

n jalur pada

lurus, bergelombang dari

saat berjalan

sisi ke sisi

(diobservasi
dari belakang
klien)
Berbalik

Berhenti sebelum berbalik,

jalan sempoyongan,
bergoyang, memegang
obyek untuk dukungan
Kesimpulan
: resiko jatuh rendah
0-5 : Resiko jatuh rendah
6-10: Resiko Jatuh Sedang
11-15: Resikojatuh tinggi
2. Analisa Data
No
1.

Data

Etiologi

Masalah

DS:
- klien mengeluh sesak

Faktor ekstrinsik

Alergen + faktor
genetik (debu)

Pengaktifan respon

Pola nafas
tidak efektif

seperti tertindih beban


berat.

DO:
-

Frekuensi nafas 28
x /menit
Terdapat bunyi nafas
tambahan (weezing)
Terdapat retraksi
dinding dada.

3. DS :
- Klien mengatakan
2.
tidak pernah
meminum obat secara
teratur
- Klien mengatakan
hanya meminum obat
ketika merasa sesak
saja

imun (sel mast)

Pengaktifan mediator
kimiawi (histamin,
serotinin, kinin)
bronchospasme

Penyempitan jalan
nafas

Pola nafas tidak


efektif

Kurangnya informasi
mengenai jadwal
penggunaaan obat

Ketidaktahuan klien
mengenai jadwal
pemberian obat

DO
-

Obat klien terlihat


masih utuh

Klien tidak teratur


dalam mengkonsumsi
obat

4. Skala Prioritas
a. Diagnosa keperawatan 1
a. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan bronchospasme.

Kurang
pengetahuan

No Kriteria
1

Perhitungan

Skor

3/3 x 1

Kemungkinan masalah dapat diubah


3/2 x 2
(mudah, karena keluhan sesak dapat dicegah

Sifat masalah ancaman kesehatan


(aktual, karena keluahan utama

yang

dirasakan klien)
2

dan disembuhkan. Di dalam diagnosa ini


masalah sesak dapat disembuhkan, karena
klien pun bisa mengatasi terhadap sesaknya
dengan

mengkonsumsi

obat

dan

beristirahat, maka dari itu kemungkinan


masalah pada nyeri di sini mudah untuk
diatasi).
3

Potensi masalah untuk dicegah


(tinggi, karena masalah sesak

3/3 x 1

Menonjolnya masalah
2/2 x 1
(ada masalah tapi harus segera ditangani

yang

dirasakan oleh klien sedang terjadi).


4

karena sesak yang dirasakan oleh pasien itu


harus segera disembuhkan)
Jumlah

b. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi mengenai


jadwal pemberian obat

No Kriteria
1

Perhitungan

Sifat masalah ancaman kesehatan


1/3 x 1
(potensial, karena klien mengatakan tidak

Skor
1/3

mengetahui jadwal pemberian obat yang


seharusnya)
2

Kemungkinan masalah dapat diubah


3/2 x 2
(mudah, karena masalah kurangnya

informasi dapat di ubah dengan cara


memberikan pendidikan kesehatan kepada
klien).
3

Potensi masalah untuk dicegah


(cukup,
karena
masalah

2/3 x 1

2/3

kurangnya

informasi dapat di atasi).


4

Menonjolnya masalah
2/2 x 1
(ada masalah tapi harus segera ditangani

karena kurangnya informasi pemberian obat


jika

tidak

segera

diberitahu

akan

menghambat penyembuhan pada asma)


Jumlah

5. Diagnosa Keperawatan berdasarkan prioritas


a. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan bronchospasme ditandai dengan :
DS:
- klien mengeluh sesak seperti tertindih beban berat.
DO :
- Frekuensi nafas 28 x /menit
- Terdapat bunyi nafas tambahan (weezing)
- Terdapat retraksi dinding dada
b. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi mengenai
jadwal pemberian obat
DS :
- Klien mengatakan tidak pernah meminum obat secara teratur
- Klien mengatakan hanya meminum obat ketika merasa sesak saja
DO
-

Obat klien terlihat masih utuh

6. Perencanaan
N
O

DIAGNOSA
KEPERAWA
TAN
1. DX 1

PERENCANAAN

TUJUAN DAN
KRITERIA HASIL
Setelah dilakukan

INTERVENSI
1. Atur

posisi 1. Posisi

tindakan

klien

keperawatan selama

semipowler

1x 24 jam pola nafas

2. Ajarkan

RASIONAL

dengan
nafas

semipowler
dapat
memaksimalk

kembali normal dan

dalam

stabil dengan kriteria

3. Kolaborasi

hasil :
- Klien tidak sesak
- Frekuensi nafas
-

normal
Tidak ada bunyi

nafas tambahan
Tidak ada

an

ekspansi

paru

agar

pemberian obat

memudahkan

Anadex

klien bernafas.
2. Memperlancar
suplai

udara

klien

saat

bernafas.

retraksi dinding

3. Pemberian

dada

obat

anadex

dapat
melebarkan
2. DX 2

Setelah dilakukan

1. Berikan

jalan nafas
1. Agar
klien

tindakan

informasi

mengetahui

keperawatan selama

tentang obat

tentang

1x 24 pengetahuan

serta jadwal

dan agar klien

klien tentang

pemberian

bisa meminum

mengkonsumsi obat

obat

obat

baik dengan kriteria


hasil :
-

n informasi
Klien
meminum
obat secara

2. Memberika

teratur
Klien
meminum
obat sesuai
anjuran

tentang efek
samping
obat

teratur

obat

secara

2. Implementasi
3.

4.

5.

NO

ANGGA

JA

6.

7.

IMPLEMENTASI

8.

EVALUASI

DX

9.
AF

L
1.

10.

11.

10.0

amis 24- 0 WIB


12.
03-2016
13.
14.

15.
1

1. Mengatur posisi klien dengan


semipowler
pemberian

20.
21.
Klien mengatakan sesak 22.
23.
tidak ada
24.
17. O:
25.
26.
Nafas 24 x/menit

Auskultasi

2. Mengajarkan nafas dalam


3. Kolaborasi

16. S:

obat

Anadex

wheezing

negatif
-

Retraksi dada negatif


18. A:

2.

28.

29.

amis 24- 0 WIB


27.

03-2016

11.0

30.
3

1. Memberikan

Masalah teratasi
19. P:

Hentikan Intervensi
32. S:

pengertian

pentingnya tentang obat


2. Memotivasi

klien

untuk

meminum obat
31.

36.
37.
Klien mengatakan tidak 38.
39.
teratur memakan obat
40.
33. O:
41.
Klien meminum obat 42.

PAR

secara teratur
34. A:

43.

Masalah Teratasi
35. P:

Hentikan Intervensi