Anda di halaman 1dari 6

Teknologi Minyak Bumi

Hydrocracking
Disusun Oleh :
Nyayu Halimah Tussakdiah
Siti Rahma Yanti
Robby Admiral Saputra
KELAS : 5 KB

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PALEMBANG
2015

Hydrocracki
ng
Hydrocrackingmerupakan
proses
pengolahan migas secara katalitis yang
terbilang serba guna, dapat meng-upgrade
umpan dalam fraksi distilat (Atmosferic Gas
Oil, Heavy Vacuum Gas oil maupun Coker Gas
Oil) menjadi fraksi-fraksi produk yang lebih
bernilai ekonomis.
Hydrocracking merupakan proses dua
tahap menggabungkan catalytic cracking dan
hidrogenasi, dimana bahan baku yang lebih
berat akan terpecahkan dengan adanya
hydrogen untuk menghasilkan produk yang

Sejarah Singkat
Hydrocracking
Unit hydrocracker komersial pertama kali dibangun di Chevrons Rischmond
CA Refinery pada tahun 1960. Hydrocracking sendiri sebenarnya awalnya
sudah didesain dan diterapkan untuk konversi batu bara pada tahun 1915 di
Jerman. Unit hidrogenasi brown coal pertama terdapat di Leuna, Jerman sejak
tahun 1927 dan sudah menggunakan teknologi proses hydrocracking
komersial. Pada pertengahan 1950-an, industri mobil memproduksi mobil
dengan tingkat performa yang mensyaratkan rasio kompresi mesin yang
tinggi memicu semakin pesatnya perkembangan teknologi hydrocracking.
Fleksibilitas unit hydrocracker yang memungkinkan berproduksi dengan
mode yang berbeda-beda dengan jenis katalis dan kondisi operasi yang
berbeda sesuai dengan kebutuhan refinery tersebut. Pada akhir 1950-an,
yang mana terjadi reformasi besar-besaran dalam dunia transportasi
pascaperang dunia II yakni penggunaan mesin diesel pada kereta yang
awalnya memanfaatkan tenaga steam dan juga adanya peningkatan
kebutuhan jet fuel untuk bahan bakar pesawat terbang. Pada tahun 1960-an,
perkembangan teknologi hydrocracking semakin pesat seiring penemuan
katalis zeolit untuk hydrocracker.