Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum

DIV Gizi Reguler A

Semester 2

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM BIOKIMIA


PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH
(HOGENDAREN-JENSEN)
KELOMPOK 4

Anggota :
YUMNA NIRMALA H.
ADELINA AYU N.
DINI ERIDA PUTRI O.

DIV Gizi Reguler A Semester 2


Page | 1

Laporan Praktikum

DIV Gizi Reguler A

Semester 2

Poltekkes Kemenkes Semarang


A. Tujuan
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah :
1. Untuk mengetahui kadar gula darah dengan menggunakan metode
Hogendaren-Jensen.
2. Membandingkan perhitungan kadar gula dara dalam tabel.

B. Teori
Glukosa
Glukosa darah merupakan karbohidrat dalam bentuk monosakarida
yang terdapat dalam darah.( Baron, 1984). Organ organ yang berpengaruh
dalam metabolisme glukosa antara lain hati dan pankreas. Glukosa darah
berada dalam keseimbangan dan mengatur secara hormonal yaitu hormon
teroid,

hormon

insulin,

hormon

efineprin

dan

hormon

pertumbuhan.

( Ganong, 1990 )
Jumlah glukosa dalam darah tergantung kepada keseimbangan antara
jumlah yang masuk dan yang keluar. Glukosa masuk ke dalam darah dari
tiga macam sumber, yaitu :
a.

Makanan yang mengandung hidratarong. Setelah dicerna dan

diserap, jenis makanan ini merupakan sumber glukosa tubuh yang paling
penting.
b.

Glukogen, glikogen disimpan dalam otot dan heper, dan dapat

dipecah untuk melepas glukosa.


c.

Sebagian asam amino dipecah oleh heper untuk menghasilkan

glukosa. (Beck,2011 )

Page | 2

Laporan Praktikum

DIV Gizi Reguler A

Semester 2

Insulin tidak diperlukan untuk terjadinya salah satu diantara ketiga proses
ini. Setelah glukosa masuk ke dalam darah, insulin diperlukan untuk
memungkinkan glukosa meninggalkan darah dan masuk ke dalam jaringan.
Pada orang non diabetik, glukosa yang meninggalkan aliran darah
digunakan lewat dua cara , yaitu :

a.

Energi segera bagi semua jaringan.

b.

Energi simpan sebagai glikogen dalam heper dan otot, serta

lemak di

dalam jaringan adipose. ( Beck, 2011 )

Kadar glukosa darah yang diketahui dapat membantu memprediksi


metabolisme yang mungkin terjadi dalam sel dengan kandungan gula yang
tersedia. Jika kandungan glukosa dalam tubuh sangat berlebihan maka
glukosa tersebut akan mengalami reaksi katabolisme secara enzimatik untuk
menghasilkan energy. Namun jika kandungan glukosa tersebut di bawah
batas minimum, maka asam piruvat yang dihasilkan dari proses katabolisme
bisa mengalami proses enzimatik secara anabolisme melalui glukoneogenesi
untuk mensintesis glukosa dan memenuhi kadar normal glukosa dalam darah
( plasma darah ) yaitu 65 110 mg/dl ( 3,6 6,1 mmol/ L ). (Murray, 2003 )
Dalam ilmu kedokteran, gula darah adalah istilah yang mengacu kadar
glukosa di dalam darah. Kadar glukosa darah diatur dengan ketat di dalam
tubuh. Glukosa dialirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk
sel sel tubuh. Umumnya kadar glukosa darah berada pada kadar 70 110
mg/dl. (Price, 2005 ). Metabolisme glukosa yang tidak normal dapat
menyebabkan hiperglikemia ( bila kadar gula darah berada pada kadar tinggi
( > 110 mg/dl )) dan hipoglikemia ( bila kadar glukosa darah terlalu rendah
( < 70 mg/dl )).
Metode pengukuran kadar glukosa :

Page | 3

Laporan Praktikum

a.

DIV Gizi Reguler A

Semester 2

Metode kimia. Prinsip pemeriksaan ini, yaitu proses kondensasi glukosa

dengan akromatik amin dan asam glasial pada suasana panas, sehingga
terbentuk senyawa berwarna hijau kemudian diukur dengan fotometri.
b.
1.

Metode enzimatik.
Metode glukosa oksidase. Prinsip pemeriksaan ini adalah enzim

glukosa oksidasi mengkatalisis reaksi oksidasi glukosa menjadi asam


glukonat dan hidrogen peroksida yang terbentuk bereaksi dengan phenol
dan 4 amino phenazone dengan bantuan enzim peroksidase menghasilkan
quinoneimine yang berwarna merah muda dan dapat diukur dengan
fotometer pada = 546 nm.
2.

Metode hexokinase.( Down, 2000 )

Page | 4

Laporan Praktikum

DIV Gizi Reguler A

Semester 2

C. Alat dan Bahan


Alat
-

Pipet Mikro
Pipet tetes
Erlenmeyer tutup asam
Tabung reaksi
Buret
Statif dan klem
Beaker glass
Penangas air

Bahan(reagen)
-

Larutan Na-Tio 0,005 N


NaOH
0,1 N
KI
20%
K3Fe(CN)6
0,005 N
CH3COOH
30%
Amylum
1%
ZnSO4
5%
K2Cr2O7
0,005 N
HCL
6N
Akuades

D.Metode/Prosedur
Pembuatan Blanko
1. Masukkan ZnSO4 5% sebanyak 5 ml kedalam tabung reaksi.
2. Tambahkan NaOH 0,1% sebanyak 1 ml kedalam tabung reaksi.
3. Homogenkan
4. Panaskan selama 3 menit, lalu dinginkan.

Page | 5

Laporan Praktikum

DIV Gizi Reguler A

Semester 2

5. Saring menggunakan akuades panas sebanyak 3ml, lakukan hingga


6.
7.
8.
9.

2 kali
Filtrat ditambahkan 2 ml K3Fe(CN)6 0,005 N
Panaskan pada penangas air selama 15 menit
Tambahkan 3 ml KI dan 2 ml CH3COOH
Titrasi dengan Na-Tio segera dengan indicator amylum sampai

warna biru hilang.


Pembuatan Sampel
1. Masukkan 0,1 ml darah kedalam tabung reaksi, campurkan 1 ml
NaOH dan 5 ml ZnSO4
2. Panaskan selama 3 menit, lalu dinginkan.
3. Saring menggunakan akuades panas sebanyak 3ml, lakukan hingga
4.
5.
6.
7.

2 kali
Filtrat ditambahkan 2 ml K3Fe(CN)6 0,005 N
Panaskan pada penangas air selama 15 menit
Tambahkan 3 ml KI dan 2 ml CH3COOH
Titrasi dengan Na-Tio segera dengan indicator amylum sampai

warna biru hilang.


8. Standarisasi Na-Tio dengan Kalium Bikromat

E. Hasil dan Pembahasan


Praktikum ini menggunakan darah sebagai sampel, dengan mengambil 0,1 ml
darah menggunakan piet mikro dan masukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian
menambahkan larutan ZnSO4 5% sebanyak 5 ml kedalam tabung reaksi. Kemudian
menambahkan NaOH 0,1% sebanyak 1 ml kedalam tabung reaksi, setelah itu
larutan dalam tabung reaksi tersebut di homogenkan menggunakan vortex agar
semua larutan tercampur. Lalu panaskan menggunakan penangas air, sebenarna
bisa dilakukan dengan menggunakan api bunsen, tetapi gunakan penangas air agar
hasilnya lebih maksimal. Panaskan selama 3 menit atau sampai benar-benar
mendidih, lalu dinginkan. Kemudia saring menggunakan kertas saring dan siram
dengan akuades panas sebanyak 3ml, lakukan 2 kali penyaringan, lalu kita gunakan
Page | 6

Laporan Praktikum

DIV Gizi Reguler A

Semester 2

filtratnya. Tambahkan 2 ml K3Fe(CN)6 0,005 N kedalam filtrat, panaskan selama 15


menit menggunakan hot plate. Lalu tambahkan 3 ml KI dan 2 ml CH 3COOH. Setelah
itu titrasi menggunakan Na-Tio 0,1 N dan tambahkan indikator amilum sampai
warna biru hilang.
Pada pembuatan blanko prosedurnya sama dengan pembuatan sampel,
hanya saja sampel diganti dengan akuades. Blanko lebih baik dilakukan terlebih
dahulu sebelum melakukan uji sampel , karena blanko digunakan sebagai acuan
apakah sampel yang di uji hasilnya akurat atau tidak.
Pada praktikum ini menggunakan standarisasi Na-tio dengan kalium bikromat.
Standarisasi dilakukan untuk mengetahui kada sesungguhnya yang akan digunakan
dalam perhitungan. Dari uji blanko, sampel dan standarisasi didapatkan hasil
sebagai berikut

Standarisasi 15,4 ml
Blanko 0,3 ml
Sampel 0,5 ml

Rumus Perhitungan

ml(S-Bl)
=
100

0,5-0,3 0,2
=

100

100

0,002
Setelah dikonfersikan dengan tabel didapatkan kadar 385
F. Kesimpulan
Page | 7

Laporan Praktikum

DIV Gizi Reguler A

Semester 2

Dari praktikum yang telah dilakukan, didapatkan hasil kadar pada urin
sebanyak 385

Page | 8