Anda di halaman 1dari 18

MEMAHAMI KONSEP TENTANG IMAN,

ILMU, AMAL DAN IHSAN

Oleh :

Syifa Aliani
NIM : 11150840000001
Gera Rahma oktaviani
NIM : 11150840000002
Rio Wijayanto
NIM : 11150840000003

DEFINISI IMAN

Iman ialah perkataan dan perbuatan, yaitu perkataan hati


dan lisan, dan perbuatan hati, serta anggota badan. Ia
bertambah karena ketaatan dan berkurang karena maksiat,
dan orang yang beriman itu bertingkat-tingkat keimanannya.

MACAM-MACAM IMAN
IMAN KEPADA ALLAH AZZA WA JALLA
Makna iman kepada Allah Azza wa Jalla adalah meng-Itikadkan diri secara
benar-benar bahwa Allah itu Rabb dari segala sesuatu (yang ada), Dialah yang
menguasainya (memilikinya) dan menciptakannya.
IMAN KEPADA PARA MALAIKAT
Makna iman kepada Malaikat adalah meyakini secara benar-benar bahwa
malaikat itu ada dan diciptakan oleh Allah SWT dari nur (cahaya).
IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
Makna iman kepada kitab-kitab Allah adalah beriman kepada kitab kitab yang
diturunkan Allah SWT.
IMAN KEPADA PARA NABI DAN RASUL
Makna iman kepada para nabi dan rasul adalah beriman kepada semua
Rasulullah dan nabi-Nya yang disebutkan dalam kitab Allah SWT, dan beriman
bahwa Allah telah mengutus para rasul dengan tugas yang sama, dan para nabi yang
tidak diketahui jumlahnya serta nama-namanya secara pasti, kecuali Allah sendiri
yang mengutus mereka itu.

IMAN KEPADA HARI AKHIR


Iman kepada hari akhir atau hari kiamat adalah meyakini
adanya kehidupan yang kekal abadi setelah hancurnya alam
semesta ini dan manusia akan mendapat balasan yang seadiladilnya tentang amal yang telah dilakukan sewaktu di
dunia.Tentang kapan datangnya hari kiamat, tidak ada yang
dapat mengetahuinya termasuk Nabi dan Rasul kecuali
hanyalah Allah swt.

IMAN KEADA QADA DAN QODAR


Arti Qada
Qada berarti hukum atau keputusan ( Q.S. Surat An- Nisa ayat 65 )
Qada berarti mewujudkan atau menjadikan ( Q.S. Surat Fussilat ayat 12 )

Qada berarti kehendak ( Q.S. Surat Ali Imron ayat 47 )

Qada berarti perintah ( Q.S. Surat Al- Isra ayat 23

Arti Qadar
Qadar berarti mengatur atau menentukan sesuatu menurut batas-batasnya
( Q.S. Surat Fussilat ayat 10 )
Qadar berarti ukuran ( Q.S. Surat Ar- Radu ayat 17 )

Qadar berarti kekuasaan atau kemampuan ( Q.S. Surat Al- Baqarah ayat
236 )

Qadar berarti ketentuan atau kepastian ( Q.S. Al- Mursalat ayat 23 )

Qadar berarti perwujudan kehendak Allah swt terhadap semua makhlukNya dalam bentuk-bentuk batasan tertentu ( Q.S. Al- Qomar ayat 49

DEFINISI ILMU
ALILM (Ilmu) berarti marifah (pengetahuan) tenatng
sesuatu yang diketahui dari dzat (esensi), sifat dan makna
sebagaimana adanya. Ia adalah kata abstrak atau mashdar
dari Alima-yalamu ilman. Ilmu terbagi menjadi dharuury
dan nadhary.

KEUTAMAAN ILMU
Keutamaan ilmu sungguh sangat besar, kemuliannya sungguh agung
dan tinggi. Berapa banyak orang yang rendah yang telah terangkat
derajatnya oleh ilmu menjadi orang-orang mulia, dan berapa banyak
orang yang hina telah terangkat posisinya menjadi orang-orang besar.
Dengan ilmulah, Adam menjadi mulia dan dengan ilmu pula pemiliknya
mencapai derajat yang tinggi. Allah Swt berfirman, Allah akan
mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan
orang-orang yang mempunya ilmu. (Qs.Al-Mujadalah: 11). Jika ilmu
bukan sesuatu yang paling mulia dalam kehidupan ini, maka Allah SWT
tidak akan memerintahkan rasul-rasul-Nya untuk memohon kepada-Nya
supaya menambah ilmu mereka seperti disebutkan dalam firman-Nya,
Katakanlah, Wahai Tuhanku, Tambahkanlah ilmu kepadaku. (Qs.
Thaha: 114).

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU DAN


PENUNTUTNYA
Dari perspektif (sudut pandang) ini, ilmu yang merupakan suatu
yang mulia dan agung, maka menuntut ilmu merupakan perbuatan yang
mulia dan penuntutnya sebagai orang yang paling mulia dan utama.
Hadist dan riwayat berikut yang menjelaskan dan menguatkan hal ini
Hadist Muslim yang telah dikemukakan diatas menjelaskan
Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan
memudahkan baginya jalan menuju surga.
Hadist Abdullah bin Masud RA, bahwa ia berkata: Aku mendengar
Rasulullah SAW bersabda, Allah mencemerlangkan seseorang yang
mendengar perkataanku dan ia memeliharanya kemudian
menyampaikan sebagaimana ia mendengarnya, dan berapa banyak
orang yang menyampaikannya (ilmunya) lebih menyadari daripada
orang yang mendengarnya. (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)

MACAM MACAM ILMU


1. ILMU SYARIAT
Maksud dari kalimat ilmu-ilmu syariat adalah ilmu-ilmu yang dibawah oleh
syariat Islam dan yang diperintahkan untuk mengetahuinya serta mempelajarinya untuk
diaplikasi dalam keyakinan, perkataan, perbuatan, dan etika (landasan moral).
2. ILMU-ILMU ALAM (KOSMOLOGI)
Yang dimaksud dengan ilmu-ilmu alam disini adalah ilmu-ilmu yang berkaitan
dengan materi (benda) alam. Yakni ilmu-ilmu yang membahas berbagai macam materi
dan kekhususannya yang bersifat alami, sehingga materi-materi tersebut dapat
dimanfaatkan
3. AL ULUUM AR-RIYADHIYYAH (ILMU-ILMU EXACT/PASTI)
Yang dimaksud dengan ilmu-ilmu exact (pasti) adalah ilmu-ilmu yang selalu
menuntut kemampual akal (rasio), sehingga akal (rasio) menjadi alat berkarya atau
berkreasi. Kata ar-riyadhah diambil dari kata radha al-maru idza aqala bada
rauunatin (seseorang telah berlatih dengan sungguh-sungguh, apabila dia menggunakan
akalnya setelah menyadari kebodohan-nya), atau diambil dari kata radha al-mahru idza
adzallahu wa thawwaahu lissair (burung merpati ppost itu sudah terlatih, karena dia
menunjukkan kejinakan dan ketundukannya terhadap perintah pengiriman surat).

ILMU-ILMU YANG MASIH DIPERTENTANGKAN


Diantara ilmu yang masih menjadi bahan perdebatan di kalangan kaum
muslimin mengenai boleh dan tidaknya mempelajarinya adlah ilmu
manthiq (logika) dan ilmu filsafat.
A. Ilmu Manthiq (Logika)
Ilmu menurut bahasa adalah pengetahuan tentang sesuatu sesuai
dnegan kenyataanya. Sedangkan manthiq (logika) menurut bahasa
merupakan mashdar mim dari kata nathaqa, yanthiqu, nuthqan,
manthiqan adza lafazha al huruf wa takallama biha (dia berkata,
apabila melafalkan huruf-huruf dan berbicara dengannya).
B. Ilmu Filsafat
Menurut bahasa kata filsafat berarti cinta dan bijaksana. Kata filsafat
berasal dari bahasa Yunani yang dialih bahasakan ke dalam bahasa
Arab. Kata filsafat terdiri dari dua kata yaitu kata philo yang berarti
cinta dan kata Sophia yang berarti bijaksana.

ILMU-ILMU YANG SUDAH TIDAK


DIPERSELISIHKAN KEHARAMANNYA
Perlu diketahui bahwa banyak sekali ilmu pengetahuan yang
diciptakan oleh manusia yang diharamkan secara pasti bagi kaum
muslimin, dikarenakan bahaya yang ditimbulkannya dan tidak ada
manfaatnya bagi kebahagiaan hidup manusia, baik di dunia maupun di
akherat kelak. diantara ilmu-ilmu yang diharamkan adalah shir,
Thilasmat (Mantera), ilmu ramal, Tanjim (Nujum/astrologi), Jafr (ilmu
kode/rumus). Kelima ilmu tersebut diharamkan untuk dipelajarinya dan
mempraktekannya di antara manusia. Karena hukumnya diharamkan,
maka akibat yang ditimbulkan hanyalah kejahata. Oleh karena itu, maka
agama memerintahkan kaum muslimin untuk menjauhi dan
meninggalkannya untuk selamanya.

HUKUM MEMPELAJARI ILMU SYARIAH, ILMU


ALAM DAN ILMU EXACT (PASTI)
HUKUM MEMPELAJARI ILMU SYARIAH
1. Wajib Kifayah
Wajib kifayah ini adalah sesuatu kewajiban yang dibebankan kepada umat
Islam atau jamaah kaum muslimin pada suatu negara agar ada diantara
penduduk negara atau di antara jamaah kaum muslimin itu seseorang ahli
dan menguasai ilmu-ilmu yang digunakan untuk memepelajari ilmu ushul
dan ilmu furu
2. Jaiz (boleh) dan dianjurkan
Hukum ini mengandung konsekuensi dibolehkannya bagi setiap muslim,
baik laki-laki maupun perempuan unntuk mempelajari ilmu-ilmu ini dengan
tujuan mengetahui dan menguasainya, dan orang yang mempelajarinya
berhak mendapatkan pahala jika tujuan mempelajarinya itu didasarkan
kepada niat yang ikhlas.

HUKUM MEMPELAJARI ILMU ALAM


(KOSMOLOGI)

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa manfaaat dan kegunaan


ilmu-ilmu alam (kosmologi) ini berbeda-beda antara yang satu dengan yang
lainnya. Oleh karena itu, maka hukum mengetahui dan mempelajarinya pun
berbeda satu sama lainnnya, yaitu ada yang diperbolehkan, ada yang
disunatkan, dan ada yang diwajibkan.

Adapun hukum boleh ini merupakan hukum asal, dimana asal hukum segala
sesuatu itu ada boleh sampai datangnya dalil yang mengharamkannya atau
mewajbkannya.

mengetahui dan mempelajari ilmu-ilmu alam (kosmologi) ini hukumnya


dibolehkan, dan tidak akan ada seorang pun yang mengikari kegunaan dan
manfaatnya selain orang bodoh dan orang yang menyangka adanya
kemudharatan dalam ilmu tersebut. Sedangkan berkenaan dengan hukum
wajib, maka dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu wajib kifayah dan wajib
ain.

HUKUM MEMEPELAJARI ILMU EXACT (PASTI)


Dapat kami katakana bahwa dari ilmu-ilmu exact (pasti) yang
jumlahnya keseluruhannya mencapai lima belas, maka delapan cabang
ilmu hukum mengetahui dan memepelajari deperbolehkan dan sangat
dianjurkan.sedangkan tujuh cabang ilmu sisanya, sebagaimana telah kami
jealskan sebelumnya bahwa dua cabang ilmu yaitu logika dan filsafat yang
masih menjadi perdebatan di antara kalangan kaum muslimin tentang
boleh atau tidaknya mempelajari kedua ilmu tersebut. Dimana pendapat
yang dianggap paling tepat dalam menyikapi ilmu logika adalah pendapat
yang membolehkan untuk mengetahui dan mempelajarinya bagi orang
yang memiliki kemampuan berfikir sempurna dan dibentengi dengan ilmu
Alquran dan Sunnah (Hadits) yang terefleksi dalam keyakinan dan amal
perbuatan. Adapun berkenaan dengan ilmu filsafat, maka seorang muslim
diangggap sudah tidka perlu lagi untuk mengetahui dan mempelajarinya,
karena wahyu Ilahi dalam Al Quran dan sunnah sudah sangat cukup
menjawab persoalan yang menjadi kajian ilmu filsafat ini.

DEFINISI AMAL

Secara bahasa "amal" berasal dari bahasa Arab yang berarti perbuatan
atau tindakan, sedangkan saleh berarti yang baik atau yang patut.
Menurut istilah, amal saleh ialah perbuatan baik yang memberikan
manfaat kepada pelakunya di dunia dan balasan pahala yang berlipat
di akhirat.

Pengertian amal dalam pandangan Islam adalah setiap amal saleh,


atau setiap perbuatan kebajikan yang diridhai oleh Allah SWT.
Dengan demikian, amal dalam Islam tidak hanya terbatas pada
ibadah, sebagaimana ilmu dalam Islam tidak hanya terbatas pada ilmu
fikih dan hukum-hukum agama. Ilmu dalam dalam ini mencakup
semua yang bermanfaat bagi manusia seperti meliputi ilmu agama,
ilmu alam, ilmu sosial dan lain-lain. Ilmu-ilmu ini jika dikembangkan
dengan benar dan baik maka memberikan dampak yang positif bagi
peradaban manusia

AMAL

Dalam Alquran, kata amal terbagi kepada :


'amalus-shalih (pekerjaan baik) dan 'amalun ghairus-shalih
(pekerjaan yang tidak baik).
Amalun ghairus-shalih disebut pula dengan 'amalus-sayyi-ah (amal
salah), termasuk pula ke dalam kategori ini 'amalus-syaithan
(pekerjaan setan) dan 'amalus-mufsidin (pekerjaan pelaku
kebinasaan). Umat Islam diperintah melakukan 'amalus-shalih dan
wajib menjauhi 'amalus-sayyi-ah.
Ada firman Allah SWT, ''Siapa yang mengerjakan kebaikan dia
mendapat pahala dari perbuatannya itu dan siapa yang mengerjakan
kejahatan maka orang yang melakukan kejahatan itu tidak dibalas
kecuali menurut apa yang dikerjakannya.'' (Al-Qasas: 84).

DEFINISI IHSAN

Ihsan itu ialah kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihatNya,tetapi jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia
melihat kamu.

Ihsan juga adalah melakukan ibadah dengan khusyuk,ikhlas dan


yakin bahwa Allah senantiasa mengawasi apa yang dilakukannya.
Ihsan ( I ) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti
kesempurnaan atau terbaik. Dalam terminologi agama Islam,
Ihsan berarti seseorang yang menyembah Allah seolah-olah ia
melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya,
maka orang tersebut membayangkan bahwa sesungguhnya Allah
melihat perbuatannya.

Islam dibangun di atas tiga landasan utama, yaitu:


-Iman

-slam

-Ihsan.

Oleh karenanya, seorang muslim hendaknya tidak memandang ihsan itu hanya sebatas
akhlak yang utama saja, melainkan harus dipandang sebagai bagian dari akidah dan
bagian. terbesar dari keislamannya
bagaimana caranya? Dalam mengejawantahkan ihsan bagi mahluk sosial seperti manusia,
khususnya kaum muslim ialah dengan cara berbuat baik. Karena dengan pemahaman
ihsan ini kita merasa selalu diawasi oleh Allah Yang Maha Melihat, dengan begitu kita
tidak akan mau melakukan perbuatan buruk, kalaupun sampai terbersit maka tetap saja
kita tidak akan mau mengerjakannya disebabkan Ihsan tadi. Selain berbuat baik Ihsan
juga merupakan salah satu cara agar kita bisa khusyuk dalam beribadah kepada Allah.
Kita beribadah seolah-olah kita melihat Allah. Jika tidak bisa, kita harus yakin bahwa
Allah SWT yang Maha Melihat selalu melihat kita.
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang
dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu)
ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan
dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya
melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS.Qaaf : 16-18)
Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.(QS.Al Fajr : 14)