Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM HEMATOLOGI

PRAKTIKUM VII
MENGHITUNG LEUKOSIT

OLEH :
NAMA : THALIA ANGGREA NOOR
NIM : P07134014018
SEMESTER : III

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
Tahun Akademik 2015/2016

MENGHITUNG LEUKOSIT

I.

TUJUAN
a. Tujuan Instruksional Umum
1. Mahasiswa dapat memahami cara hitung jumlah leukosit darah probandus.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan cara hitung jumlah leukosit darah probandus.
b. Tujuan Instruksional Khusus
1. Mahasiswa dapat melakukan hitung jumlah leukosit darah probandus.
2. Mahasiswa dapat mengetahui jumlah leukosit /mm3 darah probandus.
3. Mahasiswa dapat menginterpretasikan hasil hitung leukosit darah probandus.

II. METODE
Metode yang digunakan dalam pemeriksaan leukosit ini adalah metode manual dengan
menggunakan kamar hitung ( Improved Neubauer )

III.PRINSIP
Darah diencerkan dalam pipet leukosit dengan larutan asam lemah dan hipotonis,
kemudian dimasukkan kedalam kamar hitung. Jumlah leukosit dihitung dalam volume
tertentu, dengan mengenakan faktor konversi jumlah leukosit per l darah dapat
diperhitungkan.

IV.

DASAR TEORI
Leukosit adalah bagian dari pertahanan tubuh terhadap zat asing dan infeksi. Dalam
praktek klinis, jumlah leukosit diukur sebagai bagian dari tes darah rutin dan merupakan
cara penting bagi dokter untuk mengukur kesehatan individu. Rentang referensi umumnya
dibentuk oleh batas 95% lebih rendah dan lebih tinggi di dalam darah perifer dari populasi
umum. (Shaomei Sun dkk, 2014)
Menghitung leukosit adalah tes darah umum dalam praktek klinis. Jumlah leukosit tinggi
mungkin mencerminkan keadaan peradangan kronis dan dapat berkontribusi langsung ke
aterosklerosis melalui mekanisme tertentu. Dalam beberapa dekade sebelumnya, sejumlah
studi menyelidiki nilai jumlah leukosit dan subtipe untuk prediksi risiko kardiovaskular,
independen dari faktor risiko tradisional, pada peserta dengan resiko tinggi atau
kardiovaskular dalam pengaturan pencegahan sekunder. Namun belum ada penelitian,
bagaimanapun, yang telah dieksplorasi secara langsung efek dari jumlah leukosit pada
fungsi vaskular pada subyek berisiko rendah. (Jing Li dkk,2014). Jumlah hitung leukosit
secara bermakna dikaitkan dengan tekanan darah sistolik, riwayat merokok, asupan alkohol
yang tinggi, indeks massa tubuh, kolesterol total, diabetes dan kurangnya aktivitas fisik.
(Soderholm Martin,2014)
Leukocytopenia didefinisikan sebagai jumlah leukosit kurang dari 4,0 109 / L dan
leukositosis didefinisikan sebagai jumlah leukosit melebihi 10,0 109 / L.
Lymphocytopenia didefinisikan sebagai jumlah limfosit kurang dari 1,0 109 / L dan
limfositosis sebagai limfosit menghitung lebih dari 4,0 109 / L. Neutropenia didefinisikan
sebagai jumlah neutrofil kurang dari 1,5 109 / L dan neutrophilia sebagai jumlah neutrofil
lebih dari 7,0 109 / L. Neutrofil-limfosit count ratio didefinisikan sebagai rasio dari
neutrofil absolut menghitung dengan jumlah limfosit mutlak. (Marlies E Van Wolswinkel
dkk, 2013)

V. ALAT DAN BAHAN

a. Alat

Pipet thoma leukosit

Kamar Hitung Improved Neubauer

Cover glass

Mikroskop

b. Bahan pemeriksaan

Darah vena dengan antikoagulan EDTA atau oxalat

Darah Kapiler

c. Reagen

Larutan Turk

VI. CARA KERJA


A. Mengisi pipet Leukosit
1. alat dan bahan yang akan digunakan disiapkan diatas meja praktikum. Darah
diisap dengan pipet thoma leukosit hingga skala 0,5 tepat.
2. Hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung pipet.

3. Masukkan ujung pipet dalam larutan Turk sambil menahan darah pada garis tanda
tadi. Pipet dipegang dengan sudut 45 derajat dan larutan Turk diisap perlahanlahan sampai garis tanda 11. Hati-hati jangan sampai terjadi gelembung udara.
4. Angkatlah pipet dari cairan, tutup ujung pipet dengan ujung jari lalu lepaskan
karet penghisap.
5. Pipet tersebut dikocok selama 15-30 detik. Jika tidak segera akan dihitung,
letakkanlah dalam sikap horisontal.

B. Mengisi Kamar Hitung


1. Letakkanlah kamar hitung yang bersih dengan kaca penutupnya terpasang
mendatar diatas meja.
2. Kocoklah pipet yang diisi tadi selama 3 menit terus menerus, jagalah jangan
sampai ada cairan terbuang dari dalam pipet itu selama waktu mengocok.
3. Buanglah semua cairan yang ada didalam batang kapiler pipet (3 atau 4 tetes)
daan segeralah sentuhkan ujung pipet itu dengan sudut 30 derajat pada permukaan
kamar hitung dengan menyinggung pinggir kaca penutup. Biarkan kamar hitung
itu terisi cairan perlahan-lahan dengan daya kapilaritasnya.
4. Biarkan kamar hitung itu selama 2 atau 3 menit supaya leukosit dapat dihitung.
Jika tidak segera dihitung maka kamar hitung dapat diletakkan pada sebuah cawan
petri tertutup yang berisi segumpal kapas basah.
C. Menghitung Jumlah Sel
1. Pakailah lensa objektif kecil, yaitu dengan perbesaran 10x. Turunkan lensa
kondensor atau kecilkan diafragma. Meja mikroskop harus dalam posisi datar.

2. Kamar hitung dengan bidang bergarisnya diletakkan dibawah obyektif dan focus
mikroskop diarahkan kepada garis bagi itu. Dengan sendirinya leukosit jelas
terlihat.
3. Hitunglah semua leukosit yang terdapat dalam keempat bidang besar pada sudut
sudut seluruh permukaan yang dibagi.
a. Mulailah menghitung dari sudut kiri atas, terus kekanan, kemudian turun
kebawah dan kanan ke kiri, lalu turun lagi kebawah dan dimulai lagi dari
kiri kekanan. Cara seperti ini dilakukan pada keempat bidang besar.
b. Kadang kadang ada sel sel yang letaknya menyinggung garis batas
sesuatu bidang. Sel sel yang menyinggung garis batas sebelah kiri atau
garis atas haruslah dihitung. Sebaiknya sel sel yang menyinggung garis
batas sebelah kanan atau bawah tidak boleh dihitung.

D. Perhitungan
Pengenceran yang terjadi dalam pipet adalah 20 kali Jumlah semua sel yang dihitung
dalam keempat bidang itu dibagi 4. Kalikan angka itu dengan 10 (untuk tinggi) dan 20
(untuk pengenceran) untuk jumlah leukosit dalam 1 uL darah. Singkatnya : jumlah sel
yang dihitung kali 50 = jumlah leukosit per uL darah.

VII.

NILAI RUJUKAN

4000 10.000 /mm3 darah

VIII. HASIL PENGAMATAN

A. Identitas Probandus
-

Nama

= Budi Prasini

Jenis Kelamin= Perempuan

Umur

= 18 Tahun

B. Perhitungan
-

Jumlah trombosit yang ditemukan dalam 4 bidang besar adalah 123 sel. Sehingga
didapatkan hasil jumlah leukosit per uL darah sebagai berikut :
Jumlah leukosit per uL=

jumlah sel yang dihitung


xpengenceran
volume bilik hitung

Jumlah leukosit per uL=

123 sel
3
x 20=6150leukosit per mm darah
0,4

C. Gambar Hasil Pengamatan

Gambar 8.1 Pipet thoma Leukosit yang digunakan untuk mengencerkan


sampel darah dengan larutan turk

Gambar 8.2 hasil pengamatan leukosit dalam 4 bidang besar menggunakan kamar
hitung dengan lapang pandang lensa objektif 10x

Gambar 8.3 hasil lapang pandang dalam mikroskop perbesaran lensa objektif
10x

IX.

PEMBAHASAN
Hitung leukosit menyatakan jumlah leukosit per liter darah (Le System International

dUnites=SI Unit) atau per millimeter kubik atau microliter (Unit Konvensional). Leukosit
memiliki beberpa macam jenis sel yang dapat diidentifikasi secara mikroskopik berdasarkan
ukuran, bentuk, inti (nucleus), dan granula dalam dalam sitoplasma. Dikenal ada lima jenis

leukosit yaitu neutrophil atau sel berinti banyak, eosinofil, basofil, limfosit, dan monosit.
(Riswanto,2013) Namun, pada praktikum kali ini yang diamati hanyalah bentuk mikroskopik
leukosit secara umum yaitu berukuran lebih kecil dari eritrosit, memliki warna biru karena tercat
oleh larutan turk, dan bercahaya bila lapang pandangnya diperjelas dengan cara memainkan
mikrosnya. Dalam praktikum belum dilakukan pengamatan pada kelima jenis betuk dari leukosit
ini yang telah disebutkan sebelumnya.
Presentasi dari sel-sel ini dapat memberikan informasi mengenai berbagai keadaan
penyakit. Jumlah absolut dari berbagai jenis sel-sel ini dapat memberikan petunjuk apakah
terdapat penyakit sumsum tulang belakang primer, atau apakah kelainan merupakan suatu reaksi
terhadap proses peyakit sekunder. Peningkatan jumlah leukosit diatas normal disebut dengan
lekositosis, sedangkan penurunan jumlah leukosit dibawah normal disebut dengan leukopenia.
Variasi dari jumah leukosit ini dipengaruhi oleh :
1. Jumlah leukosit yang masuk peredaran darah dan yang keluar dari peredaran darah,
dipengaruhi oleh bakteri, endotoksin, besar pori dinding sinusoid, tingkat maturasi
sel.
2. Distribusi leukosit
3. Kombinasi antara jumlah leukosit yang dihasilkan dan distribusi sel leukosit
(Riswanto,2013)
Peningkatan jumlah leukosit maupun penurunan jumlah leukosit dapat mengidikasikan
kesehatan dari seseorang kemungkinan kurang sehat. Maka dari itu, pada tanggal 16 desember
2015 dilakukan pengamatan terhadap sampel darah probandus atas nama Budi Prasini
(perempuan,18 tahun) dalam menghitung jumlah leukosit probandus apakah masih dalam
rentang nilai rujukan yang normal. Dari hasil praktikum, didapatkan hasil jumlah leukosit
probandus adalah 6150 leuksoit/mm3 darah. Jumlah ini mengdikasikan bahwa probandus
memiliki jumlah leukosit yang normal yaitu masih direntang nilai rujukan leukosit normal yaitu
4000-10000 leukosit/mm3 darah. Bila jumlah leukosit abnormal misalnya lekositosis dapat
menandakan probandus kemungkinan mengalami infeksi, anemia, leukemia, nekrosis jaringan,
stress, penyakit parasitic dan dapat diakibatkan oleh keadaan fisiologik probandus. Sedangkan,

bila probandus dalam keadaan leukopenia dapat menandakan probandus mengalami penyakit
hematopoietic, mengalami infeksi virus, malari, agranulositosis, alkoholisme, malnutrisi, dan
demam tiroid. (Riswanto,2013)
Metode yang digunakan dalam praktikum kali ini yaitu metode manual. Cara manual
dilakukan dengan menghitung leukosit secara visual dengan mikroskop. Dimana, darah terlebih
dahulu diencerkan dengan larutan asam lemah dan perhitungan dilakukan menggunakan bilik
hitung, dimana cara ini memiliki keuntungan yaitu baik digunakan untuk konfirmasi hasil
pemeriksaan karena yang dihitung di kamar hitung benar-benar sel leukosit dan dengan
pengenceran turk menyebabkan lisisnya sel lain kecuali leukosit selain itu juga Sedikit
memerlukan energi listrik sehingga lebih hemat dibandingkan dengan alat automatik.
Berdasarkan prinsipnya saat darah diencerkan dengan asam lemah maka sel-sel selain leukosit
akan dilisiskan dan darah akan menjadi lebih encer sehingga leukosit lebih mudah dihitung,
dalam praktikum larutan asam lemah yang digunakan adalah larutan Turk. Jumlah leukosit per
microliter darah ditentukan dengan menghitung sel-sel dibawah mikroskop dan kemudian
mengalikannya dengan menggunakan faktor pengali tertentu, dimana pada praktikum kali ini
faktor pengali yang digunakan adalah sebesar 50 yang didapatkan dari banyaknya volume
pengenceran (20x) dan dibagi dengan volume bilik hitung (0,4). (Riswanto,2013) bilik hitung
yang digunakan adalah improved Neubauer, dan jumlah leukosit dihitung dalam 4 bidang besar.
Adapun Kesalahan kesalahan yang mungkin terjadi pada Tindakan menghitung leukosit,
antara lain :
1. Jumlah darah yang diisap ke dalam pipet tidak tepat, jika:
a. Bekerja terlalu lambat sehingga ada bekuan darah
b. Tidak mencapai garis tanda 0.5
c. Memakai pipet basah
d. Mengeluarkan lagi sebagian darah yang telah diisap karena melewati garis tanda 0.5
2. Pengenceran dalam pipet salah:

a. Kehilangan cairan dari pipet, karena mengalir kembali kedalam botol berisi larutan
Turk.
b. Tidak menghisap larutan Turk tepat sampai garis tanda 11.
c. Terjadi gelembung udara dalam pipet pada waktu menghisap larutan Turk
d. Terbuang sedikit cairan pada waktu mengocok pipet atau pada waktu mencabut karet
penghisap pipet.
3. Tidak mengocok pipet segera setelah mengambil larutan Turk.
4. Tidak mengocok pipet sebentar sebelum mengisi kamar hitung.
a. Tidak menghisap larutan Turk tepat sampai garis tanda 11.
b. Terjadi gelembung udara dalam pipet pada waktu menghisap larutan Turk
c. Terbuang sedikit cairan pada waktu mengocok pipet atau pada waktu mencabut
karet penghisap pipet.
5. Tidak mengocok pipet segera setelah mengambil larutan Turk.
6. Tidak mengocok pipet sebentar sebelum mengisi kamar hitung.
7. Tidak membuang beberapa tetes dari isi pipet sebelum mengisi kamar hitung.
8. Yang bertalian dengan hitung dan teknik menghitung:
a. Kamar hitung atau kaca penutup kotor
b. Ada gelembung udara masuk dalam cairan.
c. Letaknya kaca penutup salah
d. Meja mikroskop tidak rata air

e. Salah menghitung sel yang menyinggung garis batas


Kaca penutup tergeser karena tersentuh dengan lensa mikroskop. (Sianny Herawati
dkk,2015)

X.

DAFTAR PUSTAKA
Herawati, Sianny dkk.2015.Penuntun Praktikum
Hematologi.Denpasar:Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes
Denpasar
Li, Jing dkk. 2014. High Leukocyte Count Is Associated With Peripheral
Vascular Dysfunction in Individuals With Low Cardiovascular Risk.
[online].tersedia:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3786362/.
[diakses:13 desember 2014; 20.41]
Martin soderholm.2014. Leukocyte count and incidence of
subarachnoid haemorrhage: a prospective cohort study.
[online],tersedia:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4234394/.
[diakses:13 Desember 2015; 21.11]
Riswanto.2013.Pemeriksaan Laboratorium
Hematoogi.yogyakarta:Alfamedia&Kanal Medika
Sun, Shaomei dkk.2014.Subnormal Peripheral Blood Leukocyte Counts
Are Related to the Lowest Prevalence and Incidence of Metabolic
Syndrome:Tianjin Chronic Low-Grade Systemic Inflammation and
Health Cohort Study.

[online].tersedia:222.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4020212.
[diakses:18 desember 09.29]
Wolswinkel, Marlies E Van dkk.2013.Predictive value of
lymphocytopenia and the neutrophil-lymphocyte count ratio for
severe imported malaria.
[online].tersedia:www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3608093/.
[diakses:18 desember 2015;0:35]
Denpasar, 21 Desember
2015
Praktikan,

(Thalia Anggrea Noor)


Lembar Pengesahan,

NIM.P07134014018

Mengetahui,
Pembimbing I

Pembimbing II

(DR.dr.Sianny Herawati, Sp.PK)

(Rini Riowati, B.Sc)

Pembimbing III

(I Ketut Adi Santika, A.Md.AK)

Pembimbing IV

Pembimbing V

(Surya Bayu Kurniawan, S.Si)

(Luh Putu Rinawati,S.Si)