Anda di halaman 1dari 10

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif. Yaitu penelitian yang menggunakan pendekatan formal, objektif
dan proses sistematis. Pada penelitian kuantitatif data yang digunakan adalah
data numerik. Metode pada penelitian ini digunakan untuk menjelaskan
variabel, menguji hubungan antarvariabel, dan menentukan interaksi sebab
akibat antarvariabel.
Dan jenis penelitian ini kuantitatif yang digunakan adalah penelitian
eksperimen, yaitu suatu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan
(eksperimen), Yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang
timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu atau eksperimen
tersebut.
B. Waktu dan Tempat Penelitian
a. Waktu penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan februari 2013 sampai selesai
b. Tempat Penelitian
1. Tahap Persiapan dan Perlakuan
Tahap persiapan perlakuan dan perlakuan penelitian ini dilaksanakan
di laboratorium Patologi Klinik Universitas Malahayati.
2. Tahap Pengukuran
Pengukuran kadar kolesterol total serum tikus putih (Rattus
norvegicus) dilaksanakan di Laboratorium Rumah Sakit Pertamina
Bintang Amin Bandar Lampung.

25

26

C. Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap
(RAL) karena percobaan yang dilakukan bersifat homogen seperti percobaan
yang dilakukan dalam laboratorium.
1.

D. Subjek Penelitian
Populasi
Populasi yang terdapat dalam penelitian ini adalah tikus putih jantan

2.

Sampel

(Rattus norvegicus).
Pengambilan sampel dilakukan dari populasi tikus secara acak
sederhana, di mana semua objek atau elemen populasi memiliki
kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Sampling acak
sederhana dapat dilakukan setelah kerangka sampling dibuat dengan
benar berdasarkan:
a. Kriteria inklusi :
1. Jenis kelamin jantan
2. Umur 2-3 bulan
3. Berat badan 150-200 gr
4. Sehat (gerak aktif, nafsu makan baik)
5. Tidak memiliki kelainan anatomi
b. Kriteria eksklusi :
1. Tidak mati selama penellitian
2. Berat badan 100 gr
E. Besar Sampel Penelitian
Berdasarkan rumus Frederer sampel dalam penelitian ini adalah 6 ekor
tikus dalam setiap kelompok dengan 4 kelompok perlakuan. Jadi jumlah
sampel dalam penelitian ini adalah 6 x 4 = 24 ekor dan ditambah 1 ekor tikus
putih jantan (Rattus norvegicus) di setiap kelompok sebagai cadangan.

27

Rumus Frederer24 : (n-1) (t-1) 15


(n-1) (t-1) 15
(n-1) (4-1) 15
(n-1) 3 15
N5+1
N6

Keterangan:
n : Jumlah ulangan kelompok perlakuan
t : Jumlah perlakuan setiap sampel tiap kelompok
F. Klasifikasi Variabel penelitian
1. Variabel Independent
Variabel independent dalam penelitian ini adalah jus bit (Beta vulgaris).
2. Variabel Dependent
Variabel dependent dalam penelitian ini adalah kadar kolesterol total serum
pada tikus putih jantan (Rattus novergicus) sebelum dan setelah diberikan
jus bit.
3.

Variabel Terkendali
a. Berat badan, jenis kelamin, umur
Faktor-faktor ini sangat berpengaruh pada hasil penelitian. Karena
faktor tersebut dapat dikendalikan dengan cara memilih tikus putih
dengan jenis kelamin, berat badan,dan usia yang sama.
b. Bit

28

Bit yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa bot yang masih
segar.
4. Variabel tidak dapat dikendalikan
a. Makanan dan Minuman
makanan dan minumamn sangat berpengaruh pada penelitian ini,
karena tingkat konsumsi makanan yang berbeda sehingga tidak bisa
dikendalikan. Maka dilakukan pemberian makanan dan minuman
secara alami dengan pemberian pakan standar (pelet standar BR-2) dan
minuman cukup pada tiap kelompok.
b. Hormonal
Faktor ini akan mempengaruhi hasil perhitungan. Tetapi variabel ini
tidak dapat dikendalikan karena sifatnya yang subjektif yaitu tidak bisa
dinilai dan diukur.
c. Penyakit
Beberapa gangguan penyakit dapat mempengaruhi kadar kolesterol,
sehingga relatif untuk dikendalikan
d. Genetik
Dengan pemilihan tikus dengan jenis yang sama diharapkan faktor ini
dapat dikendalikan walaupun sangat kecil kemungkinannya.

29

e. Kondisi psikologik hewan


Kondisi kandang, pengambilan darah akan mempengaruhi kondisi
psikologik dari hewan tersebut. Dengan penerapan prosedur yang tepat
akan mengurangi faktor ini terjadi.
G. Definisi Operasional Variabel
Definisi Operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu
variabel dengan cara memberikan suatu operasional yang diberikan untuk
mengukur variabel tersebut. Definisi operasional sangat diperlukan untuk
membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-varabel yang diamati atau
diteliti.
1.

Jus bit (Beta vulgaris)


Jus bit yang telah dihancurkan atau di blender kemudian disaring.
Skala : ordinal

2.

Kadar kolesterol
Kadar kolesterol tikus yang diukur sebelum perlakuan dan kadar kolesterol
tikus yang telah diberikan perlakuan.
Skala : rasio
No

Variabel

Definisi
Operasin
al

Alat
Ukur

Cara
Ukur

Hasil Ukur

Skala
Ukur

Jus bit (Beta


vulgaris)

Bit yang
telah

Spuit 3 cc

Diberikan
dengan dosis

Dosis :
1. 2,5 cc/200grBB

ordinal

30

diblender
kemudian
disaring
2

Kadar
kolestrol
total

Merupakan
suatu
Lemak atau
lipid
Yang ada
dalam
Atau di
temukan
Dalam darah

Fotometer

bertingkat

2. 5 cc/200 grBB
3. 7,5 cc/200 grBB

Darah
sebanyak 1
cc centrifuge
selama 15
menit,
diambil
serumnya
dicampur
reagen
kolestrol lalu
diukur kadar
kolesterol

Hipokolesterolemia
Normal
Hiperkolesterolemia

Rasio

Tabel 3.1
Definisi Operasional
H. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari, spuit
sebanyak 3 buah, blender sebanyak 1 buah, saringan 1 buah, biochemical
berjumlah 1 buah, mikropipet 2 buah, spuit disposable 5 cc 3 buah,
centrifuge 1, tabung penampung darah itherma vacuum ukuran 5ml
sebanyak 20 buah, tabung reaksi sebanyak 20 buah, kamera digital 1 buah,
kandang tikus dengan ukuran 60 X 30 X 15 cm diberikan serbuk kayu
sebagai dasar dan kawat sebagai tutup kandang.
2.

Bahan
Bahan yang digunkan dalam penelitian ini adalah jus bit ( Beta
vulgaris ) dibagi dalam 3 dosis yang berbeda yaitu 2,5 cc, 5 cc dan 7,5 cc

31

kemudian kuning telur sebagai asupan kolesterol. Kuning telur yang


digunakan pada penelitian ini sebanyak 5 gr, untuk 1 perlakuan dan
digunakan sebagai pakan hiperkolesterol untuk tikus.
I. Dosis Penelitian
Volume cairan maksimal yang dapat diberikan secara per oral pada tikus
adalah 5 ml/ 100 gr. Disarankan takaran dosis ini tidak melebihi setengah kali
volume maksimalnya.
Dosis bit yang digunakan adalah dosis yang biasa dikonsumsi di
masyarakat, yaitu 50-100 gr per hari. Maka dosis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
Dosis I = 1260 mg/200 grBB tikus setara dengan 2,5 cc/200 grBB tikus
Dosis II = 2550 mg/200 grBB tikus setara dengan 5 cc/200 grBB tikus
Dosis III = 3825 G/200 grBB tikus setara dengan 7,5 cc/200 grBB tikus
J. Prosedur Penelitian
1. Pembuatan jus bit
Bit ( Beta vulgaris ) di belender dan menjadi bentuk cairan kemudian
dimasukan kedalam spuit Oral dengan dosis berbeda yaitu 2,5 cc, 5 cc, 7,5
2.

cc, untuk pemberian selama 2 minggu.


Aklimatisasi Hewan Uji
Sebanyak 24 ekor tikus putih jantan ( Ratus norvegicus ) di bagi dalam 4
kelompok dan dipelihara dalam kandang berukuran 60 X 30 X 15 cm
dengan alas serbuk kayu dan tutup kawat. Dilengkapi dengan tempat
makan yang diisi pakan setandar ( BR 2 ) secara alami dan minuman
cukup, serta pembersihan kandang secara berkala selama 7 hari.
3. Tahan Pemberian Lemak Kuning Telur
Seluruh kelompok penelitian diberikan lemak kuning telur secara oral
menggunakan spuit 3 cc sebanyak 5 gr/200 grBB selama 7 hari.

32

pengambilan pretest pengukuran kadar koleterol darah, pengambilan darah


sebanyak 1 cc dari bagian peri orbita yang ditampung dalam tabung
intherma vacuum, lalu dilaboratorium Rumah Sakit Pertamina Bintang
Amin Bandar Lampung di diamkan selama 15 menit setelah itu di
centrifuge selama 15 menit, diambil serumenya kemudian di campur
dengan reagen kolesterol dan didiamkan selama 5 menit, lalu diukur kadar
kolesterol darah tikus dengan fotometer.
4. Pemberian jus bit ( Beta vulgaris )
Setelah dilakukan pengabilan darah pretest, pada hari ke 15 dilakukan
pemberian jus bit dengan dosis 2,5 cc untuk perlakuan 1, dosis 5 cc untuk
kelompok perlakuan II, dan dosis 7,5 cc untuk kelompok perlakuan III
yang dilakukan selama 2 minggu.
5. Postest Pengukuran Darah Tikus Putih Jantan
Setelah diberikan perlakuan selama 2 minggu maka 24 ekor tikus putih
( Rattus norvegicus ) jantan dilakukan perhitungan kadar kolesterol darah
postest dengan mengambil darah tikus dari bagian peri orbita mata
sebanyak 1 cc dan dilakukan ditempat dengan cara sama dengan
pengukuran pretest.
6. Penghitungan Kadar Kolesterol
Penghitungan kadar kolesterol darah tikus putih ( Rattus norvegicus )
jantan ini dengan membuat daftar kadar kolesterol kelompok kontrol dan
perlakuan dari data perhitungan kadar kolesterol darah pretest dan postest,
kemudian diolah dengan menggunakan program SPSS VERSI 16.
K. Pengolahan Data

33

Data yang terkumpul di olah dengan menggunakan program olah data


komputer setelah melalui beberapa tahap, yaitu :
1. Editing
Menyeleksi, mengkoreksi data yang diperoleh dari hasil penelitian.
2. Coding
Memberi kode pada tiap data yang di peroleh dari hasil penelitian sehingga
memudahkan penulis dalam melakukan analisa data.
3. Entry Data
Memasukan data ke dalam file komputer.
4. Cleaning Data
Setelah memasukan data selesai tidak langsung siap untuk melakukan
analisis, harus yakin bahwa data yang masuk sudah benar-benar bebas dari
kesalahan.
L. Analisis Data
Data diolah menggunakan program komputer SPSS versi 16. Data yang
dapat dianalsis secara statistik dengan uji homogenitis, kemudian dilanjutkan
dengan uji parametrik Oneway ANOVA ( Analysis of Variant ), sehingga
asumsi penggunaan uji parametik harus dipenuhi, yaitu : distribusi normal,
variant homogen, dan sampel acak.24
Uji parametrik Oneway ANOVA digunakan untuk mengetahui ada
tidaknya perbedaan merata kadar kolesterol diantara 5 kelompok perlakuan,
sedangkan untuk mengetahui besar penuruan kolesterol darah pada tiap-tiap
kelompok digunakan paired sampel 1 test (uji test berpasangan). Derajat
kemaknaan yang digunakan adalah = 5% dan data disajikan dalam bentuk
dalam bentuk tabel dan grafik.

34

M. Alur Penelitian
Aklimatisasi hewan uji (7 hari)
Hari-8 pemberian kuning telur (dibuat
Hiperkolesterolemia)
Hari-14 pengambilan kadar kolesterol
darah Pretest
Hari-15 Pemberian
Perlakuan
Diberi 4 perlakuan yang
berbeda
kontrol

Jus Bit dosis


1 : 2,5
cc/200gr BB

Jus Bit dosis


II : 5 cc/200gr
BB

Jus Bit
dosis
III : 7,5
cc/200gr

Hari ke-28 pengukuran


kadar kolesterol post
test

Hiperkolesterolemia

Normal
Analisa

Gambar 3.1 Alur penelitian

Selama
2
minggu