Anda di halaman 1dari 14

Pengertian

Diabetes tipe ini terjadi selama masa kehamilan, dimana


intoleransi glukosa didapati pertama kali pada masa
kehamilan, biasanya pada trimester kedua dan ketiga

Klasifikasi Etiologi Diabetes Melitus


I. Diabetes tipe 1 (destruksi sel , umumnya mengarah kepada defisiensi insulin
absolut)
Immune mediated
Idiopathik
II. Diabetes tipe 2 diabetes ( daripredominanresistensi insulin dengan defisiensi insulin
relative hingga predominan defek sekresi dengan resistensi insulin)
III. Tipe lain
Defek genetik dari fungsi sel beta
Defek genetik kerja insulin
Penyakit eksokrine pankreas
Endokrinopati
Imbas obat atau zat kimia
Infeksi
Jenis tidak umum dari diabetes yang di perantarai imun
Sindrom genetik lainnnya yang kadang berhubungan dengan DM
IV Diabetes Mellitus gestasional

FAKTOR RESIKO

TANDA DAN GEJALA


Sering kencing pada malam hari ( polyuria )
Selalu merasa haus ( polydipsia)
Selalu merasa lapar ( polyfagia )
Selau mersa lelah atau kekurangan enrgi
Penglihatan menjadi kabur
BB menurun

Gula darah 2 jam pp > 200 mg/dl.


Gula darah sewaktu > 200 mg/dl
Hyperglaisimia ( peningkatan abnormal kandungan gula dalam darah )
Glaikosuria ( glukosa dalam urine )
Mata kabur
Ketonemia

Komplikasi
Komplikasi pada maternal

Komplikasi pada janin

Hipertensi 10-20 %
Persalinan distosia 10-15 %

Janin makrosomia cenderung


menyebabkan pertolongan
persalinan operatif
transoabdominal

Retinopati
Nefropati

pertolongan persalina
pervaginam yang paling
berbahaya adalah distosia bahu

Diabetes di kemudian hari

Kelainan congenital 6 %

Pengelolaan obstetrik
Pada tingkat Polindes dilakukan pemantauan ibu
dan janin dengan pengukuran tinggi fundus uteri dan
mendengarkan denyut jantung janin.
Pada tingkat Puskesmas dilakukan pemantauan ibu
dan janin dengan pengukuran tinggi fundus uteri dan
mendengarkan denyut jantung janin.

Pada tingkat rumah sakit, pemantauan ibu dan janin


dilakukan dengan cara :
Pengukuran tinggi fundus uteri :

USG serial

Penilaian menyeluruh janin dengan skor dinamik


janin plasenta (FDJP), nilai FDJP < 5 merupakan tanda gawat
janin

Fungsi dinamik janin


plasenta (FDJP)
Variable

Reaktivitas djj

<2

Akselerasi stimulasi

<2

Rasio SDAU

<3

Gerak nafas stimulasi

<2

Indeks cairan amnion

10

<10

Setiap komponen dinilai , 2 poin jika normal dan 0 poin jika tidak normal. Total
skor keseluruhannya 10. Bayi dianggap sehat jika skor 8-10