Anda di halaman 1dari 9

Modul 13 Pendidikan Kewarganegaraan

Pendidikan Bela Negara


Disusun Oleh: Gadis Ranti, S.H., M.Kn

MODUL 13
PENDIDIKAN BELA NEGARA
Capaian Pembelajaran
Kompetensi Umum:
1. Setelah mengikuti matakuliah ini, mahasiswa semester II (satu) mampu menjelaskan
Hubungan Negara dan Warga Negara (Kognitif)
2. Setelah mengikuti matakuliah ini, mahasiswa semester II (dua) mampu :
a. mengantisipasi masa depan yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan
konteks dinamika budaya, bangsa, negara dan hubungan internasional.
b. berpartisipasi dalam upaya menghentikan kekerasan, menyelesaikan konflik dalam
masyarakat secara damai berdasarkan nilai-nilai Pancasila, dan menghormati
supremasi hukum.
c. melaksanakan nilai-nilai hak asasi manusia dan demokrasi, serta berpikir kritis
terhadap permasalahannya (Afektif)
3. Setelah mengikuti matakuliah ini, mahasiswa semester II (dua) memiliki wawasan
kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pemikiran, sikap, dan perilaku
sebagai pola tindak yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila demi tetap utuh dan
tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Psikomotor)
Kompetensi Softskills:
Setelah mengikuti matakuliah ini, mahasiswa semester II (dua) memiliki pola sikap, pola pikir,
dan kepribadian dalam upaya menginternalisasi dan mengaplikasi pengetahuan, ketrampilan,
dan keahlian ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni untuk kelangsungan hidup bangsa dan
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kemampuan Akhir
Setelah menyelesaikan bahan kajian ini mahasiswa akan Mahasiswa mampu menjelaskan
Pendidikan Bela Negara

A. Pengertian Bela Negara


Bela Negara adalah sebuah konsep yang disusun oleh perangkat perundangan
dan petinggi suatu negara tentang patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh
komponen dari suatu negara dalam kepentingan mempertahankan eksistensi negara
tersebut.
Secara fisik, hal ini dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi
serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara tersebut,
sedangkan secara non-fisik konsep ini diartikan sebagai upaya untuk serta berperan aktif
dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun
peningkatan kesejahteraan orang-orang yang menyusun bangsa tersebut.

Modul 13 Pendidikan Kewarganegaraan


Pendidikan Bela Negara
Disusun Oleh: Gadis Ranti, S.H., M.Kn

Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan
negara. Hal tersebut merupakan wujud kecintaan seorang warga negara pada tanah air
yang sudah memberikan kehidupan padanya. Hal ini terjadi sejak seseorang lahir, tumbuh
dewasa serta dalam upayanya mencari penghidupan.
Dalam pelaksaan pembelaan negara, seorang warga bisa melakukannya baik
secara fisik maupun non fisik. Pembelaan negara secara fisik diantaranya dengan cara
perjuangan mengangkat senjata apabila ada serangan dari negara asing terhadap
kedaulatan bangsa.
Sementara, pembelaan negara secara non fisik diartikan sebagai semua usaha
untuk menjaga bangsa serta kedaulatan negara melalui proses peningkatan nasionalisme.
Nasionalisme adalah rangkaian kecintaan dan kesadaran dalam proses berkehidupan
dalam negara dan bangsa, serta upaya untuk menumbuhkan rasa cinta pada tanah air.
Selain itu, pembelaan bisa dilakukan dengan cara menumbuhkan keaktifan dalam
berperan aktif untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara.
Landasan konsep bela negara adalah adanya wajib militer. Subyek dari konsep
ini adalah tentara atau perangkat pertahanan negara lainnya, baik sebagai pekerjaan yang
dipilih atau sebagai akibat dari rancangan tanpa sadar (wajib militer). Beberapa negara
(misalnya Israel, Iran) dan Singapura memberlakukan wajib militer bagi warga yang
memenuhi syarat (kecuali dengan dispensasi untuk alasan tertentu seperti gangguan fisik,
mental atau keyakinan keagamaan). Sebuah bangsa dengan relawan sepenuhnya militer,
biasanya tidak memerlukan layanan dari wajib militer warganya, kecuali dihadapkan
dengan krisis perekrutan selama masa perang.
Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Jerman, Spanyol dan Inggris, bela
negara dilaksanakan pelatihan militer, biasanya satu akhir pekan dalam sebulan. Mereka
dapat melakukannya sebagai individu atau sebagai anggota resimen, misalnya Tentara
Teritorial Britania Raya. Dalam beberapa kasus milisi bisa merupakan bagian dari
pasukan cadangan militer, seperti Amerika Serikat National Guard.
Di negara lain, seperti Republik China (Taiwan), Republik Korea, dan Israel,
wajib untuk beberapa tahun setelah seseorang menyelesaikan dinas nasional. Sebuah
pasukan cadangan militer berbeda dari pembentukan cadangan, kadang-kadang disebut
sebagai cadangan militer, yang merupakan kelompok atau unit personel militer tidak

Modul 13 Pendidikan Kewarganegaraan


Pendidikan Bela Negara
Disusun Oleh: Gadis Ranti, S.H., M.Kn

berkomitmen untuk pertempuran oleh komandan mereka sehingga mereka tersedia untuk
menangani situasi tak terduga, memperkuat pertahanan negara.
B. Bela Negara di Indonesia
1. Pengertian Bela Negara dan Pendidikan Bela Negara di Indonesia
Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh
kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila
dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara
yang seutuhnya.
Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan
negara dan Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang. Kesadaran
bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban
membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga
yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama
menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan
berbuat yang terbaik bagi bangsa dan Negara.
Di Indonesia proses pembelaan negara sudah diatur secara formal ke dalam
Undang-undang. Diantaranya sudah tersebutkan ke dalam Pancasila serta Undang-undang
Dasar 1945, Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 bunyinya Setiap warganegara berhak dan wajib
ikut sewrta dalam upaya pembelaan negara.
Berdasarkan pasal 27 ayat 3 bahwa upaya bela negara merupakan hak dan
kewajiban setiap warganegara. Hal ini menunjukkan asas demokrasi dalam pembelaan
negara yang mencakup dua arti :
1. Bahwa setiap warga negara turut serta dalam nmenentukan kebijakan tentang pembelaan
negara melalui lembaga-lembaga perwakilan dengan UUD 1945 dan perundang-undangan
yang berlaku.
2. Bahwa setiap warga negara harus turut serta dalam setiap upaya pembelaan negara sesuai
dengan kemampuan dan profesinya masing-masing.
Dengan melaksanakan kewajiban bela bangsa tersebut, merupakan bukti dan
proses bagi seluruh warga negara untuk menunjukkan kesediaan mereka dalam berbakti
pada nusa dan bangsa, serta kesadaran untuk mengorbankan diri guna membela negara.

Modul 13 Pendidikan Kewarganegaraan


Pendidikan Bela Negara
Disusun Oleh: Gadis Ranti, S.H., M.Kn

Pemahaman bela negara itu sendiri demikian luas, mulai dari pemahaman yang halus
hingga keras. Diantaranya dimulai dengan terbinanya hubungan baik antar sesama warga
negara hingga proses kerjasama untuk menghadapi ancaman dari pihak asing secara
nyata. Hal ini merupakan sebuah bukti adanya rasa nasionalisme yang diejawantahkan ke
dalam sebuah sikap dan perilaku warga negara dalam posisinya sebagai warga negara.
Didalam konsep pembelaan negara, terdapat falsafah mengenai cara bersikap dan
bertindak yang terbaik untuk negara dan bangsa.
Pembinaan kesadaran bela negara akan dapat berhasil dengan baik apabila
dilaksanakan dengan memperhitungkan tingkat kesiapan dan tingkat perkembangan dari
peserta didik. Dalam rangka proses internalisasi kesadaran bela negara seyogyanya
peserta didik diberik kesempatan untuk dapat mengembangkan kepribadian sebaikbaiknya atas dasar pengalaman pribadi yang diperolehnya melalui interaksi dengan
lingkungan.
Pendidikan

Bela

Negara

mengandung

pengertian

pendidikan

guna

menumbuhkan kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia,
keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai Ideologi negara, kerelaan berkorban untuk
untuk negara serta memberikan kemampuan bela negara.
2. Hakikat Pendidikan Bela Negara (PBN)
Hakikat Pendidikan Bela Negara adalah upaya bangsa agar sedini mungkin
setiap warga negara memiliki nasionalisme dan patriotism yang tangguh guna menjamin
tetap tegaknya negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD
1945 serta terpelihara kelangsungan dan kesinambungan Pembangunan Nasional
Mencapai Tujuan Nasional
3. Arti penting pembelaan negara:
a. sebagai syarat berdirinya suatu negara
b. untuk melindungi kedaulatan negara
c. untuk mempertahankan keutuhan wilayah negara
d. untuk semua warga negara agar memiliki hak dan kewajiban yang jelas dalam ikut
serta pembelaan negara

Modul 13 Pendidikan Kewarganegaraan


Pendidikan Bela Negara
Disusun Oleh: Gadis Ranti, S.H., M.Kn

4. Alasan bela negara


a. Menghormati dan menghargai para pahlawan yang telah berjuang merebut
kemerdekaan
b. Ingin memajukan negara
c. Mempertahankan negara jangan sampai dijajah kembali
d. Meningkatkan harkat dan martabat bangsa di mata Internasional
5. Tujuan PBN
Tujuan umum PBN adalah mewujudkan warga negara Indonesia yang memiliki
tekad, sikap, dan tindakan yang teratur, meyeluruh, terpadu, dan berlanjut guna
meniadakan setiap ancaman baik dari luar maupun dari dalam negeri yang membahayakan
kemerdekaan dan kedaulatan negara, kesatuan dan persatuan bangsa, keutuhan wilayah
dan yurisdiksi nasional serta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
Tujuan khusus PBN dalam gerakan pramuka adalah agar para pelatih dan
pembina pramuka dapat meningkatkan upaya pembinaan secara lebih efektif dan efisiensi
dengan sasaran yang lebih konkrit demi terciptanya generasi muda yang sehat, cerdas dan
berkarakter
6. Sasaran PBN
Sasaran Pendidikan Bela Negara :
a. Cinta Tanah air
Yaitu mengenal dan mencintai wilayah nasionalnya sehingga selalu waspada dan
siap membela tanah air Indonesia terhadap segala bentuk ancaman, tantangan,
hambatan dan gangguan yang dapat membahayakan kelangsungan hidup bangsa
dan negara oleh siapapun dan dari manapun dengan menanamkan dan
menumbuhkan kecintaan kepada tanah air sehingga diharapkan akan mengenal dn
memahami:
1). wilayah nusantara dengan baik
2). Memelihara, melestarikan dan mencintai lingkungannya
b. Sadar berbangsa dan bernegara Indonesia
Sadar berbangsa dan bernegara Indonesia dalam bentuk tingkah laku, sikap dan
kehidupan secara pribadi dalam kehidupan sesuai dengan kepribadian bangsa selalu

Modul 13 Pendidikan Kewarganegaraan


Pendidikan Bela Negara
Disusun Oleh: Gadis Ranti, S.H., M.Kn

meningkatkan dirinya dengan pencapaian cita-cita dan tujuan hidup bangsa


Indonesia, membina kesadaran, kesatuan dan persatuan, mencintai budaya bangsa
dan selalu mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau
golongan
c. Yakin akan kesaktian Pancasila sebagai Ideologi Negara
Yakin akan kesaktian Pancasila sebagai satu-satunya falsafah dan ideologi bangsa
dan negara yang telah terbukti kesaktiannya dala penyelenggaraan kehidupan
berbangsa dan bernegara, guna tercapainya tujuan nasional
Terwujudnya rasa yakin akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara dan
dapat dicapai dengan menumbuhkan:
1) Kesadaran bahwa tanpa Pancasila keberadaan negara kesatuan Republik
Indonesia yang diproklamirkan tanggal 17 Agustus 1945 dengan sendirinya
akan terancam
2) Kesadaran bahwa dengan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
dan bangsa Indonesia akan tetap terpelihara keutuhan dan terjaga keamanannya
3) Kesadaran bahwa setiap pertentangan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara dapat diselesaikan dengan musyawarah atau mufakat sesuai
demokrasi Pancasila
4) Kesadaran bahwa Pancasila sebagai ideologi Negara dapat meniadakan setiap
ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan baik dari dalam maupun dari
luar.
d. Rela Berkorban untuk Bangsa dan negara
Rela berkorban untuk bangsa yaitu rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan
harta beda untuk kepentingan umum dan raga bagi kepentingan bangsa. Rela
berkorban untuk negara adalah rela berkorban tanpa pamrih yang diberikan oleh
seorang warga negara terhadap tanah airnya dengan penuh kesadaran, keikhlasan,
dan tanggung jawab untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan
negara republik Indonesia
e. Memiliki kemampuan untuk bela negara
Secara psikis (mental) memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras, percaya akan
kemampuan sendiri, jujur, dan bertanggung jawab untuk mencapai tujuan nasional.

Modul 13 Pendidikan Kewarganegaraan


Pendidikan Bela Negara
Disusun Oleh: Gadis Ranti, S.H., M.Kn

Secara fisik (jasmaniah) memiliki kondisi kesehatan dan keterampilan yang dapat
mendukung kemampuan awal bela negara yang bersifat psikis
7. Kesadaran akan pentingnya memiliki jiwa bela negara
Wilayah Indonesia yang sebagian besar adalah wilayah perairan mempunyai
banyak celah kelemahan yang dapat dimanpaatkan oleh negara lain yang pada akhirnya
dapat meruntuhkan bahkan dapat menyebabkan disintegrasi bangsa Indonesia.
Indonesia yang memiliki kurang lebih 13.670 pulau memerlukan pengawas yang cukup
ketat. Dimana pengawas tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak TNI/Polri saja
tetapi semua lapisan masyarakat Indonesia/ bila hanya mengandalkan TNI/Polri saja
yang persenjataannya kurang lengkap mungkin bangsa Indonesia sudah tercabik-cabik
oleh bangsa lain/dengan adanya bela negara kita dapat mempererat rasa persatuan di
antara penduduk Indonesia yang saling berbhineka tunggal ika. Sikap bela negara
terhadap bangsa Indonesia merupakan kekuatan Negara Indonesia bagi proses
pembangunan nasional menuju tujuan nasional dan merupakan kondisi yang harus
diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan
sukses. Oleh karena itu, diperlukan suatu konsepsi ketahanan nasional yang sesuai
dengan karakterristik bangsa Indonesia. Dengan adanya kesadaran akan bela negara,
kita harus dapat memiliki sikap dan prilaku yang sesuai kejuangan, cinta tanah air serta
rela berkorban bagi nusa dan bangsa. Dalam kaitannya dengan pemuda penerus bangsa
hendaknya ditanamkan sikap cinta tanah air sejak dini sehingga kecintaan mereka
terhadap bangsa dan Negara lebih meyakini dan lebih dalam.
Dalam sikap bela negara kita hendaknya mampu menyesuaikan diri dengan
situasi dan kondisi yang sedang berlangsung di negara kita, tidak mungkin kita
tunjukan sikap bela negara yang bersifat keras seandainya situasi keamanan nasional
terkendali.
Menjaga diri, keluarga dan lingkungan sekitar sudah merupakan salah satu
sikap bela negara dalam sekala kecil. Mentaati peraturan pemerintah dan lain
sebagainya. Bahkan menyanyikan lagu bela negara yang diciptakan oleh Dharma
Oratmangun atau mengenang hari bela negara yang jatuh pada tanggal 19 Desember
yang ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan

Modul 13 Pendidikan Kewarganegaraan


Pendidikan Bela Negara
Disusun Oleh: Gadis Ranti, S.H., M.Kn

Presiden Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2006 adalah salah satu bentuk bela
negara sekala kecil.
Sehingga ketika kita sebagai warga negara sudah terbiasa melakukan hak dan
kewajiban sebagai warga negara dengan baik dan benar maka seandainya ada
konprontasi atau intervensi terhadap negara, kita akan peka menyikapinya bahkan
dengan mengangkat senjatapun kita akan berani karena jiwa bela negara dalam diri kita
sudah terlatih dan terbiasa.
Kesadaran berbangsa Indonesia dapat dilihat adanya ras persatuan dan kesatuan
di lingkungan kita, mengutamakan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi
atau golongan, hilangnya fanatisme kesukuan/kedaerahan serta mencintai budaya
Indonesia. Kesadaran bernegara Indonesia dapat dilihat adanya rasa bertanah air satu
yaitu Indonesia, menghormati bendera merah putih, Lagu kebangsaan Indonesia,
lambang negara Garuda Pancasila dan lembaga pemerintahan serta mematuhi setiap
peraturan/perundang-undangan.
Untuk mewujudkan hal-hal tersebut beberapa hal yang harus dikembangkan
antara lain:
a. Kerukunan hidup. Diarahkan pada rasa kebersamaan tanpa membeda-bedakan
status sosial, agama, suku, ras dan ras/golongan
b. Kelestarian dan pembinaan budaya bangsa. Diarahkan pada pembinaan seni budaya
setempat serta menghargai budaya daerah lain
c. Mencintai produksi dalam negeri. Diarahkan untuk mencintai kerajinan tangan dan
produksi dalam negeri
d. Pengenalan kebhineka Tunggal Ikaan bangsa. Diarahkan pada pemahaman tentang
kemajemukan bangsa Indonesia dengan berbagai ragam suku bangsa, agama, adat
istiadat dan bahasa daerah
e. Pembaruan Bangsa. Diarahkan pada terwujudnya rasa kebangsaan baik secara fisik
maupun psikis
f. Perlakuan terhadap bendera merah putih, lagu kebangsaan dan lambang negara
Indonesia serta peraturan perundang-undangan yang berlaku
g. Bahasa Indonesia. Diarahkan pada kesadaran akan kebesaran peran bahasa
Indonesia dalam menjaga keutuhan bangsa dan upaya menumbuhkan kecintaan

Modul 13 Pendidikan Kewarganegaraan


Pendidikan Bela Negara
Disusun Oleh: Gadis Ranti, S.H., M.Kn

pada bahasa Indonesia serta berusaha menggunakan bahasa Indonesia dengan baik
dan benar
h. Kesatuan dan persatuan Indonesia. Diarahkan pada pemahaman bahwa negara
republik Indonesia adalah negara kesatuan sebagaimana yang diamanatkan UUD
1945
i. Sadar Hukum. Diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran menaati setiap ketentuan
hukum yang berlaku