Anda di halaman 1dari 10

BAB 4

METODOLOGI PENELITIAN
Menurut Wibisono (2010), metode penelitian merupakan urutan atau
langkah yang digunakan untuk memecaha masalah penelitian. Dalam bab ini akan
diuraikan tentang: (1) desain penelitian, (2) kerangka kerja, (3) desain sampling
meliputi populasi, sampel dan sampling, (4) identifikasi variabel, (5) definisi
operasional, (6) pengumpulan data, (7) analisa data, (8) etika penelitian.
4.1 Desain Penelitian
Desain penelitian ini yaitu deskriptik analitik dengan menggunakan
metode pengumpulan data secara cross sectional (hubungan dan asosiasi).
Penelitian deskriptik bertujuan memaparkan peristiwa-peristiwa penting yang
terjadi pada masa kini. Deskriptik peristiwa dilakukan secara sistematis dan lebih
menekankan pada data faktual daripada penyimpulan. Penelitian yang
menekankan pada waktu pengukuran atau observasi data variabel independen dan
dependen hanya satu kali pada satu saat, dan dinilai secara simultan pada suatu
saat jadi tidak ada follow up (Nursalam, 2013). Artinya tidak semua subjek
penelitian harus diobservasi pada hari atau waktu yang sama akan tetapi baik
variabel independen maupun variabel dependen dinilai hanya satu kali saja.
Dengan studi ini, akan diperoleh prevalensi atau efek suatu fenomena (variabel
independen) dihubungkan dengan penyebab (variabel dependen). Penelitian ini
untuk menjelaskan hubungan tingkat pengetahuan keluarga tentang TB Paru
dengan upaya pencegahan penularan infeksi pada pasien TB Paru.

29

30

4.2 Populasi, Besar Sampel dan Teknik Sampling


4.2.1 Populasi
Populasi

adalah

wilayah

generalisasi

yang

terdiri

atas

obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang


ditetapkan

oleh

peneliti

untuk

dipelajari

dan

kemudian

ditarik

kesimpulannya (Sugiyono, 2007).


Populasi dalam penelitian adalah subjek (misalnya manusia; klien)
yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (Nursalam, 2013).
Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga penderita TB
Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Taliwang yang berjumlah 46
orang.
4.2.2 Besar sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi. Untuk itu, sampel yang diambil dari populasi harus betulbetul representative/mewakili (Sugiyono, 2007).
Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga penderita TB Paru
yang bisa membaca dan menulis, keluarga penderita TB Paru yang tidak
dengan gangguan kesadaran, keluarga penderita TB Paru dengan penderita
yang sedang dalam fase intensif (dua bulan pengobatan awal), serta
bersedia menjadi responden di Wilayah Kerja Puskesmas Karang
Taliwang, yang berjumlah sebanyak 22 orang. Cara mencarinya adalah
dengan memberikan kuesioner kepada keluarga yang mempunyai anggota
keluarga dengan penyakit TB Paru BTA positif. Untuk satu keluarga,

31

pengisian kuesioner diwakili oleh satu anggota keluarga yang terdekat


dengan penderita TB Paru.
Untuk kriteria sampling dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Kriteria inklusi
Adalah karakteristik umum subyek penelitian dari suatu populasi target
terjangkau yang akan diteliti (Nursalam, 2013). Yang menjadi kriteria
inklusi dalam penelitian ini adalah:
a. Keluarga penderita TB Paru yang bisa membaca dan menulis
b. Keluarga penderita TB Paru tidak dengan gangguan kesadaran.
c. Keluarga penderita TB Paru dengan penderita yang sedang dalam
fase intensif (dua bulan pengobatan awal)
2. Kriteria Eksklusi
Adalah menghilangkan/mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria
inklusi dari studi karena berbagai sebab (Nursalam, 2013). Adapun
kriteria sampel eksklusi adalah:
a. Keluarga penderita TB Paru yang tidak bisa membaca dan menulis
b. Keluarga penderita TB Paru dengan penderita yang sudah melewati
fase intensif (dua bulan pengobatan awal)
4.2.3 Teknik Sampling
Sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat
mewakili populasi. Tehnik sampling merupakan cara-cara yang ditempuh
dalam pengambilan sampel, agar memperoleh sampel yang benar-benar
sesuai dengan keseluruhan subjek penelitian (Nursalam, 2013).
Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan
cara Purposive Sampling. Purposive Sampling adalah teknik penentuan
sampel dengan pertimbangan tertentu (umumnya disesuaikan dengan tujuan
dan masalah penelitian). Elemen populasi yang dipilih sebagai sampel
dibatasi pada elemen-elemen yang dapat memberikan informasi berdasarkan

32

pertimbangan tersebut. Sampel ini cocok digunakan untuk penelitian


kualitatif (Ety Rochaety, 2007).
4.3 Identifikasi Variabel
4.3.1 Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan
keluarga pasien TB Paru. Variabel independen (variabel bebas) adalah variabel
yang mempengaruhi atau nilainya menentukan variabel lain (Nursalam, 2013).
4.3.2 Variabel dependen
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah upaya pencegahan
penularan infeksi TB Paru. Variabel dependen (variabel terikat) adalah faktor yang
diamati dan diukur untuk menentukan ada tidaknya hubungan atau pengaruh dari
variabel bebas (Nursalam, 2013).
4.4 Definisi Operasional
Definisi operasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang diamati
dari sesuatu yang didefinisikan tersebut. Kunci definisi operasional adalah
karakteristik yang dapat diamati atau diukur. Pemberian arti atau makna pada
masing- masing variabel berdasarkan karakteristik masing-masing variabel untuk
kepentingan akurasi, komunikasi, dan replikasi agar pemberian pemahaman yang
sama kepada setiap orang mengenai variabel-varibel yang dirumuskan dalam
suatu penelitian (Nursalam, 2013).
Definisi operasional masing-masing variabel penelitian ini dapat dilihat dalam
tabel berikut ini:
Tabel 4.1 Definisi Operasional Penelitian

33

Tabel 4.1 Definisi Operasional


No
1.

Variabel

Definisi
Operasional

Parameter

Independen:
Sesuatu yang diketahui oleh keluarga 10 pernyataan yang terdiri dari:
Pengetahuan
tentang berbagai macam konsep TB 1.Pengertian tentang infeksi TB Pa
keluarga pasien Paru
(2, 3)
tentang TB Paru
2.Penyebab penyakit TB Paru (1)
3.Gejala dan tanda penyakit TB Pa
(5, 9)
4.Mengetahui bahayanya penyakit
Paru (4, 6, 7)
5.Mengetahui cara pencegahan
penularan penyakit TB Paru (8,
Dependen:
Suatu
kegiatan
keluarga
dalam 10 pertanyaan yang terdiri dari:
Upaya
mengatasi permasalahan penularan 1.Keluarga menganjurkan kepada
Pencegahan
infeksi pada pasien TB Paru
pasien untuk menutup mulut ke
Penularan
batuk (1)
Infeksi TB Paru
2.Keluarga pasien menyediakan tem
untuk pasien membuang dahak
agar pasien tidak membuang
ludah/dahak sembarangan (2)
3.Keluarga pasien mencuci dan
menjemur peralatan tidur pasie
(3,4)
4.Keluarga pasien mengatur agar
kamar pasien mendapat
pencahayaan sinar matahari ser
ventilasi yang cukup (8, 9)
5.Keluarga pasien menyediakan ka
yang terpisah untuk pasien den
anggota keluarga yang lain seba

34

upaya pencegahan penularan (7


6.Keluarga pasien mengawasi pasie
dalam meminum obat secara
teratur (5, 6)
7.Keluarga pasien menyiapkan mas
untuk pasien dan anggota kelua
yang sebagai tindakan dalam
mengontrol infeksi (10)
1.5 Teknik Pengumpulan Data
1.5.1 Instrumen
Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan
metode kuesioner. Data demografi menggunakan check list dan pertanyaan
terbuka terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan, status perkawinan,
pekerjaan, suku/ ras. Kuisioner dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian,
yaitu:
1. Pengetahuan keluarga tentang TB Paru dengan kuesioner sebanyak 10
pertanyaan.
2. Kegiatan pencegahan penularan infeksi dengan kuesioner sebanyak 10
4.5.2

pertanyaan.
Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi penelitian
Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Taliwang
Kota Mataram dengan pertimbangan:
a. Berdasarkan data dari Dikes Kota Mataram tahun 2014, wilayah
kerja Puskesmas Karang Taliwang menempati urutan kedua
dengan jumlah penderita Tuberculosis paru terbanyak setelah
Puskesmas Ampenan yang ada di Kota Mataram.
b. Penemuan jumlah penderita tuberculosis paru selama dua tahun
terakhir yang terus meningkat.
c. Berdasarkan pertimbangan biaya dan waktu penelitian, wilayah
kerja Puskesmas Karang Taliwang mudah dijangkau peneliti.
d. Belum pernah dilakukan penelitian sebelumnya di tempat tersebut.
2. Waktu penelitian

35

Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan mulai tanggal 1 sampai


dengan 30 november 2015.
4.5.3 Prosedur pengumpulan data
1. Setelah peneliti mendapat surat ijin dari Kepala Puskesmas Karang
Taliwang. Kemudian peneliti menyerahkan surat tembusan

ijin

penelitian kepala BAPPEDA. Peneliti menjelaskan tujuan dan langkah


penelitian kepada Kepala Puskesmas.
2. Inform consent diberikan kepada responden sebelum dilakukan
penelitian. Inform consent ditandatangani dan disetujui oleh responden
responden pasien.
3. Data tentang pengetahuan keluarga dikumpulkan dengan kuisioner.
Dengan teknik dimana responden diminta untuk memilih jawaban
pertanyaan positif jika menjawab benar nilai 1 dan menjawab salah
nilai 0, sebaliknya pertanyaan negatif jika menjawab benar nilai 0 dan
menjawab salah nilai 1. Cara mengumpulkan datanya adalah dengan
memberikan kuesioner kepada keluarga yang mempunyai anggota
keluarga dengan penyakit TB Paru BTA positif. Untuk satu keluarga,
pengisian kuesioner diwakili oleh satu anggota keluarga yang terdekat
dengan penderita TB Paru. Kuisioner diisi sendiri oleh pasien dengan
bantuan peneliti jika pasien tidak mengerti dengan pertanyaan yang
diberikan. Responden diminta mengisi lembar kuesioner setelah
dilakukan pemeriksaan. Kuesioner diisi sesuai dengan kondisi yang
dialami responden pasien saat ini dengan bantuan peneliti apabila ada
point-point pertanyaan yang kurang dimengerti.
4.6 Analisa data
Analisa data merupakan suatu proses atau analisa yang dilakukan secara
sistematis terhadap data yang telah dikumpulkan dengan tujuan supaya trend dan

36

relationship bisa dideteksi (Nursalam, 2008). Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dengan resiko penularan
infeksi pada keluarga dengan pasien TB Paru. Data ordinal yang didapatkan akan
dianalisis dengan uji statistik spearmens rho. Uji ini untuk menghubungkan
antara dua variabel dengan data ordinal. Analisa data yang digunakan untuk
pengumpulan data kuantitatif berupa kuisioner, menurut Arikunto (2006) dibagi
menjadi:
1. Persiapan
(1). Mengecek nama dan kelengkapan identitas pengisi. Untuk
menghindari kesalahan ataupun kekurangan data identitas sampel.
(2). Mengecek kelengkapan data atau memeriksa isi instrumen data.
(3). Mengecek macam isian data, untuk mengisi ketidakpastian pengisian.
2. Coding, yaitu mengklarifikasi jawaban dari responden menurut:
(1). Usia:
Kode: 1. Dewasa awal (21-40 tahun)
2. Dewasa tengah (41-60 tahun)
3. Dewasa akhir (> 61 tahun)
(2).

Pendidikan
Kode: 1. SD/sederajat
2. SMP/sederajat
3. SMA/sederajat
4. Sarjana
(3). Pekerjaan
Kode: 1. Tidak bekerja/ibu rumah tangga
2. Petani
3. Pedagang

37

4. Karyawan
5. PNS
6. Pensiunan
(4). Status perkawianan
Kode: 1. Belum kawin
2. Kawin
3. Janda
3.

Tabulasi data
(1). Memberi skor (scoring) terhadap item-item yang perlu diberi skor.
(2). Memberi kode, yaitu mengklarifikasi jawaban responden menurut
jenisnya.

4.6.1 Penerapan analisa data


Data yang telah dikumpulkan kemudian dikelompokan dan diolah dengan
menggunakan uji analitik yaitu analisis statistik korelasi spearmens rhodengan
tingkat sigfinikasi 0,05, artinya ada hubungan pengetahuan keluarga dengan
resiko penularan infeksi pada keluarga pasien dengan TB Paru.
4.7 Etika Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti mendapat rekomendasi dari
Fakutas Keperawatan Unair Surabaya dan permintaan ijin ke Puskesmas Karang
Taliwang Kota Mataram. Setelah mendapat persetujuan barulah melaksanakan
penelitian menekankan masalah etika yang meliputi:
1. Lembar persetujuan menjadi responden
Lembar ini diberikan kepada responden, peneliti menjelaskan maksud dan
tujuan riset yang dilakukan serta dampak yang terjadi sebelum dan sesudah.
Lembar persetujuan di tandatangani oleh esponden.peneliti tidak akan
memaksa dan tetap menghormati hak pasien.
2. Anonimity (tanpa nama)

38

Untuk menjaga kerahasian, peneliti tidak mencantumkan nama responden


pada lembar pngumpulan data, cukup memberi kode angka.
3. Confidentiality (kerahasiaan)
Kerahasian informasi yang diberikan responden dijamin oleh peneliti karena
hanya kelompok data tertentu saja yang akan dilaporkan sebagai hasil
penelitian.