Anda di halaman 1dari 24

Skenario

Badan berkeringat dan Kecapaian


Tn. Jhoni, 21 tahun, seorang atlet pelari jarak jauh, selalu latihan berat 5x seminggu
untuk menghadapi kejuaraan ASIAN GAMES. Setelah melakukan latihan berat dia
banyak berkeringat, badan letih lebih panas, dan tampak kecapaian. Tapi setelah minum
Pocari Sweat Tn.Jhoni tampak lebih segar dan dapat melanjutkan aktivitasnya.
Kata Kunci
1. Berkeringat, badan lebih hangat, tampak kecapaian
2. Latihan berat 5 kali seminggu
3. Minum pocari sweat

Tampak lebih segar

4. Atlet pelari jarak jauh


Daftar Masalah
1. Kenapa setelah minum pocari sweat badan tampak lebih segar?
2. Mengapa setelah latihan badan berkeringat, lebih panas dan tampak kecapaian?
3. Apa yang terkandungan pada pocari sweat dan fungsinya?
4. Bagaimana mekanisme mempertahankan cairan ekstraseluler dan intraseluler?
5. Bagaimana proses rehidrasi tubuh?
6. Apa fungsi karbohidrat, lipid, dan protein pada membran sel?
Analisis Masalah
1. Karena pocari mengandung cairan yang dapat menggantikan cairan tubuh yang
menghilang
2. Karena pada umumnya setelah latihan badan mengeluarkan cairan yang
menyebabkan pori-pori membesar yang berupa keringat. Jadi, karena
kekurangan cairan tubuh
3. Fungsinya adalah menggantikan cairan tubuh yang hilang
4. Sebagai sasaran belajar
5. Terjadi proses difusi dan osmosis
6. Berperan sebagai pembentukan membran sel

Main Problem
Membran sel

Difusi dan osmosis


Rehidrasi

Cairan
ekstraseluler
dan intarseluler

Berkeringat, badan
lebih panas,
tampak kecapaian

Sasaran Belajar
1. Membran sel (fungsi, struktur)
2. Fungsi karbohidrat, lipid, protein dalam membran sel
3. Proses difusi dan osmosis
4. Cairan ekstraseluler dan intraseluler
5. Proses rehidrasi dalam tubuh
6. Sifat larutan koloid, keseimbangan donann, emulsi
7. Hidrodinamika dan viskositas
8. Kandungan pocari sweat
Melengkapi Sasaran Belajar
1. Membran sel (fungsi, struktur)
Struktur Membran Plasma menurut :
Gortel & Grendel (1925) _Lipid bilayer
Membran berupa struktur yang membatasi sel, terdiri atas lipid yang
mengandung gugus polar dan gugus yang bersifat hidrofob.
Gugus polar mengarah ke bagian luar dari bilayer, sedangkan gugus hidrofob
(rantai asam lemak) berada di bagian tengah dari lipid bilayer.

Singer & Nicholson (1972)_model mosaik / fluid mozaic


membran plasma terdiri atas lipid bilayer yang berada dalam keadaan fluid dan
dapat bergerak lateral dalam daerah membran _struktur dinamis _ interaksi yang
sementara atau semipermanen.
Protein terdistribusi secara mosaik yang berbeda dengan lipid _partikel tidak
membentuk suatu lapisan yang kontinyu. Protein dapat melintasi membran
fosfolipid, atau berada di bagian tepi sel

H. Davson & J. Danielli


Membran merupakan strukur lipid bilayer yang disisip dengan protein globular yang
melintasi membran dan terdapat pula protein di permukaan luar dan dalam membran
(model sandwich)
Fungsi membran sel :

Pembatas
a) lapisan yang bersinambungan
b) melingkupi sel, inti, organel
Pembatas yang bersifat selektif permeabel
a) mencegah pertukaran molekul dari satu sisi ke bagian lainnya.
b) memungkinkan substansi tertentu masuk ke sitoplasma dari lingkungan luar

c) mencegahmasuknya senyawa tertentu masuk ke sitoplasma


Komunikasi antara sel
Mendukung aktivitas biokimia yang berlangsung di dalam sel
Beberapa proses di dalam sel tergantung pada suatu serial reaksi yang dikatalis
oleh enzimyang terdapat dalam membran, produk suatu reaksi akan bertindak
sebagai reaktan untuk reaksi selanjutnya. Jika enzim yang berbeda pada
membran berada dalam susunan yang berurutan, produk suatu reaksi dapat

dilepaskan ke dekat enzim untuk reaksi berikutnya.


Perpindahan suatu senyawa terlarut
Memberikan respons terhadap rangsangan luar
a) berperan dalam memberi respons terhadap rangsangan luar_ transduksi
sinyal _ reseptor + ligand.
b) Tipe sel yang berbeda memiliki molekul reseptor yang berbeda
interaksi interselular
membran plasma mengantarai interaksi antar sel dalam organisme multiselular

Transduksi energi
terlibat dalam proses perubahan energi ke bentuk energi lain.
Fungsi membran sel :
mempertahankan materi terlarut dalam sel dan tidak boleh bocor ke lingkungan
harus ada pertukaran material

2.

Fungsi karbohidrat, lipid, protein dalam membran sel


Membran mengandung :
o Lipid bilayer _kerangka struktur membran dan berfungsi sebagai penghalang
(barrier) yang membatasi pergerakan molekul secara acak
o Protein_fungsi khusus
o Karbohidrat_berikatan dengan lipida (glikolipid ) atau protein (glikoprotein)

Karbohidrat membran
a) karbohidrat berikatan secara kovalen pada lipid dan protein.
b) Pada membran plasma terkandung 2 10% karbohidrat. membran plasma sel darah
merah manusia mengandung 52% protein, 40% lipid dan 8%KH.
c) dapat menentukan golongan darah seseorang. A, B, AB, O
Bagian karbohidrat yang melekat di permukaan luar sel mempunyai ebebrapa fungsi
penting :

1. Kebanyakan karbohidrat tersebut bermuatan negatif, yang menyebabkan sebagian


besar sel mempunyai seluruh permukaan yang bermuatan negatif sehingga dapat
mendorong benda-benda bermuatan negatif yang lain.
2. Glikokaliks dari beberapa sel melekat pada glikokaliks sel yang lain, dengan
demikian juga saling melekat sel satu sama lain.
3. Banyak karbohidrat bermuatan bekerja sebagai substansi reseptor untuk mengikat
hormon seperti insulin dan untuk melakukannya, protein integral aktif yang terikat
akan mengaktifkan untaian enzim intraseluler.
4. Beberapa diantaranya juga akan ikut dalam reaksi kekebalan.
Lipid membran :
Membran mengandung lipida yang bersifat amfipatik memiliki gugus yang bersifat
hidrofilik dan hidrofobik. Tipe lipid membran :
o Fosfogliserida
Fosfolipid yang mengandung gugus fosfat
o Sfingolipida
o Kolesterol
Banyak terdapat pada membran sel hewan _+ 50% dari molekul lipid.
Membran sel tumbuhan dan semua sel bakteri tidak banyak mengandung
kolesterol.
Lebih sedikit dibandingkan lipida membran lainnya dan tidak terlalu bersifat
amfipatik.
Gugus hidroksil dari kolesterol yang bersifat hidrofilik menentukan orientasi
molekul ini

pada membran sel. Gugus hidroksil berada pada bagian

permukaan membran
Membran lipid
ideal untuk mencegah hilangnya senyawa bermuatan dan polar, termasuk ion, gula
dan asam amino.
Sel harus memungkinkan terjadinya gerakan nutrien, gas O2 dan CO2, hormon,
limbah, komponen lainnya.
Protein membran
Ada 3 kelompok protein :
1) integral_amfipatik
2) perifer berikatan dengan permukaan membran dengan ikatan nonkovalen
3) protein yang berikatan dengan lipid, yang berlokasi di luar membran lipid, pada
ekstraselular atau sitoplasmik.

Beberapa fungsi protein membrane adalah (Campbell et al., 2000):


1. Protein yang membentang membrane memberikan suatu saluran hidofilik melintasi
membrane yang bersifat selektif untuk zat terlarut tertentu. Hidrolisis ATP dilakukan
oleh beberapa protein transport untuk memompa bahan melintasi membrane secara
aktif.
2. Protein yang berada di dalam membrane mungkin berupa enzim dengan sisi aktifnya
yang dipaparkan ke zat-zat pada larutan sebelahnya.
3. Protein membran mungkin memiliki tempat pengikatan dengan bentuk spesifik yang
sesuai dengan bentuk-bentuk mesenjer kimiawi, seperti hormone. Sinyal dapat
menyebabkan perubahan konformasi protein yang menyalurkan pesan ke bagian
dalam sel.
4. Protein membran dari sel-sel bersebelahan mungkin dikaitkan bersama-sama dalam
berbagai bentuk junction.
5. Beberapa glikoprotein berfungsi sebagai label identifikasi yang secara khusus
dikenali oleh sel lain.
6. Mikrofilamen atau elemen lain sitoskeleton mungkin terikat ke protein membran.
Hal ini merupakan suatu fungsi yang membantu memperahankan bentuk sel dan
menetapkan lokasi protein membrane tertentu. Protein yang mendekat ke matriks
ekstraseluler dapat mengkoordinasikan perubahan ekstraseluler dan intraseluler.
3.

Proses difusi dan osmosis


Difusi : Gerakan acak partikel (molekul atau ion) karena pengaruh energi
thermalnya sendiri, dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang
berkonsentrasi lebih rendah
Disebut juga gerakan Downhill = Turun bukit
Difusi molekul atau ion dapat berlangsung dalam suatu cairan, gas atau zat padat
Difusi dapat terjadi melalui membran hidup atau tak hidup yang permeable.
Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi
1. Suhu makin tinggi suhu difusi makin cepat
2. Berat Molekul Berat molekul makin besar difusi makin lambat
3. Kelarutan dalam medium makin besar kelarutan difusi makin cepat
4. Beda potensial kimia makin besar beda potensial kimia difusi makin cepat
Jenis-jenis difusi
Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme :
a. Difusi sederhana (simple difusion)

b. Difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein transmembran (simple


difusion by chanel formed)
c. Difusi difasilitasi (fasiliated difusion).
Difusi sederhana melalui membrane berlangsung karena molekul -molekul yang
berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid)
sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara langsung.
Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid,
vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak,
Selain itu, membran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik
seperti O,CO2, HO, dan H2O.

Difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein transmembran molekul


dengan diameter lebih kecil dari diameter pori transmembran dapat
melewatinya.
Molekul molekul berukuran besar seperti asam amino, glukosa, dan beberapa
garam garam mineral, tidak dapat menembus membrane secara langsung,
tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus
membrane difusi difasilitasi.

Sifat Membran
Sifat membran

solvent

solut

permeabel

semi permeabel

selektif permeabel

+/-

impermeabel

+ = dapat lewat

- = tidak

Contoh membran : membran sel, membran plasma, membran vakuola,


membran kloroplas

Mekanisme fisiologi proses difusi dalam sel

Difusi difasiltasi (facilitated diffusion) adalah pelarutan zat melalui membran


plasma yang melibatkan protein pembawa atau protein transforter. Protein
transporter tergolong protein transmembran yang memiliki tempat perlekatan
terhadap ion atau molekul vang akan ditransfer ke dalam sel.

Setiap molekul atau ion memiliki protein transforter yang khusus, misalnya
untuk pelarutan suatu molekul glukosa diperlukan protein transforter yang
khusus untuk mentransfer glukosa ke dalam sel.

Protein transporter untuk glukosa banyak ditemukan pada sel-sel rangka, otot
jantung, sel-sel lemak dan sel-sel hati, karena sel sel tersebut selalu
membutuhkan glukosa untuk diubah menjadi energi.

Osmosis
Osmosis adalah proses perpindahan atau pergerakan molekul zat pelarut, dari larutan
yang konsentrasi zat pelarutnya tinggi menuju larutan yang konsentrasi zat pelarutya
rendah melalui selaput atau membran selektif permeabel atau semi permeabel.
Jika dalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel ditempatkan
dua Iarutan glukosa yang terdiri atas air sebagai pelarut dan glukosa sebagai zat
terlarut dengan konsentrasi yang berbeda dan dipisahkan oleh selaput selektif
permeabel, maka air dari larutan yang berkonsentrasi rendah akan bergerak atau

berpindah menuju larutan glukosa yang konsentrasinya tinggi melalui selaput


permeabel.
Osmosis adalah proses perpindahan atau pergerakan molekul zat pelarut, dari larutan
yang konsentrasi zat pelarutnya tinggi menuju larutan yang konsentrasi zat pelarutya
rendah melalui selaput atau membran selektif permeabel atau semi permeabel.
Dalam sistem osmosis, dikenal larutan hipertonik (larutan yang mempunyai
konsentrasi terlarut tinggi), larutan hipotonik (larutan dengan konsentrasi terlarut
rendah), dan larutan isotonik (dua larutan yang mempunyai konsentrasi terlarut
sama).

Larutan hipertonik, sebagian besar molekul air terikat (tertarik) ke molekul gula
(terlarut), sehingga hanya sedikit molekul air yang bebas dan bisa melewati
membran.

Larutan hipotonik, memiliki lebih banyak molekul air yang bebas (tidak terikat
oleh molekul terlarut), sehingga lebih banyak molekul air yang melewati
membran.

Tekanan Osmosis
Sebuah tabung U bagian tengahnya dibatasi dengan membran semipermeabel.
Sebelah kiri diisi oleh larutan garam (gambar bulatan biru untuk molekul
terlarut) dan sebelah kanan diisi dengan air (bulatan hijau untuk molekul air).

Setelah beberapa saat, maka molekul-molekul air dari kaki sebelah kanan akan
mengalir ke bagian larutan yang ada di sebelah kiri melalui membran
semipermeabel, peristiwa inilah yang disebut sebagai osmosis.

Sampai akhirnya pada kesetimbangan maka kedua kaki pada tabung U akan
menunjukkan perbedaan ketinggian tertentu.
Tekanan inilah yang disebut sebagai tekanan osmosis yang besarnya dapat
dirumuskan;

Dimana : phi () untuk tekanan osmosis dalam atm


M : molaritas larutan
R : tetapan konstanta gas (0.08206 L atm mol-1 K-1)
T : suhu (Kelvin)

4.

Cairan ekstraseluler dan intraseluler (mekanisme, komponen, fungsi)


Seluruh cairan tubuh didistribusikan diantara dua kompartemen utama, yaitu : cairan
intraselular (CIS) dan cairan ekstra selular (CES).Cairan Intraseluler adalah cairan
yang berada di dalam sel seluruh tubuh.
Komposisi cairan intra sel
Cauran intra sel mengandung banyak sekali ion kalium, magnesium, dan fosfat
daripada ion natrium dan klorida yang banyak ditemukan di dalam cauran ekstrasel.
Sel itu mengandung protein dengan konsentrasi yang sangat besar, jumlahnya
kurang lebih enpat kali konsentrasi dalam plasma.

Cairan Ekstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari tiga
kelompok yaitu cairan intravaskuler (palsme), cairan interstitial dan cairan
traseluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem vaskuler,
cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantar sel, sedangkan transeluler adalah
cairan seksresi khusus seperti cairan serebrospinal, cairan intrasekuler, dan sekresi
saluran cerna.
Komposisi cairan ekstra sel
Cairan ekstra sel yang terdiri atas plasma darah dan cairan interstitial, mengandung
ion-ion natrium dan klorida dalam jumlah banyak, ion bikarbonat agak banyak,
namun hanya sedikit saja kalium, kalsium, magnesium, fosfat, sulfat , oksigen
,glukosa dan ion-ion asam organik seperti asam lemak dan asam amino. Juga
mengandung karbon dioksida yang diangkut sel ke paru untuk diekskresi, ditambah
berbagai produk sampah sel lainnya yang diangkut ke ginjal untuk diekskresi.
Plasma mengandung sejumlah besar protein sedangkan cairan interstitial hanya
sedikit sekali mengandung protein.
Fungsi cairan tubuh :
a. Sarana untuk mengangkut zat-zat makanan ke sel-sel
b. Mengeluarkan buangan-buangan sel
c. Membentuk dalam metabolisme
d. Sebagai pelarut untuk elektrolit dan non elektrolit
e. Membantu memlihara suhu tubuh
f. Membantu pencernaan
g. Mempermudah eliminasi
Secara Skematis Jenis dan Jumlah Cairan Tubuh dapat digambarkan sbb:

5.

Proses rehidrasi dalam tubuh


Air dapat keluar tubuh melalui proses evaporasi dari kulit, evaporasi dari paru-paru,
atau ekskresi urin yang sangat encer. Pada semua keadaan ini air akan meninggalkan
kompartemen cairan ekstraseluler, namun pada keadaan seperti ini air dengan proses
osmosis segera akan keluar dari ruang intraseluler masuk kedalam ekstraseluler,
sehingga osmolalitas cairan intraseluler dan ekstraseluler satu sama lain tetap sama.
Keseluruhan pengaruh ini disebut dehidrasi.
Rehydation adalah pengembalian air atau cairan yang terkandung dalam tubuh atau
subtansi yang telah mengalami dehidrasi.

6.

Sifat larutan koloid, keseimbangan donann, emulsi


Koloid
Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih, dimana
partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. Ukuran
koloid berkisar antara 1-100 nm ( 10-7 10-5 cm ).
Jenis-jenis koloid
1. Sol (fase terdispersi padat).
2. Emulsi (fase terdispersi cair)

3. Buih (fase terdispresi gas)


Sifat-sifat koloid
a. Efek Tyndall. Bila cahaya biasa dijatuhkan pada suatu larutan koloid, tergantung
dari konsentrasi zat terdispersi maka larutan dapat terlihat keruh seperti suspensi
atau jernih seperti larutanbiasa. Tetapi bila suatu cahaya yang kuat dan sempit
dijatuhkan pada suatu larutan koloid bila dilihat tegak lurus dari arah sinar maka
jalan yang dilalui sinar akan terlihat kabur, meskipun larutan koloid kelihatannya
jernih. Hai ini disebut efek Tyndall dan jalan yang kabur dari sinar tersebut
disebut kerucut Tyndall. Efek ini timbul karena tersebarnya cahaya oleh partikelpartikel kecil dari koloid.
b. Gerak Brown. Yaitu koloid dalam medium pendispersinya. Partikel koloid akan
tampak sebagai titik cahaya. Pergerakan titik cahaya atau partikel tersebut
diikuti, partikel itu bergerak terus-menerus dengan gerakan zigzag.
b. Adsorpsi Koloid. Partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas, maka
partikel zat cair atau gas akan terakumulasi. Jadi adsorpsi terkait dengan
penyerapan partikel pada permukaan zat. Partikel koloid sol memiliki
kemampuan untuk mengadsorpsi partikel pendispersi pada permukaanya.
c. Muatan koloid sol. Semua partikel koloid memiliki muatan sejenis (positif dan
negatif). Maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid. Partikel koloid
tidak dapat bergabung sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid.
Sistem koloid secara keseluruhan bersifat netral. Sumber muatan koloid sol.
Partikel-partikel koloid mendapat muatan listrik melalui dua cara, yaitu dengan
proses

adsorpsi

dan

proses

ionisasi

gugus

permukaan

partikelnya.

- Proses adsorpsi. Partikel koloid dapat mengadsorpsi partikel bermuatan dari


fase pendispersinya. Jenis muatan tergantung dari jenis partikel yang bermuatan.
- Proses ionisasi gugus permukaan partikel. Beberapa partikel koloid
memperoleh muatan dari proses ionisasi gugus-gugus yang ada pada permukaan
partikel koloid.
d. Koagulasi. Partikel-partikel koloid yang bersifat stabil karena memiliki muatan
listrik sejenis. Apabila muatan listrik itu hilang , maka partikel koloid tersebut

akan bergabung membentuk gumpalan. Proses penggumpalan partikel koloid


dan pengendapannya disebut Koagulasi.
e. Koloid pelindung. Sistem koloid dimana partikel terdisperesinya mempunyai
daya adsorpsi yang relatif besar disebut koloid liofil. Sistem koloid dimana
partikel terdisperesinya mempunyai daya adsorpsi yang relatif kecil disebut
koloid liofob. Koloid lioil bersifat stabil, sedangkan koloid liofob kurang stabil.
Koloid liofil yang berfungsi sebagai koloid pelindung.
f. Beberapa sifat yang spesifik dari sistem koloid.
g. Filtrasi (penyaringan)
Partikel-partikel koloid dapat melalaui pori-pori kertas saring biasa yang tak
dapat dilalui oleh partikel suatu suspensi, sehingga penyaringan biasa tak dapat
dilakukan. Tetapi dengan membran kolodion, partikel-partikel tal dapat lewat
sehingga dapat dipisahkan dari medium pendispersi. Penyaringan dengan
membran kolodion, ini disebut ultra filtrasi.
h. Pengendapan
Partikel yang terdapat dalam suatu suspensi dengan air bila dibiarkan akan
mengendap sendiri karena adanya gaya berat. Dan kecepatan mengendapnya
tergantung dari besarnya partikel tersebut.
i. Difusi, dialisa
Dibandingkan dengan larutan biasa partikel-pertikel koloid adalah besarsehingga
kecepatan difusi dari sutu koloid dibandingkan dengan larutan biasa dapat
diabaikan. Berdasarkan perbedaan keceoatan berdifusi ini dan juga karena sifatsifat partikel koloid yang tak dapat melewati membran tertentu, terhadap larutan
koloid dapat dilakukan dialisa. Dialisa adalah cara pemindahan partikel-partikel
koloid dari ion-ion yang terdapat didalamnya.
j. Muatan listrik pada koloid
Fasa terdispersi pada koloid mengandung muatan listrik. Muatan dapat + atau
sedangkan medium pendispersi akan mempunyai muatan yang berlawanan.
Emulsi
Emulsi adalah suatu sistem koloid yang fase terdispersinya dapat berupa zat padat, cair,
dan gas, tapi kebanyakan adalah zat cair (contohnya: air dengan minyak).
a. Emulsi Gas

Emulsi gas dapat disebut juga aerosol cair yang adalah emulsi dalam medium
pendispersi gas.
b. Emulsi Cair
Emulsi cair melibatkan dua zat cair yang tercampur, tetapi tidak dapat saling
melarutkan, dapat juga disebut zat cair polar dan zat cair non-polar. Emulsi cair itu
sendiri dapat digolongkan menjadi 2 jenis, yaitu; emulsi minyak dalam air (cth: susu
yang terdiri dari lemak yang terdispersi dalam air,jadi butiran minyak di dalam air),
atau emulsi air dalam minyak (cth: margarine yang terdiri dari air yang terdispersi
dalam

minyak,

jadi

butiran

air

dalam

minyak).

Beberapa sifat emulsi yang penting:


1. Demulsifikasi
Kestabilan emulsi cair dapat rusak apabila terjadi pemansan, proses sentrifugasi,
pendinginan, penambahan elektrolit, dan perusakan zat pengemulsi.
2. Pengenceran
Dengan menambahkan sejumlah medium pendispersinya, emulsi dapat
diencerkan. Sebaliknya, fase terdispersi yang dicampurkan akan dengan spontan
membentuk lapisan terpisah. Sifat ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan
jenis emulsi.
c. Emulsi Padat atau gel
Gel adalah emulsi dalam medium pendispersi zat padat, dapat juga dianggap sebagai
hasil bentukkan dari penggumpalan sebagian sol cair. Ada 2 jenis gel,yaitu
1. Gel elastis. Karena gel ini dapat berubah bentuk jika diberi gaya dan dapat
kembali ke bentuk awal bila gaya tersebut ditiadakan.
2. Gel non-elastis. Karena ikatan gel ini tidak memiliki sifat elastis, gel ini tidak
akan berubah jika diberi suatu gaya.
Emulsi tersusun atas tiga komponen utama, yaitu: Fase terdispersi, fase pendispersi,
dan emulgator. Kestabilan emulsi ditentukan oleh dua gaya, yaitu:
1. Gaya tarik-menarik yang dikenal dengan gaya London-Van Der Waals. Gaya ini
menyebabkan partikel-partikel koloid berkumpul membentuk agregat dan
mengendap,

2. Gaya tolak-menolak yang disebabkan oleh pertumpang-tindihan lapisan ganda


elektrik yang bermuatan sama. Gaya ini akan menstabilkan dispersi koloid
Faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas emulsi, adalah:
1. Tegangan antarmuka rendah
2. Kekuatan mekanik dan elastisitas lapisan antarmuka
3. Tolakkan listrik double layer
4. Relatifitas phase pendispersi kecil
5. Viskositas tinggi.

Keseimbangan Donnan
Ada 3 macam keadaan dimana terjadi kesetimbangan Donnan :
1) Elektrolit pada larutan I dan larutan II mempunyai satu ion yang sama.
2) Elektrolit pada larutan I dan larutan II tak mempunyai ion yang sama.
3) Larutan II hanya terdiri dari H2O dan tak mengandung solute.
Kesetimbangan dalam darah
Butir-butir darah merah antara lain mengandung hemoglobin, protein,
dan

. Plasma darah juga mengandung protein-protein,

,
,

,
dan

. Membran yang mengelilingi butir-butir darah merah impermeabel terhadap


protein, hemoglobin,

, dan

tetapi permeabel untuk

dan

. Dengan

demikian antara butir darah merah dan plasma darah terjadi suatu kesetimbangan
Donnan.
Jadi pada keadaan setimbang perbandingan (
konsentrasi

dalam plasma = perbandingan (

) dalam sel darah dan

)sel / pl dan ini merupakan

angka konstan. Bila ada sesuatu hal yang menyebabkan perubahan salah satu
konsentrasi maka senua komponen akan merubah konsentrasi sehingga kesetimbangan
dicapai kembali. Hal ini terjadi sebagai suatu silkus (lingkaran) dalam peredaran darah

antara paru-paru dan otot. Dalam otot saluran kapiler darah melepaskan oksigen dan
mengambil CO2.
Dan karena suasana basa berubah menjadi
naik

tekanan osmose dalam sel naik

, sehingga ratio

akan

sel membesar lalu terjadi lagi difusi dari sel

sampai terjadi kesetimbangan.


Sebaliknya bila darah datang dari jantung banyak mengandung O2

rendah maka akan terjadi difusi dari plasma


Suatu larutan dipisahkan oleh sebuah membran yang permeabel baik untuk solve
maupun solute kedua larutan, maka pada keadaan setimbang kedua larutan akan
mempunyai komposisi kimia dengan tekanan osmos yang sama. Tetapi biala salah satu
larutan mengandung komponene NaR dimana R adalah suatu anion monovalen yang tak
dapat melalui membran misal Na proeinate, sedangkan larutan yang satu mengandung
NaCl diman kedua ionnya permeable maka pada keadaan setimbang pembagian dari
ion-ion dan tekanan osmosisinya tidak sama. Kejadiannya ini ditemukan oleh Donnan
dan kesetimbanganya disebut kesetimbanagn donnan.

7.

Hidrodinamika dan viskositas


Hidrodinamika
Hidrodinamika : zat cair yang mengalir
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam Hidrodinamika :
1) Tekanan
Tekanan adalah Gaya per satuan luas, dengan gaya F dianggap bekerja secara
tegak lurus terhadap luas permukaan . Satuan Tekanan adalah N/m2 atau Pascal
(Pa)
P = F/A
2) Kecepatan aliran
Volume zat cair yang mengalir melalui penampang tiap detiknya disebut
Debit (Flow Rate)
Flow Rate = Pressure/ Resistance
Untuk menjelaskannya lebih mudah jika kita memahami Hukum
Poisseuille
Hukum Poisseuille

Aliran Fluida melalui suatu tabung bergantung pada perbedaan tekanan antara
satu ujung ke ujung yang lain, Panjang (L) tabung, Jari-jari (R) tabung, serta
Viskositas cairan. r 4 ( P P )
1
2

8L
V : Flow Rate, r : jari-jari, L : Panjang (m)
P : Tekanan, : Viskositas
Lapisan-lapisan Zat cair yang melakukan gesekan dan sebagainya.
Viskositas : Derajat gesekan internal suatu zat
Satuannya : 1 Poisse = 1 Pi = N sec/m2 = Pa s
Viskositas untuk Air : 1/1000 pa s
Darah : 3 4 (1/1000) Pa s(tergantung produksi sel darah merah / Hematokrit)

Hukum Hidrodinamika

Prinsip Bernoulli
Apabila suatu cairan, misalnya udara atau air mengalir dengan cepat
maka tekanan akan berkurang di tepi cairan yang mengalir cepat tersebut

Prinsip Bernoulli
Aplikasi Hidrodinamika

Aliran Laminer dan Turbulensi


Darah Biasanya mengalir secara Laminer, tetapi pada beberapa tempat
terjadi turbulensi misalnya pada katup jantung.
Apabila aliran darah hanya laminer saja, tidak mungkin bisa memperoleh
informasi tentang keadaan jantung dari penggunaan Stetoskop yang dipasang
pada arteri brachialis.

Tetapi dengan bantuan pressure cuff pada

sphygmomanometer, aliran darah bisa dibuat turbulensi dan menghasilkan


Fibrasi sehingga bunyi jantung dapat didengar menggunakan stetoskop
Viskositas
Viskositas darah biasanya 3 4 x10 3

Pa.s pada 20 derajat Celcius.

Bergantung pada Persentase Eritrosit dalam darah (Hematokrit). Viskositas


bergantung suhu, sewaktu darah mendingin, viskositas meningkat dan hal ini
semakin menurunkan pasokan darah ke kaki dan tangan yang dingin.
Perubahan suhu dari 37 menjadi 0 derajat celsius meningkatkan viskositas
darah sebanyak 2,5 kali lipat
Perokok umumnya

memiliki hematokrityang lebih tinggi

daripada bukan perokok. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa perokok
menghirup 250 ml CO dari setiap bungkus rokok. CO menrurangi
kemampuan eritrosit mengangkut darah. Dan tubuh mengompensasinya
dengan memproduksi banyak eritrosit. Semakin besar hematokrit, semakin
tinggi viskositas yang menyebabkan insidensi penyakit kardiovaskuler
Seberapa cepat darah kita mengalir?
Sewaktu darah menjauh dari jantung, arteri-arteri membentuk
cabang berulang kali untuk menyalurkan darah ke berbagai jaringan.
Kecepatan Aliran darah berbanding terbalik dengan luas potongan melintang
pembuluh yang mengangkut darah. Hal ini sesuai dengan hukum persamaan
Kontinuitas.
Viskositas
Viskositas adalah suatu pernyataan tahanan untuk mengalir dari suatu sistem
yang mendapatkan suatu tekanan. Makin kental suatu cairan, makin besar gaya yang

dibutuhkan untuk membuatnya mengalir pada kecepatan tertentu. Viskositas dispersi


kolodial dipengaruhi oleh bentuk partikel dari fase dispers. Koloid-koloid berbentuk
bola membentuk sistem dispersi dengan viskositas rendah, sedang sistem dispersi yang
mengandung koloid-koloid linier viskositasnya lebih tinggi. Hubungan antara bentuk
dan viskositas merupakan refleksi derajat solvasi dari partikel.
( Moechtar,1990)
Dapat diartikan tahanan untuk mengalir, madu atau minyak mengalir lebih
lambat dari air sebab mempunyai viskositas lebih besar. Tetapi air mempunyai
viskositas lebih besar dari pada eter dan klorofom.
Umumnya viskositas suatu cairan tergantung dari ukuran, bentuk dan sifat kimia
dari molekul-molekul cairan tersebut. Pada cairan yang mudah bereaksi viskositasnya
besar. Contohnya :
Air, walaupun BMnya kecil viskositasnya relatif lebih besar dibandingkan dengan eter
dan kloroform. Karena air sifatnya polar

mudah bereaksi. Bila temperatur naik

viskositas turun.
Faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas :
Untuk suatu senyawa dari golongan yang sama misalnya golongan hidrokarbon,
bila BM makin besar viskositas makin naik. Jadi makin panjang ikatan hidrokarbon
tersebut makin besar viskositas.
Pada golongan yang mengandung gugus hidroksil misal air, gliserol makin
banyak gugus tersebut viskositas makin besar

gliserol > air. Air walaupun BM lebih

kecil dari kloroform tetapi viskositasnya lebih besar sesab ada gugus hidroksil.
Temperatur >, viskositas <
Penggunaan
Pada arteriosklerosis pergeseran dari dinding kapiler memperkecil diameter
kapiler sehingga darah akan jalan lebih lambat maka diperlukan tekanan yang lebih
tinggi agar aliran darah normal

tek. darah tinggi

jantung lelah.

Pada keadaan demam maka viskositas darah akan turun sebanyak 3%


darah lebih lancar.
Pengaruh penambahan zat pada viskositas

aliram

Umumnya zat-zat elektrolit meendahkan viskositas, sedangkan zat-zat koloidal


meninggikan viskositas. Contohnya :
Darah manusia
Dalam darah terlarut zat-zat elektrolit maupun non elektrolit misal : bitir-butir
darah merah, putih, protein,lemak yang merupakan zat-zat koloidal. Karena zat-zat ini
maka serum darah mempunyai viskositas 0,001 poise dan darah 0,03 poise (air 0,0069
poise). Perubahan komposisi zat-zat dalam darah akan merubah viskositas darah,
sehingga pengukuran viskositas darah mempunyai arti diagnostik yang berguna. Pada
penyakit tekanan darah tinggi viskositas darah membesar. Perubahan temperatur tubuh
juga merubah viskositas darah. Satuan viskositas : poise, berasal dari seorang Perancis
Poiseuville.
8. Kandungan pocari sweat
Pocari sweat adalah minuman isotonik. Minuman Isotonik dapat
membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang melalui
keluarnya keringat. Minuman isotonik dengan cepat meresap ke dalam tubuh karena
osmolaritasnya yang baik dan terdiri dari elektrolit-elektrolit untuk membantu
menggantikan cairan tubuh.
Komposisi: gula, glukosa, asam sitrat, natrium klorida, vitamin C, kalium klorida,
kalsium laktat, magnesium karbonat, perisa citrus
60 % berat badan kita adalah cairan, terdiri dari air dan elektrolit. Elektrolit adalah
uraian dari garam mineral yang secara alami sudah ada dalam tubuh kita. Elektolit
adalah gabungan dari ion positif (kation) & ion negatif (anion), berguna untuk
membantu kelancaran fungsi cairan tubuh. POCARI SWEAT mengandung
elektrolit dengan komposisi mirip dengan cairan tubuh.

REFERENSI
a. Guyton, Arthur C. Buku Ajar Fisiologi Kedoktearan Jilid 7. Jakarta : EGC.1986.
b. Lehninger, Albert L. Dasar-Dasar Biokimia Jilid 1. Jakarta : Erlangga. 1982.
c. Ganong WF. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 20. Jakarta : EGC. 2002.
d. Gabriel, J.F. Fisika Kedokteran. Jakarta :EGC. 1988.
e. Guyton AC. Hall JE. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9. Jakarta. EGC.
f.
g.
h.
i.
j.

1997.
Guyton & Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Jakarta . EGC. 2007.
Ganong WF. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 20. Jakarta. EGC. 2002.
Gabriel JF. Fisika Kedokteran. Jakarta. EGC. 1996.
Cameron, J.R, dkk, Fisika Tubuh Manusia, EGC, Jakarta, 2006.
Yatim Wildan. Biologi modern Biologi sel. Bandung. PT. Tarsito Bandung.

1996.
k. M.Sukmariah, A. Kamianti. Kimia Kedokteran. Jakarta. Binarupa Aksara. 1990.
l. http://jarumsuntik.com/keseimbangan-cairan-elektrolit-asam-danbasa/comment-page-1/
m. http://bugiscamp.wordpress.com/2008/05/16/pocari-sweat-pengganti-ion-tubuh/
n. http://www.wikimu.com/News/News-Tag.aspx?t=pocari+sweat
o. http://kireidwi.blog.friendster.com/2008/09/mekanisme-difusi-dan-osmosisdalam-sel/

p. http://www.fp.unud.ac.id/biotek/biologi-sel/membran-sel/
q. http://sistemkoloid11.blogspot.com

REHIDRASI

Disusun Oleh

ARADEA WIRADIREJA

(108170002)

DUDI HIDAYAT

(108170004)

EMALLIA FITRIANI

(108170005)

ELEN AGUSTIANI

(108170006)

GEO WULAN PURNAMA

(108170009)

KAOFUL JALIL

(1081700011)

STEFANUS TRISSANTO

(1081700019)

SUCI APRIANI

(1081700020)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI