Anda di halaman 1dari 5

F.

Diagnosa Dan Intervensi Keperawatan


Diagnosa dan Intervensi Keperawatan yang mungkin muncul secara teoritis (Muttaqin, 2009):
No.

Diagnosa
Keperawatan

Intervensi
Pantau TTV
Catat keberadaan, kualitas denyutan central dan
perifer
Auskultasu tonos jantung dan bunyi nafas

1.

Resiko tinggi
terhadap
penurunan curah
jantung
berhubungan
dengan
penurunan
volume darah

Amati warna kulit , kelembaban, suhu dan masa


pengisian kapiler
Catat edema
Berikan lingkungan tenang dan nyaman, dan
kurangi aktivitas
Anjurkan teknik relaksasi

Rasional
Hipertensi berat diklasifikasikan pada orang dewasa sebagai
peningkatan tekanan diastolik sampai 130 mmHg.
Denyutan karotis, jegularis, radialis, femolaris mungkin
terpalpasi. Denyut pada tungkai mungkin menurun,
mencerminkan efek dari vasokontriksi dan kongesti vena
S4 umum terdengar pada pasien hipertensi berat. Adanya
krekels, mengi dapat mengindikasikan kongesti paru
sekunder terhadap terjadinya GGK
Adanya pucat, dingin, kulit lembab dan masa pengisian
lambat berkaitan dengan vasokontriksi atau penurunan curah
jantung
Dapat mengindikasikan gagal jantung dan kerusakan ginjal
Membantu untuk menurunkan ransangan simpatis,
meningkatkan relaksasi
Dapat menurunkan ransangan yang menimbulkan stres dan
akan menurunkan TD
Respon terhadap terapi obat tergantung pada individu dan
efek sinergis obat

Pantau respon terhadap obat untuk mengontrol


tekanan darah
Kolaborasi
1. Berikan obat sesuai indikasi: diuretik, inhibitor 1. Deuretik dapat digunakan pada fese akut, dapat
simpatis, dan vasodilator
menurunkan TD
2. Berikan pembatasan cairan dan diit natrium 2. dapat menangani retensi cairan dengan respon hipertensif
sesuain indikasi
dan dapat menurunkan beban kerja jantung
2.

Intoleran

Kaji respon pasien terhadap aktivitas, perhatikan Menyebutkan parameter membantu dalam mengkaji respons

Aktivitas
frekuensi nadi lebih dari 20 kali per menit diatas
berhubungan
frekuensi istirahat, peningkatan TD yang nyata
dengan
selama/sesudah aktivitas, dan nyeri dada
ketidakseimban
gan
antara Instruksikan pasien tentang teknik penghematan
suplai
dan energy
kebutuhan
oksigen
Berikan
dorongan
untuk
melakukan
aktivitas/perawatan diri bertahap jika dapat
ditoleransi
3.

Nyeri
akut
berhubungan
dengan
peningkatan
tekanan vascular
serebral

Mempertahankan tirah baring selama fase akut


Berikan
tindakan
nonfarmakologi
untuk
menghilangkan sakit kepala. Misalnya teknik
relaksasi, yaitu melakukan tarik napas dalam saat
terasa nyeri.
Menghilangkan/meminimalkan
aktifitas
vasokontriksi yang dapat menyebabkan sakit
kepala. Misalnya berfikir terlalu keras saat ada
masalah atau mengerjakan tugas yang menguras
energi dan pikiran.
Bantu pasien dalam ambulasi sesuai kebutuhan

fisiologi terhadap stress aktifitas

Teknik menghemat energi mengurangi penggunaan energy


,juga membantu keseimbangan antara suplai dan kebutuhan
oksigen
Kemajuan aktivitas bertahap mencegah peningkatan kerja
jantung tiba-tiba
Meminimalkan stimulasi/meningkatkan relaksasi
Tindakan yang menurunkan tekanan vascular serebral dan
yang memperlambat/memblok respons simpatis efektif
dalam menghilangkan sakit kepala dan komplikasinya
Aktivitas yang meningkatkan vasokontriksi menyebabkan
sakit kepala akibat peningkatan tekanan vascular serebral

Pusing dan penglihatan kabur sering berhubungan dengan


sakit kepala.Pasien juga dapat mengalami episode hipotensi
postural

Berikan cairan, makanan lunak, perawatan mulut Meningkatkan kenyamanan umum


yang teratur, bila terjadi perdarahan hidung
lakukan kompres hidung untuk menghentikan
perdarahan

Kolaborasi: Berikan obat


analgesik dan anti ansietas
4.

Nutrisi,
perubahan, lebih
dari kebutuhan
hidup
berhubungan
dengan masukan
berlebihan
sehubungan
dengan
kebutuhan
metabolic

sesuai

indikasi: Analgesik dapat menurunkan nyeri dan anti ansietas dapat


mengurangi ketegangan

Kaji pemahaman pasien tentang hubungan Kegemukan adalah resiko tambahan pada tekanan darah
langsung antara hipertensi dan kegemukan
tinggi karena disporsisi antara kapasitas aorta dan
peningkatan curah jantung
Bicarakan pentingnya menurunkan masukan Kesalahan kebiasaan makan
kalori dan batasi masukan lemak, garam, dan gula aterosklerosis dan kegemukan
sesuai indikasi

menunjang

terjadinya

Tetapkan keinginan pasien menurunkan berat Motivasi untuk menurunkan berat badan adalah internal.
badan
Individu harus berkeinginan menurunkan berat badan, bila
tidak maka programnya tidak berhasil
Kaji ulang masukan kalori harian dan pilihan diet

Mengidentifikasi kekuatan/kelemahan dalam program diet


terakhir. Membantu dalam menentukan kebutuhan individu
untuk penyesuaian/penyuluhan

Tetapkan rencana penurunan berat badan yang


realistic dengan pasien.
Misalnya mengurangi makan makanan yang
mengandung lemak tinggi seperti daging dan
gulai.
Dorong pasien untuk mempertahankan masukan
makanan harian termasuk kapan dan dimana
makan dilakukan dan lingkungan dan perasaan
sekitar saat makanan dimakan.
Instruksikan dan bantu memilih makanan yang
tepat, seperti sayur, ikan, dan buah yang berserat
tinggi.

Penurunan masukan kalori seseorang sebanyak 500 kalori


per hari secara teori dapat menurunkan berat badan 0,5
kg/minggu
Memberikan data dasar tentang keadekuatan nutrisi yang
dimakan, dan kondisi emosi saat makan.
Menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol
penting dalam mencegah perkembangan

5.

Koping
individual
inefektif
berhubungan
dengan
perubahan hidup
beragam

Kaji keefektifan strategi


mengobservasi perilaku
Catat laporan gangguan
kerusakan konsentrasi.

koping
tidur,

dengan Mekanisme adaptif perlu untuk mengubah pola hidup


seseorang,mengatasi hipertensi kronik
kelelahan, Manifestasi mekanisme koping maladaptif mungkin
merupakan indicator marah yang ditekan dan diketahui telah
menjadi penentu utama TD diastolic

Bantu pasien mengidentifikasi stressor spesifik Pengenalan terhadap stressor adalah langkah pertama dalam
dan kemungkinan strategi untuk mengatasinya
mengubah respons seseorang terhadap stressor
Libatkan pasien dalam perencanaan perawatan dan Keterlibatan memberikan pasien perasaan kontrol diri yang
beri dorongan partisipasi maksimum dalam berkelanjutan
rencana pengobatan

6.

Kurang
pengetahuan
(kebutuhan
belajar),
mengenai
kondisi, rencana
pengobatan
berhubungan
dengan kurang
pengetahuan/da

Dorong
pasien
untuk
mengevaluasi
prioritas/tujuan hidup
Bantu pasien untuk mengidentifikasi dan mulai
merencanakan perubahan hidup yang perlu.
Misalnya berfikir positif pada setiap hal sehingga
mengurangi masalah penyebab stres.

Fokus perhatian pasien pada realitas situasi yang ada relatif


terhadap pandangan pasien tentang apa yang diinginkan
Perubahan yang perlu harus diprioritaskan secara realistik
untuk menghindari rasa tidak menentu dan tidak berdaya

Kaji kesiapan dan hambatan dalam belajar

Kesalahan konseps dan menyangkal diagnose karena


perasaan sejahtera yang
sudah lama dinikmati
mempengaruhi minat pasien
Memberikan dasar untuk pemahaman tentang peningkatan
TD dam mengklarifikasi istilah medis yang sering digunakan

Tetapkan dan nyatakan batas TD normal

Hindari mengatakan TD normal dan gunakan Karena pengobatan untuk hipertensi adalah sepanjang
istilah
terkontrrol
dengan
baik
saat kehidupan
menggambarkan TD pasien dalam batas yang
diinginkan

ya ingat

Bantu pasien dalam mengidentifikasi faktor-faktor


risiko kardiovaskular yang dapat diubah.
Mengurangi risiko dengan cara: Mengurangi berat
badan, tidak merokok, tidak stress, gaya hidup
yang menetap
Atasi
masalah
dengan
pasien
untuk
mengidentifikasi cara dimana perubahan gaya
hidup yang tepat dapat dibuat untuk mengurangi
factor-faktor di atas.
Contohnya mengubah gaya hidup dengan lebih
banyak mengonsumsi makanan berserat tinggi
seperti sayur, ikan, dan buah untuk menurunkan
berat badan. Diimbangi juga dengan rajin
olahraga.
Bahas pentingnya menghentikan merokok dan
bantu pasien dalam membuat rencana untuk
berhenti merokok

Faktor-faktor risiko ini telah menunjukkan hubungan dalam


menunjang hipertensi dan penyakit kardiovaskular serta
ginjal
Faktor-faktor risiko dapat meningkatkan proses penyakit
atau memperburuk gejala

Nikotin
meningkatkan
pelepasan
mengakibatkan peningkatan frekuensi
vasokontriksi

katelokamin,
jantung, TD,

Sarankan untuk sering mengubah posisi, olahraga Menurunkan bendungan vena perifer yang dapat ditimbulkan
kaki saat baring
oleh vasodilator dan duduk/berdiri terlalu lama