Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH

HANGING DAN STRANGULASI

Disusun Oleh:

Nopita Khairani Siregar

(100100338)

Debora Angelina Tobing

(110100106)

Tharani S.

(110100390)

Jamunarani

(110100459)

Renjitha Gurunathan

(110100386)

Pembimbing:
dr. Rita Mawarni. Sp.F (K)
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER
DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK
FAKULTAS KEDOKTERAN USU
RSUP HAJI ADAM MALIK / RSUD DR. PIRNGADI

Kematian adalah suatu proses yang dapat dikenal secara klinis pada
seseorang melalui pada pengamatan terhadap perubahan yang terjadi
pada tubuh mayat.

Saat kematian seseorang belum dapat ditunjukkan secara tepat


karena tanda-tanda dan gejala setelah kematian sangat bervariasi.

Penjeratan (strangulasi) adalah penekanan benda asing berupa tali,


ikat pinggang, rantai, stagen, kawat, kaos kaki dan sebagainya,
melingkari atau mengikat leher yang makin lama makin kuat
sehingga saluran pernafasan tertutup.

Hanging adalah keadaan dimana leher dijerat dengan ikatan, daya


jerat ikatan tersebut memanfaatkan berat badan tubuh atau kepala.

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan

dari pembuatan makalah ini adalah untuk memahami tentang

pengetahuan dan keterampilan selama kepaniteraan klinik di forensik.


Penyusunan

makalah ini sekaligus dilakukan untuk memenuhi

persyaratan kegiatan Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D) di


Departemen Ilmu Kedokteran Kehakiman dan Medikolegal Fakultas
Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

MANFAAT PENELITIAN

Makalah

ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan penulis

maupun pembaca khususnya peserta P3D untuk lebih memahami


tentang pengetahuan dan keterampilan selama kepaniteraan klinik
forensik agar peserta P3D dapat mempersiapkan diri apabila terjun
kebidang profesi.

HANGING

Definisi

Keadaan dimana leher dijerat dengan ikatan,


daya jerat ikatan tersebut memanfaatkan berat
badan tubuh atau kepala.
Keadaan dimana terjadi konstriksi dari leher
oleh alat penjerat yang ditimbulkan oleh berat
badan seluruhnya atau sebagian.

MEKANISME KEMATIAN

Fasa dispnea ditandai dengan sesak napas, peningkatan laju


pernapasan, dan sianosis yang dapat berlangsung selama
dispneabeberapa menit.
konvulsif ditandai dengan kehilangan kesadaran, penurunan
Fasa
Konvulsifgerakan bernapas, kongesti wajah, bradikardia, dan
hipertensi yang dapat berlangsung selama beberapa menit.

Fasa
ditandai dengan tidak adanya pernapasan, kegagalan
Pernapasan
pusat pernapasan dan sirkulasi, takikardia, dan hipertensi
Praterminal yang juga dapat berlangsung selama beberapa menit
Fasa
gasping ditandai dengan adanya refleks pernapasan

Fasa
ditandai dengan terhentinya gerakan, hilangnya refleks, dan
terminal dilatasi pupil.

KLASIFIKASI

Posisi
korban

Letak
Jeratan

Complet
e
hanging

Tipikal

Parsial
Hanging

Atipikal

Complete Hanging

Parsial Hanging

Typikal and Atypical Hanging

No Antemortem
1

Postmortem

Tanda jelas berupa lingkaran Tanda


terputus

(non-kontiniu)

jeratan

biasanya

dan berbentuk lingkaran utuh (kontiniu)

letaknya pada leher bagian atas


2

jejas

dan letaknya pada bagian leher tidak

begitu tinggi
Simpul tali biasanya tunggal, Simpul tali biasanya lebih dari satu,
terdapat pada sisi leher
tampak

jelas

diikatkan

dengan

kuat

dan

diletakkan pada bagian depan leher


pada Ekimosis pada salah satu jejas

Ekimosis

salah satu dari jejas penjeratan


penjeratan tidak ada atau tidak jelas
Lebam mayat tampak di atas Lebam mayat terpada pada bagian
jejas jerat dan pada tungkai tubuh yang menggantungan sesuai
bawah

dengan

posisi

Parchmentisasi (+)

meninggal
Parchmentisasi (-)

Sianosis sangat

mayat

setelah

jelas terlihat Sianosis tergantung dari penyebab

terutama jika kematian kerana kematian


7

asfiksia
Wajah membengkak dan mata Tanda-tanda pada wajah dan mata
mengalami kongesti dan agak tidak ada

menonjol
Lidah bisa terjulur atau tidak Lidah tidak terjulur kecuali pada

L
ME
DI
KO
LE
GA
AS
PE
K

Suicide
Pembunuhan
Accident

Pemeriksaan
Luar

Pemeriksaan
Dalam

Bekas jeratan

Pembuluh darah otak


melebar

Letak simpul

Jaringan otot setentang


jeratan didapati
hematom

Leher sedikit
memanjang

Terdapat lebam mayat

Dijumpai fraktur tulang


hyoid
dislokasi vertebra C2-3
atau C3-4 (judical
hanging)
Terjadi bula halus pd
saluran pernafasan

Terjadi perbendungan
sirkulasi pd organ
dalam

No

Bunuh Diri

Pembunuhan

Usia:Gantung diri lebih sering terjadi Tidak mengenal batas usia, karena tindakan
pada sering terjadi pada remaja dan pembunuhan dilakukan oleh musuh atau lawan
orang dewasa. Anak-anak di bawah usia dari korban dan tidak bergantung pada usia

50 tahun jarang melakukan gantung diri


Tanda jejas jeratan: Bentuknya miring , Tanda jejas jeratan berupa lingkaran tidak
berupa

lingkaran

terputus

(non- terputus, mendatar dan letaknya di bagian tengah

kontiniu) dan terletak pada bagian atas leher, karena usaha pelaku pembunuhan untuk
3

leher
membunuhan untuk membuat simpul tali
Simpul tali, biasanya hanya satu simpul Simpul tali biasanya lebih dari satu pada bagian
yang letaknya padq bagian samping leher depan dan simpul tersubut terikat kuat

leher
Riwayat
mempunyai

korban:Biasanya
riwayat

untuk

korban Sebelumnya korban tidak mempunyai riwayat


mencoba untuk bunuh diri

bunuh diri dengan cara lain


Cedera: Luka-luka pada tubuh korban Cedera berupa luka-luka pada tubuh korban
yang

bisa

menyebabkan

kematian biasanya mengarah kepada pembunuhan

mendadak tidak ditemukan pada kasus


bunuh diri

Racun: Ditemukannya racun dalam Terdapatnya


lambung

korban,

misalnya

racun

berupa

asam

opium

arsen, hidrosianat atau kalium sianida tidak sesuai

sublimat korosif dan lain-lain tidak pada kasus pembunuhan, karena untuk hal
bertentangan dengan kasus gantung ini perlu waktu dan kemauan dari korban itu
diri.Rasa

nyeri

yang

disebabkan sendiri.

Dengan

racun tersebut mungkin mendorong penggantungan

demikian
tersebut

maka

adalah

kasus
karena

korban untuk melakukan gantung bunuh diri


diri.
7

Tangan tidak dalam keadaan terikat, Tangan yang dalam keadaan terikat mengarahkan
karena sulit untuk gantung diri dalam dugaan pada kasus pembunuhan
keadaan tangan terikat

Kemudahan : Pada kasus bunuh diri, Pada

kasus

pembunuhan,

mayat

ditemukan

mayat biasanya ditemukan tergantung tergantung pada tempat mayat yang sulit dicapai
pada tempat yang mudah dicapai oleh oleh korban dan alat yang digunakan untuk
korban atau di sekitarnya ditemukan alat mencapai tempat tersebut tidak ditemukan
yang digunakan untuk mencapai tempat
tersebut

Tempat

kejadian:

Jika Tempat

kejadian:

kejadian berlangsung di sebaliknya


dalam

kamar,

pada

Bila
ruangan

dimana ditemukan terkunci dari luar,

pintu, jendala ditemukan maka

pergantungan

adalah

dalam keadaan tertutup kasus pembunuhan


dan terkunci dari dalam,
maka

kasusnya

pasti

merupakan bunuh diri


10

Tanda-tanda

perlawanan, Tanda-tanda perlawanan hampir

tidak ditemukan pada kasus selalu ada kecuali jika korban


gantung diri

sedang tidur, tidak sadar atau


masih anak-anak

STRANGULASI
DEFINISI
Adalah kematian yang terjadi akibat
penekanan benda asing berupa tali, ikat
pinggang, rantai , stagen ,kawat
,kabel,kaus kaki nilon atau sejenisnya,
yang melingkari/mengikat leher makin
lama makin kuat, sehingga udara
pernafasan tertutup.

Mugging,leher
ditekan
dengan lutut
atau siku

Ditekan leher
dengan bahan
selain tali

JENIS
STRANGULA
SI

Dicekik
(manual
strangulation)

Penjerata
n dengan
tali

Pemeriksaan Luar

Bekas jeratan di leher berwarna merah kecoklatan ,


bersambung (continuos) dibawah atau setetentang kartilago
tiroid ,lecet disekitar jeratan

Warna bekas jeratan terllihat kemerahan karena tali segera


dilepas atau longgar setelah korban dijerat .

Bila tetap terjerat dalam waktu yang lama , bias dijumpai


warna bekas jeratan kecoklatan seperti kertas perkamen.

Kematian biasanya berlangsung lebih lama dari hanging ,


karena korban memberikan perlawanan dengan menegangkan
leher sehingga proses kematian berlangsung lama.

Pemeriksaan Dalam

Muka terlihat bengkak dan membiru , mata melolot , begitu juga lidah mejulur.

Bintik perdarahan pada kening,temporal ,kelopak dan bola mata lebih jelas.Bisa
didapati keluar feces dan urine .

Kerana strangulasi umumnya karena pembunuhan maka sering didapati tanda


-tanda perlawanan.

Bila terdapat kejang mayat (cadaveric spasme ), maka perhatikan apakah ada
benda yang digenggam seperti rambut , kancing, atau robekan baju pelaku , hal ini
penting untuk mengetahui siapa pelaku kejadian.

Pemeriksaan Dalam
Paling penting pemeriksaan daerah leher dimana terdapat
lebam di setentang dan sekitar penjeratan.
Dijumpai fraktur tulang krikoid dan tulang rawan trakea
lainnya .
Mukosa laring dan trakea menebal dan berwarna merah,
kadang-kadang disertai perdarahan kecil .
Paru-paru congested dengan tanda-tanda perbendungan,
tradieus spot , begitu juga tanda pembendungan pada organ
lain.

KESIMPULAN

THANK YOU