Anda di halaman 1dari 34

Assalamualaikum wr.

wb

Tugas Mandiri
Sindrom Metabolik

RATIH LAURA SABRINA


1102012227

Sindrom Metabolik
Tn. B, 26 tahun, karyawan swasta mengatakan bahwa berat badannya semakin
meningkat sejak 1 tahun terakhir, sehingga mengakibatkan cepat lelah bila
bekerja. Karena pekerjaan yang mengharuskannya sering berpergian, maka ia
lebih sering makan diluar rumah dan hampir tidak pernah berolahraga. Saat
ini ia berobat ke dokter keluarga karena mendapat informasi dari internet
bahwa gemuk dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Status
antropometri didapatkan berat badan 95 kg, tinggi badan 175 cm dan indeks
massa tubuh (IMT) 31 kg/m2. Lingkar perut 112 cm,. Tidak didapatkan
kelainan pada jantung, paru ataupun abdomen. Dokter menyarankan untuk
dilakukan pemeriksaan laboratorium, karena menduga bahwa pasien tersebut
sudah menderita sindroma metabolik.
Saat kunjungan kedua, Tn B sudah membawa hasil laboratorium yang
memperlihatkan glukosa darah puasa 116 mg/dL, 2 jam setelah makan 165
mg/dL, kolesterol total 226 mg/dL, kolesterol LDL 138 mg/dL, kolesterol HDL
36 mg/dL, trigliserida 180 mg/dL dan asam urat 7,8 mg/dL.
Melihat kondisi tersebut, maka dokter memberikan edukasi tentang
perencanaan makan dan jenis olahraga yang sesuai.

1. Memberikan edukasi kepada pasien tentang sindroma metabolik


1.1 Menjelaskan tentang definisi dan etiologi sindroma metabolik
1.2 Menjelaskan tentang patofisiologi sindroma metabolik
1.3 Menjelaskan tentang bahaya yang terjadi akibat sindroma metabolik
1.4 Menjelaskan tentang penatalaksanaan holistik sindroma metabolik
2, Memberikan edukasi cara menghitung kebutuhan kalori pada pasien sindroma metabolik
2.1 Menjelaskan perhitungan kebutuhan kalori total sesuai jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, aktivitas
fisik dan faktor stres, dengan metoda Broca dan Harris Benedict
2.2 Menjelaskan persentase komposisi makronutrien karbohidrat, protein, lemak dan menterjemahkannya dalam
bentuk gram
2.3 Menjelaskan jumlah gram karbohidrat, protein, lemak dalam bentuk bahan makanan menggunakan Daftar
Komposisi Bahan Makanan Penukar (DKBM)
2.4 Menjelaskan pembagian frekuensi makan selama satu hari
2.5 Menjelaskan cara menyusun menu sepanjang hari
3. Memberikan edukasi tentang olahraga pada pasien sindroma metabolik
3.1 Menjelaskan manfaat olahraga pada pasien sindroma metabolik (berdasarkan biokimia dan fisiologi tubuh
manusia)
3.2 Menjelaskan jenis dan pengaturan olahraga yang sesuai pada pasien sindroma metabolik
4. Memberikan edukasi tentang ajaran islam perihal makanan yang halal dan baik
4.1 Menjelaskan tentang makanan yang halal dan haram
4.2 Menjelaskan tentang jenis, pengaturan dan cara makan yang baik sesuai ajaran islam
5. Menghitung jumlah kalori bahan makanan yang dimakan 1 hari yang lalu, termasuk makan besar dan selingan

1. Memberikan edukasi kepada pasien tentang sindroma metabolik

1.1 Menjelaskan tentang definisi dan etiologi sindroma


metabolik
Definisi Sindroma Metabolik
Sindrom metabolik adalah kelompok berbagai komponen
faktor risikoyang terdiri dari obesitas sentral, dislipidemia
(meningkatnya trigliserida dan menurunnya kolesterol HDL),
hipertensi, dan gangguan toleransi glukosa yangditandai
dengan meningkatnya glukosa darah puasa. Disfungsi
metabolik ini dapat menimbulkan konsekuensi klinik yang
serius berupa penyakit kardiovaskuler,diabetes mellitus tipe 2,
sindrom ovarium polikistik dan perlemakan hati non-alkoholik

Etiologi Sindroma Metabolik


Etiologi dari sindrom metabolik bersifat multifaktor. Penyebab primeryang
menyebabkan gangguan metabolik yang ditemukan pada sindrom
metabolik adalah resistensi insulin yang berhubungan dengan obesitas sentral
yang ditandai dengan timbunan lemak viseral yang dapat ditentukan dengan
pengukuran lingkarpinggang. Hubungan antara resistensi insulin dan
penyakitkardiovaskular diduga dimediasi oleh terjadinya stres oksidatif yang
menimbulkandisfungsi endotel yang akan menyebabkan kerusakan vaskular
dan pembentukanatheroma. Hipotesis lain menyatakan bahwa terjadi perubahan
hormonal yangmendasari adalah terjadinya obesitas abdominal. Suatu studi
membuktikan bahwapada individu yang mengalami peningkatan kadar kortisol
didalam serum (yangdisebabkan oleh stres kronik) mengalami obesitas
abdominal, resistensi insulindan dislipidemia.

1.2. Menjelaskan tentang patofisiologi


sindroma metabolik
Patofisiologi sindrom metabolik masih tidak jelas, tetapi
kelainan dasarnya adalah resistensi insulin. Resistensi insulin
didefinisikan sebagai suatu kondisi dijumpainya produksi
insulin yang normal namun telah terjadi penurunan sensitivitas
jaringan terhadap kerja insulin, sehingga terjadi peningkatan
sekresi insulin sebagai bentuk kompensasi sel Beta. Resistensi
insulin ini sering mendahului onset dari diabetes tipe 2 dan
mempunyai kontribusi dalam perkembangan terjadinya
keadaan hiperglikemi.Dan resistensi insulin dijumpai pada
sebagian besar pasien dengan Sindrom Metabolik

Resistensi Insulin dan hipertensi sistolik merupakan faktor


yang menentukan terjadinya disfungsi endotel. Resistensi
Insulin menyebabkan menurunnya produksi Nitric Oxide
(NO) yang dihasilkan oleh sel-sel endotel, sedangkan
hipertensi menyebabkan disfungsi endotel melalui beberapa
cara seperti; secara kerusakan mekanis, peningkatan sel-sel
endotel dalam bentuk radikal bebas, pengurangan
bioavailabilitas NO atau melalui efek proinflamasi pada selsel otot polos vaskuler.Disfungsi endotel ini berhubungan
dengan stres oksidatif dan menyebabkan penyakit
kardiovaskuler.

1.3. Menjelaskan tentang bahaya yang


terjadi akibat sindroma metabolik

Penyakit kardio vaskular


Diabetes militus
Nonalkohlik fatty liver disease
Hiperurisemia

1.4. Menjelaskan tentang penatalaksanaan holistik


sindroma metabolik
Latihan fisik dan perubahan pola makan dapat menurunkan tekanan
darah danmemperbaiki kadar lipid, sehingga dapat memperbaiki resistensi
insulin.
Latihan Fisik
Otot rangka merupakan jaringan yang paling sensitif terhadap
insulindidalam tubuh, dan merupakan target utama terjadinya
resistensi insulin.Latihan fisik terbukti dapat menurunkan kadar
lipid dan resistensi insulin. didalam otot rangka.
Diet
Sasaran utama dari diet terhadap Sindrom Metabolik adalah
menurunkanrisiko penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus.

Berdasarkan studi dari the Dietary Approaches to Stop


Hypertension(DASH), pasien yang mengkonsumsi diet rendah lemak
jenuh dan tinggikarbohidrat terbukti mengalami penurunan tekanan darah
yang berartiwalaupun tanpa disertai penurunan berat badan.
Medikamentosa
Sibutramin bekerja disentral memberikan efek mengurangi
asupan energi melalui efek memberikan rasa kenyang dan
mempertahankan pengeluaran energi.Demikian pula dengan efek
metabolik, sebagai efek penurunan berat badan pemberian
sibutramin setelah 24 minggu yang disertai dengan diet danaktifitas
fisik, memperbaiki kolesterol HDL dan kadar trigliserida.
ACE-inhibitor,Untuk hipertensi pada sindrom metabolik

2. Memberikan edukasi cara menghitung kebutuhan kalori


pada pasien sindroma metabolik
2.1 Menjelaskan perhitungan kebutuhan kalori total sesuai jenis kelamin,
usia, berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik dan faktor stres, dengan
metoda Broca dan Harris Benedict
Metode broca
Laki-laki BB 95kg Tb 175 cm Usia 26tahun
1. Menghitung BBI
BBI= (TB-100) 10%
(pria < 160 cm dan wanita < 150 cm tidak di kurangi 10%)

BBI= (175-100) -10%


= 75 7,5
= 67,5 kg

2. Menghitung BBN
BBN = BBI 10 %
= 67,5 10 %
= 60,75 74,25 kg
3. Menghitung status gizi pasien
= (BB aktual : BB idaman) x 100%

BB Kurang : BB < 90% BBI


BB Normal : BB 90-110% BBI
BB Lebih : BB 110-120% BBI
Gemuk : BB > 120%BBI

status gizi tn.b = (95 : 67.5) x 100%


= 1,40 x 100% = 140 %
status gizi pasien gemuk.

4. Menghitung kebutuhan kalori perhari


Kebutuhan kalori basal
laki-laki = BBI x 30 kalori
= 67,5 x 30 kalori = 2025 kalori
Kebutuhan ktifitas sedang +20%
= 20% x 2025 kalori = 405 kalori +
Koreksi bb karena gemuk jadi -20%
= 20% x 2025 kalori = 405 kalori
Total kebutuhan

= 2025 kalori
= 2000 kalori
(dibulatkan agar mempermudah perhitungan )

Metode Harris benedict


Kebutuhan kalori basal (KKB)
Laki-laki = 66 + (13,7 x bb ) + (5x tb ) (6,8 x usia)
Perempuan = 655 + (9,6xbb) + (1,7xtb ) (4,7 x usia)

KKB = 66 + (13,7 x bb ) + (5x tb ) (6,8 x usia)


= 66 + (13,7 x 95 ) + (5x 175 ) (6,8 x 26)
= 66 + 1301,5 + 875 + 176,8
= 2065,7 kalori = 2000 kalori
Tingkat aktifitas

Sangat ringan : 20%kkb


Sedang : 30%kkb
Ringan : 40%kkb
Berat : 50%kkb

Pada pasien tingkat aktifita Ringan

Kebutuhan kalori Total


KKT = KKB + TA
= 2100 + 210 = 2310 kalori

2.2 Menjelaskan persentase komposisi makronutrien


karbohidrat, protein, lemak dan menterjemahkannya
dalam bentuk gram
Standar komposisi makanan yang dianjurkan :
Karbohidrat : 60 70%
Protein : 10 15%
Lemak : 20 25%

Berdasarkan ketentuan diatas, maka kita bisa menentukan standar


komposisi makanan untuk Tn. B melalui kebutuhan kalori totalnya yaitu
sebesar 1700 kalori.
KH : 60% x 1700 = 1020 kalori karena 4 kalori KH = 1 gram KH
1020/4 = 255 gram
P : 15% x 1700 = 255 kalori 4 kalori P = 1 gram P 255/4 = 63,75
gram
L : 25% x 1700 = 425 kalori 9 kalori L = 1 gram L 425/9 = 47,2
gram

2.3 Menjelaskan jumlah gram karbohidrat, protein,


lemak dalam bentuk bahan makanan menggunakan
Daftar Komposisi Bahan Makanan Penukar (DKBM)

Golongan IV : SAYURAN
Hendaknya digunakan campuran dari daun-daunan seperti :
bayam, kangkung, daun singkong dengan kacang panjang, buncis,
wortel,dsb. 100gr sayur cmpur adalah lebih kurang 1 gelas ( setelah
dimasak dan ditiriskan) mengandung 50kkalori, 3 gr protein, dan
10 gr karbohidrat
Beligo
Bayam
Biet
Buncis
Bunga Kol
Cabe hijau
Daun bawang
Daun bluntas
Daun kecipiri
Daun koro
Daun labu siam
Daun leunca
Daun lobak
Daun mangkokan
Daun melinjo
Daun pakis
Daun papaya
Daun singkong

Daun talas
Daun ubi
Daun waluh
Genjer
Jagung muda
Jantung pisang
Jamur segar
Kacang Panjang
Kacang Kapri
Kangkung
Katuk
Kecepiri
Ketimun
Kool
Kucai
Labu siam
Labu waluh
Lobak

Nangka muda
Oyong (gambas)
Pare
Pecay
Pepaya muda
Rebung
Sawi

2.4 Menjelaskan pembagian frekuensi


makan selama satu hari
Kebutuhan energi(kalori) = 2310 kalori

2.5 Menjelaskan cara menyusun menu


sepanjang hari

3. Memberikan edukasi tentang olahraga pada pasien


sindroma metabolik
3.1 Menjelaskan manfaat olahraga pada pasien sindroma
metabolik (berdasarkan biokimia dan fisiologi tubuh manusia)
Olahraga Dapat Meningkatkan HDL
Banyak penelitian yang menganjurkan bahwa endurance exercise
memiliki hubungan positif dengan peningkatan kadar kolesterol HDL pada
pria. Akan tetapi, pada wanita hubungan antara endurance exercise dengan
kolesterol HDL masih belum jelas. Respon terhadar kadar kolesterol HDL
akan berbeda tiap individu tergantung pada intensitas, durasi dan frekuensi
latihan, kadar kolesterol awal, dan lamanya periode latihan
Selama olahraga, simpanan lemak tubuh akan dipecah menjadi
energi sehingga mampu menurunkan berat badan.

3.2 Menjelaskan jenis dan pengaturan olahraga


yang sesuai pada pasien sindroma metabolik
Prinsip latihan jasmani bagi pasien DM meliputi :
Frekuensi : sebaiknya 3-5 kali tiap minggu
Intensitas : ringan dan sedang (60-70% Maximum Heart
Rate)
Durasi : 30-60 menit
Jenis : latihan jasmani yang meningkatkan kemampuan
kardiorespirasi seperti jalan, jogging, renang dan
bersepeda.

Latihan fisik yang dianjurkan :


1. Untuk meningkatkan derajat aktifitas fisik
secara teratur dalam jangka panjang
2. Kombinasi latihan fisik dan aerobik
3. Jogging selama 1 jam / hari

4. Memberikan edukasi tentang ajaran islam perihal makanan yang halal dan baik

4.1 Menjelaskan tentang makanan yang halal dan haram


Makanan Halal
Rasulullah SAW, ditanya tentang minyak sanin, keju
dan kulit binatang yang dipergunakan untuk perhiasan
atau tempat duduk. Rasulullah SAW bersabda : Apa
yang dihalalkan oleh Allah dalam Kitab-Nya adalah
halal dan apa yang diharamkan Allah di dalam KitabNya adalah haram, dan apa yang didiamkan (tidak
diterangkan), maka barang itu termasuk yang
dimaafkan. (HR. Ibnu Majah dan Turmudzi).

Berdasarkan firman Allah dan hadits Nabi SAW, dapat


disimpulkan bahwa jenis-jenis makanan yang halal ialah :
Semua makanan yang baik, tidak kotor dan tidak menjijikan.
Semua makanan yang tidak diharamkan oleh Allah dan
Rasul-Nya.
semua makanan yang tidak memberi mudharat, tidak
membahayakan kesehatan jasmani dan tidak merusak akal,
moral, dan aqidah.
Binatang yang hidup di dalam air, baik air laut maupun air
tawar.

Makanan Haram
Haram artinya dilarang, jadi makanan yang haram
adalah makanan yang dilarang oleh syara untuk
dimakan. Setiap makanan yang dilarang oleh syara pasti
ada bahayanya dan meninggalkan yang dilarang syara
pasti ada faidahnya dan mendapat pahala.
Seperti bangkai, darah daging babi, semua makanan yang
keji, ktor, menjijikan, makanan yang mendatangkan
mudarat, makanan yang didapat dengan cara tidak halal

4.2 Menjelaskan tentang jenis, pengaturan dan cara makan yang baik
sesuai ajaran islam
1. Larangan Menggunakan Piring/Gelas Dari Emas Dan Perak
2. Larangan Makan dan Minum Dengan Posisi Bersandar
3. Mendahulukan Makan Dari Pada Sholat Ketika Makanan Telah Siap
4. Membaca Basmalah Sebelum Makan Dan Minum, Hamdalah Setelahnya
5. Makan Dan Minum Dengan Tangan Kanan
6. Memakan Makanan Dari Yang Terdekat
7. Disunahkan Memakan Makanan Setelah Panasnya Berkurang
8. Tidak Mencela Makanansekali. jika beliau mau maka beliau memakannya,
dan jika tidak makan beliau meninggalkannya." (HR Bukhori, Muslim,
Ahmad dan At-Tirmidzi)
9. Tidak Meniup Pada Air Minum
10. Tidak Minum Langsung Dari Mulut Teko
11. Disunahkan Untuk Makan Bersama
12. Tidak Berlebihan Dalam Makan Dan Tidak Juga Kekurangan

5. Menghitung jumlah kalori bahan makanan yang


di makan 1 hari lalu, termasuk besar dan selingan
waktu

Bahan makanan

Penukar

Gram

Urt

Contoh menu

Pagi

Roti putih

1karbohidrat

80

2 gls

Roti panggang

Keju

1hewani

30

1 ptg
sdg

Keju parut

selingan

Jeruk

1buah

50

1 bh sdg Jeruk

siang

Nasi

1karbohidrat

100

gls

Nasi

Sayuran

1sayuran

100

1 gls

Capcay

Telur ayam

1hewani

60

1 btr

Telur dadar

Ikan teri

1hewani

25

2 sdm

Sambal teri

selingan

Jeruk

1buah

50

1bh sdg

Jeruk

malam

Mie kering

1karbohidrat

50

1 gls

Mie goreng

Telur ayam

1hewani

60

1 btr

Telur ceplok