Anda di halaman 1dari 18

DESIGN PART DAN STRESS ANALISIS PISTON

MENGGUNAKAN SOFTWARE AUTODESK


INVENTOR 2012
Tugas ini dibuat sebagai syarat tugas matakuliah Design berbasis Komputer
Semester 102

Disusun oleh :
NAMA

: ANNISA NURUL HIDAYAH

NO REG

: 5315120394

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2015

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Design Berbasis Komputer merupakan salah satu mata kuliah wajib
konsentrasi perancagan di S1 Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri
Jakarta, salah satu tugas dari mata kuliah tersebut adalah menggambar dan
menganalisis pada komponen bidang keteknikan menggunakan salah satu
software contohnya seperti Autodesk Inventor, UniGraphic, SolidWork dan
lain lain.
Penulis memilih untuk menggambar piston karena merupakan salah satu
komponen utama kendaraan.
Pada pelaksanaan pekerjaan ,penulis memilih menggunakan Autodesk
Inventor 2012 sebagai media menggambar dan menganalisis tegangan pada
piston ketika diberi beban.
1.2 Batasan Masalah
Pada design part dan stress analisis ini penulis membatasi pada piston 57
bajaj merah 2Tak pada software Inventor 2012
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penulisan laporan ini sebagai syarat perkuliahan
Design Berbasis Komputer yang wajib diambil oleh mahasiswa konsentrasi
Perancangan guna menempuh jenjang S1 Teknik Mesin Universitas Negeri
Jakarta.
Adapun tujuan penulisan ini antara lain sebagai berikut :
1. Sebagai sarana pelatihan skill dalam mendesign komponen komponen
mesin melalui software baik Inventor, SolidWork, Unigraphic atau lain
lain.
2. Mempelajari dan menentukan efek stres analisis berbasis software
1.4 Sistematika Penulisan

Dalam sistematika penulisan laporan ini penulis membagi menjadi 3 bab,


agar tata urutannya sesuai dengan alur yang dilakukan oleh penulis. Pada bab
pertama sebagai pendahuluan, dan bab terakhir sebagai kesimpulan dari
laporan ini.
Dalam menyusun laporan ini disusun berdasarkan sistematika sebagai
berikut :
BAB 1 PENDAHULUAN
Pada bab pendahuluan dibagi menjadi beberapa sub bab yaitu, latar belakang,
batasan masalah, maksud dan tujuan, dan sistematika penulisan.
BAB 2 PELAKSANAAN PEKERJAAN
Pada bab ini, penulis menerangkan memgenai masalah yang dibahas penulis.
BAB 3 PENUTUP
Pada bab penutupan ini, penulis memberikan kesimpulan dari pembahasan
permasalahan yang dilakukan penulis, berserta saran penulis guna membangun
laporan yang lebih baik.

BAB 2
PELAKSANAAN PEKERJAAN
2.1 DESIGN PART
Pada Bab 2 ini penulis akan membuatn komponen piston ini dengan
menggunakan dan pengaplikasian toolbar toolbar pada Autodesk Inventor
2012
Langkah langkah dalam pembuatan design piston akan dijelas kan penulis
sebagai berikut ini :
1. Buka lembar kerja baru Standart(mm).ipt
2. Pastikan titik origin telah ditampilkan dan application option telah di
setting.
3. Buatlah sketch dengan menggunakan toolbar Line

4. Klik Toolbar Finish Sketch


5. Klik toolbar Revolve

, seperti gambar 3.1

untuk mengakhiri pembuatan sketch.


pada toolbar model, tentukan profile yang ingin

di revolve dan ubah categories Extents menjadi Full lalu klik OK (Lihat
gambar 3.2)

6. Kemudian expand Origin pada Browser Bar dan pilih YZ Plane (Lihat
Gambar 3.3)

7. Klik toolbar Create 2D Sketch

, klik workplane YZ kemudian klik

kanan Slice Graphics atau tekan tombol F7 dan buatkan Sketch dengan

toolbar Line

seperti pada gambar 3.4

8. Klik toolbar Revolve

pada toolbar model, tentukan profile yang ingin

di revolve, klik AxisLine, ubah categories Operation menjadi Cut

dan

ubah categories Extents menjadi Full lalu klik OK (Lihat gambar 3.5)

9. Klik toolbar Create 2D Sketch

, klik workplane YZ kemudian klik

kanan Slice Graphics atau tekan tombol F7 dan buatkan Sketch dengan
toolbar Line

seperti pada gambar 3.6

10. Klik Trim pada toolbar Modify

untuk menghasilkan lengkungan

seperti gambar 3.7

11. Klik Toolbar Finish Sketch


untuk mengakhiri pembuatan Sketch
12. Klik Toolbar Extrude tentukan Profile, ubah categories Operation menjadi
Cut

, ubah catagories Extents menjadi All dan ganti direction

klik OK (Lihat Gambar 3.8)

, lalu

13. Untuk memudahkan pembuatan sketch maka penulis membuat plane


tambahan yaitu dengan cara klik YZ Plane kemudia klik toolbar Plane
lalu geser ke kanan dan masukan angka 11,5 untuk memindahkan Plane
lihat gambar 3.9

14. Klik toolbar Create 2D Sketch

, klik workplane YZ tambahan

kemudian klik kanan Slice Graphics atau tekan tombol F7 dan buatkan
Sketch dengan toolbar Line

seperti pada gambar 3.10 dan Gambar 3.11

15. Klik Toolbar Finish Sketch


untuk mengakhiri pembuatan Sketch
16. Klik Toolbar Extrude tentukan Profile, ubah catagories Extents menjadi
Distance 14mm dan ganti direction

, lalu klik OK (Lihat Gambar 3.12)

17. Lalu Klik toolbar mirror

tentukan Features yang ingin di mirror dan

klik YZ plane sebagai mirror plane lalu klik OK (Lihat Gambar 3.13)

18. Untuk menghilangkan Plane tambahan maka klik kanan pada Plane lalu
Klik Invisiblity (Lihat gambar 3.14)

19. Untuk memudahkan meggambar sketch maka penulis membuat plane


tambahan yaitu dengan klik YZ Plane kemudia klik toolbar Plane

lalu

geser ke kanan dan masukan angka 19,5 untuk memindahkan Plane lihat
gambar 3.15

20. Klik toolbar Create 2D Sketch

, klik workplane tambahan kemudian

klik kanan Slice Graphics atau tekan tombol F7 dan buatkan Sketch
dengan toolbar Line

seperti pada gambar 3.16

21. Klik Toolbar Extrude tentukan Profile, ubah catagories Extents menjadi
Distance 5mm dan ganti direction

, lalu klik OK (Lihat Gambar 3.17)

22. Untuk menghilangkan Plane tambahan maka klik kanan pada Plane lalu
Klik Invisiblity (Lihat gambar 3.18)

23. Untuk me-Mirror profil yang kita bikin dilangkah 21 maka diperlukannya
Plane XY sebagai plane mirror maka untuk memunculkannya yaitu pada
expand Origin klik kanan XY Plane kemudian klik Visibility (Lihat
Gambar 3.19)

24. Lalu Klik toolbar mirror

tentukan Features yang ingin di mirror dan

klik XY plane sebagai mirror plane lalu klik OK (Lihat Gambar 3.20)

25. Setelah itu maka profil tersebut keduanya kita mirror lagi akan tetapi
menggunakan YZ Plane yaitu Klik toolbar mirror

tentukan Features

yang ingin di mirror dan klik YZ plane sebagai mirror plane lalu klik OK
(Lihat Gambar 3.21)

26. Klik toolbar Fillet

pada kelompok toolbar Modify, pilih tab Constant

tentukan Radius 1,5mm dan klik OK (Lihat gambar 3.22)

2.2 ANALISIS STRESS


Tujuan dilakukannya analisis stress adalah untuk mengetahui tingkat
ketangguhan pada komponen yang penulis buat. Komponen yang memiliki
ketangguhan yang tinggi merupakan salah satu syarat apakah komponen
tersebut memiliki desingn yang diinginkan.
Langkah-langkah dalam meng-analisis stress pada Autodesk Inventor 2012
:
1. Klik ToolbarEnvironment lalu klik toolbar Analisis Stress ?
2. Klik Create Simulation ? lalu klik OK
3. Pada Browser Stress Analisis ( gambar ) klik kanan pada menu
Material dan Plih Assign Materials
4. Pilih Steel pada Override Material klik OK
5. Karena Piston memiliki penahan pin sebagai tempt connecting Rod
maka pada Browser Stress Analisis ( gambar ) klik kanan pada menu
Constrain dan Plih Pin Constrain
6. Menentukan Vektor Gaya (Besar dan Arah) pada toolbar Load klik

Force ? kemudian pilih Location lalu klik Direction lalu masukan total
gaya yang diinginkan, penulis memasukan total gayanya sebesar 1
Newton.
7. KlikMesh View ? pada Toolbar
8. Klik Simulated ? dan Klik Run(Gambar)
9.

BAB 3

PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari hasil pekerjaan maka penulis memberikan kesimpulan sebagai
berikut :
1. Dari hasil Analisis Stress pada piston, penulis dapat mengetahui bagian
bagian piston yang mendapat gaya paling tinggi maupun paling rendah
yang dapat di lihat dari gambar hasil dari analisis.
2.

3.2 SARAN
Dari hasil pekerjaan maka penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut
: