Anda di halaman 1dari 46
AVOIDINGAVOIDING PLAGIARISMPLAGIARISM Oleh : Dr. Hens Saputra ST. M.Eng , , Telp. 082124093971 Email :
AVOIDINGAVOIDING PLAGIARISMPLAGIARISM
Oleh :
Dr. Hens Saputra ST. M.Eng
,
,
Telp. 082124093971
Email : henssaputra@yahoo.com
Workshop Research Proposal Writing
1 Maret 2016
POKOK-POKOK BAHASAN PENDAHULUAN HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL JENIS-JENIS PLAGIARISM SANGSI PLAGIATOR TIPS MENGHINDARI
POKOK-POKOK BAHASAN
PENDAHULUAN
HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL
JENIS-JENIS PLAGIARISM
SANGSI
PLAGIATOR
TIPS MENGHINDARI PLAGIASI
CARA MEMBUAT SITASI DAN REFERENSI
CONTOH SOAL
Pendahuluan Plagiarism berasal dari bahasa Latin: Plagiari(us) = “penculik” Plagi(um) = “menculik” Melihat
Pendahuluan
Plagiarism berasal dari bahasa Latin:
Plagiari(us) = “penculik”
Plagi(um) = “menculik”
Melihat akar kata di atas, plagiarism dalam
penulisan
makalah ilmiah mengandung unsur
‘penganiayaan’ intelektual karena terjadi
,
pengambilan secara paksa kata-kata/gagasan
tanpa seizin pemiliknya.
Source:
"plagiarism n."
The New Oxford American Dictionary, second edition.
Ed. Erin McKean. Oxford University Press, 2005. Oxford Reference
Online. Oxford University Press. Agder University. 7 October 2009
<http://www.oxfordreference.com/views/ENTRY.html?subview=Main&entry=t1
83.e59311>
Definisi Plagiarisme Menurut Oxford American Dictionary dalam Clabaugh (2001) plagiarisme adalah : “to take another
Definisi Plagiarisme
Menurut Oxford American Dictionary dalam Clabaugh (2001) plagiarisme
adalah : “to take another person’s ideas or writing or inventions as one’s own”
Menurut Reitz
dalam online Dictionary for Library and Information Science
(http://www.abc-clio.com/ODLIS/odlis-p.aspx) plagiarisme adalah : “copying or
closely imitating take wowrk of another writer, composer etc. without permission
and with the intention of passing the result of as original work”
Menurut Endiklopedi Indonesia plagiat adalah pencurian karangan orang lain.
Menurut ensiklopedi ini setiap karangan yang asli dianggap sebagai hak milik
sipengarang dan tidak boleh dicetak ulang tanpa izin yang mempunyai hak
atau penerbit karangan itu.
Permendiknas No.17/2010 Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau
Permendiknas No.17/2010
Plagiat
adalah
perbuatan
secara
sengaja
atau
tidak
sengaja
dalam
memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya
ilmiah dengan
mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah
pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber
secara tepat dan memadai
Plagiator adalah orang perseorangan atau kelompok orang pelaku plagiat,
masing-masing
suatu badan
bertindak untuk diri sendiri, untuk kelompok dan atas nama
Karya ilmiah adalah hasil karya akademik mahasiswa, dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan di lingkungan perguruan
Karya ilmiah adalah hasil karya akademik mahasiswa,
dosen, peneliti, dan tenaga kependidikan di lingkungan
perguruan tinggi yang dibuat dalam bentuk tertulis baik
cetak maupun elektronik yang diterbitkan dan/atau
dipresentasikan.
Karya adalah
hasil karya akademik atau non akademik
oleh orang perorangan, kelompok, atau badan di luar
perguruan tinggi, baik yang diterbitkan, dipresentasikan,
maupun dibuat dalam bentuk tertulis.
Self Plagiarism (Auto plagiarism) • Apabila karya sendiri sudah pernah diterbitkan sebelumnya, maka tatkala kita
Self Plagiarism (Auto plagiarism)
• Apabila karya sendiri sudah pernah diterbitkan sebelumnya, maka tatkala
kita mengambil gagasan tersebut, semestinya dicantumkan rujukan atau
sitasinya.
• Bila tidak, ini dapat dianggap sebagai autoplagiarisme atau self-
plagiarism.
• Jenis plagiarism ini sebenarnya dapat dianggap “ringan”
• Namun bila dimaksudkan atau di kemudian hari dimanfaatkan (misalnya
untuk menambah kredit akademik), maka dapat dianggap sebagai
pelanggaran “berat” etika akademik.
Menggunakan artikel-artikel tulisannya sendiri yang pernah dimuat dalam jurnal ber-ISSN untuk bahan penulisan buku
Menggunakan artikel-artikel tulisannya sendiri yang pernah
dimuat dalam
jurnal ber-ISSN untuk bahan penulisan buku
ber-ISBN atas nama sendiri dengan cara:
Menambah, Melengkapi, memutakhirkan, merevisi,
danmengembangkannya untuk menjadi bagian-bagian
dalam buku tersebut;
Memperoleh ijin penggunaan tersebut dari penerbit
jurnal lain; dan
Menyatakannya dalam bagian persantunan
(acknowledgement) dalam buku yang ditulis itu.
MASIH DIPERDEBATKAN Menulis buku yang isinya kumpulan artikel tanpa ada perubahan yang pernah dimuat di
MASIH DIPERDEBATKAN
Menulis buku yang isinya kumpulan artikel tanpa ada
perubahan yang pernah dimuat di jurnal ber-ISSN:
Dianggap self -lagiarism jika tidak disebutkan
sumbernya dan/atau tidak memperoleh ijin penggunaan dari
penerbit jurnal
yang memuat artikel-artikel tersebut.
Tidak dianggap self-plagiarism jika sumbernya
disebut dan memperoleh ijin dari penerbit jurnal yang memuat
artikel-artikel tersebut, dengan tujuan untuk menghimpun
temuan-temuan yang tersebar di berbagai jurnal, BUKAN
bertujuan untuk memperoleh angka kredit atau pengakuan
lainnya.
HAL-HAL YANG SERING TERJADI Mengirimkan artikel yang sama ke jurnal lain setelah pengelola jurnal yang
HAL-HAL YANG SERING TERJADI
Mengirimkan artikel yang sama ke jurnal lain setelah
pengelola jurnal yang dituju pertama tidak memberikan
keterangan tentang status artikelnya dalam waktu yang
cukup lama
padahal penulis sudah menanyakan berkalikali,
yang ternyata kedua jurnal tersebut memuat artikel itu:
Untuk menghindari self-plagiarism, penulis menyampaikan
surat pernyataan mencabut/menarik kembali artikel dari
jurnal yang pertama dituju.
Hak Kekayaan Intelektual Hak Kekayaan Intelektual, disingkat “HKI” atau akronim “HaKI”/ Intellectual Property
Hak Kekayaan Intelektual
Hak Kekayaan Intelektual, disingkat “HKI” atau akronim
“HaKI”/ Intellectual Property Rights (IPR), yakni hak yang
timbul bagi hasil olah pikir yang menghasikan suatu
produk atau proses yang berguna untuk manusia pada
intinya HKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis
hasil dari suatu kreativitas intelektual. Objek yang diatur
dalam HKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir
karena kemampuan intelektual manusia.
Secara garis besar
HKI dibagi dalam 2 (dua) bagian,yaitu:
1) Hak Cipta (copyright);
2) Hak kekayaan industri (industrial property rights), yang mencakup:
-Paten (patent);
-Desain industri
(industrial design);
-Merek (trademark);
-Penanggulangan praktek persaingan curang (repression of unfair competition);
-Desain tata letak sirkuit terpadu (layout design of integrated circuit);
-Rahasia dagang (trade secret).
Lisensi hak cipta yang membatasi atau membebaskan orang lain untuk memakai dan menyebarkan tanpa ijin
Lisensi hak cipta yang membatasi atau
membebaskan orang lain untuk memakai dan
menyebarkan tanpa ijin dan tanpa membayar
1. CC-ND (Creative
Commons non-derivative)
Mengizinkan orang lain menyalin, mendistribusikan, dan menampilkan hanya
salinan sama persis suatu karya, bukan karya turunan yang berdasarkan karya
tersebut. Maksudnya anda tidak diperbolehkan untuk memodifikasi,mengedit atau
meremik produk file yang anda beli lisensinya. Jika anda ingin menguangkannya
maka anda wajib
memberi kredit kepada pemberi lisensi
2. CC-NC (Creative
Commons non-commercial)
Mengizinkan orang lain menyalin, mendistribusikan, menampilkan, serta membuat
karya turunan berdasarkan suatu karya hanya untuk tujuan nonkomersial. Artinya
jika anda mendownload sebuah file video yang lisensinya CC-NC lalu ingin
mereupload ke youtube anda tidak bisa menghasilkan uang dari video tersebut.
3. CC-SA (Creative Commons share-alike) Mengizinkan orang lain untuk mendistribusikan suatu karya turunan hanya di
3. CC-SA (Creative
Commons share-alike)
Mengizinkan orang lain untuk mendistribusikan suatu karya turunan hanya di bawah
suatu lisensi yang identik dengan lisensi yang diberikan pada karya aslinya.
Sebagai contoh anda ingin mengabungkan sebuah file video tentang gol-gol dari
sepakbola, misalnya gol2 Cristiano Ronaldo atau gol lionel messi, maka didalam
video gol tersebut anda hanya boleh menggabung video dari PT. Televisi yang
memberi izin tertulis kepada anda. Misalnya yang memberi lisensi SCTV maka
seluruh video golnya semua bersumber dari SCTV.
4. CC-BY (Creative
Commons attribution)
mengizinkan orang
lain untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, serta
membuat karya turunan berdasarkan suatu karya hanya jika orang tersebut
memberikan penghargaan pada pencipta atau pemberi lisensi dengan cara yang
disebutkan dalam lisensi. Sebagai contoh anda menemukan video yang berada
dalam domain publik tapi dalam keterangannya video tersebut lisensinya adalah CC-
BY, anda diharuskan memberi kredit kepada sang pemilik video, biasanya kredit
dalam bentuk Title,
Kredit scroll baik di akhir video maupun di awal video. Jenis CC-
BY yang satu ini anda BEBAS meremik sesuka hati.
Bentuk-bentuk Plagiat • Mengacu dan/atau mengutip seluruh atau sebagian secara acak istilah, kata- kata, kalimat,
Bentuk-bentuk Plagiat
• Mengacu dan/atau mengutip seluruh atau sebagian secara acak istilah, kata-
kata, kalimat, data dan atau informasi lain dari suatu sumber tanpa
menyebutkan sumber (sitasi) dalam catatan kutipan dan atau tanpa
menyatakan sumber secara memadai
• Menggunakan ide, sumber gagasan, pendapat/opini, pandangan, pernyataan
dan/atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai
• Merumuskan dengan kata-kata dan atau kalimat sendiri dari sumber kata-
kata dan atau kalimat, ide, gagasan, pendapat/opini, pernyataan dan/atau
teori tanpa menyatakan sumber secara memadai.
• Menyerahkan, menerbitkan, mempresentasikan dan/atau mempublikasikan
suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan oleh pihak
lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber secara memadai
Yang dimaksud dengan sumber : Orang perseorangan atau kelompok orang, masing-masing bertindak untuk diri sendiri
Yang dimaksud
dengan sumber :
Orang perseorangan atau kelompok orang, masing-masing
bertindak untuk diri sendiri atau kelompok atau untuk dan atas
nama suatu badan, atau anonim penghasil satu atau lebih
karya dan/atau
karya ilmiah yang dibuat, diterbitkan,
dipresentasikan, atau dimuat dalan bentuk tertulis baik
cetak mapun elektronik.
SANGSI BAGI MAHASISWA YANG MELAKUKAN PLAGIASI Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI no. 17 Tahun 2010
SANGSI BAGI MAHASISWA YANG MELAKUKAN PLAGIASI
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI no. 17 Tahun 2010
PS 12
•Teguran
•Peringatan tertulis
•Penundaan pemberian sebagai hak mahasiswa
•Pembatalan nilai
satu atau beberapa mata kuliah yang diperoleh
mahasiswa.
•Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
•Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa atau;
Pembatalan ijazah apabila mahasiswa telah lulus dari suatu program.
SANGSI BAGI DOSEN YANG MELAKUKAN PLAGIASI Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI no. 17 Tahun 2010
SANGSI BAGI DOSEN YANG MELAKUKAN PLAGIASI
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI no. 17 Tahun 2010
PS 11
• Teguran
• Peringatan tertulis
• Penundaan pemberian hak dosen/peneliti/tenaga kependidikan.
• Penurunan pangkat
dan jabatan akademik/fungsional
• Pencabutan hak untuk diusulkan sebagai guru besar/profesor/ahli peneliti utama
bagi yang memenuhi syarat.
• Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai dosen/peneliti/tenaga
kependidikan.
• Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai dosen/peneliti/tenaga
kependidikan.
• Pembatalan ijazah yang diperoleh dari perguruan tinggi yang bersangkutan.
Sanksi lain menurut aturan per UU-an: UU Sisdiknas: Mempergunakan karya ilmiah jiplakan untuk memperoleh gelar
Sanksi lain menurut aturan per UU-an:
UU Sisdiknas:
Mempergunakan karya ilmiah jiplakan
untuk memperoleh gelar akademik,
profesi, vokasi dipidana penjara paling
lama 2 tahun dan/atau denda paling
banyak Rp 200 juta.
Dalam hal pemimpin perguruan tinggi tidak menjatuhkan sanksi, Menteri dapat menjatuhkan sanksi kepada plagiator dan
Dalam hal pemimpin perguruan tinggi tidak
menjatuhkan sanksi, Menteri dapat menjatuhkan
sanksi kepada
plagiator dan kepada pemimpin
perguruan tinggi yang tidak menjatuhkan sanksi
kepada plagitor.
Sanksi kepada pemimpin perguruan tinggi berupa:
1. teguran
2. peringatan tertulis
3. pernyataan pemerintah bahwa perguruan tinggi
yang bersangkutan tidak berwenang melakukan
tindakan hukum dalam bidang akademik
Akibat Plagiasi bagi Pengelola Jurnal Dalam instrumen Akreditasi 2010, nilai akrediatasi jurnal yang diusulkan akan
Akibat Plagiasi bagi Pengelola Jurnal
Dalam instrumen Akreditasi 2010, nilai akrediatasi jurnal
yang diusulkan akan dikurangi jika:
1. Terbukti memuat artikel yang keseluruhannya merupakan
plagiat (-10)
2. Terbukti memuat artikel berisikan bagianbagian yang
merupakan plagiat (-5).
Cara Menghindari Plagiarism Merangkum hasil karaya orang lain atau melakukan parafrase pada bagian khusus dalam
Cara Menghindari Plagiarism
Merangkum
hasil karaya orang lain atau melakukan
parafrase pada bagian khusus dalam teks dengan cara
penguraian menggunakan kata-kata sendiri dan
menyatakan
sumber gagasan dan memasukkan sumber-
sumber yang dipakai dalam daftar rujukan
Cara mendeteksi Plagiasi Menggunakan software, antara lain : www. Plagscan.com www.turnitin.com www.duplichecker.com
Cara mendeteksi Plagiasi
Menggunakan software, antara lain :
www. Plagscan.com
www.turnitin.com
www.duplichecker.com
www crossrefme com
.
.
http://searchenginereports.net/articlecheck.aspx
www.copytracker.org
Menggunakan search engine : google, yahoo, msn, dll
Untuk Latihan :
www2.gsu.edu/~geotel/plagiarism.html
Penyebab Plagiasi • tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan kutipan dan parafrase dan bagaimana mengutip
Penyebab Plagiasi
• tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan kutipan dan parafrase dan
bagaimana mengutip secara benar,
• menunda tugas hingga detik-detik terakhir,
• menganggap bahwa melakukan plagiat merupakan cara tercepat untuk
menyelesaikan tugas-tugasnya,
• merasa yakin bahwa orang lain tidak akan mendeteksi apa yang dilakukannya,
• tidak punya cukup waktu untuk mengerjakan tugas karena lemahnya
pengelolaan waktu, suka menunda-nunda pekerjaan, ingin sempurna
(perfectionist) dan karena kondisi di luar kontrol,
• merasa tertekan
untuk mendapatkan hasil yang baik dalam sebuah mata kuliah
atau karir.
• tidak memiliki keterampilan yang memadai untuk mengerjakan tugas yang
diberikan
• tidak memahami
perbedaan antara parafrase dan plagiat, tidak menguasai
teknik pengutipan secara benar, tidak memahami perbedaan antara
pengetahuan umum, ranah publik dan hak akan kekayaan intelektual
Quote & Sitasi Cara Mengacu dan Mengutip Pengacuan meliputi pengutipan langsung (menyalin apa adanya dari
Quote & Sitasi
Cara Mengacu dan Mengutip
Pengacuan meliputi pengutipan langsung (menyalin apa
adanya dari sumber yang telah diterbitkan) atau parafrase
(menyebutkan ide orang lain dengan menggunakan kata-kata
sendiri).
Ad
a d
ua cara utama
d
a am mengacu pusta a yang
l
k
disebutkan dalam teks:
(1) Gaya Harvard (Author-date)
(2) Gaya Vancouver (Author-number).
Ada gaya lain (Chicago Manual): (1) Authordate
system, and (2) Documentary Note Style.
Contoh Gaya Harvard The author has discussed the implications of these proposals on the national
Contoh Gaya Harvard
The author has discussed the implications of these proposals
on the national Health Service in another paper (Loft, 1991).
Other writers have commented on related issues, notably
Lane (1992, 1994) and Lewis (1995, p. 54).
Keterangan bibliografis lengkap ditulis dalam DAFTAR
RUJUKAN yang disusun secara alfabetis berdasarkan nama
akhir pengarangnya.
Contoh Membuat Sitasi Gaya Harvard Karya dengan Dua Pengarang Research by Wegener and Petty (1994)
Contoh Membuat Sitasi Gaya Harvard
Karya dengan Dua Pengarang
Research by Wegener and Petty (1994) supports
atau (Wegener & Petty, 1994)
Karya Tiga Sampai Lima
(Kernis, Cornell, Sun, Berry, & Harlow, 1993)
Atau Kernis, Cornell, Sun, Berry, & Harlow (1993) explain….
Dalam kutipan berikutnya, (Kernis et al., 1993) atau
Kernis et al. (1993) argued….
Enam Pengarang atau Lebih
Harris et al. (2001) argued
(Harris et al., 2001)
atau
MENULIS REFERENSI GAYA HARVARD Artikel jurnal 1 sampai 7 penulis dan lebih dari 7 penulis
MENULIS REFERENSI GAYA HARVARD
Artikel jurnal 1
sampai 7 penulis dan lebih dari 7 penulis
Mellers,B. A. (2000). Choice and the relative pleasure of consequences.
Psychological Bulletin, 126, 910–924.
Berndt, T. J. (2002). Friendship quality and social deve lopment. Current
Directions in Psychological Science, 11, 7-10.
Wegener, D. T., & Petty, R. E. (1994). Mood management across affective
states: The hedonic contingency hypothesis. Journal of Personality and
Social Psychology 66 1034-1048.
,
Kernis, M. H.,
,
Cornell, D. P., Sun, C. R., Berry, A., Harlow, T., & Bach, J. S.
(1993). There's more to self-esteem than whether it is high or low: The
importance of stability of self-esteem. Journal of Personality and Social
Psychology, 65, 1190-1204.
Miller, F. H., Choi, M. J., Angeli, L. L., Harland, A. A., Stamos, J. A., Thomas, S.
T.,
Rubin, L. H. (2009). Web site usability for the blind and low-vision
user.Technical Communication, 57, 323-335.
Gerhardt,S. (2004). Why love matters: How affection shapes a baby’s brain.
New York:Brunner-Routledge.
Contoh Gaya Vancouver The author has discussed the implications of these proposals on the national
Contoh Gaya Vancouver
The author has discussed the implications of these
proposals on
the national Health Service in another paper
(1). Other writers have commented on related issues, notably
Lane (2,3) and Lewis (4).
metode pengobatan penyakit ini sebaiknya menggunakan
kombinasi bedah dan medikamentosa 1-3
metode pengobatan penyakit ini sebaiknya menggunakan
kombinasi bedah dan medikamentosa [1-3].
Keterangan bibliografis lengkap ditulis dalam DAFTAR
RUJUKAN yang disusun secara kronologis berdasarkan
pemunculannya dalam teks.
MENULIS REFERENSI VANCOUVER STYLE 1. Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the Forbidden Medicine. London: Yale
MENULIS REFERENSI VANCOUVER STYLE
1. Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the Forbidden Medicine. London:
Yale Univ Pr; 1993.
2. Feinberg TE,
Farah
MJ,
editors.
Behavioural
Neurology
and
Neuropsychology. Ed ke2. New York: McGraw-Hill; 1997.
3. Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontic. J Endod 1994; 20:
355-6.
4. Morse SS. Factors in the emergence of infectious disease. Emerg Infect
Dis [serial online] 1995 Jan-Mar; 1(1):[24 screens].
Available from URL:
http://www/cdc/gov/ncidoc/EID/eid.htm. Accessed December 25, 1999.
Menghindari Plagiasi dalam Mengacu dan Mengutip (1) Tempatkan dalam kutipan setiap hal yang diambil langsung
Menghindari Plagiasi dalam Mengacu dan Mengutip (1)
Tempatkan dalam kutipan setiap hal yang diambil langsung
dari teks aslinya, terutama jika Anda memang mengutip.
Kemukakan dengan kata-kata sendiri (parafrase), tetapi
pastikan bahwa Anda tidak sekadar menata ulang atau
membubuhkan beberapa kata baru.
Menghindari Plagiasi dalam Mengacu dan Mengutip (2) Bacalah secermat-cermatnya apa yang hendak diparafrase, tutuplah
Menghindari Plagiasi dalam Mengacu dan Mengutip (2)
Bacalah secermat-cermatnya apa yang hendak diparafrase,
tutuplah teks aslinya sehingga tidak tergoda untuk
menggunakan
teks itu sebagai panduan, kemudian tulislah
gagasan itu dengan kata-kata sendiri tanpa mengutip.
Bandingkan parafrase tersebut dengan teks aslinya untuk
memastikan tidak menggunakan frase atau kata-kata yang
sama, dan bahwa
informasinya sudah akurat.
Catatan: informasi yang sudah menjadi
pengetahuan umum tidak perlu disebut
sumbernya.
Yang Tidak Perlu Disebut Sumbernya Pengetahuan umum adalah fakta-fakta yang dapat ditemukan di banyak tempat
Yang Tidak Perlu Disebut Sumbernya
Pengetahuan
umum adalah fakta-fakta yang dapat
ditemukan di banyak tempat dan sudah diketahui oleh
banyak orang
banyak.
Contoh: Suharto adalah Presiden RI kedua.
Contoh yang bukan pengetahuan umum sehingga perlu
disebut sumbernya:
Suharto menjadi Presiden RI kedua sebagai hasil kudeta.
Kapan tidak perlu menuliskan sumber referensi? • menuliskan “common knowledge”, observasi yang menggunakan akal,
Kapan tidak perlu menuliskan
sumber referensi?
• menuliskan “common knowledge”, observasi yang
menggunakan akal, yang diketahui orang banyak, folklor,
atau informasi yang umum diketahui oleh orang-orang
dalam bidang anda
• menceritakan pengalaman sendiri
• menceritakan pikiran-pikiran, hasil observasi, dan
kesimpulan anda sendiri
• menuliskan kesimpulan dari penelitian anda sendiri
• menuliskan kumpulan fakta-fakta yang sudah diterima
oleh orang banyak
TIPS MENGHINDARI PLAGIARISM • dalam mencatat kutipan atau ide-ide, selalu beri tanda (misalnya beri tanda
TIPS MENGHINDARI PLAGIARISM
• dalam mencatat kutipan atau ide-ide, selalu beri
tanda (misalnya beri tanda kutip)
• dalam membuat parafrase, jangan sambil membaca
teks asli
• periksa kembali hasil parafrase anda dengan teks
asli, untuk mencocokkan ketepatan interpretasi, dan
menghindari persamaan kata-kata atau kalimat
• kata-kata unik atau frase yang tidak bisa diubah,
diberi tanda kutip
COMMON KNOWLEDGE • apabila menurut anda informasi itu diketahui oleh semua pembaca • apabila seseorang
COMMON KNOWLEDGE
• apabila menurut anda informasi itu diketahui oleh semua
pembaca
• apabila seseorang bisa mendapatkan informasi itu dengan
mudah dalam sumber referensi yang mudah didapat
• apabila hal
tersebut anda jumpai dalam tulisan-tulisan
orang lain (sedikitnya lima tulisan), tanpa menyebutkan
dari mana sumber referensinya
Kuotasi (Pengutipan/kutipan langsung): • menggunakan—persis sama—kata-kata orang lain. • Pergunakanlah tanda
Kuotasi (Pengutipan/kutipan langsung):
• menggunakan—persis sama—kata-kata orang lain.
• Pergunakanlah tanda kutip atau penulisan paragraf
yang berbeda (masuk ke dalam/”indentasi”)
• tuliskan sumber referensi sesuai dengan gaya
penulisan yang diterima.
Kuotasi sebaiknya hanya dipakai bila: 1. menguraikan bagian dari suatu undang-undang, suatu aturan, atau suatu
Kuotasi
sebaiknya hanya dipakai bila:
1. menguraikan bagian dari suatu undang-undang, suatu aturan, atau
suatu dokumen resmi;
2. menguraikan suatu rumus ilmu pasti, suatu pernyataan ilmiah atau
suatu definisi yang penting;
• menguraikan suatu pendirian atau ucapan dari seorang tokoh
penting yang mengandung gaya atau istilah istilah yang amat
khas;
• menguraikan pendirian dari orang lain yang mengandung arti
yang demikian ketat sehingga akan berubah artinya bila kata-
katanya diubah.
CARA PENGUTIPAN • Pengutipan dapat dianggap sebagai bentuk lain pengacuan yang dilakukan untuk menunjang argumen
CARA PENGUTIPAN
• Pengutipan dapat dianggap sebagai bentuk lain pengacuan yang
dilakukan untuk menunjang argumen dengan langsung menyajikan
bukti hakiki yang dinyatakan orang lain (“mentranskrip”)
• Pengutipan ujaran pendek yang panjangnya dua atau tiga baris
dapat langsung disisipkan dalam tubuh teks karangan
• Jika kutipannya panjang (4 baris atau lebih), penyajiannya dilakukan
dengan membuat blok tersendiri yang biasanya ditakikkan
(indented) dan dicetak dengan huruf berukuran lebih kecil
• Jika menggunakan ukuran jumlah kata, kurang dari 50 kata (Rifai,
2005), 40 kata (APA, 1994), atau 30 kata (Harvard) dianggap
kutipan pendek yang harus disisipkan dalam tubuh teks karangan
• Kutipan lebih dari jumlah kata tersebut disajikan dalam blok
tersendiri sebagai paragraf baru dengan ukuran huruf lebih kecil
Parafrase: • menggunakan ide orang lain tetapi ditulis dengan menggunakan kata-kata anda sendiri. • HARUS
Parafrase:
• menggunakan ide orang lain tetapi ditulis dengan menggunakan
kata-kata anda sendiri.
• HARUS menuliskan sumber referensi.
• Parafrase merupakan cara penulisan yang sering dipakai dan
harus dikuasai dalam menulis skripsi, paper, artikel ilmiah untuk
jurnal, laporan penelitian, dll.
Parafrase berbeda dengan Ringkasan (summary)
• A summary is an abridged version of the original text. Use your own words.
• A paraphrase can be shorter or longer than the original text.
• A summary eliminates details, examples, and supporting points.
• A paraphrase describes the original text in different words. It does not omit
details.
(http://quotations.about.com/cs/quotations101/a/aa042603.htm)
Contoh ORIGINAL text, dari halaman 1 of Lizzie Borden: A Case Book of Family and
Contoh
ORIGINAL text, dari halaman 1 of Lizzie Borden: A
Case Book
of Family and Crime in the 1890s oleh Joyce
Williams et al.:
Parafrase yang dianggap
plagiarism:
• The rise of industry, the
growth of cities, and the
expansion of the population were the three great
developments of late nineteenth century American
history. As new, larger, steam-powered factories
became a feature of the American landscape in the
East, they transformed farm hands into industrial
laborers, and provided jobs for a rising tide of
immigrants. With industry came urbanization the
growth of large cities (like Fall River, Massachusetts,
where the Bordens lived)
which became the centers
of production as well as of commerce and trade.
• The increase of industry, the growth of
cities, and the explosion of the population
were three large factors of nineteenth
century America. As steam-driven
companies became more visible in the
eastern part of the country, they changed
farm hands into factory workers and
provided jobs for the large wave of
immigrants. With industry came the growth
of large cities like Fall River where the
Bordens lived which turned into centers of
commerce and trade as well as production.
• tidak disebutkan sumber referensinya dari mana
• Urutan kata-kata dan frase banyak yang tidak diubah
Parafrase yang bisa diterima: Fall River, where the Borden family lived, was typical of northeastern
Parafrase yang bisa diterima:
Fall River, where the Borden family lived,
was typical of northeastern industrial cities
of the nineteenth century. Steam-powered
production had shifted labor from
agriculture to manufacturing, and as
immigrants arrived in the US, they found
work in these new factories. As a result,
populations grew, and large urban areas
arose. Fall River was one of these
manufacturing and commercial centers
(Williams et al., [tahun]:1).
BUKAN PLAGIAT KARENA : Kata-kata dibuat sendiri oleh penulis, dan jauh berbeda dari kata-kata maupun
BUKAN PLAGIAT KARENA :
Kata-kata dibuat sendiri oleh penulis, dan
jauh berbeda dari kata-kata maupun
susunan kalimat pada teks aslinya
• DAN, disebutkan dari mana sumbernya.
PLAGIAT APABILA :
• jika dilakukan parafrase tetapi tidak
disebutkan sumbernya
Jika disebutkan sumbernya, tetapi kata-
kata dan kalimat masib banyak yang sama
dengan teks asli (apalagi “copy and paste”)
Sumber Slides “Plagiarism” oleh Myrta Artaria, Universitas Airlangga Slides “Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat
Sumber
Slides “Plagiarism” oleh Myrta Artaria, Universitas Airlangga
Slides “Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi” oleh Dr.
Marzuki, Universitas Negeri Yogyakarta
Slides “Plagiarism” oleh Elis Dwiana Ratnamurni, Unjani, 2015