Anda di halaman 1dari 14

02

DASAR PERHITUNGAN
LISTRIK AC
Ali Mashar

LISTRIK
LISTRIK

Arus Searah (dc)

Arus Bolak-balik
(ac)

Sumber:

Sumber:

Batere

Generator ac

Generator dc

Alternator

Penyearahan

Inverter

Beban: Resistif (R)

Beban: R, L, C dan
campuran

Beban Listrik ac
Jenis-jenis beban rangkaian ac:
Resistor (R) R (Resistif),
Induktor (L) XL (Reaktansi induktif),
Kapasitor (C) XC (Reaktansi kapasitif),
R

R []
L
C

XL = L = 2 f L []
XC = 1/C = 1/(2 f C) []

Impedansi Z
Hukum Ohm berlaku pada rangkaian ac, di mana hasil
bagi antara tegangan dan arus pada rangkaian ac adalah
Impedansi Z dalam satuan .
Impedansi sering disebut sebagai tahanan ac
Impedansi merupakan pernyataan beban listrik ac

Merupakan salah satu atau gabungan dari dua beban


atau lebih (R, XL, XC atau R dan X).
Sifat-sifat beban ac :
Resistif

R saja

Induktif

L, R+L, (C+L, R+L+C tapi L lebih dominan


dari C)

Kapasitif

C, R+C, (C+L, R+L+C tapi C lebih dominan


dari L)

Resistor murni pada tegangan ac

Arus i sefase dengan tegangan u atau

Diagram vektor

Sudut beda fase = 0


V

Cos = 1
P = V.I. Cos = V.I W

Induktor murni pada tegangan ac

Reaktansi Induktif:

Arus tertinggal (lagging)


tegangan sebesar sudut 90

XL = L

Sudut beda fase = 90

=2f L []

Diagram vektor

Cos = 0
P = V.I. Cos = 0 W

Kapasitor murni pada tegangan ac

Reaktansi Kapasitif:
XC = 1/( C)
= 1/(2 f C) [ ]

Arus .. (leading)
tegangan sebesar sudut 90
Sudut beda fase =
Cos = ..
P = = W

Diagram vektor

Tegangan, arus dan daya pada


beban resistif

Jaringan tegangan rendah


1-Fasa
Saluran aktif

220 V

Saluran aktif

Saluran pengaman

3-Fasa

R
S
T
N
G

380 V
380 V
220 V

Listrik ac Fasa-Tiga
Dari sisi sumber (Generator atau Transformator) Tegangan Rendah
Hubungan Bintang (Y): sistem 4 saluran dan 3 saluran
Hubungan Segitiga (): sistem 3 saluran
R

380 V

380 V

220 V

R
S
T

380 V
380 V

Daya Listrik
Daya Fasa Tunggal (Single-phase)
Ip

Vp

Cos

Beban

= Faktor Daya
= P/S

Daya Semu [VA, kVA, MVA]


S = Vp x Ip
Daya Aktif [W, kW, MW]
P = Vp x Ip x Cos
= S x Cos
Daya Reaktif [ VAR, kVAR,
MVAR]
Q = Vp x Ip x sin

Daya fasa-tiga
Daya Fasa-Tiga (Three-phase) Beban Seimbang
R

IL
VL

T
N

VP

B
e
b
a
n

Daya Semu [VA, kVA, MVA]


S = 3 VL x IL

Daya Aktif [W, kW, MW]


P = 3 VL x IL x Cos
Daya Reaktif [ VA, kVA, MVA]
Q = 3 VL x IL x sin

Untuk beban fasa-tiga tak seimbang: Perhitungan daya dilakukan per fasa
dan daya fasa-tiga merupakan jumlah daya ketiga fasa.

Daya Listrik ac
1. Daya aktif, P dalam watt (W)
2. Daya reaktif, Q dalam volt ampere reactive
3.

(VAR)
Daya semu, S dalam volt-ampere (VA)

Rumus-rumus daya:

P = U. I. cos [W]
Q = U. I. sin [VAR]

S = U. I [VA]
Cos = Faktor Daya