Anda di halaman 1dari 16

LABORATORIUM TEKNIK PERAWATAN

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2016/2017

MODUL

: Kompresor dan Blower

PEMBIMBING

: Ir. Yunus Tonapa S, MT

Tanggal Praktikum : 1 April 2016


Tanggal Penyerahan : 8 April 2016
(Laporan)

Oleh

Kelompok

Nama

1. Lutfi Arif Rachman

NIM. 141411016

2. Oktavia Reni Nur M.

NIM. 141411022

3. Puji Andini

NIM. 141411023

3. R. Sabrina Nadia N.

NIM. 141411024

Kelas

2A

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kompresor dan blower merupakan alat yang digunakan untuk menaikkan atau
memperbesar tekanan udara atau gas dan memampatkan udara (kompresor). Di industriindustri kimia alat ini biasanya digunakan untuk mensirkulasikan gas-gas tertentu di
dalam tahap proses-proses secara kimiawi. Kompresor juga banyak digunakan di industri
bangunan bangunan mesin, terutama untuk menggerakan pesawat-pesawat pneumatic,
antara lain boor, hammer, pesawat angkat, pembersih pasit, alat kontrol, penyemprotan
dan pompa.
Praktik kompresor dan blower merupakan salah satu ilmu yang mempelajari cara
teknik menguraikan, merangkai dan merawatan pada alat tersebut.
1.2 Tujuan Percobaan
1. Memahami bagian-bagian penting dari kompresor dan blower
2. Dapat menguraikan dan merangkai kembali unit kompresor dan blower
3. Menggambarkan skema alat pada bagian-bagian penting
4. Mengetahui metode secara umum perawatan dan perbaikan

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kompresor
Kompresor adalah alat pemampat atau pengkompresi udara dengan kata lain
kompresor adalah penghasil udara mampat. Karena proses pemampatan, udara
mempunyai tekanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan udara lingkungan
(1atm). Dalam keseharian, kita sering memanfaatkan udara mampat baik secara langsung
atau tidak langsung. Sebagai contoh, udara manpat yang digunakan untuk mengisi ban
mobil atau sepeda montor, udara mampat untuk membersihkan bagian-bagian mesin yang
kotor di bengkel-bengkel dan manfaat lain yang sering dijumpai sehari-hari.
Pada industri, penggunaan kompresor sangat penting, baik sebagai penghasil udara
mampat atau sebagai satu kesatuan dari mesin-mesin. Kompresor banyak dipakai untuk
mesin pneumatik, sedangkan yang menjadi satu dengan mesin yaitu turbin gas, mesin
pendingin dan lainnya.
Dengan mengambil contoh kompresor sederhana, yaitu pompa ban sepeda atau mobil,
prinsip kerja kompresor dapat dijelaskan sebagai berikut. Jika torak pompa ditarik keatas,
tekanan di bawah silinder akan turun sampai di bawah tekanan atmosfer sehingga udara
akan masuk melalui celah katup hisap yang kendur. Katup terbuat dari kulit lentur, dapat
mengencang dan mengendur dan dipasang pada torak. Setelah udara masuk pompa
kemudian torak turun kebawah dan menekan udara, sehingga volumenya menjadi kecil.
(Anonim, 2014).

2.1.1

Klasifikasi Kompresor
Prinsip kerja kompresor dan pompa adalah sama, kedua mesin tersebut
menggunakan energi luar kemudian diubah menjadi energi fluida. Pada pompa, di
nosel keluarnya energi kecepatan diubah menjadi energi tekanan, begitu juga
kompresor pada katup keluar udara mampat mempunyai energi tekanan yang besar.
Hukum-hukum yang berlaku pada pompa dapat diaplikasikan pada kompresor.
Berbeda dengan pompa yang klasifikasinya berdasarkan pola aliran, klasifikasi
kompresor biasanya berdasarkan tekanannya atau cara pemampatannya. Kompresor
berdasarkan cara pemampatannya dibedakan menjadi dua, yaitu jenis turbo dan jenis
perpindahan. Jenis turbo menggunakan gaya sentrifugal yang diakibatkan oleh

putaran impeler sehingga udara mengalami kenaikan energi yang akan diubah
menjadi energi tekanan. Sedangkan jenis perpindahan, dengan memperkecil volume
udara yang dihisap ke dalam silinder atau stator dengan torak atau sudu. Kompresor
yang diklasifikasikan berdasarkan tekanannya adalah kompresor untuk pemampat
(tekanan tinggi), blower untuk peniup (tekanan sedang) dan fan untuk kipas (tekanan
rendah). Pada gambar di bawah terlihat, kompresor jenis turbo (dynamic) berdasarkan
pola alirannya dibagi menjadi tiga, yaitu ejector, radial, dan aksial. Kompresor jenis
ini hampir semuanya dapat beroperasi pada tekanan dari yang rendah sampai tinggi.
Kompresor turbo dapat dibuat banyak tingkat untuk menaikkan tekanan dengan
kapasitas besar.

Gambar 2.1 Klasifikasi Kompresor

Tabel 2.1 Klarifikasi Kompresor


Kompresor Piston Balas
Tipe Kompresor

Kompresor Gerak Putar


Piston
Kompresor Alir

Kompresor Piston
Kompresor Diaphragma
Kompresor Geser
Kompresor Poros Sektrup
Kompresor Roots
Kompresor Alir Radial
Kompresor Alir Aksial

Sumber: Sularso Haran Tahara, 2004.


2.1.2

Perawatan Kompresor
Berikut ini adalah cara untuk merawat kompresor agar awet digunakan. Perawatan ini
terbilang sederhana dan tentunya dapat dilakukan dengan baik tanpa perlu merasa
kesulitan.
1. Sebelum menyalakan kompresor sebaiknya lakukan pengecekan terhadap belt,
baut, mur dan komponen lain yang terpasang pada alat. Jangan hidupkan alat
kompresor bila belt terlihat kendor dari biasanya. Kencangkan baut dan mur
apabila ada yang kendor.
2. Periksa alat dari kotoran atau sampah yang menempel terutama pada bagian belt,
jangan sampai ada sampah yang mengganggu komponen bergerak pada
kompresor.
3. Sebaiknya kompresor ditempatkan pada bidang yang rata, jauh dari jangkauan
orang banyak dan tentunya bersih dari debu.
4. Ketika menggunakan kompresor selalu periksa keadaan pressure gauge untuk
mengetahui tekanan udara yang terkandung pada tabung kompresor.
5. Setelah menggunakan kompresor sebaiknya udara sisa yang terkandung dalam
tabung kompresor dibuang hingga habis. Ini dilakukan sebagai pencegahan supaya
udara tersebut tidak mengembun dan menjadi air. Air dapat menyebabkan karatan
pada logam dan lama kelamaan akan merusak kompresor itu sendiri.

2.2 Blower
Blower adalah mesin atau alat yang digunakan untuk menaikkan atau memperbesar
tekanan udara atau gas yang akan dialirkan dalam suatu ruangan tertentu juga sebagai
pengisapan atau pemvakuman udara atau gas tertentu. Bila untuk keperluan khusus,
blower kadang kadang diberi nama lain misalnya untuk keperluan gas dari dalam oven
kokas disebut dengan nama exhouter. Di industri industri kimia alat ini biasanya
digunakan untuk mensirkulasikan gas-gas tertentu didalam tahap proses proses secara
kimiawi dikenal dengan nama booster atau circulator.
2.2.1

Klasifikasi Blower
Secara umum blower dapat diklasifikasikan menjadi dua macam yaitu :
1. Positive Diplacement Blower
Pada jenis ini udara atau gas dipindahkan volume per volume dalam ruangan
yang disebabkan adanya pergerakan elemen impeler yang berputar karena adanya
pertambahan massa udara atau gas yang dipindahkan. Jenis positive displacement
blower yang sering digunakan adalah rotary blower ( blower rotary ) yaitu :
a. Vane Blower
Pada umumnya digunakan untuk kapasitas yang kecil dengan fluida
yang bersih. Ditinjau dari bentuk dan cara kerja elemen impeler vane blower
dibagi menjadi dua type yaitu : Slanding vane dan Fleksibel vane.
Slanding vane adalah impeller yang berputar terdapat suatu mekanisme yang
dapat bergerak slading ( keluar masuk ) didalamnya dan lazim disebut vane.
Karena gerakan impeller eksentrik terhadap casing maka terjadilah perubahan
ruang dimana udara atau gas dialirkan oleh vane tersebut. Jumlah vane untuk
satu blower bervariasi tergantung besarnya kapasitas dan tekanan discharger
yang diharapkan. Flexible vane adalah pada bagian luar impeller terdapat siripsirip yang flexible dan karena gerakan impeller eksentrik terhadap casing
maka vane akan diperoleh tekanan udara yang ada diruang casing lalu tekanan
udara atau gas itu dipindahkan keluar.
2. Sentrifugal Blower
Blower sentrifugal pada dasarnya terdiri dari satu impeller atau lebih yang
dilengkapi dengan sudut-sudut yang dipasang pada poros yang berputar yang
diselubungi oleh sebuah rumah (asing). Udara memasuki ruang casing secara

horizontal akibat perputaran poros maka ruang pipa masuk menjadi vakum lalu
uadara dihembuskan keluar. Dari bentuk sudut ( blade ) impeller ada 3 jenis yaitu:
a. Forward Curved Blade
Forward Curved adalah bentuk blade yang arah lengkungan bagian ujung
terpasang diatas searah dengan putaran roda. Pada forward curved terdapat
susunan blade secara paralel ( multi blade ) keliling shroud. Karena bentuknya,
maka pada jenis ini udara atau gas meninggalkan blade dengan kecepatan yang
tinggi sehingga mempunyai discharge velocity yang tinggi dan setelah melalui
housing scroll sehingga diperoleh energi potensial yang besar.

Gambar 2.2.1 Forward Curved blade


Keterangan gambar:
1. Shroud
2. Hub (pusat)
3. Blade (bilah/pisau)

b. Backward Curved Blade.


Type ini mempunyai susunan blade yang sama dengan forward
curved blade, hanya arah dan sudu blade akan mempunyai sudut yang
optimum dan merubah energi kinetik ke energi potensial (tekanan secara
langsung).
c. Radial Blade
Didalam pemakaiannya dirancang untuk tekanan statis yang tinggi
pada kapasitas yang kecil. Namun demikian perkembangan saat ini jenis
bentuk radial blade dibuat pelayanan tekanan dan kecepatan putaran tinggi.

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan
1. Set kompresor dan blower
2. Perkakas
3. Lap
4. Alat perekam gambar (kamera)
5. Alat tulis
3.2 Skema Kerja
A. Kompressor

Pastikan tidak ada aliran listrik yang mengalir dengan cara menekan saklar off
dan melepaskan kabel pengsuppli listrik
Lepaskan baut-baut pada kompressor

Gambar skema alat yang penting dari 3 (tiga) arah yang berbeda

Tulis spesifikasi alat yang tertera di alat


pasangkan kembali baut sehingga alat dalam keadaan
terpasang kembali
Pastikan bahwa alat telah terpasang seperti semula

B. Blower atau Fan


Ikatkan blower dengan menggunakan tali pengikat
Pastikan tidak ada aliran listrik yang mengalir dengan cara menekan saklar off dan
melepaskan kabel pengsuppli listrik
Lepaskan baut-baut pada blower dan lakukan dengan arah bersilang
Gambar skema alat yang penting dari 3 (tiga) arah yang berbeda
Tulis spesifikasi alat yang tertera di alat
Pasangkan kembali baut dan dilakukan dengan arah menyilang (berlawanan)
Pastikan bahwa alat telah terpasang seperti semula
Lepaskan tali yang mengikat blower

BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Blower

Tampak belakang terdiri


dari mesin motorik,
adaptor, impeler, dan
tangkai blower.

Baling baling pada


blower yang berfungsi
meningkatkan tekanan
blower

Tampak atas
Terdiri dari motor,
selang, rumah keong, dan
tungkai.

Tampak atas
Dibagian beakang blower
terdapat pelindung
baling-baling kecil
Bagian motor penggerak
mekanik berfungsi
membuat putaran
terdapat di bagian
belakang blower

Kumparan, lilitan, dan


motor penggerak yang
terdapat di bagian
belakang baling-baling.

Untuk data pengamatan compressor tidak dicantumkan karena pada saat praktikum,
compressor nya sulit untuk dibongkar. Jadi praktikan hanya membongkar pasang
blower saja.

4.2 Pembahasan
Pada praktikum ini, dilakukan perawatan terhadap alat kompresor, blower dan fan.
Kompresor, blower dan fan umum digunakan dalam industri untuk mengalirkan fluida (gas)
dengan tekanan tertentu. Perawatan yang dilakukan adalah dengan cara membongkar bagianbagian dari kompresor, blower, dan fan, melakukan identifikasi, pengecekkan dan perawatan
(pada bagian penting) pada alat, kemudian memasang kembali komponen sesuai dengan
keadaan semula. Pembongkaran dan pemasangan kembali komponen alat dilakukan dengan
bantuan alat berupa kunci pas, obeng, kunci L, dan peralatan perbengkelan lain yang
dibutuhkan. Pembongkaran dan pemasangan kembali komponen apabila menggunakan
mur/baut dilakukan dengan arah menyilang. Hal tersebut dimaksudkan agar permukaan alat
yang dikunci dengan mur berada dalam posisi yang simetris dan dapat menghindari patahnya
permukaan alat yang akan dikunci.
Kompresor adalah alat untuk mengalirkan fluida (gas) dengan tekanan yang relatif
tinggi (40-100psi). Tekanan yang dihasilkan merupakan gas/udara yang dimampatkan dari
bentuk udara pada atmosfir karena adanya kerja dari torak (piston). Kerja piston berasal dari
energi mekanik yang dihasilkan karena adanya putaran torsi pada motor yang terhubung
dengan arus listrik. Piston bergerak dengan kondisi saling bergantian dalam melakukan
penghisapan udara dari atmosfer dan melakukan pelepasan udara bertekanan menuju
penampung dengan kontrol pengeluaran tertentu. Komponen penting dari bagian kompresor
yaitu kerangka (body), poros engkol (crank shaft), batang penghubung ( connecting rod ),
cross head, silinder, water jacket, torak (piston), cincin torak, batang torak, cincin penahan
gas, ring oil scrapper, dan katup penutup. Bentuk perawatan terhadap kompresor dapat
meningkatkan efisiensi kinerja sistem. Sehingga untuk menaikkan efisiensi tersebut perlu
dilakukan pengecekkan terjadwal dan beberapa perawatan terhadap komponen-komponen
yang ada pada alat seperti pelumasan pada bagian penggerak/poros pemutar torsi,
pembersihan saringan udara dari penyumbat, memeriksa bagian alat agar tidak terjadi
kebocoran udara tekan, serta melakukan penggantian suku cadang pada bagian yang sudah
kurang layak untuk digunakan.
Blower adalah alat untuk mengalirkan fluida (gas) dengan tekanan yang relative
sedang (sekitar 40psi). Prinsip kerja dari blower mirip dengan fan. Blower dan fan
digerakkan oleh motor yang terhubung dengan rotor, udara dihisap masuk polite dan akan

dihembuskan keluar bersamaan dengan penggerakan propeller/impeller ketika udara masuk


ke bagian polite. Perbedaan dari blower dan fan yaitu jumlah aliran gas dan tekanan yang
dihasilkan. Umumnya komponen dari blower dan fan serupa. Sehingga langkah perawatan
yang dilakukan juga sama. Permasalahan yang terjadi bada blower/fan umumnya adalah
adanya noise, getaran yang berlebih, dan kinerja yang buruk (efisiensi berkurang). Perawatan
dari permasalahan blower/fan dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti pemeriksaan
secara berkala (misal setiap 2 minggu sekali), melakukan pembersihan komponen blades
(baling-baling), merawat dan melakukan penggantian belt (jika diperlukan), perbaikan pada
bagian motor (jika ada gunakan motor dengan efisiensi energi yang optimal), melakukan
pelumasan pada bagian impeller dan bagian lain yang sering bergesekan, dan jika perlu
dilakukan penggantian pada beberapa komponen apabila kondisinya sudah rusak.

BAB V
SIMPULAN
1. Kompresor terdiri dari beberapa komponen diantaranya adalah kerangka (body), poros
engkol (crank shaft), batang penghubung ( connecting rod ), cross head, silinder,
water jacket, torak (piston), cincin torak, batang torak, cincin penahan gas, ring oil
scrapper, dan katup penutup.
2. Blower dan fan memiliki komponen utama yang hampir sama yaitu motor, rotor,
polite dan propeller/impeller.
3. Perawatan dilakukan untuk mengoptimalkan efisiensi kerja sistem dan menurunkan
biaya (cost) perawatan pada alat.
4. Perawatan kompresor secara umum dapat berupa perawatan secara berkala,
pelumasan pada bagian penggerak/poros pemutar torsi, pembersihan saringan udara
dari penyumbat, memeriksa bagian alat agar tidak terjadi kebocoran udara tekan, serta
melakukan penggantian suku cadang pada bagian yang sudah kurang layak untuk
digunakan.
5. Perawatan blower secara umum dapat berupa pemeriksaan berkala (misal setiap 2
minggu sekali), melakukan pembersihan komponen blades (baling-baling), merawat
dan melakukan penggantian belt (jika diperlukan), perbaikan pada bagian motor (jika
ada gunakan motor dengan efisiensi energi yang optimal), melakukan pelumasan pada
bagian impeller dan bagian lain yang sering mengalami gesekan, dan jika perlu
dilakukan penggantian pada beberapa komponen apabila kondisinya sudah rusak.

DAFTAR PUSTAKA

Sudibjo,

Intan.

2015.

Cara

Merawat

Kompresor

Agar

Awet

http://www.otopos.net/2015/05/cara-merawat-kompresor-agar-awet.html
2016].
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/33133/4/Chapter%20II.pdf
http://eprints.undip.ac.id/41291/3/BAB_II.pdf

Digunakan.
[7

April