Anda di halaman 1dari 15

VAGINOSIS BAKTERIAL

OLEH : CHELSEA PHINATHA (406148029)


KOASS OBSGYN RSUD DR. LOEKMONOHADI KUDUS
PERIODE 9 NOVEMBER 2015 16 JANUARI 2016
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA

DEFINISI DAN EPIDEMIOLOGI


Vaginosis bakterial adalah infeksi pada vagina yang paling
sering pada wanita usia produktif. Diperkirakan 16% dari
wanita hamil di AS pernah mengalami vaginosis bakterial.
Beberapa penelitian menunjukkan meningkatnya angka
kejadian pada wanita yg berhubungan sex dengan wanita.
Menunjukkan ketidak seimbangan flora normal vagina.
Vaginitis hemofilus, vaginitis corynebacterium, vaginitis
gardenerela atau anaerob, dan vaginitis tidak spesifik.

FAKTOR RESIKO
Oral sex
Pemakaian cairan pembersih
vagina
Ras kulit hitam
Merokok
Berhubungan sex selama
menstruasi

Alat intrauterin
Berhubungan sex diusia
muda
Berganti-ganti pasangan
Hubungan seksual dengan
sesama wanita

ETIOLOGI DAN PATOGENESIS


Ketidakseimbangan flora normal di vagina.
Pergeseran ini terjadi dari berkurang atau hilangnya
laktobasilus penghasil hidrogen peroksida, sehingga
meningkatnya bakteri anaerob (Gardnerella vaginalis,
Ureaplasma urealyticum, Mobiluncus species,
Mycoplasma hominis, and Prevotella species).
Tidak termasuk dalah penyakit menular seksual.

GEJALA KLINIS
Asimtomatik (75%)
Sekret vagina yang encer dan berbau amis
Inflamasi, pruritus (jarang)
PF : lapisan homogen berwarna seperti susu yang
melekat di dinding vagina

PEMERIKSAAN LAB
Kriteria Amstel, 3 dari 4 :
Sekret vagina yang encer dan homogen
Whiff test positif
pH vagina >4,5
Adanya clue cell pada pemeriksaan mikroskopis

SEKRET VAGINOSIS BAKTERIAL

WHIFF TEST

DIAGNOSIS BANDING : KANDIDIASIS


Vaginosis
Bakterial
Bau
Sekret

Berbau, amis
Encer, warna putih
susu atau abu-abu
Iritasi/ Kadang gatal dan
gatal
panas, tapi jarang
Etiologi Bakteri

Kandidiasis
Tidak berbau
Kental, putih seperti
cottage cheese
Gatal dan panas
Jamur (kandida)

TERAPI
Metronidazole 500 mg PO, 2x1 untuk 7 hari
Metronidazole gel 0.75% 5 g intravaginal sekali sehari
untuk 5 hari
Clindamycin cream 2% 5 g intravaginal sebelum tidur
untuk 5 hari

PROGOSIS

Dengan terapi yang tepat, prognosis vaginosis


bakterial baik
Pada beberapa kasus vaginosis bakterial dapat
sembuh sendiri
Infeksi berulang mungkin terjadi

KOMPLIKASI
Merupakan faktor resiko dari kelahiran preterm
Berhubungan dan merupakan faktor resiko dari HIV
Beberapa studi menunjukkan hubungan vaginosis
bakterial dengan keganasan serviks
Demam postpartum, infeksi post aborsi masih dalam
penelitian.

TERIMA KASIH