Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

INVAGINASI

DI SUSUSN
OLEH :
D3 KEPERAWATAN STIKES BANYUWANGI
S1 KEPERAWATAN PROFESI NERS STIKES BANYUWANGI
S1 KEPERAWATAN PROFESI NERS UNBRA MALANG

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS) IRNA II


RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG
MALANG
2016

LEMBAR PENGESAHAN
SATUAN ACARA PENYULUHAN
INVAGINASI
RSUD dr. SAIFUL ANWAR MALANG
Tanggal 05 Mei 2016

Oleh :
D3 KEPERAWATAN STIKES BANYUWANGI
S1 KEPERAWATAN PROFESI NERS STIKES BANYUWANGI
S1 KEPERAWATAN PROFESI NERS POLTEKES MALANG

MENGETAHUI
PEMBIMBING CI

PEMBIMBING INSTITUSI

KEPALA RUANGAN

)
PAKET PENYULUHAN

Pokok bahasan

: Bahaya invagina

Sasaran

: Pasien, Keluarga pasien, dan Pengunjung IRNA IV

Tempat
Hari/Tanggal

: Ruang Penyuluhan IRNA IV


: Kamis, 05 Mei 2016

Alokasi Waktu: 30 menit


Penceramah

: Mahasiswa

A. LATAR BELAKANG

Invaginasi atau Intususepsi adalah suatu keadaan dimana segmen usus kita masuk ke
dalam segmen usus lainnya yang kemudian akan menyebabkan sumbatan. Hampir 70 %
kasus invaginasi terjadi pada anak-anak umur kurang dari 1 tahun sedangkan Orloff
mendapatkan 69% dari 1814 kasus pada bayi dan anak-anak umur kurang dari 1 tahun.
Insiden tertinggi dicapai pada anak-anak umur antara 4 sampai dengan 9 bulan.
Perbandingan antara laki-laki dan wanita adalah 2:1.
Insidensi tertinggi dari inttususepsi terdapat pada usia dibawah 2 tahun Orloof
mendapatkan 69% dari 1814 kasus pada anak-anak terjadi pada usia kurang dari 1 tahun
Pada bayi dan anak-anak intususepsi merupakan penyebab kira-kira 80-90% dari kasus
obstruksi. Pada orang dewasa intususepsi lebih jarang terjadi dan diperkirakan menjadi
penyebab kira-kira 5% dari kasus obstruksi.
Kondisi invaginasi yang tidak ditangani segera, akan menyebabkan usus terjepit dalam
waktu yang lama, sehingga menimbulkan gejala dan risiko terhadap bayi atau anak yang
juga lebih berat. Obstruksi atau sumbatan terhadap usus akan bertambah berat, sehingga
bayi atau anak menjadi kembung dan muntah kehijauan. Gejala BAB berdarah disertai
lendir menandakan sudah adanya kerusakan lapisan usus bagian dalam dan menandakan
penyakit ini sudah cukup lanjut. Adanya kecenderungan invaginasi yang terjadi pada anak
usia < 2 tahun ini menuntut pengenalan dini mengenai bahaya dari invaginasi ini.

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti ceramah dan tanya jawab diharapkan pasien dapat memahami
tentang berbahayanya invaginasi
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkanpeserta dapat :
a. Menjelaskan pengertian invaginasi
b. Menyebutkan penyebab invaginasi
c. Mengetahui tanda dan gejala invaginasi
d. Mengetahui penanganan invaginasi
e. Mengetahui upaya pencegahan invaginasi
C. MEDIA/SARANA
1. Leaflet
D. METODE
Ceramah dan Tanya Jawab

E. MATERI PENYULUHAN
Terlampir

F. KEGIATAN PENYULUHAN
Tahap
Pendahuluan
(5 menit)

Kegiatan Perawat
1. Salam pembuka
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan maksud dan tujuan
penyuluhan
4. Menggali
pengetahuan
peserta
tentang
materi
yang
akan
disampaikan
Penyampaian materi:
1. Menjelaskan :
a. Pengertian invaginasi
b. Penyebab invaginasi
c. Tanda dan gejala invaginasi
d. Penanganan invaginasi
e. Cara mencegah invaginasi

Penyajian
(15 menit)

Penutup
(10 menit)

1
2
3

Kegiatan Peserta
Menjawab salam
Memperhatikan
mendengarkan penyaji

Menjawab

1.
Mendengar dan
memperhatikan.

Memberikan kesempatan bertanya


reinforsement positif.
2. Bertanya, mendengar dan
memperhatikan.

1 Menggali pengetahuan peserta 1


tentang materi penyuluhan yang
telah disampaikan
2 Menyimpulkan
hasil
dari 2
kegiatan penyuluhan
3 Menutup kegiatan penyuluhan dengan
Ucapan terima kasih dan salam penutup 3

Menjawab
pertanyaan
yang diajukan
Memperhatikan

Menjawab salam

G. EVALUASI
1. Evaluasi Proses
a. Jumlah peserta penyuluhan minimal 5 orang.
b. Persiapan penyuluhan dilakukan beberapa hari sebelum kegiatan penyuluhan.
c. Pembicara menguasai materi penyuluhan.
d. Waktu penyuluhan sesuai dengan kontrak waktu.
e. Tempat penyuluhan dilakukan di ruang PKRS IRNA II RSUD dr. Saiful Anwar
Malang.
f. Diharapkan peserta aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan.
g. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat selama kegiatan penyuluhan
berlangsung.
2. Evaluasi Hasil

a. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan diharapkan peserta mengerti dan memahami


materi penyuluhan mengenai pengertian, penyebab, tanda gejala, penanganan dan
cara mencegah invaginasi.

LAMPIRAN :
MATERI
INVAGINASI

1.

Pengertian Invaginasi
Invaginasi disebut juga intususepsi adalah suatu keadaan dimana segmen usus masuk ke
dalam segmen lainnya; yang bisa berakibat dengan obstruksi / strangulasi. Umumnya
bagian yang atas masuk ke bagian bawah

2.

Penyebab Invaginasi
a. Adanya infeksi dari adenovisrus dan reovirus
90-95 % invaginasi pada anak < 1 tahun tak dijumpai adanya kelainan pada ususnya
yang dikenal dengan istilah infantile idiopathic intussusception. Diduga karena
penebalan dinding usus, terutama ileum terminal akibat hiperplasi jaringan limfoid
submukosa oleh peradangan virus yaitu adeno virus dan reovirus.

b. Pemberian makan kurang sesuai dengan usia


Pemberian makanan padat dapat meningkatkan peristaltik usus yang dapat
menyebabkan masuknya segmen usus ke segmen lainnya.

3.

Tanda Gejala Invaginasi

Nyeri perut
Muntah berwarna hijau (cairan empedu)
BAB berdarah disertai lender
Dapat diraba adanya benjolan di perut.
Nyeri yang khas pada penyakit ini adalah nyeri yang tiba-tiba, intensitas nyeri cukup
berat, bersifat kolik (hilang timbul). Sehingga pada bayi, bila datang nyeri ini bayi
akan tiba-tiba menjerit kesakitan sambil mengangkat kedua kaki. Periode nyeri ini
berlangsung beberapa menit, kemudian bayi menjadi diam, pucat dan berkeringat,
atau muntah, dan setelah itu terlihat normal lagi bila sedang tidak ada serangan nyeri.

4.

Penanganan Pertama Invaginasi


Yang penting adalah memeriksakan bayi/anaknya secepat mungkin bayi atau anaknya
menunjukkan gejala seperti di atas. Makin cepat keadaan ini dikenali, akan makin baik
kemungkinannya untuk memperbaiki keadaan ini dan dapat mempertahankan usus dari
kematian/pembusukan, sehingga bagian usus dapat diselamatkan dari kemungkinan
dipotong.

5.

Pencegahan Invaginasi
a. Vaksin rotavirus
b. Pertahankan Kebersihan makanan dan minuman anak
c. Jangan memberikan pijat perut

d. Berikan bayi makanan sesuai dengan usianya