Anda di halaman 1dari 4

PRE PLANNING PEMBENTUKAN POSBINDU MAWAR WIJAYA KUSUMA

DI RW 06 KELURAHAN KEBAGUSAN KECAMATAN PASAR MINGGU


TANGGAL 01 APRIL 2016
1. Latar Belakang
Penyakit tidar menular (PTM) merupakan penyakit yang sering tidak
bergejala dan tidak memiliki tanda klinis secara khusus. Hal ini menyebabkan
seseorang tidak mengetahui dan menyadari kondisi tersebut sejak awal
perjalanan penyakit. Keterlambatan penanganan akibat tidak adanya gejala
atau tanda-tanda tersebut akan mengakibatkan tingginya biaya yang harus
dikeluarkan untuk pengobatan. Bila seseoarang seudah menyandang penyakit
tidak menular, maka akan sulit diobati dan dikembalikan pada kondisi normal.
(Departemen Kesehatan, 2015)
Kejadian ini dapat dicegah melalui pengendalian faktor risikonya.
Dengan diketahui atau dideteksinya faktor risiko PTM seperti merokok,
kurang aktifitas fisik, diet tidak seimbang, konsumsi alcohol, tekanan darah
tinggi, gula darah tinggi, berat badan lebih dan obesitas, serta adanya
sumbatan jalan napas dan lain-lain diharapkan masyarakat menjadi mawas diri
untuk mengendalikan faktor risikonya dan segera mencari pertolongan pada
petugas kesehatan di puskesmas, klinik swasta maupun praktek dokter swasta.
Kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor risiko PTM serta tindak lanjut dini
ini dapat dilakukan oleh masyarakat melalui kegiatan posbindu
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh mahasiswa/I
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta 1 diwilayah RW 06
Kelurahan Kebagusan di dapatkan data terdapat resiko penyakit tidak menular
(PTM) seperti Hipertensi, hiperglikemi, merokok, ispa, yang terletak di
wilayah RW 06 kelurahan kebagusan.
Berdasarkan informasi itu kami melalui Musyawarah Mufakat Desa di
RW 06 kelurahan kebagusan masyarakat perlu menyadari dampak adan akibat
buruk dari masalah PTM. Peningkatan kepedulian masyarakat diakukan
melalui pemberdayaan dan peningkatan peran sertanya. Maka dari itu kami
ingin membantu pembentukan posbindu di RW 06 kelurahan kebagusan
dimana masyarakat berperan sebagai pelaku disamping sebagai sasaran
kegiatan untuk mengendalikan PTM.

2. Tujuan
A. Tujuan Umum

Meningkatkan derajat status kesehatan dan kualitas kehidupan masyarakat


serta mencegah komplikasi serta menurunkan angka penyakit tidak
menular (PTM)
B. Tujuan Khusus
1) kader mampu melakukan administrasi posbindu meliputi: pendaftaran
dan pencatatan.
2) kader mampu memberikan informasi kesehatan pada masyarakat di RW
06 kelurahan kebagusan.
3) kadermampu melakukan kegiatan posbindu sesuai dengan system
kegiatan 5 meja
3. Nama Kegiatan
Pembentukan dan pelatihan kader posbindu di RW06 kelurahan kebagusan
kecamatan pasar minggu
4. Jenis Kegiatan
a. sosialisasi tentang pentingnya Posbindu.
b. pebentukan kader posbindu.
c. penjelasan tentang 5 mejayang ada di posbindu.
d. penjelasan tentang cara mengukur tekanan darah dan nadi.
e. penjelasan tentang cara pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol.
f. penjelasan tentang pendaftaran dan pencatatan data.
g. Praktek pelaksanaan posbindu
5. Teknis Kegiatan
Penyuluhan tentang pentingnya posbindu pada kader yang akan dibentuk
Membentuk kader posbindu dengan cara musyawarah
Menjelaskan tentang tugas 5 meja yang ada di posbindu
Pencatatan/ registrasi data demografi dan data kesehatan
(meja 1)
a. Pasien menuju meja 1 untuk dilakukan pencatatan registrasi
b. Registrasi dilakukan kader difasilitasi mahasiswa, bagian dari
registrasi antara lain:

Nomor urut
Nomor register
Nama Pasien
Jenis kelamin Pasien
Umur Pasien
Alamat Pasien

c. Pasien diberikan kartu status kesehatan yang sudah berisi identitas


d. Pasien menuju meja 2 untuk dilakukan pemeriksaan
Pemeriksaan status kesehatan dan indeks masa tubuh pasien (Meja 2)
a. Pesrta dengan membawa kartu status kesehatan menuju meja 2 untuk
dilakukan pemeriksaan oleh mahasiswa dibantu kadek kesehatan
anggota Posbindu. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi:

Pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan, sekaligus


ditentukan IMT pasien
Pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi dan suhu
Pemeriksaan fisik yang lain, misalnya gigi, mulut, paru, jantung, dll.
Anamnesa keluhan kesehatan pasien
b. Semua hasil pemeriksaan ditulis ke dalam kartu status kesehatan
pasien di ikuti tanda tangan pemeriksa
c. Dilakukan pengisian KMS oleh petugas
d. Pasien menuju meja 3 untuk dilakukan penilaian kemandiriannya
dengan tetap membawa kartu status kesehatan dan KMS.
Penilaian indeks katz / kemandirian pasien (Meja 3)
a. Pasien menuju meja 3 untuk dilakukan penilaian tingkat
kemandiriannya oleh mahasiswa.
b. Dilakukan pencatatan tingkat kemandirian di kartu status kesehatan
c. Diinformasikan kepada pasien akan ketidak mandiriannya di bidang
tertentu untuk selanjutnya diberikan untuk memenuhi kebutuhan
tersebut.
d. pasien menuju meja ke 4 untuk dilakukan penyuluhan dan pemberian
makanan tambahan sambil tetap membawa kartu status kesehatan dan
KMSnya..
Penyuluhan dan Pemberian Makanan Tambahan (Meja 4)
a. Pasien menuju meja 4 untuk dilakukan penyuluhan oleh mahasiswa
dan pemberian makanan tambahan oleh kader kesehatan anggota
Posbindu.
b. Penyuluhan atau Health Education yang dilakukan secara individual
sesuai dengan permasalahan pasien secara umum, khusus dan
merujuk pada tingkat kemandirian masyarakat.
c. Pasien menuju meja 5 untuk diberikan pelayanan kesehatan yaitu
pengobatan.
Pelayanan Kesehatan (Pengobatan) Posbindu (Meja 5)
a. Pasien menuju meja 5 untuk diberikan pengobatan dengan
menunjukkan kartu status kesehatannya kepada dokter / petugas.
b. Dokter / petugas memberikan obat sesuai dengan keluhan pasien.
c. Kartu status kesehatan pasien disimpan oleh petugas sebagai data
simpanan, sedangkan KMS dibawa oleh Lansia.
6. Waktu Tempat
Hari/tanggal : kamis, 14 April 2016
Waktu
: Pukul 09.00 - selesai
Tempat
: Pos RW 06 kelurahan kebagusan kecamatan pasar minggu
7. Sasaran
Kader posbindu di RW06 kelurahan kebagusan kecamatan pasar minggu
8. Pelaksana

Mahasiswa praktek kerja lapangan (PKL) politekhnik kesehatan kementrian


kesehatan jakarta 1 progam studi keperawatan di RW 06 kelurahan kebagusan
kecamatan pasar minggu
Meja 1 : puskesmas
Meja 2 : fitriyani dan agus
Meja 3 : nisa nur adilah dan diana
Meja 4 : ayu dan chairunisa
Meja 5 : puskesmas
9. Metode
- Pencatatan dan pelaporan
- Pemeriksaan fisik
- Healt education/ penyuluhan
- Tanya jawab
- Pendekatan persuasive
10. Media dan Alat
- Buku register
- Kartu status kesehatan
- Lembar indeks kemandirian
- Tensi digital
- Alat timbang
- Alat pengukur tinggi badan
- Alat ukur lingkar perut
- Alat ukur gula darah, kolesterol, dan asam urat
- Alat pendkes
11. Evaluasi
- Diharapkan seluruh kader posbindu hadir dalam pembentukan dan
pelatihan kader dalam pembentukan dan pelatihan kader posbindu
- Dapat dibentuk susunan pengurus posbindu
- Para peserta pelatihan mengikuti acara dari awal hingga selesai
- Para peserta pelatihan diharapkan mampu mengerti dan memahami tugas
dari 5 meja dalam posbindu
- Para peserta pelatihan diharapkan mampu menerapkan hasil pelatihan
kader dalam pelaksanaan posbindu

Anda mungkin juga menyukai