Anda di halaman 1dari 14

PENGOLAHAN LIMBAH

CAIR DOMESTIK
METODE ANAEROB

Oleh: Kartika Dwi Cahyanti & Febrianti


Safitri, S.

Permasalahan

Kota Kendari merupakan Ibu Kota


Provinsi
Sulawesi
Tenggara,
dengan luas wilayah daratan
sebesar 295,89 Km2 . Secara
Geografis
Kota
Kendari
merupakan Kota Teluk, dimana
hampir seluruh kecamatan di
Kota Kendari berbatasan dengan
Teluk Kendari.

Permasalahan
Penelitian oleh Noraduola
(2009)
Terhadap permukiman di tepi sungaisungai tersebut, mengidentifikasikan
bahwa terjadi penurunan kadar DO
dan kenaikan kadar COD pada
kawasan sungai-sungai tersebut

NO, Fasilitas
Pengolahan Limbah
Domestik sebelum
ke Badan Perairan
Pendud
uk
&
ekono
mi

Pence
maran

PERMASALAHAN

Bagaimana Mengatasi
Limbah Cair Domestik????

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 112/2003

Limbah Cair Domestik

Baku mutu Limbah Cair


Domestik

Air limbah yang berasal dari usaha


dan atau kegiatan permukiman(real
estate), rumah makan (restauran),
perkantoran, perniagaan, apartemen
dan asrama.

Parameter kunci untuk air limbah


domestik adalah BOD, TSS, pH
serta Lemak & Minyak

Komposisi Air Limbah Domestik

Suspensi
biologis
atau
massa
mikroba
yang
sangat aktif mendegradasi
bahan-bahan organik yang
terlarut

Lumpur ini merupakan


materi yang tidak larut,
biasanya tersusun seratserat organik yang kaya
akan
selulosa
dan
terhimpun
kehidupan
mikroorganisme

Sistem
Lumpur Aktif
(activated
sludge)

Menurunkan nilai
BOD (Biochemical
Oxygen
Demand)
dan COD limbah
sekitar 70 - 95 %

Memetabolisme
dan
memecah
zat-zat
pencemar yang ada
dalam limbah
Prinsip: mengontakkan
air limbah dengan
massa biologi
(biomassa) dalam
wadah
Sulistyanto, 2003 dan Mustofa, 2000

Sistem Lumpur Aktif


(activated sludge)
secara Anaerob

Proses fermentasi bahan organik oleh aktivitas bakteri


anaerob pada kondisi tanpa oksigen bebas dan
merubahnya dari bentuk tersuspensi menjadi terlarut dan
biogas (Siddharth, 2006)

Sumber:
- Sedimen laut
tercemar
- Limbah tahu
- Lumpur aktif
selokan
- Lumpur aktif
limbah domestik

Proses fermentasi anaerob pada dasarnya adalah proses yang


mengubah senyawa organik menjadi metana (CH4) dan karbon
dioksida (CO2) tanpa kehadiran oksigen (O2) (Sally, 2006)

Mikroba dalam Lumpur


Aktif

Bakteri

Fungi

Protozoa

Rotifers

Genus yang umum yang dijumpai


adalah
Zooglea,
Pseudomonas,
Flavobacterium, Alcaligenes, Bacillus,
Achromobacter
Corynebacterium,
Comomonas,
Brevibacterium
dan
Acinetobacter.
Genus yang ditemukan dalam lumpur
aktif adalah Geotrichum, Penicillium,
Cephalosporium,
Cladosporium
dan
Alternaria.
Paling sering ditemukan :Carchesium,
Paramecium, Opercularia, Chilodenella,
Vorticella, Apidisca
Metazoa bersel banyak, memiliki siliata
yang kuat sehingga dapat mencari
makan dan menurunkan jumlah bakteri
tersuspensi

Mekanisme Pengolahan

Secara Batch dgn metode draw


and fill

Limbah air
dgn
activated
sludge

AFBR (Anaerobic Fluidized-bed),


UAFP (Upflow anaerobic filter
process), Aliran Horisontal Buffled
Reaktor (AHBR), dan UASB
(Upflow Anaerobic Sludge Blanket)

Mekanisme Pengolahan

Lumpur aktif yang berasal


dari tahu dan lumpur aktif
selokan
dimasukkan
ke
dalam
digester,
lalu
memasukkan limbah cair
domestik sesuai variabel.
Proses ini dilakukan selama
30 hari.

Waktu untuk baku mutu: 84 hari

Menurut wulandari, dkk., (2012)

Mekanisme Pengolahan

Kultur mikroba sebanyak 400


mL dimasukkan,
Botol
ditutup
rapat
dan
dimasukkan ke dalam wadah air
pemanas (water bath) yang
dilengkapi dengan alat kontrol
suhu.
Pengadukan
cairan
dalam
bioreaktor dilakukan dengan
pengadukan magnet.
Selama
pengolahan
berlangsung
suhu
dipertahankan 370C (kondisi
mesophilic) dan kecepatan
pengadukan 300 rpm.

Bioreaktor digunakan botol gelas bermulut lebar, volume kerja


400 mL dan dilengkapi dengan penutup dari karet yang diberi
dua buah lubang.

Keuntungan Sistem
Anaerobik
Kerugian Sistem Anaerobik

Tidak menimbulkan bau


Membutuhkan waktu yang lebih
lama
Menghasilkan energi (biogas)

TERIMA KASIH