Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN KASUS

DEAD CONCEPTUS

Pembimbing:
dr. Yanuarman, Sp.OG (K) FM
Disusun oleh:
Rizka Ramadani
(61111012)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


RSUD EMBUNG FATIMAH BATAM
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BATAM

Status Pasien
A. Identitas

Nama : Ny. H

Umur
: 40 tahun
Jenis Kelamin
: Perempuan
Alamat
: Kav. Saguba asri
Agama
: Kristen
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Suku : Batak
Tanggal Masuk
: 03 Februari 2016
No. RM
: 31497

B. Anamnesis
Keluhan utama
Keluar darah dari kemaluan sejak 2 hari yang lalu disertai
nyeri perut.

Riwayat Penyakit Sekarang


Os G6P5A0H5 datang ke Poli KIA dengan keluhan keluar darah
dari vagina 100 cc sejak 2 hari yang lalu disertai nyeri perut.
Perdarahan disertai mules-mules terus menerus. Darah yang
keluar berwarna merah kehitaman tidak disertai gumpalangumpalan darah, frekuensi ganti pembalut 2-3 kali sehari. Os
mengaku sedang hamil dengan HPHT 20-10-15 dengan usia
gestasi 15 minggu dari HPHT. Os mengaku perdarahan terjadi
tiba-tiba tanpa didahului oleh apapun. Pusing (+), demam (-),
mual (-), muntah (-).

Riwayat Penyakit Dahulu

Os menyangkal adanya
riwayat penyakit DM,
hipertensi, gagal ginjal,
asma, penyakit jantung.

Riwayat Haid:

Menarche : 13 tahun
Lama haid: 5-6 hari, ganti pembalut
2-3 kali per hari
Siklus haid

Riwayat Penyakit

Keluarga
Os mengatakan
dikeluarganya tidak ada
yang mengalami penyakit
hipertensi, diabetes
mellitus,asma, penyakit
jantung.

: 28 Hari

HPHT : 20-10-2015
Taksiran persalinan

: 27-07-2016

Riwayat Perkawinan:

Os mengatakan ini pernikahan


pertamanya dan sudah menikah
selama 18 tahun.

Riwayat Obstetrik:

Anak I : Perempuan, umur 17


tahun, BBL 3000 gram, partus
normal
Anak II : Perempuan, umur 16
tahun, BBL 3000 gram, partus
normal
Anak III : Perempuan, umur 13
tahun, BBL 4200 gram, partus
normal
Anak IV : Perempuan, umur 10
tahun, BBL 3100 gram, partus
normal
Anak V : Perempuan, umur 4
tahun, BBL 3100 gram, partus
normal
Anak VI : Hamil ini

Riwayat Pemeriksaan

Kehamilan:
Trimester I : memeriksakan
kehamilannya ke bidan rutin
Trimester II : memeriksakan
kehamilannya ke dokter rutin
Riwayat Kontrasepsi:

Os mengatakan menggunakan alat


kontrasepsi hormonal
Riwayat Kebiasaan:

Os menyangkal kebiasaan merokok,


minum alkohol, penggunaan obatobatan dalam jangka waktu yang
panjang.

Riwayat Sosial

dan Ekonomi:
Os saat ini tinggal
bersama suami dan
anak-anaknya,
biaya hidup seharihari diperoleh dari
gaji yang didapati
oleh suaminya.

Riwayat Status Gizi Selama

Kehamilan:
Baik

c. Pemeriksaan Fisik
Status Present

Status Generalis

Keadaan umum : Tampak Sakit

Sedang
Kesadaran

Vital Sign : TD: 120/80mmHg

Hidung

: Septum Deviasi (-), polip (-),

RR: 21 x/mnt

Leher

Thorax

: -

:KGB DBN
Inspeksi: simetris

Palpasi: fokal fremitus normal D/S

T : 36,8o C

Gizi

: Konjungtiva Anemis (-/-)

Sklera Ikterik (-/-)

Nadi : 85x/mnt

Tinggi Badan

Mata

: Normocephali

Pupil Isokor

: Compos Mentis

Berat Badan

Kepala

: 74kg
: 162 cm
: Baik

Perkusi: sonor di seluruh lapang paru


Auskultasi: vesikuler (+/+), ronki (-/-),
wheezing (-/-)
Bunyi jantung I / II normal regular, gallop (-),
murmur (-)

Abdomen : Striae (-), bising usus (+) normal,

supel (+), nyeri tekan (-)


Ekstremitas: akral hangat (+), oedem (-).

Status Obstetri
Pemeriksaan Luar:
Inspeksi : Tampak keluar darah dari

vagina

Palpasi

Striae gravidarum (-)

Pemeriksaan Dalam (Vaginal


Toucher) :
Inspekulo: tampak keluar darah dari

ostium uteri eksterna

Leopold I : TFU 2 jari diatas

VT : - Korpus uteri antefleksi,

symphisis

besar

biasa, tanda hegar (+) tanda


piskacek (+)

Leopold II : tidak dapat dinilai

- Adneksa kanan-kiri tidak


dijumpai kelainan

Leopold III : tidak dapat dinilai


Leopold IV : tidak dapat dinilai

- Parametrium lemas

Auskultasi: Denyut Jantung Janin

(DJJ) tidak ada (-)


D. Pemeriksaan
Penunjang
Laboratorium
Darah lengkap (03 Februari 2016)
Haemoglobin

: 10,6 gr/dl
Leukosit: 8.200/ul
Hematokrit
: 30 %
Eritrosit : 3,8 juta/ul
Trombosit : 215 ribu/ul
MCV : 80 fL
MCH : 28 pg
MCHC : 35 g/dl
Hitung Jenis Leukosit
Basofil : 0 %
Eosinofil
:5%
Neutrofil segment: 74 %
Limfosit : 18 %
Monosit : 3
Golongan darah : A Rh +
GDS : 168
HbsAg : negatif
Anti HIV
: Non Reaktif

Ultrasonography (USG)
- gestasional sac (+)
- fetal movement (-)
- fetal heart movement (-)
- terdapat sisa hasil konsepsi (+)

E. Diagnosis Kerja
Dead conceptus gravid 15 minggu
(preterm)

F. Penatalaksanaan
IVFD RL 20 tpm
O2 3 liter
Ceftriaxone 1 gr IV 2x1

FOLLOW UP PRE-KURETASE
Tanggal

Jam

Follow up

Instruksi

03-022016

14.3
0

G6P5A0H5
HPHT : 20-10-2015
TP
: 27-07-2016
S: Keluar darah vagina 100
cc sejak 2 hari yang lalu
disertai nyeri perut dan
mules-mules.
Pusing (+), lemes (+),
demam (-)
O: status genearlis: dalam
batas normal
Status obstetri : Abdomen:
TFU 2 jari dari symphisis
pubis
A: Dead conceptus gravid 15
minggu (preterm)

P: - IVFD RL 20tpm
- Cefttriaxone 2x1
/ 1gr
- Rencana dilatasi
dan kuretase besok
tanggal 4-02-16

Tanggal
03-02-16

Jam

Follow up

Instruksi

16.00

S:
Os mengatakan lemes di
kamar mandi karena
perdarahan yang banyak
dari vagina.
Keluar lendir campur darah
pada kemaluan
O:
Keadaan umum: sedang
Kesadaran: CM
Tekanan darah: 90/60mmHg
Heart rate: 88x/menit
RR: 22x/menit
Perdarahan 300 cc
Konjungtiva anemis
A:
Dead conceptus gravid 15
minggu (preterm)

P:
IVFD RL 20 tpm
Pasang O2 3 liter
Observasi
perdarahan
Observasi vital
sign

Laporan Tindakan Kuretase


Asepsis: antiseptik vulva vagina dengan kassa betadine
Prosedur kateterisasi urine 100cc
Pasang spekulum sims posterior dan anterior
Identifikasi portio jepit dengan tenakulum gigi 1 diarah jam
11.00
Sondase uterus bentuk retrofleksi 9cm
Evakuasi jaringan dengan abortic tang
Lanjut dengan curet tumpul dan tajam sampai kesan bersih,
didapatkan jaringan 10 cc, darah 50 cc
Kontrol perdarahan, perdarahan (-)
Lepas tenakulum dan spekulum
Tampon (-)
Curet selesai

FOLLOW UP POSTKURETASE

tanggal

Jam

Follow up

04-022016

11.00 S: Lemas (+) Pusing (-)


O: Ku: sedang
Kesadaran: CM
TD: 90/70mmHg
HR: 85x/menit
RR: 21x/menit
T: 37o C
Mata: konjungtiva anemis (+/
+),
Abdomen:
Kontraksi uterus (+)
Laboratorium Post Kuretase
tanggal (04-02-16)
Hemoglobin : 8,6 gr/dl
Leukosit
: 10.500
A: Post kuretase atas indikasi
Dead Conceptus gravid 15
minggu (preterm)

Instruksi
P:
Observasi vital
sign
Ivfd D5%
Pasien boleh
pulang dengan
terapi oral:
Amoxicilin Tablet
3x1
Asam mefenamat
tablet 3x1
Metergin 3x1
SF 2x1

TINJAUAN PUSTAKA
ABORTUS
A. Definisi
Abortus merupakan pengeluaran hasil
konsepsi sebelum janin dapat hidup di
luar kandungan yaitu berat badan kurang
dari 500 gram atau usia kehamilan kurang
dari (ACOG memberi batasan 20 minggu,
FIGO memberi batasan 22 minggu,
Hanretty memberikan batasan 24 minggu,
WHO memberi batasan 28 minggu).

B. Faktor Resiko
1. Bertambahnya usia ibu
Resiko abortus tertinggi ditemukan pada
pasangan dimana usia wanita > 35tahun
dan pria >40 tahun.
2. Riwayat reproduksi abortus
Pada pasien yang baru mengalami riwayat
abortus 1 kali berisiko 19,2%, 2 kali berisiko
24%, 3 kali berisiko 30%, dan 4 kali berisiko
40%.

3. Kebiasaan orang tua


Merokok
Konsumsi alkohol
Kafein dosis rendah
Radiasi
Psikologis

Etiologi
1. Faktor Genetik
Mekanisme yang dapat berkontribusi
menyebabkan kelainan genetik adalah
kelainan kromosom sperma, kondensasi
kromatin abnormal, fragmentasi DNA,
peningkatan apoptosis, dan morfologi
sperma yang abnormal. Sekitar 42%
struktur vili korionik abnormal akibat
gangguan genetik.
2. Gangguan Placenta

3.
4.
5.
6.
7.
8.

Kelainan uterus
Kelainan endokrin
Inflamasi
Infeksi
Penyakit kronik
Autoimun

Klasifikasi abortus
Abortus Imminens ( Threatened abortion, Abortus

mengancam ) terjadinya perdarahan dari uterus pada


kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih
dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks.
Abortus Incipien (Inevitable abortion, Abortus sedang
berlangsung) terjadinya perdarahan dari uterus pada
kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi
serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih
dalam uterus.
Abortus Komplit adalah proses abortus dimana
keseluruhan hasil konsepsi (desidua dan fetus) telah keluar
melalui jalan lahir sehingga rongga rahim kosong.
Abortus Inkomplit, adalah pengeluaran sebagian hasil
konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih
ada sisa tertinggal dalam uterus

Abortus Infeksious, adalah suatu abortus

yang telah disertai komplikasi berupa


infeksi genital.
Missed Abortion Ialah berakhirnya suatu
kehamilan sebelum 20 minggu, namun
keseluruhan hasil konsepsi tertahan dalam
uterus 8 minggu atau lebih.
Septic Abortion, Ialah abortus infeksiosus
berat disertai penyebaran kuman atau
toksin ke dalam peredaran darah atau
peritoneum.

DEATH CONCEPTUS (KEMATIAN MUDIGAH)


Definisi

kematian hasil konsepsi dengan usia


kehamilan kurang dari 20 minggu .
sebelum dikeluarkan dengan sempurna dari
ibunya tanpa memandang tuanya
kehamilan. Kematian dinilai dengan fakta
bahwa sesudah dipisahkan dari ibunya
janin tidak bernafas atau tidak
menunjukkan tanda-tanda
kehidupan,seperti denyut jantung, pulsasi
tali pusat, atau kontraksi otot.

Etiologi
Kelainan ovum , Ovum yang abnormal 6 %

diantaranya terdapat degenerasi vili.


Abortus spontan yang disebabkan oleh
kelainan ovum berkurang kemungkinannya
terjadi abortus kalau kehamilan sudah lebih
dari 1 bulan, artinya makin muda kehamilan
saat abortus makin besar kemungkinan
disebabkan oleh kelainan ovum (50-80 %).
Kelainan Pertumbuhan Hasil Konsepsi.
Kelaianan pertumbuhan hasil konsepsi dapat
menyebabkan kematian janin atau cacat

seperti infeksi, Keracunan, Nikotin dan Alkohol, Ibu


yang asfiksia seperti pada dekompensasikordis,
penyakitparu, dan anemia grafis., Malnutrisi,
avitaminosis dan gangguan metabolisme,
hipotiroid, kekurangan vitamin A, C, atau E dan
ibu yang menderita Diabetes Melitus., Anthagonis
Rhesus Pada anthagonis rhesus darahibu yang
melalui plasenta merusak fetus dan berakibat
meninggalnya fetus

Penyakit ibu

seperti infeksi, Keracunan, Nikotin dan


Alkohol, ibu yang asfiksia seperti pada
dekompensasikordis, penyakitparu, dan
anemia grafis, Malnutrisi, avitaminosis dan
gangguan metabolisme, hipotiroid,
kekurangan vitamin A, C, atau E danibu
yang menderita Diabetes Melitus,
Anthagonis Rhesus

Manifestasi Klinis
Perdarahan pervaginam yang bisa sedikit

atau banyak dan biasanya berupa stolsel


(darah beku)
Rasa mulas dan kram pada daerah simfisis
dan sering kali nyeri pinggang
Pemeriksaan dalam didapati servik dan
teraba sisa-sisa jaringan dalam kanalis
servik atau kavum uteri, karena sebagaian
dari janin atau jaringan sudah keluar, dan
uterus berukuran lebih kecil dari dan
seharusnya.

DIAGNOSIS
1. Anamnesis

Evaluasi pasien mencakup rincian medis, riwayat


bedah, keluarga, genetik, dan riwayat haid,
penggunaan obat-obatan, tembakau, alkohol, dan
kafein, dan riwayat terpapar zat zat berbahaya
2. Pemeriksaan Fisik
- Evaluasi payudara untuk galaktorea, dan
pemeriksaan
untuk hirsutisme
- Pemeriksaan panggul harus mencakup evaluasi
serviks.
- Pembesaran ukuran rahim mungkin terkait dengan
fibroid, dan pemesaran ovarium mungkin
mengindikasikan penyakit ovarium polikistik.

3. Pemeriksaan Penunjang
Ultrasonography (USG)
- gestasional sac (+)
- fetal movement (-)
- fetal heart movement (-)
- terdapat sisa hasil konsepsi (+)

Laboratorium

- Darah lengkap, jumlah sel darah, antibodi


antinuklear, anticardio lipin antibodi, lupus
antikoagulan, kadar prolaktin, dan kadar
thyrotropin.
- Kromosom kedua orang tua harus
dievaluasi. Evaluasi meliputi uji trombofilia
untuk protein C, protein C teraktivasi,
faktor V Leiden dan mutasi protrombin,
protein S, antithrombin, dan kadar
homosistein puasa.

Penatalaksanaan
Antikoagulan theraphy

penggunaan dosis profilaksis unfractionated


heparin (misalnya, 5000 U subkutan dua kali
sehari) dan aspirin dosis rendah.
Penanganan Aktif
- Untuk rahim yang usianya 12 minggu atau
kurang dapat dilakukan dilatasi atau kuretase.
- Untuk rahim yang usia lebih dari 12 minggu,
dilakukan induksi persalinan dengan oksitosin.
Untuk oksitosin diperlukan pembukaan serviks
dengan pemasangan kateter foley intra uterus
selama 24 jam

DAFTAR PUSTAKA
ACOG Committee opinion. 1995. Perinatal and infant mortality

statistics. Committee on obstetric practice: Number 167..


American College of Obstetricians and Gynecologists. Int J
Gynaecol Obstetry (on-line). Diakses pada 7 april 2014.
Cunningham FG, Gant FN, Leveno KJ, dkk. Obstetri Williams. Edisi
21. Jakarta: EGC, 2005.
Mochtar R, Lutan D. Sinopsis Obstetri. Penerbit Buku Kedokteran
EGC. Jakarta, 2012.
Winkjosastro H. Ilmu Kebidanan. Edisi Keempat. Jakarta: YBP-SP,
2013.
Salker, et al. Natural Selection Of Human Embryos: Impaired
Decidualization Of Endometrium Disables Embryo-Maternal
Interactions And Causes Recurrent Pregnancy Loss. Plos One
2010;5 1-7.
Silver, Robert M. Fetal Death. Obstetric and Gynecology 2007;109.

TERIMAKASIH