Anda di halaman 1dari 1

Keuntungan Terlahir dari Ibu Berusia Matang

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth


Sabtu, 07/05/2016 11:09 WIB

Rostock, Jerman , Wanita tidak dianjurkan untuk menunda kehamilan karena mendorong munculnya
potensi komplikasi. Kendati begitu, anak-anak yang lahir dari ibu di usia matang justru lebih beruntung.
Gagasan untuk melakukan riset ini muncul karena melihat adanya tren untuk hamil dan melahirkan di
usia matang, terutama di negara maju. Semisal di Jerman dan Inggris, usia rata-rata ibu saat pertama kali
melahirkan adalah 30 tahun. Dan di Swedia, lebih dari seperempat bayi lahir dari ibu berusia 35 tahun ke
atas.
Peneliti kemudian mengamati data orang-orang Swedia yang lahir antara tahun 1960-1991. Dari sini
mereka menemukan, anak yang lahir dari ibu berusia matang cenderung lebih pintar di sekolah
menengah dan bisa meneruskan ke jenjang perguruan tinggi, ketimbang yang lahir dari ibu saat usianya
di bawah 30 tahun.
Bahkan hal ini juga berlaku untuk satu keluarga. Si adik yang lahir saat ibunya berusia 45 tahun ke atas
rata-rata bisa mengenyam pendidikan 1,5 tahun lebih lama daripada kakak-kakaknya.
Tak hanya itu, dari data militer Swedia juga terungkap, pria muda yang lahir saat ibunya berumur 30-an
atau 40-an awal cenderung lebih tinggi dan lebih bugar.
Namun peneliti tidak menjamin hal ini, sebab mereka hanya kebetulan menemukan keterkaitan antara
kedua faktor tersebut. Apalagi sejumlah studi telah membuktikan, wanita yang melahirkan di usia 40-an
justru berisiko mengalami komplikasi atau masalah pada bayinya, seperti down syndrome dan autisme.
Pakar lain bahkan mengatakan di usia 40-an, kemungkinan untuk memiliki bayi sangatlah kecil. Bahkan
ia meyakini umumnya tingkat kesuburan wanita akan menurun secara signifikan begitu usianya
memasuki 35 tahun.
"Partisipan studi ini 'orang-orang terpilih' dan sangat sehat sehingga masih bisa melahirkan bayinya
dengan sehat," tegas Brenda Volling, direktur Center for Human Growth and Development, University of
Michigan, dikutip dari CBS News.
Peneliti Mikko Myrskyla dari Max Planck Institute for Demographic Research Jerman menegaskan studi
ini tidak bisa dijadikan rekomendasi untuk menentukan kapan sebaiknya memiliki anak. Namun jika
memang ada wanita yang bisa melahirkan di usia matang dan bayinya sehat, maka si anak akan
mendapat keuntungan tersendiri.
"Karena begitu mereka lahir 20 tahun kemudian, bidang pendidikan dan kesehatan di negara mereka
sedang maju-majunya," pungkasnya.