Anda di halaman 1dari 76

DISUSUN OLEH :

Dhaniel Abdi Wicaksana (11-2008-049)


Fakultas Kedokteran Univ. Kristen Krida Wacana
Opponent:
Kharisma Juang D. (202.311.024)
Fakultas Kedokteran UPN Veteran
PEMBIMBING:
Dr. Herryati, Sp.PD

Bab I. Pendahuluan
Leukemia (Virchow, 1847) adalah
Penyakit neoplastik yang ditandai
dengan diferensiasi dan proliferasi sel
induk hematopoetik yang secara maligna
melakukan transformasi, yang
menyebabkan penekanan dan
penggantian unsur sumsum yang
normal.

Bab I. Pendahuluan

Leukemia dibedakan menjadi leukemia


akut dan kronik.
Perjalanan penyakit pada leukemia kronik
lebih lama dan cenderung tidak bergejala
dibandingkan leukemia akut.
Meskipun demikian, kemungkinan
sembuh leukemia akut lebih besar
dibandingkan leukemia kronik yang
mudah kambuh.

Bab I. Pendahuluan

Penggolongan selanjutnya berdasarkan


jenis sel kanker, apakah limfoblastik atau
mieloblastik.
Di Amerika Serikat, leukemia mieloblastik
akut merupakan 32% dari seluruh kasus
leukemia dan bertanggung jawab atas
80% kasus leukemia akut pada orang
dewasa.

Identitas Pasien
Nama lengkap

: Tn. J

Umur

: 50 tahun

Tempat, Tanggal Lahir

: Banyumas, 4 April 1958

Status perkawinan

: Menikah

Pekerjaan

: PNS

Alamat

: Pekayon Rt. 04/Rw. 03, Pasar Rebo, Jakarta Timur

Jenis kelamin

: Laki-laki

Suku bangsa

: Jawa

Agama

: Islam

Pendidikan

: SLTP

Masuk perawatan

: 9 Februari 2009

No. rekam medis

: 31-18-66

ANAMNESIS
Diambil dari: Autoanamnesis, tanggal 11
Februari 2009, pukul 17.00 WIB.
Keluhan Utama
Lemas yang dirasa pada seluruh badan
sejak 5 hari smRS

Riwayat Penyakit Sekarang


Sejak 5 hari smRS, os mengeluhkan badannya
terasa lemas. Lemas berlangsung terus
menerus, baik saat beraktivitas maupun
saat istirahat. Lemas dirasa pada seluruh
badan dan terjadi walaupun os tidak
terlambat makan. Nafsu makan os baik, os
makan 3 kali dalam sehari, tiap kali makan
selalu dapat menghabiskan 1 porsi
makanan. Os minum air 1 botol besar air
mineral (1,5 liter) dalam sehari.

Riwayat Penyakit Sekarang

Adanya nyeri uluhati, mual dan muntah


disangkal oleh os. Os merasa berat
badannya menurun 20 kg dalam 4 bulan
terakhir. Walaupun lemas, os masih dapat
menjalankan aktivitas hariannya di rumah,
namun cepat lelah bila harus
mengangkat-angkat beban berat. Rasa
mudah lelah tidak hingga menyebabkan
pasien sesak napas ataupun disertai nyeri
dada dan jantung berdebar-debar.

Riwayat Penyakit Sekarang

Lemas tidak disertai dengan nyeri pada sendisendi maupun rasa pegal-pegal, keringat
dingin, gemetar, tangan dan kaki
kesemutan/baal, pusing ataupun sakit
kepala. BAK dirasa normal, tergantung
jumlah air yang os minum, bila sering minum
maka akan sering kencing. Os tidak
terbangun di malam hari untuk BAK. BAK
warna kuning jernih serta tidak ada darah,
kencing tidak berpasir, tidak nyeri, panas
ataupun anyang-anyangan dan selalu
lampias tiap kali BAK.

Riwayat Penyakit Sekarang

Os BAB rutin tiap hari 1 kali, tidak


terlalu lunak dan tidak keras, adanya
darah dan lendir yang bercampur
dalam tinja ataupun darah yang
menetes setelah BAB disangkal oleh
os.

Riwayat Penyakit
Sekarang

3 hari smRS os merasa penglihatannya


sedikit kabur, terutama bila harus melihat
suatu benda yang berada agak jauh dari
os. Penurunan penglihatan ini dirasa
berlangsung perlahan-lahan dan
mengenai kedua mata. Namun os
mengaku masih dapat membaca tulisan di
koran seperti biasa, hanya setelah
beberapa saat mata os terasa lelah.

Riwayat Penyakit Sekarang

Os tidak memakai kacamata sebelumnya.


Os menyangkal adanya bengkak pada
kelopak mata, os juga masih dapat
menggerakkan bola matanya tanpa
mengalami kesulitan apapun dan tidak
nyeri. Os masih dapat membedakan
warna dengan baik. Mata os tidak
menjadi merah ataupun kuning dan
tidak berair.

Riwayat Penyakit Sekarang

2 hari smRS, setelah bangun tidur os


melihat adanya memar pada lengan
bawah dan tungkai bawah kanan. Memar
berwarna biru keunguan. Os tidak
mengetahui penyebab timbulnya memar
karena timbulnya mendadak dan tidak ada
riwayat terjatuh, terkena pukulan maupun
terbentur sesuatu. Memar tidak disertai
nyeri dan tidak terdapat darah ataupun
nanah.

Riwayat Penyakit Sekarang

Memar tersebut disertai benjolan


(bengkak) di sekitar memar, batas tegas,
tidak nyeri tekan, teraba padat dan bisa
digerakkan. Adanya memar tidak disertai
demam. Karena sebelumnya pernah
diingatkan oleh dokter untuk
memeriksakan diri bila timbul memar
yang tidak diketahui penyebabnya.
Akhirnya os datang ke poli penyakit
dalam RSGS.

Riwayat Penyakit
Sekarang

Os sebelumnya pernah dirawat


sebanyak 4 kali sejak Oktober 2008
dan menurut dokter, os mengalami
kelainan darah. Sejak Oktober 2008,
os telah menerima transfusi darah dan
trombosit lebih dari 50 kantong serta
minum hydrea 3 x 1 tab.

Riwayat Penyakit
Sekarang

Riwayat memakai narkoba suntik


maupun hubungan sex berganti-ganti
pasangan yang tidak aman disangkal
oleh os. Os dahulu merokok sejak
tahun 1978 hingga Oktober 2008 5-8
batang/hari. Sejak Oktober 2008 os
tidak bekerja karena sering keluar
masuk perawatan.

Riwayat Penyakit
Sekarang

Riwayat memakai narkoba suntik


maupun hubungan sex berganti-ganti
pasangan yang tidak aman disangkal
oleh os. Sejak Oktober 2008 os tidak
bekerja karena sering keluar masuk
perawatan.

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Tifus Abdominalis (> dari 30 tahun yang lalu)


Riwayat Wasir ( 6 bulan terakhir tidak bergejala)
Riwayat Gastritis
Riwayat Pneumonia ( 2 bulan yang lalu)
Riwayat Hipertensi
: disangkal
Riwayat Penyakit Paru
: disangkal
Riwayat Penyakit Jantung : disangkal
Riwayat Penyakit Ginjal
: disangkal
Riwayat Penyakit Hati
: disangkal
Riwayat Alergi
: disangkal
Riwayat DM
: disangkal

Riwayat Penyakit
Keluarga

Riwayat Penyakit Jantung (ayah)


Riwayat Penyakit Paru : disangkal
Riwayat Penyakit Ginjal : disangkal
Riwayat Penyakit Hati : disangkal
Riwayat Alergi
: disangkal
Riwayat DM
: disangkal
Riwayat Kanker
: disangkal

Anamnesis Sistem
Kulit
(+) Lain-lain:
timbul memar pada lengan bawah
dan tungkai bawah kanan dan
teraba benjolan di bawahnya
Mata
(+)Ketajaman penglihatan

Riwayat Hidup
Riwayat Kelahiran
Tempat lahir
: Di rumah
Ditolong oleh
: Dukun
Riwayat Imunisasi
(-) Hepatitis
(-) BCG
(-) Cacar
(-) Polio
(-) DPT

(-) Campak
(-) Tetanus

Riwayat Hidup

Riwayat Makanan
Frekuensi/ Hari
Jumlah/ Hari :
Variasi/ Hari :
Nafsu makan :
Pendidikan

: 3 kali/hari
Tiga porsi
Kurang
Baik

: SLTP

Kesulitan
Keuangan
: Kurang
Pekerjaan
: Karena sering dirawat maka os
belum masuk kerja lagi sejak
Oktober 2008

PEMERIKSAAN JASMANI
Pemeriksaan Umum
Tinggi badan
Berat badan
Body Surface Area
Tekanan darah
Nadi
reguler, isi cukup.
Suhu
Pernafasan
Abdomino-thorakal
Keadaan gizi
Kesadaran
Sianosis
Udema umum

: 160 cm.
: 49 Kg.
: 1,476 m2 (cara Mosteller)
: 110/70 mmHg.
: 90 kali/ menit,
: 36,7 0 C (per axilla).
: 20 kali/ menit,
: Normal (IMT = 19,14)
: Compos mentis.
: Tidak ada
: Tidak ada

PEMERIKSAAN JASMANI

Habitus
: Atletikus
Cara berjalan
: Biasa, Normal
Mobilitas (Aktif/ Pasif) : Aktif
Umur menurut
taksiran pemeriksa
: Sesuai
Performance status : 80 % (Karnofsky Score)

Aspek Kejiwaan
Tingkah laku
Alam perasaan
Proses pikir

: Wajar
: Sedih
: Wajar

PEMERIKSAAN JASMANI

Kulit

Warna
Jaringan parut
Pertumbuhan rambut
Suhu raba
Keringat
Lapisan lemak
Effloresensi
Pigmentasi
Pembuluh darah
Lembab/ kering
Turgor
Ikterus
Edema

: Sawo matang, tampak pucat


: Tidak ada
: Merata
: Hangat
: Umum
: Normal
: Tidak ada
: Tidak ada
: Tidak tampak kolateral
: Lembab
: Baik
: Tidak ada
: Tidak ada

PEMERIKSAAN JASMANI

Kulit
Lain lain
:
Tampak purpura pada regio cubiti dextra bagian
volar, terukur 5 cm x 3 cm, nyeri tekan (-), darah (-),
pus (-), teraba massa di dasar purpura, batas tegas,
terukur 3 cm x 2 cm, nyeri tekan (-), mobile. Tampak
2 purpura pada regio cruris dextra bagian ventral
1/3 proximal, terukur 2 cm x 1 cm dan 3 cm x 2 cm,
nyeri tekan (-), darah (-), pus (-), teraba massa di
dasar purpura, batas tegas, terukur 0,5 cm x 0,5 cm
dan 2 cm x 1 cm, nyeri tekan (-), mobile.

PEMERIKSAAN JASMANI

Kelenjar getah bening


Submandibula
Supraklavikula
Lipat paha
Leher
Ketiak

: Tidak teraba membesar


: Tidak teraba membesar
: Tidak teraba membesar
: Tidak teraba membesar
: Tidak teraba membesar

Kepala
Ekspresi wajah
: Biasa
Simetri muka
: Simetris
Pembuluh darah temporal : Teraba pulsasi
Rambut
: Warna hitam beruban,
tumbuh merata,
tidak mudah dicabut

PEMERIKSAAN JASMANI

Mata
Exophtalmus
Enophtalmus
Kelopak
Konjungtiva
Sklera
Lensa
Gerakan mata
Visus
Lapangan panglihatan
Tekanan bola mata
Deviatio konjungae
Nystagmus

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

Tidak ada
Tidak ada
Tidak ptosis
Anemis +/+
Tidak ikterik
Jernih
Normal ke segala arah
Tidak diperiksa
Normal
Normal per palpasi
Tidak ada
Tidak ada

PEMERIKSAAN JASMANI

Telinga
Tuli
Cairan
Pendarahan
Lubang
Selaput pendengaran
Serumen
Penyumbatan

: -/: -/: -/: Lapang


: Utuh
: -/: -/-

PEMERIKSAAN JASMANI

Mulut
Bibir
: Tampak pucat
Langit langit : Utuh, tampak purpura,
darah (-), pus (-)
Gigi geligi
: Beberapa gigi tanggal
Faring
: Tidak hiperemis
Lidah
: Normoglosia, bersih
Tonsil
: Tidak hiperemis, T1-T1 tenang
Bau pernafasan : Tidak bau
Trismus
: Tidak ada
Selaput lendir : Tidak hiperemis, tidak bengkak

PEMERIKSAAN JASMANI

Leher
Tekanan vena Jugularis (JVP) : 5-2 cm H2O
Kelenjar Tiroid : Tidak teraba membesar
Kelenjar Limfe : Tidak teraba membesar
Dada
Bentuk
: Simetris dalam statis dan dinamis
Pembuluh darah : Tidak tampak kolateral
Buah dada
: Ginekomastia (-)

PEMERIKSAAN JASMANI

Pulmo :
Inspeksi : Simetris, statis dan dinamis kanan = kiri
Palpasi
: Vokal fremitus kanan = kiri,
benjolan (-),CVA (-)
Perkusi
: Sonor di kedua lapang paru
Auskultasi : Vesikuler, rhonki -/-, wheezing -/Cor :
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
Palpasi
: Ictus cordis teraba di ICS V 2 cm medial dari
linea midclavicula sinistra, tidak kuat angkat,
tidak teraba thrill.
Perkusi
:
- Batas atas : ICS II linea parasternal sinistra.
- Batas kiri
: ICS V, 1 cm medial linea midclavicula sinistra.
- Batas kanan : ICS IV, linea sternal dextra.
Auskultasi : BJ I-II regular, murmur (-), gallop (-)

PEMERIKSAAN JASMANI

Pembuluh darah
Arteri Temporalis
Arteri Karotis
Arteri Brakhialis
Arteri Radialis
Arteri Femoralis
Arteri Poplitea
Arteri Tibialis Posterior
Arteri Dorsalis Pedis

:
:
:
:
:
:
:
:

Teraba pulsasi
Teraba pulsasi
Teraba pulsasi
Teraba pulsasi
Teraba pulsasi
Teraba pulsasi
Teraba pulsasi
Teraba pulsasi

PEMERIKSAAN JASMANI

Perut
Inspeksi

Datar, simetris.
Dinding perut

Supel, nyeri tekan (-),


massa (-)

Hati

Teraba 3 cm di bawah
arcus costae dextra

Limpa

Teraba membesar sesuai


Schuffner 1 (S1)

Ginjal

Ballotement -/-

Lain- lain

Tidak ada

Palpasi

Perkusi

Timphani

Auskultasi

Bising usus (+) normal

Refleks dinding perut

PEMERIKSAAN JASMANI

Anggota Gerak:
Normotonus, Eutrofi, Sendi aktif,
Gerakan aktif, Kekuatan +5/+5/+5/+5,
Edema -/-, Refleks fisiologis (+) normal,
Refleks patologis (-)

Pemeriksaan Penunjang
Darah Rutin

29 Januari 2009
(kontrol terakhir)

9 Februari 2009

Nilai Rujukan

Haemoglobin

8,3 g/dL

5,8 g/dL

13-18 g/dL

Hematokrit

26 %

17 %

40-52 %

Eritrosit

3,2 juta/L

4,3-6,0 juta/L

Leukosit

11.400/L

17.700/L

4.800-10.800/L

Trombosit

10.000/L

7.000/L

150.000-400.000/L

MCV

81 fL

80-96 fL

MCH

26 pg

27-32 pg

MCHC

32 g/dL

32-36 g/dL

Pemeriksaan Penunjang

13 Oktober 2008

Nilai Rujukan

Leukosit

28.700/mm3

Basofil

0%

0-1 %

Eosinofil

0%

1-3 %

Batang

0%

1-5 %

Segmen

25 %

50-70 %

Limfosit

8%

20-40 %

Monosit

0%

1-6 %

Sel Blas

65 %

0%

Kesan: Leukemia akut

Resume
Anamnesis:
Pasien pria, usia 50 tahun, datang
dengan keluhan badan terasa lemas sejak 5
hari yang lalu. Lemas berlangsung terus
menerus, baik saat beraktivitas maupun
saat istirahat. Walaupun lemas, os masih
dapat menjalankan aktivitas hariannya di
rumah, namun cepat lelah bila harus
mengangkat-angkat beban berat.

Resume

3 hari smRS os merasa penglihatannya


sedikit kabur, terutama bila harus melihat
suatu benda yang berada agak jauh dari os.
Penurunan penglihatan ini dirasa
berlangsung perlahan-lahan dan mengenai
kedua mata. Namun os mengaku masih
dapat membaca tulisan di koran seperti
biasa, hanya setelah beberapa saat mata os
terasa lelah.

Resume

2 hari smRS, os melihat adanya


memar pada lengan bawah dan
tungkai bawah kanan. Memar
berwarna biru keunguan. Memar
tersebut disertai benjolan (bengkak) di
sekitar memar, batas tegas, teraba
padat dan bisa digerakkan. Os merasa
berat badannya menurun 20 kg dalam
4 bulan terakhir.

Resume

Os sebelumnya pernah dirawat


sebanyak 4 kali sejak Oktober 2008
dan menurut dokter, os mengalami
kelainan darah. Sejak Oktober 2008,
os telah menerima transfusi darah dan
trombosit lebih dari 50 kantong.

Resume

Pemeriksaan Jasmani:
Dari pemeriksaan fisik didapatkan
tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 90
kali/menit, reguler, isi cukup, suhu
36,7 0 C (per axilla), pernafasan 20
kali/ menit (abdomino-thorakal).

Resume

Kulit: warna sawo matang, tampak pucat,


tampak purpura pada regio cubiti dextra
bagian volar, terukur 5 cm x 3 cm, nyeri tekan
(-), darah (-), pus (-), teraba massa di dasar
purpura, batas tegas, terukur 3 cm x 2 cm,
nyeri tekan (-), mobile. Tampak 2 purpura
pada regio cruris dextra bagian ventral 1/3
proximal, terukur 2 cm x 1 cm dan 3 cm x 2
cm, nyeri tekan (-), darah (-), pus (-), teraba
massa di dasar purpura, batas tegas, terukur
0,5 cm x 0,5 cm dan 2 cm x 1 cm, nyeri tekan
(-), mobile.

Resume

Konjungtiva anemis +/+. Bibir tampak


pucat. Palatum utuh, tampak purpura,
darah (-), pus (-).
Palpasi abdomen didapatkan
hepatomegali (teraba 3 cm di bawah
arcus costae dextra) dan
splenomegali (teraba membesar
sesuai Schuffner 1 (S1)).

Resume

Pemeriksaan Penunjang:
Dari pemeriksaan darah rutin tanggal 9
Februari 2009 diperoleh anemia
(haemoglobin 5,8 g/dL dan hematokrit 17%),
leukositosis (leukosit 17.700/L) dan
trombositopenia (trombosit 7.000/L).
Sedangkan dari pemeriksaan hitung jenis
leukosit pada tanggal 13 Oktober 2008
diperoleh kesan leukemia akut.

Daftar Masalah
1. Leukemia Mieloblastik Akut
dd/ - Leukemia Limfoblastik Akut
- Leukemia Granulositik Kronis
- Sindrom Dismielopoetik
- Reaksi Leukemoid
2. Trombositopenia ec Leukemia Mieloblastik
Akut dd/ Disseminated Intravascular
Coagulation
3. Anemia ec Leukemia Mieloblastik Akut
4. Retinopati Leukemik dd/ Retinopati Anemik

Pengkajian
1. Leukemia Mieloblastik Akut
dd/ - Leukemia Limfoblastik Akut
- Leukemia Granulositik Kronis
- Sindrom Dismielopoetik
- Reaksi Leukemoid
Atas dasar:
Anamnesis
Lemas, mudah lelah, penglihatan sedikit kabur,
muncul memar disertai benjolan yang penyebabnya
tidak diketahui dan berat badan menurun 20 kg dalam
4 bulan terakhir. Os sebelumnya pernah dirawat
sebanyak 4 kali sejak Oktober 2008 dan menurut
dokter, os mengalami kelainan darah.

Pengkajian

Pemeriksaan Fisik
Kulit tampak pucat, tampak purpura pada regio cubiti
dextra bagian volar, terukur 5 cm x 3 cm, nyeri tekan
(-), darah (-), pus (-), teraba massa di dasar purpura,
batas tegas, terukur 3 cm x 2 cm, nyeri tekan (-),
mobile. Tampak 2 purpura pada regio cruris dextra
bagian ventral 1/3 proximal, terukur 2 cm x 1 cm dan
3 cm x 2 cm, nyeri tekan (-), darah(-), pus (-), teraba
massa di dasar purpura, batas tegas, terukur 0,5 cm
x 0,5 cm dan 2 cm x 1 cm, nyeri tekan (-), mobile.
Konjungtiva anemis +/+. Bibir tampak pucat. Palatum
tampak purpura, darah (-), pus (-). Palpasi abdomen
didapatkan hepatomegali (teraba 3 cm di bawah
arcus costae dextra) dan splenomegali (teraba
membesar sesuai Schuffner 1 (S1)).

Pengkajian

Pemeriksaan Penunjang
Anemia (haemoglobin 5,8 g/dL dan
hematokrit 17%), leukositosis (leukosit
17.700/L) dan trombositopenia
(trombosit 7.000/L).
Serta pemeriksaan hitung jenis leukosit
pada tanggal 13 Oktober 2008 diperoleh
kesan leukemia akut

Pengkajian

Rencana Diagnosis
Pemeriksaan CBC, LFT, Ureum dan Kreatinin, Asam
Urat, LDH, Elektrolit, BUN
Pemeriksaan PT, aPTT
Pemeriksaan Urinalisa Lengkap
Pemeriksaan Retikulosit, Sediaan Hapus Darah
Tepi
Biopsi Sumsum Tulang Sediaan apus dengan
pewarnaan sitokimia (Sudan Black B (SBB),
Mieloperoksidase (MPO) dan Esterase non
spesifik)
Pemeriksaan HLA Typing (pasien dan calon donor)
EKG, Echocardiogram dan Foto Thorax PA

Pengkajian

Penatalaksanaan
Non-medikamentosa
Istirahat dan perawatan
Diet 1.600 kal
Dengan perhitungan:
Berat Badan Ideal = 90% x (160-100) x 1 Kg = 54 Kg
Kebutuhan Kalori = 54 Kg x 30 kal/KgBB10%+10%
= 1.620 kal
Monitor: - Keadaan umum
- Tanda-tanda vital tiap 8 jam
- Cek darah rutin tiap 24 jam
- Cek elektrolit, asam urat, ureum, kreatinin dan
CBC tiap 2 hari
- Tanda-tanda infeksi

Pengkajian

Medikamentosa
IVFD RA 6 tetes per menit
Terapi Induksi:
- Sitarabin 148 mg/hari diberikan secara infusiv
kontinyu selama 7 hari
- Daunorubisin 66 mg/hari iv selama 3 hari
- Lakukan biopsi sumsum tulang ulang 7-10 hari
setelah terapi
induksi selesai, bila didapatkan sel
blas 5 % dan selularitas 20%, ulang pemberian
Sitarabin selama 5 hari dan Daunorubisin selama
2 hari dengan dosis yang sama dengan terapi awal,
kemudian kembali lakukan biopsi sumsum
tulang
7-10 hari setelah terapi selesai.

Pengkajian

Terapi suportif:
Bila timbul demam:
- Lakukan kultur dan uji resistensi dengan
spesimen darah, sputum, urin dan tinja
- Gentamisin 3 x 50 mg iv dan Piperacillin 3 x 1 vial
sesuaikan dengan hasil kultur
- Fluconazole 1 x 50 mg p.o
sesuaikan dengan hasil kultur
- Acyclovir 4 x 200 mg p.o
- Paracetamol 4 x 500 mg p.o (bila perlu)
Allopurinol 1 x 100 mg p.o
Ondansetron 3 x 8 mg p.o (bila mual)

Pengkajian

Terapi post-remisi:
Remisi komplit (dapat dipilih):
Sitarabin 4,4 g/12 jam pada hari 1,3 dan 5 selama 4
siklus dan
HSCT alogenik atau HSCT otolog
Remisi tidak komplit:
HSCT alogenik
Edukasi
Memberikan informasi kepada pasien dan keluarga
pasien mengenai penyakitnya, perjalanan penyakit,
prosedur diagnostik, rencana penatalaksanaan dan
pemantauan setelah penatalaksanaan selesai
dijalankan.

Pengkajian

2.

Trombositopenia ec Leukemia Mieloblastik Akut dd/


Disseminated Intravascular Coagulation
Atas dasar:

Anamnesis
Memar yang penyebabnya tidak diketahui.

Pemeriksaan Fisik
Tampak purpura pada regio cubiti dextra bagian
volar, terukur 5 cm x 3 cm, nyeri tekan (-), darah (-),
pus (-). Tampak 2 purpura pada regio cruris dextra
bagian ventral 1/3 proximal, terukur 2 cm x 1 cm dan
3 cm x 2 cm, nyeri tekan (-), darah (-), pus (-). Palatum
tampak purpura, darah (-), pus (-). Splenomegali
(teraba membesar sesuai Schuffner 1 (S1)).

Pemeriksaan Penunjang
Trombositopenia (trombosit 7.000/L).

Pengkajian

Rencana Diagnosis
Pemeriksaan Hitung Trombosit
Pemeriksaan PT, aPTT, Thrombin Time, Fibrinogen, Ddimer dan Antithrombin-III
Penatalaksanaan
Transfusi trombosit konsentrat dengan target
trombosit 20.000/L
Monitor: - Keadaan umum
- Tanda-tanda vital tiap 8 jam
- Tanda-tanda perdarahan
- Cek darah lengkap 24 jam posttransfusi

Pengkajian

3. Anemia ec Leukemia Mieloblastik Akut


Atas dasar:
Anamnesis
Lemas, mudah lelah, penglihatan sedikit
kabur.
Pemeriksaan Fisik
Konjungtiva anemis +/+. Splenomegali
(teraba membesar sesuai Schuffner 1 (S1)).
Pemeriksaan Penunjang
Anemia (haemoglobin 5,8 g/dL dan
hematokrit 17%).

Pengkajian

Rencana Diagnosis
Pemeriksaan Darah Lengkap, Sediaan Hapus Darah Tepi
Pemeriksaan Retikulosit
Biopsi Sumsum Tulang
Penatalaksanaan
Transfusi PRC dengan target haemoglobin 10 g/dL ( 4
unit)
Asam folat 1 x 3 tab
Vitamin B12 3 x 1 tab
Monitor: - Keadaan umum
- Tanda-tanda vital tiap 8 jam
- Cek darah lengkap 6 jam post-transfusi

Pengkajian

4. Retinopati Leukemik
dd/ Retinopati Anemik
Atas dasar:
Anamnesis
Penglihatan sedikit kabur.
Rencana Diagnosis dan Penatalaksanaan
Konsul ke Spesialis Mata

PROGNOSIS

Ad vitam
Ad functionam
Ad sanationam

: dubia
: dubia ad malam
: dubia ad malam

Follow Up

Selasa, 10 Februari 2009


S : Keluhan tidak ada
O:
Keadaan Umum / Kesadaran: Tampak sakit sedang,
compos mentis
Tekanan Darah :
120/70 mmHg
Nadi
: 88 kali/menit
Pernapasan
: 20 kali/menit
Suhu
: 36,9 oC
Mata
: Konjungtiva anemis + / +,
sklera ikterik (-)
Leher
: JVP 52 cmH2O
Jantung
: BJ 1-2 normal, murmur (-), gallop (-)
Paru
: Vesikuler, ronchi (-), wheezing (-)
Abdomen
: Datar, lemas, bising usus + normal,
hepar teraba 2 cm di bac dextra dan
lien teraba membesar (S1)
Extremitas
: Akral hangat, edema (-)

Follow Up

Darah Rutin 9 Februari 2009

10 Februari 2009
(12:54:11)

Nilai Rujukan

Haemoglobin

5,8 g/dL

8,6 g/dL

13-18 g/dL

Hematokrit

17 %

28 %

40-52 %

Eritrosit

3,2 juta/L

4,3-6,0 juta/L

Leukosit

17.700/L

17.700/L

4.800-10.800/L

Trombosit

7.000/L

10.000/L

MCV

86 fL

80-96 fL

MCH

27 pg

27-32 pg

MCHC

31 g/dL

32-36 g/dL

117 mg/dL

< 140 mg/dL

150.000400.000/L

Kimia
Glukosa
Sewaktu

Follow Up

A
P

: AML dengan anemia dan trombositopenia


: - DPL post transfusi
- IVFD NaCl 0,9 % : Dextrose 5 %
= 2:2 / 6 jam
- Diet biasa 1.900 kkal
- UMU BC seimbang / 24 jam
- B12 3 x 1
- Asam folat 1 x 3
- Transfusi PRC 500 cc dan
trombosit konsentrat 10 kantong

Follow Up

Rabu, 11 Februari 2009


S :
Keluhan tidak ada
O :
Keadaan Umum / Kesadaran: Tampak sakit sedang,
compos mentis
Tekanan Darah : 110/90 mmHg
Nadi
: 90 kali/menit
Pernapasan
: 20 kali/menit
Suhu
: 36,8 oC
Mata
: Konjungtiva anemis + / +,
sklera ikterik (-)
Leher
: JVP 52 cmH2O
Jantung
: BJ 1-2 normal, murmur (-), gallop (-)
Paru
: Vesikuler, ronchi (-), wheezing (-)
Abdomen
: Datar, lemas, bising usus + normal,
hepar teraba 2 cm di bac dextra dan
lien teraba membesar (S1)
Extremitas
: Akral hangat, edema (-)

Follow Up

Darah Rutin

10 Februari 2009
(12:54:11)

11 Februari 2009
(11:13:47)

Nilai Rujukan

Haemoglobin

8,6 g/dL

9,9 g/dL

13-18 g/dL

Hematokrit

28 %

29 %

40-52 %

Eritrosit

3,2 juta/L

3,5 juta/L

4,3-6,0 juta/L

Leukosit

17.700/L

19.300/L

4.800-10.800/L

Trombosit

10.000/L

10.000/L

150.000400.000/L

MCV

86 fL

84 fL

80-96 fL

MCH

27 pg

28 pg

27-32 pg

MCHC

31 g/dL

34 g/dL

32-36 g/dL

Follow Up

Kimia
Protein total

7,3 g/dL

6-8,5 g/dL

Albumin

4,2 g/dL

3,5-5,0 g/dL

Globulin

3,1 g/dL

2,5-3,5 g/dL

Bilirubin total

1,0 mg/dL

< 1,5 mg/dL

SGPT

19 U/L

< 40 U/L

SGOT

22 U/L

< 35 U/L

Ureum

13 mg/dL

20-50 mg/dL

Kreatinin

0,6 mg/dL

0,5-1,5 mg/dL

Natrium

140 mEq/L

135-145 mEq/L

Kalium

4,0 mEq/L

3,5-5,3 mEq/L

Klorida

104 mEq/L

97-107 mEq/L

Follow Up

Urinalisa (Urine Lengkap)


Protein

Negatif

Negatif

Glukosa

Negatif

Negatif

Bilirubin

Negatif

Negatif

Eritrosit

0-1-1

< 2 / LPB

Leukosit

2-3-4

< 5 / LPB

Torak

Negatif

Negatif

Kristal

Negatif

Negatif

Epithel

Positif

Positif

Lain-lain

Negatif

Negatif

Follow Up

A : AML dengan anemia dan trombositopenia,


perbaikan
P : - IVFD NaCl 0,9 % : Dextrose 5 %
= 2:2 / 6 jam
- Diet biasa 1.900 kkal
- UMU BC seimbang / 24 jam
- B12 3 x 1
- Asam folat 1 x 3
- Transfusi PRC 500 cc dan trombosit
konsentrat 10 kantong (kemarin belum)

Follow Up

Kamis, 12 Februari 2009


S :
Keluhan tidak ada
O :
Keadaan Umum / Kesadaran:
Tampak sakit sedang,
compos mentis
Tekanan Darah : 120/70 mmHg
Nadi
: 88 kali/menit
Pernapasan
: 20 kali/menit
Suhu
: 36,9 oC
Mata
: Konjungtiva anemis + / +,
sklera ikterik (-)
Leher
: JVP 52 cmH2O
Jantung
: BJ 1-2 normal, murmur (-), gallop (-)
Paru
: Vesikuler, ronchi (-), wheezing (-)
Abdomen
: Datar, lemas, bising usus + normal,
hepar teraba 2 cm di bac dextra dan
lien teraba membesar (S1)
Extremitas
: Akral hangat, edema (-)

Follow Up

Darah Rutin

11 Februari 2009
(11:13:47)

12 Februari 2009
(11:25:36)

Nilai Rujukan

Haemoglobin

9,9 g/dL

9,4 g/dL

13-18 g/dL

Hematokrit

29 %

30 %

40-52 %

Eritrosit

3,5 juta/L

3,4 juta/L

4,3-6,0 juta/L

Leukosit

19.300/L

20.500/L

4.800-10.800/L

Trombosit

10.000/L

26.000/L

150.000400.000/L

MCV

84 fL

87 fL

80-96 fL

MCH

28 pg

28 pg

27-32 pg

MCHC

34 g/dL

32 g/dL

32-36 g/dL

Follow Up

A : AML dengan anemia dan trombositopenia,


perbaikan
P : - IVFD NaCl 0,9 % : Dextrose 5 %
= 2:2 / 6 jam
- Diet biasa 1.900 kkal
- UMU BC seimbang / 24 jam
- B12 3 x 1
- Asam folat 1 x 3
- Transfusi trombosit konsentrat 10 kantong
lagi

Follow Up

Jumat, 13 Februari 2009


S : Keluhan tidak ada
O : Keadaan Umum / Kesadaran: Tampak sakit sedang,
compos mentis
Tekanan Darah : 130/80 mmHg
Nadi
: 90 kali/menit
Pernapasan
: 20 kali/menit
Suhu
: 36,8 oC
Mata
: Konjungtiva anemis + / +,
sklera ikterik (-)
Leher
: JVP 52 cmH2O
Jantung
: BJ 1-2 normal, murmur (-), gallop (-)
Paru
: Vesikuler, ronchi (-), wheezing (-)
Abdomen
: Datar, lemas, bising usus + normal,
hepar teraba 2 cm di bac dextra dan
lien teraba membesar (S1)
Extremitas
: Akral hangat, edema (-)

Follow Up

Darah Rutin

12 Februari 2009
(11:25:36)

13 Februari 2009
(10:56:20)

Nilai Rujukan

Haemoglobin

9,4 g/dL

10,7 g/dL

13-18 g/dL

Hematokrit

30 %

32 %

40-52 %

Eritrosit

3,4 juta/L

3,9 juta/L

4,3-6,0 juta/L

Leukosit

20.500/L

21.500/L

4.800-10.800/L

Trombosit

26.000/L

17.000/L

150.000400.000/L

MCV

87 fL

83 fL

80-96 fL

MCH

28 pg

28 pg

27-32 pg

MCHC

32 g/dL

34 g/dL

32-36 g/dL

Follow Up

A : AML dengan anemia dan


trombositopenia, teratasi
P : - IVFD venflon saja
- Diet biasa 1.900 kkal
- UMU BC seimbang / 24 jam
- B12 3 x 1
- Asam folat 1 x 2